Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Bermain sebentar


__ADS_3

"Seperti apa yang kau katakan tadi. Kau berpikir aku akan menghabisimu setelah mendapat apa yang aku ingin, tapi nyatanya tidak. Aku sungguh akan membebaskan mu. Aku juga tidak peduli kalau kau mau merangkak kembali pada tuanmu dan mengatakan semua yang kau tahu, silakan saja. Karna itulah yang aku mau."


"Apa kau itu seorang pendukung sekaligus penghianat dalam kelompok mafia Black Mamba? Karna keinginanmu itu benar-benar aneh!"


"Terserah kau mau menganggapnya begitu. Apa kita sudah bisa mulai? Kau bisa cerita sekarang. Aku dengan senang hati menunggu."


"Aku..." keteguhan hati Tn. Geraldo mulai goyang. "Apa wanita ini dapat dipercaya? Mungkin ia mau menggunakanku sebagai alatnya untuk melawan Lady Blue. Apa yang aku pikirkan? Itu bukan urusanku. Biarlah mereka mau bertarung antara satu sama lain. Benar katanya, Lady Blue tidak akan peduli pada bawahannya jika satu atau dua diantara kami tertangkap. Ia masih memiliki banyak anak buah. Lagi pula anggota mafia Dragon adalah sebagian dari banyaknya mafia yang berkerja sama dengannya."


"Jika kau tidak mau cerita juga tidak apa-apa. Aku memiliki banyak alat yang siap mencicipi darah segar hari ini."


Lina menyalakan satu lampu yang menempel di dinding sebelah kiri mereka. Cahaya lampu itu seketika menerangi semua peralatan yang tersusun rapi di dinding tersebut, baik yang besar maupun kecil atau yang tajam dan yang tumpul. Tn. Geraldo begidik ngeri melihatnya.


"Kau rupanya gadis kecil yang gila."


"Santai saja. Waktu kita masih panjang," Lina mengambil tempat duduk di kursi lipat yang baru dibukanya.


"Aku harap kau tidak menipuku gadis kecil."


"Aku sudah tidak sabar mendengarkan," Lina memangku dagunya sambil tersenyum.


"Hah... Aku tidak tahu banyak tentang Lady Blue. Tapi rumor yang menyebar diantara kami kalau Lady Blue adalah orang yang telah membawa kelompok mafia Dragon ke puncak kejayaannya saat ini. Namun aku perna tanpa sengaja mendengar percakapan Tn. Arlo dan Lady Blue ditelpon. Tn. Arlo diiming-imingi dana yang besar untuk memperkuat anggota mafia Black Dragon tapi dengan syarat, kami semua harus siap bila diperlukan. Saya mengirah mungkin mereka sedang berencana melakukan penyerangan besar-besaran suatu hari nanti."


"Penyerangan ya. Apa mungkin rencana mereka adalah merebut kekuasaan keluarga tersembunyi?" pikir Lina. "Apa cuman itu? Tidak ada yang penting. Sepertinya kau memang tidak tahu apa-apa."


"Aku sudah mengatakan apa yang aku ketahui, sekarang bebaskan aku!"


"Baiklah. Sesuai perjanjian."


Bukan kan nya melepaskan ikatan pada Tn. Geraldo, Lina mala melemparkan sebilah pisau dan tepat menancap di perut Tn. Geraldo.

__ADS_1


"Argh!" teriak Tn. Geraldo begitu pisau itu menembus tubuhnya. "Sudah aku duga! Kau itu sama saja dengan yang lainnya!"


"Maafkan aku Tn. Geraldo. Aku baru ingat kalau kau sempat melukai putraku. Ini tidak terhitung perjanjian diantara kita."


"Putramu?"


"Iya, remaja yang kau tantang bermain Roulette di Casino Lotus. Aku dengar kau kalah tapi malah tidak terima. Kau menyerang putraku untuk melampiaskan amarahmu. Sebagai ibunya tentu aku harus membuat perhitungan denganmu."


"Aku mengakui putramu memang hebat dapat mengalahkan kami semua. Tapi aku baru tahu kalau dia itu anak mami yang manja. 'Mama... Tolong, ada yang memukulku. Balas kan dendam ku ini, mama...'" ejek Tn. Geraldo melampiaskan kekesalannya karna merasa ditipu.


Amarah Lina seketika meluap-luap mendengarnya. Raut wajah kucing yang imut kini berubah menjadi singa yang garang. Aura membunuh yang ketal menyelimuti Lina sekarang. Tn. Geraldo sadar kalau ia sudah membuat kesalahan yang besar. Lina bangkit dari kursinya lalu menghampiri dinding yang menyediakan alat mainnya itu.


"Kau akan menyesali ini. Hiiat!" Lina mengayunkan tongkat baseball ke arah lengan Tn. Geraldo sekuat tenaga.


"ARGH ! ! !" pekik Tn. Geraldo kesakitan. Ia merasa kalau tulang lengannya patah.


"Berani sekali kau berkata seperti itu terhadap putraku!! Kau ini sungguh cari mati!" tatapan tajam Lina arahkan pada Tn. Geraldo.


"Hehe... Jangan memasang wajah memelas begitu Tn. Geraldo. Aku tidak akan membunuh mu karna putraku sudah melakukannya. Aku cuman menambahkan sedikit penderitaanmu saja."


"Sepertinya keluarga mu terdiri dari orang gila semua. Apa kau buta?!! Aku masih bernyawa sampai saat ini. Bagaimana bisa kau mengatakan kalau putramu itu telah membunuhku?!! Dan lagi, aku tidak yakin kalau putramu itu dapat membunuh seseorang," Tn. Geraldo sungguh dibuat tidak mengerti dengan setiap ucapan yang keluar dari bibir Lina.


"Kau lah yang bodoh! Dasar tua bangka bodoh."


Lina kembali mengayunkan tongkat baseballnya dan kali ini mengenai pinggang Tn. Geraldo. Walau pukulan kedua ini tidak lebih kuat dari yang pertama namun tetap saja masih membuat Tn. Geraldo kesakitan.


"AAH!"


"Kau bilang kalau putraku tidak mampu membunuh orang, itu merupakan kesalahan besar. Sejak kecil saja ia sudah terbiasa dengan bau anyir darah dan bersama saudarinya diumur 5 tahun mereka sudah membunuh kelompok preman kecil. Ketahuilah seluruh putra dan putriku sudah dilatih sejak dini."

__ADS_1


"Kau bilang kalau putraku tidak mampu membunuh orang, itu merupakan kesalahan besar. Sejak kecil saja ia sudah terbiasa dengan bau anyir darah dan bersama saudarinya diumur 5 tahun mereka sudah membunuh kelompok preman kecil. Ketahuilah seluruh putra dan putriku sudah dilatih sejak dini."


"Jika itu benar, lantas kenapa dia tidak langgsung membunuhku saja?! Ia malah jauh-jauh mengirim ku kemari dan meminta ibunya membunuhku! Putramu itu ternyata seorang pengecut! ARGHH ! ! !" teriak Tn. Geraldo ketika sebuah kapak memotong putus kaki kanannya.


"Kan aku sudah bilang putraku telah membunuhmu. Kau memang belum mati tapi tidak akan lama lagi. Dilihat dari warna darahmu yang kehitaman ini, putraku itu sudah memberimu sebuah racun yang mematikan."


"Racun?! Kapan dia memberikannya padaku? Jangan-jangan di kue Lotus itu. Sial!" gerutu Tn. Geraldo dalam hati.


"Sebuah racun yang menyerang darah. Bagi siapa yang terkena racun ini, darah sang korban akan berubah menjadi ganas dan balik menyerang tubuh orang itu sendiri. Lama-kelamaan organ tubuhmu, daging serta tulangmu akan membusuk dan berakhir dengan kematian. Kelemahan dari racun ini adalah tidak memiliki obat penawarnya sama sekali," jelas Lina.


"Jangan menipuku! Mana ada racun seperti itu di dunia ini?!!" bentak Tn. Geraldo tidak mempercayainya.


"Oho... Kau tidak percaya? Mari kita buktikan."


Lina meneteng sebuah kapak yang digunakannya sebelumnya. Lalu, tanpa peringatan Lina tiba-tiba memotong putus lengan Tn. Geraldo yang sempat ia pukul sampai mematahkan tulangnya.


"AAAAHH ! ! !" teriakan meleking kembali mengisi ruangan tersebut.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ξκύαε


__ADS_2