Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Kecewa


__ADS_3

"Yusra, aku sudah bilang padamu untuk tidak sembarangan mencari pasangan. Aku tidak melarangmu untuk pacaran sejak dini tapi setidaknya carilah yang setara dengan kita."


"Apa yang dikatakan ayahmu benar, nak. Derajat keluarga kita sudah lebih tinggi dari yang dulu. Sudah sewajarnya kau mencari yang setara dengan kita atau sedikit dibawah kita juga boleh, tapi jangan sampai dari kalangan menengah juga. Apa kata masyarakat nanti?" kata ibunya setuju dengan pendapat suaminya.


"Memangnya siapa gadis yang kau taksir itu? Aku sungguh ingin tahu nama keluarganya. Seberapa pantasnya keluarganya itu mau bersanding dengan keluarga kita?"


"Aku sama sekali tidak tahu nama keluarganya. Aku perna meminta Marjorie melacaknya namun tidak ketemu," jelas Yusra.


"Apa lagi yang tidak jelas seperti itu. Bagaimana kalau dia adalah seorang penipu dan ternyata cuman gadis dari kalangan bawah yang menyamar menjadi orang kaya?! Ada banyak gadis seperti ini diluaran sana yang sengaja menggoda pria sepertimu hanya untuk memeras uang."


"Dia bukanlah gadis seperti itu, ayah. Walau aku tidak tahu marga keluarganya tapi aku malah yakin kalau sebenarnya ia berasal dari keluarga yang cukup berpengaruh."


"Apa yang kau tahu tentang orang-orang seperti ini? Kerjaanmu cuman bersenang-senang saja dan menghamburkan uang. Seharusnya kau pikirkan baik-baik dan jangan sampai cepat tergoda!!"


"Aku sudah memikirkannya dengan sangat baik ayah dan bahkan aku memikirkan keluarga ini, tapi Veronica malah menghancurkan rencanaku!" kali ini Yusra meninggikan suaranya.


"Rencana apa yang kau maksud? Rencana sore tadi? Dia cuman gadis rendahan yang ada banyak di kota ini! Kau tinggal pilih. Untuk apa mengajar gadis yang tidak jelas seperti dia?!!"


"Memangnya apa keunggulan dari gadis itu sampai kau sangat ngotot ingin berpacaran dengannya?" tanya ibunya.


"Ini lah yang tidak kalian ketahui! Dia memang cuman gadis biasa tapi ada sesuatu darinya yang bisa membuat keluarga kita jauh lebih baik lagi! Dia memiliki rancangan robot yang sangat diinginkan Lady Blue. Bahkan Lady Blue sendiri yang memintaku untuk mendapatkan rancangan robot tersebut!!" jelas Yusra membuat kedua orang tuanya kaget.


"Kau... Kau pasti bercanda, kan Yusra? Tidak mungkin Lady Blue sendiri..."

__ADS_1


"Aku sudah melakukan banyak cara untuk mendapatkan rancangan robot tersebut dan semuanya gagal, termasuk rencanaku sore ini! Dan semua itu karna putri ayah yang manja dan sok tahu itu! Puaskah sekarang menghancurkan kesempatanku satu-satunya?!! AAH ! ! !" dengan sangat marah Yusra menghempaskan vas bunga sampai hancur berkeping-keping di lantai.


"Sebenarnya robot seperti apa yang dimiliki gadis itu sampai Lady Blue begitu tertarik menginkannya?" tanya ayahnya kali ini dengan merendah.


"Tidak tahu. Ayah lihat saja sendiri besok di perlombaan sains dan teknologi."


Dengan masih kesal Yusra keluar dari ruang bersantai itu sambil membanting pintu. Ia tidak memperdulikan ibunya yang terus memanggilnya berulang kali. Ia pergi menuju mobilnya lalu menancap gas keluar dari lingkungan sekolah. Petugas yang menjaga pintu gerbang tidak bisa menghentikan laju mobil yang keluar begitu kencang tersebut. Apa lagi tahu kalau mobil tersebut milik tuan muda Arlo.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Malam harinya. Semua orang sudah tidak sabar menantikan petunjukan kembang api yang akan dimulai jam 20.00. Tapi sebagian besar orang sudah berada di taman lebih dulu untuk mencari tempat yang paling ideal menikmati kembang api. Mereka akan mengelar tikar-tikar di atas rerumputan beratapkan langit malam. Carl dan Jeffri telah bersiap sendari tadi untuk menyaksikan pertunjukan kembang api, namun Julius tidak mau pergi disaat mereka mengajaknya. Ia cuman beralasan tidak ingin melihat pertunjukan tersebut dan hanya ingin di kamar saja. Jeffri dan Carl tidak bisa memaksa jika Julius tidak mau. Jadi mereka pergi berdua saja menuju taman belakang. Sebenarnya sore tadi Julius ingin mengajak Marjorie untuk menyaksikan pertunjukan tersebut, tapi Marjorie tiba-tiba diminta oleh Tn. Arlo untuk mencari Yusra yang pergi entah kemana. Mau tidak mau Marjorie harus menuruti perintah tersebut.


Berbanding terbalik dengan kakaknya yang murung karna tidak bisa menyaksikan pertunjukan kembang api bersama sang pujaan hari, Julia malah terlihat sangat senang menantikan pertunjukan ini. Dia yang paling semangat diantara ketiga temannya. Selesai bersiap-siap, mereka segera menuju taman belakang dan mencari tempat yang cocok untuk menyaksikan pertunjukan. Dengan manfaatkan kamera yang Nisa dapat dari ayahnya, mereka siap mengabadikan momen pertunjukan kembang api nanti.


Dikegelapan malam itu, disaat Julia sedang menikmati pertunjukan kebang api, tiba-tiba ada seseorang yang mendekap mulutnya dari belakang dan menariknya menjauh dari teman-temannya. Julia sempat meronta-ronta melepaskan diri namun ia cepat tahu siapa orang yang mendekapnya itu begitu pria tersebut berbisik di telinganya.


"Sustt... Ini aku."


"Sean?"


Julia berusaha melirik kebelakang. Walau dalam gelapnya malam, Julia masih bisa mengetahui kalau pria itu memang Sean. Serasa sudah cukup jauh dari keramaian, Sean baru melepaskan Julia.


"Kenapa kau tiba-tiba menculikku?"

__ADS_1


"Aku tidak menculikmu."


"Tentu saja menculik namanya jika kau menarik ku diam-diam seperti tadi."


"Baiklah terserah kau saja mau menganggapnya seperti apa. Aku ingin menujukan sesuatu padamu."


"Persis sama seperti Yusra sore tadi. Sudah aku duga ada yang aneh disini. Kali ini apa yang mau dilakukan oleh Sean? Aku harap berbeda dari Yusra yang mempersembahkan kegagalan," batin Julia. "Kau mau membawaku kemana?"


"Ke tempat yang lebih baik untuk menyaksikan kembang api."


Sean menuntun Julia menuju ujung taman yang ada disisi lain danau. Di tempat itu relatif tidak ada orang sama sekali. Kondisi yang tidak memiliki penerangan apapun tidak menjadi kendala bagi mereka untuk terus berjalan. Setelah berjalan kurang dari lima menit akhirnya mereka sampai ditepi danau. Ada sebuah demaga kecil yang terbuat dari kayu disana dengan satu penerangan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ξκύαε


__ADS_2