Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Kunjungan Tn. Flors


__ADS_3

"Saya sudah pastikan bahwa gadis itu memang memiliki Token kepemilikan rumah lelang Red Krisan. Kita sudah bisa memulai bergerak, bos."


"Bagus. Akhirnya setelah sekian lama Tn. Cershom mengeluarkan Token tersebut. Aku sempat mengira kalau gadis itu bukanlah putrinya. Tapi ada rasa keraguan dalam benakku, kalau semua ini merupakan sebuah jebakan. Kenapa ia mengungkapkan identitas kepemilikan rumah lelang ke publik?"


"Oh, itu karna putrinya. Tn. Cershom sudah bersikeras meminta putrinya untuk tidak mengungkapkan identitasnya sebagai pewaris dari rumah lelang. Namun putrinya itu mala diam-diam mengupload ke media sosial. Tn. Cershom sangat marah akan hal ini. Sejak kemarin ia berusaha memutuskan penyebaran berita tersebut namun sudah terlambat, beritanya cepat menyebar."


"Tahan dulu, jangan gegabah. Kita pastikan dulu semua ini. Aku yakin Tn. Cershom pasti melakukan segala cara untuk melindungi putrinya. Cari informasinya mengenai berapa orang yang ditempatkan Tn. Cershom untuk menjadi pengawal putrinya dan perkirakan kekuatan mereka."


"Baik bos."


"Tidak peduli ini jebakan atau bukan. Selama aku bisa mendapatkan Token tersebut, tidak akan ada yang bisa menghalangi ku untuk mengeruk seluruh kekayaan rumah lelang Red Krisan."


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Pulang dari kampusnya, Lina dikagetkan dengan kehadiran tuan besar Flors di ruang tamu bersama dengan Violet yang keadaan tangannya di pasang penyangga.


"Oh... Apa yang dilakukan gadis ini? Apa di belum kapok setelah kejadian pagi tadi," pikir Lina. Ia melangka masuk mendekati mereka. "Selamat sore tuan besar Flors," sapa Lina memberi salam.


"Tidak perlu basa-basi. Violet sudah menceritakan semuanya padaku. Katakan, anak siapa itu?" tanya Tn. Flors dingin.


Lina mengelus perutnya perlahan. "Ini anak dari cucumu tuan besar Flors, cicitmu."


"Tidak!" bentak Tn. Flors.


Lina sedikit kaget mendengar bentakan itu. Sepertinya Tn. Flors tidak terima setelah mengetahui kebenaran ini.


"Aku sama sekali tidak mengakuinya! Cicitku harus berasal dari keturunan Ariana dan bukannya dari gadis sembarangan seperti dirimu!"


"Itu sedikit menyakitkan. Ingin rasanya aku memberitahu tuan besar Flors ini kalau sebenarnya aku inilah putri kandung dari Ariana."


"Kau dengar itu Lina? Biarpun kau telah menikahi Daniel secara diam-diam tapi tetap saja keputusanya ada di tuan besar Flors. Sebaiknya kau angkat kaki dari rumah ini, karna mulai hari ini aku yang akan tinggal disini," ujar Violet.


"Apa?! Tinggal disini?"

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau keberatan?" potong Tn. Flors. "Lebih baik kemasi barang-barang mu dan pergi dari sini!"


"Tapi Tn. Flors, kau sudah tahu kalau aku dan Daniel telah menikah. Aku ini masih istri Daniel. Kau tidak bisa mengusirku begitu saja, apa lagi dalam kondisiku yang sedang mengandung anaknya."


"Oh, aku mengerti apa yang kau inginkan," Tn. Flors mengeluarkan sejumlah uang tunai dari saku jasnya, kemudian melemparkan uang itu ke arah Lina. Uang kertas dalam bentuk pecahan 100 dolar itu berhamburan di hadapan Lina. "Itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu selama beberapa tahun ke depan."


"Apa maksudnya ini Tn. Flors? Kau pikir aku mencintai Daniel hanya karna uang? Ini sungguh penghinaan besar bagiku!"


"Memangnya apa lagi yang diinginkan gadis sepertimu ini selain uang? Sudah cukup tuan besar Flors masih berbelas kasihan memberimu uang ini. Cepat pungut semua itu dan pergi dari sini," kata Violet sambil menunjuk pintu keluar.


"Aku harap kau tidak menyesali ini Tn. Flors, karna jika aku sudah melangkah keluar dari rumah ini maka aku tidak akan perna mau kembali lagi. Aku tidak butuh uangmu. Aku masih bisa memenuhi kebutuhanku dan memberi kehidupan yang layak untuk anak-anakku," berbalik dan melangkah pergi.


"Kucing kecil!!" teriak Daniel sambil menerobor masuk begitu saja. Ia bergegas berlari menghampiri Lina dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


"Kau pulang cepat hari ini?" kata Lina yang kaget melihat Daniel.


"Iya. Aku bergegas pulang begitu Emma menelponku kalau kakek berkunjung ke rumah untuk menemui mu," Daniel melirik tumpukan uang yang berhamburan di lantai. "Apa yang terjadi?"


"Oh, kakek cuman memberikan sebagian kecil uang untuk Lina agar dia dengan senang hati mau pergi dari sini," jelas Violet.


"Daniel! Apa kau sungguh tidak menghargai kakek mu ini lagi? Kenapa kau diam-diam menikahi gadis itu dan bahkan telah memiliki calon keturunan dengannya? Aku benar-benar tidak menyetujui hal ini. Aku minta kau untuk menceraikannya sekarang juga!"


"Tidak!!" tegas Daniel. "Dia adalah istriku! Tidak ada yang bisa memisahkan kami, memisahkan aku dari anakku. Aku tidak akan bisa hidup tanpa mereka."


"Baik, mengingat dia sedang mengandung anakmu. Aku mengizinkan ia tinggal disini dengan dua syara. Yang pertama, Aku minta kau segera menikahi Violet. Dan yang kedua, setelah gadis itu melahirkan kau harus menceraikannya."


Daniel dan Lina tersentak begitu mendengar dua syarat itu.


"Tn. Flors pasti becanda, kan? Kau mau mencoba memisahkan aku dari anak ku?"


"Kakek, sebaiknya tarik kembali kata-kata kakek. Karna aku takut kakek pasti akan sangat menyesalinya," Daniel merangkul bahu Lina.


"Aku tidak mengerti maksud kalian. Kenapa aku harus menyesal?"

__ADS_1


"Selamat sore semuanya. Aku harap aku tidak terlambat," kata Ducan yang melangkah masuk mendekati mereka.


"Ayah?" ujar Violet yang bingung dengan kehadiran ayahnya.


"Kebetulan kau ada disini Tn. Cershom. Aku ingin mendiskusikan bersamamu tentang pernikahan antara Daniel dan Violet. Aku ini pernikahan ini dipercepat," kata Tn. Flors.


"Baiklah Tn. Cershom, mari kita diskusikan ini berdua saja. Kebetulan aku juga ada yang mau ku jelas kan padamu."


Ducan mengajak Tn. Flors ke ruangan lain yang cukup jauh dari daya tangkap pendengaran Daniel, Lina dan Violet.


"Ducan, apa yang mau kau bicarakan? Kenapa harus secara pribadi seperti ini? Sebenarnya aku ingin mendiskusikan pernikahan Daniel dan Violet di depan mereka secara langsung," tanya Tn. Flors.


"Tn. Flors, aku harap kau tadi tidak berbicara sesuatu hal yang menyakiti hati putriku."


"Apa maksudmu? Mana mungkin aku menyakiti hati putri dari Ariana."


"Pertama-tama aku ini minta maaf terlebih dahulu, karna mungkin telah terjadi ke salah pahaman disini. Sebenarnya Violet adalah anak angkat ku, dan Lina atau Veliana barulah anak kandung ku," jelas Ducan hati-hati.


Tn. Flors benar-benar terkejut begitu mendengarnya. "I, ini... Ka, kau mau bilang kalau gadis yang hamil itu barulah anak kandungmu?"


"Iya. Semuanya berawal dari..." Ducan menceritakan semuanya secara singkat namu mendetail. Ia juga menjelaskan tentang rencananya untuk memancing orang-orang yang telah menyebabkan Ariana meninggal. Tiba-tiba Tn. Flors menarik krah jas Ducan.


"Kenapa kau tidak memberitahu ku dari awal?!!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2