Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Perjodohan


__ADS_3

"Dia kekasihku, namanya..." ups, Daniel lupa menanyakan nama gadis yang ia paksa jadi pacar palsunya ini.


"Lina," bisik Lina dengan cepat.


"Lina. Sayang kuperkenakan kau dengan ayah dan ibuku," kata Daniel begitu lembut.


Lina yang melihatnya merasa jijik. Dasar pria brengsek ini pandai sekali berpura-pura.


"Jangan melihat ku seperti itu, lakukan tugasmu!" isyarat Daniel pada Lina.


Tidak tahan dengan dengan rasa kesal, Lina mencubit pinggang Daniel. Daniel hanya bisa menahan sakit dan berusaha untuk tidak merubah ekspresinya sambil melotot marah pada Lina. Perasaan puas terukir di wajah Lina.


"Senang bertemu dengan Tn. Flors dan Ny. Flors," sapa Lina dengan ramah dan sopan.


"Aku tidak perna dengar kau dekat dengan seorang wanita Daniel apalagi punya pacar," ujar ayah Daniel yang bernama Rayner sedikit meragukan, karna ia tahu siapa yang diundang malam ini.


"Kau tahu apa tentang putramu? Kau itu terlalu sibuk dengan perkerjaanmu. Seharusnya kau senang sekarang ia mulai menyukai seorang wanita. Sini biar aku lihat dulu," ibu Daniel menarik tangan Lina mendekatinya. "Tenyata selerah anakku ini adalah seorang gadis SMA yang imut, pantas saja aku perkenalkan dengan banyak wanita lainnya ia tidak mau."


Lina berusaha untuk tersenyum. Ia tidak menyangkah kalau keluarga Flors jauh lebih ramah dari apa yang dibayangkannya. Atau, ini cuman sandiwara mereka saja pada masyarakat?


"Ah... Cucuku Daniel, aku sudah menunggu hari ini,"


Seorang pria tua dengan kumis abu-abu berjalan mendekat ke arah mereka. Disampingnya ada seorang pria dan putrinya. Walaupun sudah berumur tapi kebibawaan dari kakek Daniel ini sangat jelas terlihat. Sebagai orang yang memengang kekuasaan tertinggi tentunya tekanan yang dirasakan Lina terasa berbeda. Berhadapan dengan kakak Daniel barulah seperti berhadapan dengan tetua mafia yang ditakuti. Lina jadi tahu aura mendominasi Daniel pasti di dapat dari kakeknya.


"Daniel memberi hormat pada kakek."


"Putra pertama memberi hormat pada ayah."

__ADS_1


"Menantu memberi hormat pada ayah."


Satu keluarga tersebut membungkuk memberi salam. Lina yang bingung harus bertindak bagaimana mala ikut membungku tampa berbicara.


"Berdirilah. Hari ini ulang tahunku sebagai keluarga jangan terlalu sungkan."


"Terima kasih," kata mereka serempak.


"Siapakah gerangan gadis kecil di samping mu itu Daniel?" tanya kakek Daniel ketika ia melirik Lina.


"Dia pacarku," jawab Daniel.


"Apa?!!" mendengar itu membuat kakek Daniel marah.


Tubuh kecil Lina gemetar begitu merasakan tekanan yang sangat kuat. Daniel seketika menggegam erat tangan Lina. Rasa hangat dari tangan Daniel cukup membuat Lina tenang.


"Beraninya kau mencari pasangan sembarangan diluar sana. Tidak boleh! Aku sudah menjodohkanmu dengan putri tunggal keluarga Cershom," tekan kakek Daniel.


"Tidak kakek. Aku sudah sering bilang kalau aku tidak mau dijodohkan dengan putri keluarga Cershom. Aku telah memiliki pilihanku. Aku mencintainya dan hanya mau menikah dengannya," tegas Daniel sambil merangkul tubuh kecil Lina.


Lina tahu kalau ini hanya sandiwara tapi jantung tiba-tiba berdetak kencang. Tidak, tidak mungkin Lina menyukai pria yang paling dibencinya ini.


"Sepertinya aku kenal denganmu. Kau bukankah si miskin Lina," kata Violet membeberkannya dengan suara tinggi. Semua tamu undangan melirik pada mereka.


"Oh... Aku kira ia dari salah satu keluarga terpandang. Selera putraku sedikit unik," ujar ibu Daniel.


"Aku tidak peduli dia mau dari keluarga terpandang sekalipun aku tetap tidak merestui hubungan kalian. Aku sudah berjanji pada Ariana untuk menjodohkan cucuku dengan putrinya. Ini semua bentuk balas budiku karna ia telah menyelamatkan nyawaku."

__ADS_1


Ariana, nama itu mengingatkan Ducan akan istrinya yang meninggal. Ia merindukan senyum istrinya itu dan juga tawa putri kecilnya. Ia melirik Violet, gadis manja yang suka berpoya-poya. Bagaimana bisa ia memanjakan putri palsu tidak tahu diri ini. Violet diadopsi karna kemiripannya dengan putri kandungnya. Alasan utama adalah untuk memancing keluar para bajingan yang telah membuat istrinya meninggal dan hilangnya keberadaan putri kandungnya. Karna memang orang-orang tersebut mengicar nyawa istri dan juga anaknya. Masih belum diketahui alasan mereka melakukan itu.


Selama bertahun-tahun Ducan telah mengerahkan beberapa bawahan terpercaya nya untuk mencari putri kandungnya secara diam-diam. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil sampai sekarang. Semakin lama semakin sulit pula pencarian. Ducan cuman berharap putrinya itu masih mengenakan liontin kalung pemberian ibunya. Hanya itu tanda pengenalan putrinya.


Bertahun-tahun tidak terasa, karna terlalu sibuk mencari putrinya ia sampai lupa janji pernikahan putrinya dengan putra keluarga Flors. Janji pernikahan ini telah dibuat sejak putrinya masih bayi dan tidak mungkin dibatalkan. Ducan tidak mau pernikahan putrinya direbut oleh putri angkat yang tidak tahu diri ini. Bagaimana cara menundah pertunangan sampai putri kandungnya ditemukan? Sebab ia masih yakin sekali dapat berjumpa lagi dengan putri kandungnya itu. Ia tidak mungkin membatalkannya. Hal itu akan membuat sekelompok orang itu curiga. Ada satu pertanyaan juga dalam benak Ducan, kenapa mereka tidak bergerak selama bertahun-tahun ini? Apa yang mereka tunggu?


Ducan melirik Lina, ada perasaan tidak asing ketika ia melihat gadis satu ini. Ia merasa melihat bayangan istrinya tapi gadis ini tidak mengenakan liontin sama sekali dan juga namanya berbeda. Mungkin itu hanya perasaannya saja. Tapi Ducan berpikir gadis ini dapat digunakan untuk menundah pertunangan.


"Em... Begini Tn. Flors kita tahu Violet dan Daniel belum mengenal satu sama lain. Kenapa tidak membiarkan mereka menjalin hubungan pendekatan dulu? Mungkin bisa menimbulkan rasa suka jika mereka telah saling mengenal kepribadian masing-masing. Lagi pula Violet saat ini masih menempuh pendidikan kedokteran. Lebih baik pernikahan mereka dilaksanakan setelah Violet lulus," kata Dukan mencari alasan.


"Itu ide yang bagus ayah. Kenapa tidak membiarkan mereka saling kenal dulu?" kata Rayner.


Setelah berpikir cukup lama sambil memainkan kumis nya akhirnya kakek Daniel berkata. "Baiklah, tapi pernikahan ini tetap akan terjadi. Tidak ada yang boleh membantah!"


"Redakan amarahmu kakek, aku pasti akan berusaha mendapatkan hati Daniel," kata Violet sok lembut.


"Jangan harap! Aku tidak akan perna merestui hubungan kalian. Aku sendiri yang akan memenggal kepalamu jika kau berhasil merebut tunangan putri kandungku!" gerutu Ducan dalam hati.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2