Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Kue jahe


__ADS_3

"Sekarang ulang tahun kakek jadi aku sudah menyiapkan hadiah khusus untukmu."


Violet memerintahkan seseorang dengan isyarat jari untuk membawakan hadiahnya. Sebuah kotak kayu persegi berwarna coklat tua berukir Violet terima dari bawahannya. Ia membuka kotak tersebut dan memperlihatkan isinya pada semua. Sebuah belati cantik tersimpan hati-hati di dalam kotak tersebut.


"Ini adalah belati khusus yang ditempah oleh ahli terbaik pada masa abad ke 12. Terbuat dari bahan berkualitas tertinggi, sarum belatinya berukir emas 24 karat dengan hiasan 99 berlian putih dan tepat di gagang belati adalah kepingan dari blood diamond yang hilang," jelas Violet sambil menyerahkan hadiah tersebut kepada kakek Daniel.


"Wah... Aku sangat menyukainya. Ini hadiah terbaik ku selama ini."


"Sudah seharusnya aku memberikan suatu hal yang dapat menyenangkan kakek. Aku turut senang kakek menyukainya," setelah memberikan hadiah tersebut pandangan Violet tertuju pada Lina. "Oh, iya Lina. Kau pasti telah menyiapkan hadiah untuk kakek, kan? Jangan bilang kau lupa membawahnya. Oh maaf, kau itu orang miskin. Mana mungkin bisa memberikan hadiah dengan kualitas terbaik," ujar Violet dengan sombongnya.


Mendengar itu semua mata tertuju pada Lina dengan tatapan sama.


"Hadiah? Em..." Lina mencoba mencari sesuatu yang dapat dijadikan hadiah ulang tahun sampai ia melihat isi tasnya. "Kau benar Violet, aku memang tidak mampu membelikan hadiah yang mewah, tapi aku telah secara khusus membuatkan ini untuk tuan besar keluarga Flors."


Daniel mengangkat sebelah alisnya dengan bingung. "Membuat? Apa yang gadis ini buat? Aku sudah menyediakan hadiah khusus untuk kakek dalam tasnya itu."


"Saya harap tuan besar menerima hadiah sederhana ku ini."


Lina menyodorkan kotak bekal makanan yang berisi kue jahe pada kakek Daniel. Semua orang terkejut ketika melihat hadiah tersebut. Bisa-bisanya gadis ini dengan berani memberikan kue jahe kepada tetua dari kelompok mafia terkejam.


"Kue jahe? Dari mana gadis ini mendapatkannya?" pikir Daniel.


"Ffhh... Berani sekali kau memberikan kue jahe itu sebagai hadiah. Ini bukan acara pesta ulang tahun anak-anak. Apa kau sedang menghina tuan besar keluarga Flors?" ujar Violet dengan tatapan sinis.


"Ukhuk... Daniel, pacarmu ini sungguh tidak tahu apa-apa tentang keluarga kalangan atas," kata Rayner sedikit menyendiri Lina.


"Lina, jika kau memang tidak mampu membeli hadiah, tidak memberi juga tidak apa-apa," kata Briety dengan lembut.


"Oh... Maaf jika hadiah ku terlalu sederhana," Lina tertunduk sambil meratapi kue jahenya dan hendak menyimpannya kembali.

__ADS_1


"Tunggu. Berikan kue jahe itu padaku," kata kakek Daniel tiba-tiba membuat semua orang terkejut.


"Kakek tidak mungkin mau menerima hadiah dari si miskin ini, kan?" kata Violet tidak percaya atas apa yang baru saja ia dengar.


"Diam!" bentak nya seketika Violet bungkam. "Aku akan menerima seluruh hadiah yang diberikan tulus padaku sekecil dan setidak berharganya itu."


Ada semacam kerinduan terlukis di wajah keriputnya ketika ia menerima kue jahe tersebut. Di cobanya satu, dua, tiga dan sampai habis tak bersisa kue jahe yang ada dalam kotak bekal makanan berwarna putih itu. Semua orang teperangak melihat tuan besar keluarga Flors begitu menikmati setiap gigitan dari kue jahe tersebut. Rayner dan istrinya tidak perna tahu kalau ayahnya sangat menyukai kue jahe.


"Em... Rasa ini mengingatkanku pada mendiam istriku yang telah lama meninggal dunia. Ia selalu membuat kue jahe setiap kali hari ulang tahunku. Gadis kecil, kau sudah membawah kenangan terindahku di pesta ulang tahunku tahun ini."


"Saya senang anda menikmati hadiah sederhana ku."


"Tapi walaupun begitu aku tetap tidak akan merestui hubungan kalian. Cucuku Daniel harus menikah dengan putri keluarga Cershom," ujar kakek Daniel masih mengunkit hal tersebut.


"Hm, biarpun hadiah jelek itu disukai kakek tapi tetap saja aku yang akan menikah dengan Daniel. Akan ku tunjukan dimana tempatmu seharusnya berada Lina. Berani sekali kau merebut Daniel dariku!" batin Violet tersenyum.


"Jangan keras kepala Daniel!! Pernikahan ini telah disepakati dan tak akan diubah. Aku harap hari ulang tahunku berikutnya adalah hari pernikahan mu," kakeknya berlalu pergi dengan mata melotot.


"Ayok pulang Lina!"


Daniel menarik tangan Lina pergi meninggalkan pesta tersebut dengan raut wajah kesal. Diluar, mobil berserta sopirnya telah menunggu. Sopir tersebut membukakan pintu dan mempersilakan mereka masuk. Dengan cekatan ia segera menacap gas meninggalkan kediaman utama keluarga Flors. Di perjalanan pulang tidak ada percakapan diantara mereka. Lina terlalu takut menegur Daniel saat hawa dalam mobil ini begitu beku.


"Dari mana kau mendapatkan kue jahe itu?" tanya Daniel akhirnya namun masoi dalam ekspresi dingin.


"Aku membuatnya sendiri sebelum kita berangkat tadi," kini sikap Lina kembali seperti dirinya yang sebenarnya.


"Kenapa tiba-tiba kau membuat kue jahe?"


"Salah sendiri tidak memberiku makan. Aku kelaparan tahu," jelas Lina sambil cemberut.

__ADS_1


"Hah, tidak aku sangkah bahkan anjing dirumah ku masih harus bisa membuat makanan untuk dirinya sendiri."


"Apa?!! Berani sekali kau mengangapku anjingmu!!" bentak Lina hendak memukul Daniel.


Dengan sigap Daniel menahan tangan kecil Lina. "Lantas kalau begitu apa? Apa kau sungguh aku mengangapmu kekasihku?"


"Cih, siapa juga yang mau jadi kekasihmu, hantu yang mau," Lina menarik paksa tangannya yang di cengkram Daniel.


"Kau memang gadis yang sangat berani! Lihat bagaimana caraku menghukum mu."


Tampa aba-aba Daniel merobek gaun sampai sesuatu dibaliknya terlihat. Di lepas nya suatu yang menutupi daya tarik seorang wanita. Daniel mulai membuat tanda kecupan dari perut, dada sampai leher dan kuping Lina.


"Aah... Hentikan! Lepaskan aku!"


Lina cuman dapat berteriak tidak bisa berbuat apa-apa dalam tekanan Daniel yang kuat. Tapi teriakan itu tidak berlangsung lama ketika Daniel beralih mendekap bibi manis Lina dengan tekanan panas. Kini tangannya yang mulai bermain begitu asiknya. Di sepanjang jalan pulang Lina benar-benar disiksa oleh Daniel. Belum cukup sampai disitu, ketika mobil memasuki kawasan rumah dan berhenti, Daniel menyelimuti Lina menggunakan jasnya lalu membopong Lina ke kamar. Sampai dikamar tubuh Lina dihempaskan begitu saja ke kasur yang empuk. Daniel melepaskan satu persatu sepatunya kemudian melanjutkan aksinya ditempat tidur.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2