
"Sudah aku bilang kan aku pasti mendapatkan Ganoderma Darah itu untuk mu."
"700.000 dolar. Uang yang aku dapat hari ini saja tidak cukup untuk membeli Ganoderma Darah tersebut."
"Simpan uangmu baik-baik. Dan untuk Ganoderma Darah ini tentu saja aku yang bayar."
"Mohon maaf tuan dan nyonya. Apa anda mau melihat barangnya dan melakukan pembayaran sekarang atau selepas pelelangan berakhir?" tanya staf rumah lelang pada Daniel dan Lina.
"Apa kau mau melihat Ganoderma Darah sekarang atau masih mau menikmati pelelangan ini?" tanya ulang Daniel pada Lina.
"Aku mau lihat sekarang. Sambilan aku mau melelang penawar racunnya."
"Kalau begitu ambil ini," Daniel memberikan kartu hitam dengan cetakan tulisan emas di atasnya.
"Kartu apa ini?" tanya Lina bingung begitu menerimanya.
"Itu untuk membayar Ganoderma Darah. Sandinya 25142327. Ada satu barang yang ingin kudapatkan setelah pelelangan barang selanjutnya."
"Baiklah, aku pergi dulu. Aku akan kembali lagi nanti," Lina bangkit kemudian menghampiri staf rumah lelang tersebut.
"Mari ikuti saya."
Lina mengikuti staf tersebut ke luar dari ruang utama pelelangan. Ia dituntun ke sebuah ruangan yang ada di lantai bawah. Sampai disana, Lina diharuskan melepaskan topengnya sebelum ia diperlihatkan dengan Ganoderma Darah yang baru saja ia dapatkan dari pelelangan tadi. Ini bertujuan agar staf rumah lelang tersebut dapat mengenali siapa-siapa saja yang mendapatkan barang yang mereka lelang, dan juga agar tidak terjadi kesalahan penerima dari barang tersebut.
Melihat Ganoderma Darah dari dekat membuat Lina merasa tidak percaya kalau hari ini bahan yang diimpi-impikannya akhirnya berada di tangannya. Ganoderma Darah ini sungguh cantik. Lina menutup kembali kotak tempat Ganoderma Darah itu di simpan, lalu menyodorkannya kembali pada staf perempuan tadi untuk di kemas.
"Mau menggunakan jasa pengantaran khusus agar lebih aman dengan tambahan biaya?" kata staf tersebut menawarkan.
"Em... Apa boleh saya menerima barangnya sekarang?"
"Bisa. Tapi setelah barang diterima, kami dari pihak rumah lelang Red Krisan tidak bertanggung jawab lagi atas barang tersebut, apabila terjadi kerusakan atau pencurian, walaupun masih dalam kawasan rumah lelang Red Krisan," jelas staf tersebut.
"Saya mengerti."
"Kalau begitu, ini barang anda nyonya. Terima kasih telah berkerja sama dengan kami," staf perempuan itu menyerahkan Ganoderma Darah tersebut pada Lina.
"Terima kasih," ucap Lina setelah menerimanya.
__ADS_1
"Sama-sama. Mau saya antar kembali ke kursi anda?"
"Boleh. Tapi saya mau ke tempat pengajuan barang lelang dulu."
"Oh... Anda mau melelang sesuatu?"
"Iya. Saya mau melelang penawar racun dari racun Blue Lotus."
Staf itu tersentak kaget. "Blue Lotus. Maksudnya... An, anda adalah seorang Master alih racun itu, yang menggunakan nama samaran Oleander?"
"Iya. Saya orangnya. Jangan beritahu siapapun," Lina mengenakan topengnya kembali.
"Suatu kehormatan dapat berjumpa dengan anda. Saya kira Master ahli racun adalah seorang pria tua tapi ternyata seorang gadis SMA."
"Gadis SMA. Aku seorang mahasiswa di universitas kedokteran, tahu."
"Oh," staf itu sedikit terkejut. Ia menutup mulutnya yang refleks terbuka. "Maaf, maafkan atas ketidaktahuan saya."
"Sudahlah. Aku bahkan sering dianggap masih SMP."
Setelah melakukan pengajuan untuk melelangan penawar racun Blue Lotus, Lina kembali ke kursinya di ruang utama pelelangan. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi sambil menegakkan pinggangnya. "Baru berjalan sebentar dan turun naik tangga sudah selelah ini."
"Tidak, tidak perlu. Aku cuman lelah sedikit bukannya pegal-pegal."
"Sudah melihat Ganoderma Darah?"
"Iya. Ini Ganoderma Darah nya."
"Kau telah menerima barangnya sekarang."
Lina mengangguk. "Apa kau berhasil mendapatkan barang yang kau inginkan?"
"Iya."
"Aku penasaran, barang apa itu?"
"Rahasia. Kau akan tahu setelah bangun pagi nanti."
__ADS_1
"Pagi?"
"Kabar gembira untuk semua perserta lelang," ujar pembawa acara itu membuat Lina dan Daniel menoleh. "Master ahli racun Oleander baru saja menyetujui untuk melelang penawar racun dari racun Blue Lotus. Tawaran terendah di mulai dari 70.000 dolar."
"80.000!"
"100.000!"
"110.000!"
"120.000!"
"Wow... Mereka lebih antusian lagi menawar penawar racunnya dari pada racun itu sendiri."
"Wajar saja. Penawar racun memang lebih penting dari racunnya. Persaingan kalangan keluarga atas sangatlah mengerikan, apalagi dunia bawah tanah. Sangat mudah menyulut api dendam yang tak berujung antara satu sama lain agar bisa sampai ke puncak tertinggi. Saling menjatuhkan dengan cara membunuh hal lumbra sering terjadi. Pembunuhan dengan menggunan racun merupakan cara yang efektif dan juga lebih tidak muda di curigai. Seperti gadis tadi, untuk apa ia bersikeras membeli racun mu kalau bukan untuk digunakan membunuh seseorang. Tidak ada yang tahu siapa gadis itu dan siapa yang mau dibunuhnya. Ketakutan semua orang disini bermunculan. Mereka takut kalau dia lah yang kemungkinan menjadi target tersebut. Ditambah lagi kalau mereka ada musuh bebuyutan yang menginginkan kematiannya. Bagaimana kalau orang yang mendapatkan racun itu adalah orangnya? Mendapatkan penawar racun tersebut merupakan cara yang bisa menyelamatkan hidupnya," jelas Daniel.
"Aku sedikit pusing mendengarnya."
"Tidak ada yang perlu dipusingkan. Pikiran semua orang yang ada disini hampir sama dan sebenarnya mereka saling memusuhi antara satu sama lain. Walau mereka semua terlihat bersahabat tapi nyatanya setiap hati mereka memiliki cara busuk untuk menjatuhkan lawan yang menghalangi jalan mereka dan tidak peduli siapapun itu."
Pelelangan berakhir di barang ke-53. Semua orang beranjak dari kursi mereka masing-masing. Bagi para pemenang yang berhasil mendapat barang yang mereka inginkan, selamat. Dan bagi yang tidak berhasil mendapatkan apa-apa, sempai jumpa tahun depan. Daniel menemani Lina pergi ke bagian pengajuan barang lelang untuk mengambil hasil dari penjualan racun dan juga penawar racunnya malam ini.
"Hasil dari keseluruhan penjualan barang anda telah ada dalam kartu ini," kata staf rumah lelang sambil menyerahkan kartu bank pada Lina. "Itu sudah dipotong pajak dan biaya lainnya. Sandinya 25070041."
"Terima kasih."
Setelah mengambil barang yang Daniel berhasil dapatkan dari pelelangan, mereka berdua beranjak pulang. Hari sudah larut malam. Lina ketiduran saat diperjalanan pulang. Ini adalah hari yang paling membuat ia senang karna telah berhasil mendapatkan Ganoderma Darah yang di inginkannya serta penjualan racun dan penawar racunnya melebih apa yang ia bayangkan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
ξκύαε