Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Pelantikan kepalah keluarga yang baru


__ADS_3

Disinilah Ariana terpaksa diusir keluar karna tidak mendapat restu menikah dengan kalangan menengah sepertinya. Sebab itu Ducan bertekat memajukan usahanya dan memperkuat kelompoknya sampai begitu dikenal dan disegani di ibu kota. Semua itu dilakukan demi menunjukan kalau ia layak menjadi pendamping Ariana. Namun sayangnya Ariana telah meninggal sebelum Ducan berada di masa kejayaannya saat ini.


Berkat bujukan dari Lina dan kedua cucu yang manis membuat Ducan bersedia keluar dari mobil.


"Tuan besar, Tn. George datang berkunjung," ujar seorang pelayan memberitahu Tn. Down.


"George? Ada perlu apa dia datang hari ini? Mendadak sekali."


"Tn. George mengatakan, ada seseorang yang harus anda temui dan berharap anda pasti suka berjumpa dengannya."


"Siapa?" tanya Tn. Down pada diri sendiri. "Ya sudah, izinkan mereka masuk. Aku akan menemui mereka di ruang tamu."


"Baik," pelayan tersebut berlalu pergi.


"Hah... Sebenarnya siapa yang George ajak untuk menemuiku? Tidak ada cara lain selain melihatnya sendiri."


Tn. Down beranjak dari kursinya dan turun menuju ruang tamu. Ia tidak akan menyangka akan dipertemukan dengan Ducan hari ini. Semua orang berdiri begitu melihat Tn. Down datang


"Selamat siang ayah," sapa George.


"Selamat siang Tuan besar Donw," sapa Ducan dan Daniel hampir bersamaan.


"Ducan, Velia, Daniel," Tn. Down mematung sesaat ketika melihat mereka.


"Selamat siang kakek," sapa Lina dengan senyum manis di wajahnya.


"Ka-kek?" Tn. Down masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Iya ayah. Ini sungguh sangat kebetulan sekali. Ternyata wanita yang Samuel selamatkan ini adalah putri dari Ariana, cucumu. Dan mereka berdua ini adalah anak-anak Velia," kata George memperkenalkan mereka.


"Julius, Julia beri salam pada kakek buyut," kata Lina pada anak-anaknya.


"Salamat siang kakek buyut. Salam kenal," sapa Julius dan Julia serempak.

__ADS_1


"Namaku Julius Franklin Flors."


"Aku Julia Francesca Flors."


"A, aku pasti bermimpi, iya kan?" Tn. Down masih berusaha mencerna apa yang dilihatnya hari ini.


"Tidak kakek, ini bukan mimpi," kata Lina.


"Tuan besar Down. Lina sudah menceritakan semuanya. Aku sudah mulai melupakan kejadian itu."


Hal yang tidak mereka duga adalah tiba-tiba Tn. Down bersujud dihadapan Ducan dan Lina.


"Aku minta maaf padamu. Aku minta maaf pada Ariana. Seandainya aku jawab telpon dari mu, Ariana pasti masih bersama dengan kita. Maafkan aku. Maafkan aku."


"Tuan besar, anda tidak perlu melakukan ini," Ducan berusaha membantu Tn. Down bangkit kembali tapi Tn. Down menolak keras.


"Tidak! Aku pantas mendapatkannya. Jangan pandang aku sebagai kepala keluarga tersembunyi. Dihadapanmu aku adalah ayah mertua yang buruk. Untuk apa menjadi sang peguasa yang ditakuti jika aku tidak bisa melindungi putrinya sendiri."


"Aku juga bukan ayah yang baik untuk putriku. Selama lebih dari 17 tahun aku membuat hidupnya menderita. Aku gagal melindungi keluarga kecilku sendiri. Ini adalah sebuah penyesalan yang sangat besar dalam hidupku."


"Itu benar. Masalah memang datang sering datang secara tiba-tiba. Kita tidak dapat memprekdiksinya. Sebab itu kita harus selalu siap dan menghadapi semuanya secara bersama-sama. Aku yakin apapun yang terjadi kita dapat melaluinya, seburuk apapun itu."


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Tiga bulan kemudian. Hari ini adalah hari dimana pelantikan kepalah keluarga tersembunyi yang baru. Seluruh anggota keluarga yang lain hadir di acara tersebut. Mereka semua telah setuju menjadikan George sebagai kepalah keluarga tersembunyi yang baru. Dihadapan seluruh anggota keluarga George dipanggil menghadap kepalah keluarga. George akan melakukan sumpah untuk menerima tanggung jawab sabagai pemimpin berikutnya. Sudah lebih dari dua bulan Ia tidak lagi duduk di kursi roda. Racun pada kakinya sudah sepenuhnya hilang. Cuman ia masih diharuskan untuk berlatih berjalan dan belum diperbolehkan berlari.


Ducan, Lina, Daniel, Julius dan Julia tentu saja ikut menyaksikan keseluruhan acara tersebut di tempat yang khusus disediakan untuk mereka. Tempat yang tersembunyi dari semua mata seluru tamu undangan, namun sangat nyaman untuk melihat seluruh kegiatan acara. Semua ini atas permintaan Lina sendiri. Ia ingin menyasikan acara pelantikan tersebut tapi tidak ingin diketahui oleh anggota keluarga yang lain. Acara berjalan khimat dan lancar, tidak ada gangguan sedikitpun.


"Mama, apa boleh kami berkeliling sebentar?" kata Julius meminta izin.


"Berkeliling?"


"Izinkan saja mereka berkeliling sebentar, Lina. Mereka mungkin bosan," bujuk Ducan membantu Julius dan Julia.

__ADS_1


"Baiklah. Tapi jangan terlalu jauh-jauh nanti tersesat dan juga jangan nakal."


"Terima kasih mama," jawab mereka serempak.


Sebelum pergi mereka memberi kecupan dipipi mama, papa dan kakek mereka. Julius dan Julia berlari keluar dari ruangan tersebut. Sebenarnya mereka ingin menemui paman mereka, Samuel. Iya, Samuel. Ia hadir di acara pelantikan kepalah keluarga tersembunyi yang baru. Namun kepulangannya ini tanpa sepengetahuan dari Lina. Ia masih tidak sanggup jika harus bertemu dengan Lina. Ia khawatir kalau dirinya akan engan pergi jika melihat raut wajah Lina. Samuel ingin berjumpa dengan Julius dan Julia cuman sekedar menempati janjinya.


"Paman pirang!" teriak Julius dan Julia menghampiri Samuel.


"Keponakanku yang manis. Apa kabar kalian?" Samuel berjokok lalu memeluk Julius dan Julia.


"Kabar kami semua baik, paman," jawab Julius.


"Bagaimana dengan paman sendiri?" tanya Julia.


"Syukurlah kalau begitu. Kabarku juga baik. Paman disini cuman ingin menempati janji paman pada kalian."


"Sungguh? Apa paman benaran membuatkan robot persis seperti yang kami minta?" tanta Julia riang.


"Tentu saja. Paman kan sudah bilang kalau paman ini sangat pandai dalam merancang sebuah robot. Sekarang paman membuktikannya."


Samuel mempersembahkan dua robot yang dulu dipinta oleh Julius dan Julia. Semua ini berawal dari Samuel yang sedikit sombong kalau dirinya jauh lebih hebat dari Daniel. Sebab itu Julius dan Julia menantang Samuel membuatkan masing-masing robot untuk mereka. Karna inilah janji diantara mereka terbentuk. Percakapan tersebut terjadi sewaktu Samuel mengatar Julius dan Julia pulang, tepat dimana Lina mendapatkan ingatanya kembali.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ξκύαε


__ADS_2