Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Persalinan kedua


__ADS_3

Di vila Krisan. Lina saat ini sedang menahan kotraksi hebat yang melanda perutnya. Lagi-lagi Lina tidak mengetahui kalau rasa sakit berdurasi-durasi singkat yang dialaminya selama 6 jam itu ternyata tahapan pembukaan liang lahir bagi bayinya. Ia baru tahu setelah rasa ngilu dipunggungnya semakin menjadi dan lama. Lina saat ini tengah sendirian di vila, tidak ada satupun pelayan ataupun penjaga karna mereka memang ingin menghabiskan waktu berempat saja.


Sewaktu Lina sadar kalau bayi bersiap lahir hari ini, Daniel, Julius dan Julia baru saja kembali ke kediaman sebentar untuk mengambil perlengkapan bayi yang tertinggal. Sebenarnya Lina berencana menjalani persalinan di vila tersebut cuman bayinya saja yang mendesak waktu lahirnya sebelum tanggal yang diperkirakan.


"Aduuuh.... Huf... Huf... Sakit," Lina menahan perutnya yang kecang menggunakan sebelah tangan dan tangan lainnya berpengang di dinding. "Haa... Haa... Kemana mereka pergi? Kenapa lama sekali? Katanya cuman mau mengambil perlengkapan bayi. Aku sudah tidak kuat lagi. Aaaw!" ia sedikit membungkuk begitu bayi mendorong turun. "Bersabarlah sayang, kita tunggu papa dan saudaramu pulang ya."


"Maaf, kami agak lama," yang ditunggu akhirnya tiba. "Terjadi kemacetan tadi..."


"Kemana saja kalian?" potong Lina. "Ughhh!"


"Kucing kecil ada apa?"


Mengetahui Lina sedang kesakitan, Daniel meletakan seluruh barang di tanggannya dan bergegas menghampiri Lina.


"Perutku sakit sekali Daniel."


"Apa mama mau melahirkan?" tebak Julia.


"Aku antar kau ke rumah sakit saja ya."


Daniel membimbing Lina berjalan keluar. Baru dua langkah tiba-tiba Lina berhenti.


"Tunggu Daniel. Haa... Haa... Ketubanku pecah,"


Lina menunduk disaat merasakan rembesan air mengalir di pangkal pahanya. Daniel sangat terkejut mendengarnya dan ikut menunduk.


"Apa?! Sayang, bagaimana bisa begini?"


Dengan hati-hati Daniel mengangkat tubuh Lina lalu membaringkannya di tempat tidur. Ia membantu Lina memposisikan dirinya untuk siap melahirkan.


"Aku pikir cuman kram biasa. Aku tidak tahu kalau ternyata itu kontraksi. Huu... Huu..." Lina mencoba mengatur nafasnya.


"Julius telpon Ira sekarang untuk cepat datang kesini! Julia bantu papa ambilkan handuk bersih," pinta Daniel pada putra-putrinya.


"Baik," jawab mereka dan segera menjalankan perintah.


"Kau sudah perna melahirkan sebelumnya. Bagaimana bisa kau tidak dapat membedakan antara kram biasa dengan kontraksi?"


"Enngggkhhh....! Rasa sakitnya lebih lembut dari yang dulu. Haa... Haa... Dan masa kontraksi jauh lebih singkat. Emmnggkhh!" Lina mulai mengejan begitu kontraksi datang.

__ADS_1


"Bagus, sayang. Aku sudah bisa melihat kepalanya. Kau harus mengejan lebih keras. Kau pasti bisa."


"Haa... Haa... Nnnggghhh!!! ARGH! Sakit sekali."


Lina mencengkram kuat seprei sambil terus mengejan. Ia bisa merasakan kalau bayinya bergerak keluar. Julia yang telah kembali dengan membawa handuk bersih langsung memberikan handuk tersebut pada papanya. Ia kemudian merangkak naik ke tempat tidur dan duduk disamping mamanya. Ia membantu Lina menyekat keringat yang telah membasahi dahinya. Sedangkan Julius masih berusaha menghubungi Ira.


"Hallo, bibi Ira," kata Julius cepat begitu telponya diangkat.


"Julius, ada apa menelpon? Maaf, tadi aku baru selesai melakukan pemeriksaan pada pasien."


"Bibi Ira, bisa segera datang ke vila Krisan? Mama mau melahirkan."


"Apa?!" sangking kagetnya Ira sampai bangkit dari kursinya. "Aku segera kesana."


Ira bergegas keluar dari ruangannya, turun menuju parkiran. Ia tidak memutuskan telponnya untuk memantau kondisi Lina. Disaat Ira meminta Julius untuk memberikan hpnya pada Lina, ia baru tahu kalau sebenarnya Lina sedang berusaha melahirkan.


"Julius, kenapa mama mu mengejan? Apa dia sedang melahirkan?"


"Memang itulah yang terjadi! Bibi pikir apa lagi?"


"Aku kira Lina baru mengalami kontrasi. Kenapa bisa mendadak seperti ini?" Ira sampai di parkiran dan segera masuk ke mobil. Ia meminta sopir yang telah dipanggilnya sebelumnya untuk menacap gas menuju vila Krisan.


"Haruskah kau mempertanyakan itu untuk sekarang?!!" teriak Lina pada Ira disela-sela ia megatur nafas. "Haa... Haa... Enngggkhhh!"


"Baiklah."


Julius segera mengalikan panggilan biasa ke panggilan video. Ira memandu Lina menjalani proses persalinannya dan memberi tahu Daniel apa-apa saja yang harus dia lakukan disaat kepala bayinya keluar sempurna. Beberapa menit berusaha mengejan akhirnya bayi Lina keluar sempurna.


Oooooeeeekk.... Oooooeeeekk....


Tangis bayi mengisi ruangan. Lina mengatur nafas yang terengah-engah. Rasa bahagia menyelimuti mereka. Ira juga menghembuskan nafas lega melihat temannya berhasil melahirkan dengan selamat.


"Selamat sayang, kau berhasil melahirkan seorang bayi perempuan," kata Daniel mengumumkan.


Dengan cekatan Daniel mengikuti arahan dari Ira melakukan perawatan pada bayi yang baru lahir. Setelah itu baru ia meletakan bayinya di atas tubuh Lina untuk segera disusui.


"Dia cantik sekali," Lina memberi kecupan selamat datang.


"Hore... Aku punya adik perempuan. Rasakan itu kakak," teriak Julia riang.

__ADS_1


"Kau hanya beruntung saja," Julius memalingkan mukannya dengan sedikit kesal.


"Em... Mama, kenapa perut mama masih besar dan kencang padahal kan mama sudah melahirkan," Julia mengelus perut mamanya.


"Sayang, kau tidak hamil bayi kembar lagi, kan?" tanya Daniel.


"Tidak. Em... Aku tidak tahu. Aku tidak perna periksan. Eeennggggghhh....." tampa sadar Lina mengejan sekuat tenaga begitu kontraksi melanda perutnya. Ia tersentak begitu merasakan sesuatu yang turun. "Daniel, sepertinya ada yang mau keluar lagi."


"Lina...!"


"AAAH......! Kepalanya sudah mau keluar. Eeenggggghhhk.......!"


"Tenanglah! Aku sudah hampir sampai. Tinggal satu kilometer lagi," Ira ikut panik.


"Asik adik baru lagi."


"Aku harap kali ini adik laki-laki."


...~ TAMAT ~...


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


...Aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih bagi kalian yang telah membaca novelku dan selalu mendukung ku serta memberi semangat selama menulis cerita ini....


...Sedikit memberitahu, awalnya aku berencana menulis cerita ini cuman sampai sekitar episode 60-70 saja. Aku tidak menyangka ternyata novel ini bisa tamat di episode 160. Ini semua berkat dukungan kalian. Sekali lagi terima kasih....


...Aku minta maaf jika ada kata-kata yang salah dalam pengartian atau ada kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan. Sesungguhnya itu tidak disengaja....


...Sampai jumpa lagi di cerita selanjutnya. Bye... Bye......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


...ξκύαε...


__ADS_2