
"Aku tidak terlalu memperdulikan dia mau laki-laki atau perempuan. Bagiku mereka sama saja. Tapi aku sedikit berharap memiliki bayi perempuan. Bayi perempuan yang cantik dan semanis dirimu."
"Aku lebih ingin laki-laki. Ia akan sosok pria yang hebat sepertimu namun tetap berhati lembut," Lina sedikit tersentak begitu ia merasakan pergerakan dalam perutnya.
"Ada apa?"
"Mereka bergerak."
"Benarkah?" Daniel langsung berjongkok dan menempelkan telinga nya di perut Lina. "Ini pertama kalinya?"
"Tidak. Tapi ini yang paling kuat sejauh ini."
"Sehat-sehat di dalam sana putra atau putri ku. Ayah sudah tidak sabar ingin berjumpa denganmu," Daniel mengecup perut Lina. Lalu tiba-tiba ia mengedong tubuh Lina tinggi-tinggi kemudian mengajaknya berputar.
"Aah... Daniel.... Turunkan aku," teriak Lina dengan senyum bahagia terlukis di wajahnya.
"Kau istri kecil ku yang manis."
"Hah?! Apa yang barusan kau katakan?"
"Em... Apa? A, aku mengatakan 'kucing kecilku'"
"Tidak. Aku tahu kau mengatakan sesuatu yang lain, suamiku."
Mendengar itu membuat Daniel memandang wajah manis Lina yang tersenyum. Ia ikut tersenyum, kemudian Daniel mengecup bibir Lina dengan mesra.
...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...
Hari yang Lina tunggu-tunggu tiba. Hari ini adalah hadi dimana rumah lelang Red Krisan akan mengadakan lelang tahunan mereka. Lina segera bersiap-siap. Dalam balutan dress brokat merah tua, sepatu berwarna senada namun tidak terlalu tinggi dan rambut tertata rapi dengan hiasan rambut mutiara. Lina tampak elegan malam ini sampai Daniel tidak mau berkedip dibuatnya.
"Apa dress ini membuatku lebih gemuk?" tanya Lina Daniel tampa meliriknya. Ia sibuk memperhatikan bayangan dirinya di cermin. "Hem... Berat badanku memang semakin bertambah," gumangnya.
"Tidak. Kau terlihat cantik sekali malam ini. Sudah siap berangkat?"
"Tentu saja. Aku sudah tidak sabar untuk memperkenalkan salah satu racunku."
"Oh... Aku juga tidak sabar untuk melihatnya," Daniel memeluk Lina dari belakang dengan hangat.
__ADS_1
"Kita jadi berangkat tidak? Lepaskan pelukanmu," kata Lina yang sebenarnya merasa nyaman di peluk mesra begini.
"Entah mengapa aku sangat suka memeluk tubuh kecilmu ini. Ingin rasanya kupeluk terus selamanya."
"Jika kau terus memeluku begini, kita akan terlambat loh."
"Kalau begitu. Izinkan aku menggedongmu sampai ke mobil," tampa persetujuan Lina lagi Daniel membopong Lina keluar dari kamar sampai masuk ke mobil.
Mobil melaju di jalanan yang padat kendaraan. Letak rumah lelang Red Krisan terletak di cukup jauh dari rumah Daniel. Sekitar kurang lebih satu jam perjalanan. Akhirnya mereka sampai. Gedung pencakar langit menyambut mereka. Di bangunan ini lah lelang terbesar yang terjadi satu tahun sekali akan diadakan. Lina sedikit kebingung karna gedung ini bertanda nama Casino.
"Kau bilang kita mau pergi ke pelelangan, kenapa mala ke Casino?" tanya Lina pada Daniel.
"Karna rumah lelang Red Krisan tepat berada di bawah kakimu," jawab Daniel.
Mendengar jawaban tersebut Lina seketika menunduk melihat kakinya. "Maksudnya mereka benar-benar beroperasi di bawah tanah?"
"Iyap. Rumah lelang Red Krisan merupakan rumah lelang ilegal terbesar di kota ini. Tentu saja mereka harus menjalankan bisnis secara rahasia. Tapi sebenarnya rumah lelang ini sudah sangat terkenal di kalangan keluarga kelas atas. Di rumah lelang ini mereka bisa mendapatkan barang-barang yang tidak mungkin bisa di dapat di luar sana."
"Wow... Kira-kira siapa pemiliki dari rumah lelang ini?"
"Bagaimana caranya aku tahu."
"Tidak ada yang tahu, kecuali dia sendiri yang mengungkapkan identitasnya padamu. Ayok masuk."
"Ayok."
Lina mengaitkan tangannya ke tangan Daniel seperti rantai. Mereka berdua melangkah masuk ke dalam Casino tersebut. Lina kembali berdecak kagum melihat kemegahan Casino ini. Semuanya terlalu menyilaukan mata. Tempat dimana para orang-orang kaya menghamburkan semua uang mereka selain berbelanja. Seperti Casino pada umumnya, rumah perjudian ini menyediakan berbagai jenis perjudian lengkap terdiri dari Roulette, Blackjack, Creps, Keno, Tombola, Super Ping-pong, Lotto Fair, Satan, Paykyu, Slot Machine (Jackpot), Ji Si Kie, Big Six Wheel, Chuc a Luck, dan banyak lagi.
"Tempat ini luar biasa. Aku belum perna ke tempat seperti ini selama hidupku."
"Pelelangan dimulai jam 19.00. Itu masih satu jam lagi. Apa kau main sebentar?"
"Boleh? Tapi aku tidak tahu cara mainnya."
"Akan aku ajari."
Satu jam kemudian.
__ADS_1
"Horee.... Aku menang lagi," teriak Lina begitu memenangkan perjudian itu yang entah sudah beberapa kali ia mainkan.
"Wow... Sepertinya keberuntungan nona ini sangat luar biasa untuk pemain pemula," puji dealer Casino tersebut.
"Ooh... Kucingku memang hebat," batin Daniel.
"Apa kau mau main lagi nona?" tanya dealer Casino itu.
"Iya," jawab Lina.
"Tidak. Sudah cukup hari. Kau sudah bermain belasan kali," Daniel segera menarik Lina pergi.
"Ah... Satu kali saja," rengek Lina.
"Jangan nakal. Apa kau lupa tujuan kita datang kesini? Pelelangannya sudah mau dimulai. Jika terlambat kita tidak diperbolehkan masuk lagi. Apa kau mau menunggu sampai tahun depan?"
"Tentu aku tidak mau itu."
Di lif mereka turun ke lantai yang ada di bawah tanah. Tidak sembarangan orang yang dapat turun ke lantai ini. Hanya kekayaan di atas 1 juta dolar yang diperbolehkan mengikuti pelelangan ini. Setelah mengkonfirmasi diri, Daniel mengajak Lina ke ruang belakang dari ruang utama pelelangan untuk mengajukan barang yang ingin Lina lelang. Beberapa menit penjelasan dan pengujian barang, pihak rumah lelang sangat tertarik dengan racun yang ingin Lina lelang. Mereka membuka tawaran sebesar 50.000 dolar. Lina segera menyetujuinya. Ia tidak menyangka kalau racunnya bisa ditawar setinggi itu. Lina sempat berpikir racunnya akan menghasilkan uang sebesar 10.000 dolar saja, dan itupun yang paling tinggi menurutnya.
Pihak pelelangan sempat bertanya apakah Lina mau melelang penawar racunnya juga atau tidak. Lina menjawab, ia mau berpikir-pikir dulu. Ia ingin melihat-lihat seberapa besar kemungkinan orang akan menawar racunnya. Jika itu harga yang fantastis Lina baru ingin melelang penawar racun tersebut. Dan tentunya saran ini beritahu oleh Daniel.
Setelah menerima kartu tanda khusus, Daniel mengajak Lina ke ruang VIP di lantai dua ruang utama. Disini mereka bisa menyaksikan acara pelelangan dengan lebih jelas. Tapi sebelum itu mereka di wajibkan mengenakan topeng. Privasi sangat di jaga ketat disini. Untuk memastikan agar pihak yang berhasil memenangkan sesuatu barang lelang tidak terancam bahaya dari pihak-pihak yang sangat menginginkan barang tersebut. Mereka biasanya menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan barang tersebut sampai membunuh adalah pilihan utama. Lina sedikit menunduk melihat ke bawah. Begitu banyak orang yang hadir di acara lelang ini. Sepertinya mereka semua sangat menantikan barang-barang apa saja yang ada pada malam ini.
.
.
.
.
.
.
ξκύαε
__ADS_1