Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Violet teman yang baik


__ADS_3

Di rumah sakit, Robert segera dilarikan ke UGD untuk mendapat pertolongan. Selang infus telah dipasang selama perjalan menuju rumah sakit. Alat bantu pernafasan disematkan di hidungnya. Dokter mulai memeriksa keadaan pasien. Michael, selaku ayahnya cuman bisa menunggu di luar bersama istrinya.


Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana keadaanya dok?" tanya Michael.


"Kita harus mengambil tindakan operasi sekarang juga. Tiga tulang rusuknya patah akibat pukulan benda keras dan salah satu organ tubuhnya mengalami luka yang menyebabkan endapan darah," jelas dokter itu.


"Aku mohon dok, selamatkan putraku. Aku akan melakukan apapun untuk kesembuhannya," pinta istri Michael sambil memohon pada dokter tersebut. Air matanya sudah membasahi pipinya.


"Jangan khawatir, kami akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien. Saya permisi dulu untuk bersiap melakukan operasi," dokter itu berlalu pergi.


"Jangan bersedih lagi. Putra kita akan baik-baik saja. Aku pasti menangkap orang yang telah berani melukai putraku! Tidak peduli siapapun dia, aku akan membuatnya merasakan lebih baik mati dari pada hidup!"


"Dia harus membayarnya dengan penderitaan!!"


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Keesokan harinya, di kamar Azkya. Ia duduk di balkon kamarnya sambil menikmati minuman dinginnya. Sendari tadi ia terus menatapi layar hpnya tanpa membuka aplikasi apapun. Ia sedang menunggu panggilan dari seseorang.


"Sudah jam segini, tumben Robert tidak menelponku. Apa dia masih tidur? Dia memang mabuk berat semalam. Aku coba menelponnya saja," Azkya mencari no Robert di hpnya lalu menghubunginya.


Tut... Tut... Tut...


"Tidak diangkat. Apa sungguh dia masih tidur? Kanapa aku sedikit merasa khawatir ya? Apa mungkin aku tanya pada ibunya."


Tut... Tut... Tut...


Tak lama telpon diangkat.


"Hallo. Azkya, ada apa?" tanya Ibu Robert.


"Begini Ny. Castista, aku cuman merasa sedikit khawatir pada Robert. Dia mabuk cukup berat semalam. Apa dia baik-baik saja? Em... Karna biasanya ia selalu menelponku setiap hari."


"Terima kasih atas perhatianmu Azkya. Kau memang gadis yang baik. Maaafkan aku karna belum sempat memberi tahu mu. Sebenarnya Robert ada di rumah sakit sekarang. Semalam ada seseorang yang menyerangnya," jelas Castista.

__ADS_1


"Apa?! Ba, bagaimana bisa?" Azkya sangat terkejut mendengar kabar itu. "Lalu, apa Robert baik-baik saja? Bagaimana keadaannya?"


"Keadaannya sudah membaik setelah operasi. Ia mengalami patah tiga tulang iga akibat pukulan benda keras."


"Aku akan segera berkunjung ke rumah sakit sekarang."


Azkya bergegas turun dari kamarnya menuju bagasi. Ia menyalakan mobil lalu menancap gas pergi ke rumah sakit yang telah diberitahu Castista rumah sakit mana Robert dirawat.


⚜⚜⚜⚜


Violet mengajak Azkya bertemu di restoran. Ia ingin membahas soal rencana mereka untuk membalas Lina. Sampai di restoran yang dijanjikan, Violet melihat Azkya sudah ada disana. Duduk di meja paling sudut di restoran tersebut.


"Azkya!" panggil Violet sambil menghampiri. "Ada apa denganmu? Kok murung begitu?"


"Sepertinya rencana kita tidak akan bisa terlaksana," kata Azkya sambil mengaduk minumannya.


"Kenapa? Apa Robert tidak mau?"


"Bukan. Robert sekarang masuk rumah sakit. Di malam pesta hari itu, ia diserang seseorang. Kemungkinan besar orang itu merupakan penyusup yang ingin mencuri data perusahaan. Masih belum diketahui siapa orangnya," jelas Azkya.


"Bagaimana keadaan Robert sekarang?" tanya Violet yang terkejut begitu mendengar kabar tersebut.


"Sepertinya kau sangat sedih mengetahui kabar itu."


"Entahlah Violet. Perasaan ini aneh. Aku mendekati dia dan mau menjadi pacarnya cuman sekedar menginginkan uangnya. Namun disaat mendengar dia terluka, kenapa hati ini begitu sedih. Setengah tahun bersama nya aku mulai terbiasa. Dia memang menyebalkan, apa lagi matanya itu yang tidak tahan melihat yang manis sedikit. Menegurnya menjadi hal biasa bagiku. Tapi caranya membujuknya agar aku tidak cemberut lagi adalah sesuatu yang kusuka darinya. Ia bisa melakukan apa saja untuk menghiburku. Menurutmu perasaan apa itu? Apa aku..."


"Jatuh cinta padanya?"


"Em... Iya."


"Mungkin saja kau memang menyukainya. Tapi aku sarankan sebaiknya kau pastikan dulu perasaanmu. Apa itu benar cinta atau cuman rasa sesaat. Melupakannya untuk hari ini mungkin bisa membantumu memastikan perasaanmu padanya. Ayok kita bersenang-senang hari ini. Aku akan mentraktirmu."


"Terima kasih Violet."


Seharian mereka menjelajahi mall dari toko ke toko. Namun sepertinya cuman Violet yang bersenang-senang hari ini. Kesukaan Azkya berbelanja barang-barang baru entah mengapa hari ini tidak semenarik seperti biasanya. Ia merindukan Robert. Setiap ada waktu Robert pasti mengajaknya berbelanja. Mau berapapun harga barang yang diinginkannya Robert pasti belikannya. Apa sungguh Azkya tanpa sadar telah jatuh hati pada Robert?

__ADS_1


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Keesokan harinya Violet datang berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk Robert. Ducan yang telah mendangar kabar itu juga menyempatkan diri datang hari ini. Bersama Azkya, mereka pergi ke ruangan tempat dimana Robert dirawat. Sampai disana, terlihat Robert terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan beberapa alat penunjang hidupnya. Ia tengah tertidur sekarang ini. Di ruangan tersebut cuman ada Castista yang menemani putranya.


"Selamat siang Ny. Castista," sapa Azkya. Ia menyerahkan buket bunga yang dibawahnya sebagai buah tangan.


"Azkya, Violet, Tn. Cershom, selamat siang. Silakan masuk," balas Castista. Ia menerima buket bunga itu lalu meletakannya di atas meja samping ranjang Robert.


"Terima kasih Ny. Castista," ujar Violet. Ia juga membawa buah tangan lainnya.


"Maaf baru sempat berkunjung hari ini Ny. Castista. Bagaimana keadaan Robert?" tanya Ducan.


Ny. Catsista menggeleng pelan. Raut wajahnya begitu sedih. "Kondisinya semakin memburuk. Sejak kemarin ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Indra pendengaran, penglihatan, penciuman dan pengecap juga perlahan-lahan menghilang."


"Itu pasti gejala dari racun yang Lina katakan. Kau pantas mendapatkannya Robert. Siapa suruh kau berusaha mencelakai putriku. Aku harap kau lebih menderita lagi," batin Ducan. "Bagaimana pendapat dokter soal ini?"


"Dokter juga tidak tahu penyebabnya. Kenapa tiba-tiba Robert kehilangan fungsi indra nya? Dokter sempat berspekulasi Kalau penyebabnya adalah sebuah racun tertentu, tapi tidak ditemukan jenis racun apapun dalam tubuh Robert."


"Apa cuman itu gejala anehnya?"


"Tidak. Ia juga mengeluh sakit perut. Ini baru bisa tertidur setelah dokter memberinya obat penenang."


"Siapa gerangan yang begitu jahat sampai bisa melakukan hal sekejam ini pada Robert," kata Azkya yang menatap sedih Robert. Satu tetes air mata lolos dari pelupuk matanya.


"Jika ini memang disebabkan oleh racun... Hanya ada satu orang yang memiliki berbagai jenis racun aneh. Dia adalah Master ahli racun Oleander, dan cuman Lina yang mengenal dia. Tidak salah lagi. Pasti Lina yang telah menyerang Robert dan memberikan racun aneh ini padanya," pikir Violet.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2