Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Racun yang menyebabkan lumpuh


__ADS_3

Semua mata tertuju pada George begitu mendengar teriakan kecil itu. Lina kembali tersenyum. Ia melepaskan semua jarum di kaki George dan mengembalikannya pada tempatnya. Ia bangkit dan kembali duduk di tepi ranjang.


"Aku bisa merasakan sakit. Ini sungguh luar biasa," George merasa tidak percaya atas apa yang baru saja ia rasakan di kakinya.


"Ayah tidak berbohong, kan?" tanya Samuel pada ayahnya.


"Tidak ada gunanya juga aku berbohong. Tadi jelas benar-benar terasa sakit disaat Velia menusukan jarum tersebut."


"Sebagai dokter pribadi Tn. George aku tidak bisa melakukan apa yang barusan kau lakukan. Tidak aku sangka kau dokter yang hebat, Velia," puji dokter Pram.


"Anda terlalu menyanjung dokter Pram. Aku cuman menggunakan akupunktur untuk membuka titik aliran darah yang tersumbat di kaki Tn. George," kata Lina. Ia sedikit meluruskan pinggangnya.


"Dulu aku perna menjalani pengobatan dengan taknik akupunktur tapi tidak hasilnya. Sedangkan kau baru beberapa menit saja sudah berhasil membuat aku bisa merasakan kaki ku kembali."


"Aku belum bisa dikatakan berhasil, Tn. George. Jika aku melukai kaki mu sekarang, kau pasti tidak akan merasakan apa-apa. Aku tadi cuman mengetes apa masih ada harapan bagi anda untuk dapat berjalan kembali."


"Maksudmu, ayahku masih ada harapan untuk bisa berjalan?" ujar Samuel sedikit terkejut.


"Iya. Menurut perkiraan ku kemungkinan sekitar 75% Tn. George bisa berjalan kembali jika anda menjalani pengobatan..."


"Sungguh ada harapan sebesar itu? Kau tidak bercanda, kan?" potong George bersemangat.


"Aku mana mungkin bercanda disaat melakukan pemeriksaan. Tapi butuh waktu cukup lama menjalani pengobatan sampai anda benar-benar bisa berjalan seperti sediakala. Racun yang terdapat pada kaki anda sudah lama mengendap dan telah masuk sampai ke tulang. Kemungkinan besar racun itu kini telah merambat tulang belakang anda."


"Racun? Maksudmu penyebab lumpuhnya kaki ku ini disebabkan oleh racun?"


Lina menganguk. "Racun tersebut diberikan pada anda secara bertahap. Tidak mematikan tapi jika diberikan secara terus menerus bisa menyebabkan kelumpuhan pada kaki dan begitu racun tersebut menjalar ke seluruh tulang belakang, lamat laun anda akan mengalami kelumpukan pada seluruh anggota tubuh secara pemanen dan akan berakhir terbaring di tempat tidur selamanya. Setelah sudah sampai pada tahap ini, itu berarti cuman butuh satu dosis lagi untuk membuat anda kehilangan nyawa."


"Luar biasa. Aku begitu kagum pada dirimu. Aku sudah menjadi dokter pribadi Tn. George lebih dari 15 tahun, tapi aku tidak bisa menebak pasti penyebab lumpuhnya kaki Tn. George. Sepertinya pengalamanku di ilmu bidang kodokteran telah dikalahkan seorang wanita muda. Mungkin aku harus belajar darimu," ujar dokter Pram.


"Jangan seperti itu dokter Pram. Anda jauh lebih berpengalaman dariku. Aku cuman ahli di bidang racun saja," kata Lina merendah


"Jika memang benar disebabkan oleh racun. Yang menjadi pertanyaan, siapa yang telah meracunimu, ayah?" kata Samuel mengutarakan pikirannya.


"Ini juga menggangu pikiranku," dokter Pram menjepit dagunya menggunakan jari sambil berpikir. "Menurut penjelasan Velia tadi, racun tersebut harus diberikan secara bertahap."


"Dari makanan. Racun itu dicampurkan ke makanan Tn. George sebanyak dua tetes setiap seminggu sekali," tambah Lina.


"Sedikit sekali."

__ADS_1


"Mamang harus seperti itu jika tidak ingin terdekteksi."


"Kalau begitu, berarti pelakunya ada di rumah ini. Bisa jadi diantara pelayan."


"Aku memang memiliki banyak musuh yang menginginkan kematianku."


"Begini saja, ayah. Rahasiakan tentang Velia yang bisa mengobati kaki ayah, hanya kita berempat ini saja yang tahu. Itu demi keselamatannya."


"Termasuk Sara?" potong George.


"Iya, termasuk Sara. Kita buat seolah-olah percakapan ini tidak pernah terjadi agar tidak muncul kecurigaan. Aku dan dokter Pram akan memperhatikan gerak-gerik semua orang di rumah ini yang mencurigakan. Sedangkan kau, Velia. Apa kau yakin bisa menyembuhkan ayahku?"


"Sangat yakin. Kau bisa percaya padaku."


"Terima kasih," kata Samuel sambil memberi senyum.


"Tapi aku butuh beberapa bahan obat-obatan dalam jumlah yang cukup banyak."


"Tidak masalah. Berikan saja daftarnya padaku. Aku akan membelikan semuanya untukmu."


"Sebelum melakukan pengobatan aku perlu mengambil sempel darahmu, Tn. George. Aku perlu tahu kandungan dari racun tersebut untuk mencari teknik pengobatan yang tepat."


"Izinkan aku menjadi asistenmu, Velia? Aku ingin belajar sedikit tentang racun dan cara pengobatannya," pinta dokter Pram.


"Anda tidak perlu meminta dokter Pram. Sesama seorang dokter, aku akan senang hati bisa berbagi ilmu denganmu. Mengingat kau juga yang telah merawat ku. Aku senang bisa membalas kebaikan kalian."


"Velia adalah malaikat kecil yang datang padaku. Jika aku sungguh dapat berjalan kembali, aku akan mengangkat mu menjadi putriku," ujar George.


"Tidak perlu sampai seperti itu Tn. George," Lina merasa tidak enak hati menerima tawaran itu.


"Tunggu dulu. Jika ayah mengangkat Velia menjadi putri ayah, itu berarti dia akan menjadi... Adikku."


"Kenapa? Apa kau keberatan? Atau kau mau menikahinya?"


"Itu tidak akan terjadi! Dia... Dia, sudah memiliki suami. Mana mungkin aku merebut istri orang."


"Siapa juga yang mau jadi istrimu," Lina melipat tangannya sambil membuang muka.


"Perilaku mereka berdua ini memang lebih cocok jadi kakak adik dari pada sepasang suami istri," kata dokter Pram.

__ADS_1


"Terkadang aku merasa kalau Velia dan aku itu memang memiliki hubungan yang dekat. Melihatnya selalu membawa ingatanku terhadap Ariana. Dia mirip sekali dengannya."


"Adik Tn. George. Kalau tidak salah dia meninggal karna kecelakaan."


"Iya. Namun aku tidak percaya itu. Dia pasti dibunuh oleh seseorang yang mencoba merebut Token rumah lelang Red Krisan."


"Ngomong-ngomong Soal rumah lelang, itu mengingatkanku pada seorang Master ahli racun yang dikenal sangat misterius. Racun yang sulit terdekteksi ini pasti kemungkinan besar buatan dari master ahli racun tersebut."


"Oh, yang dokter Pram maksud itu Mater ahli racun Oleander?" kata Samuel memastikan.


"Iya. Oleander."


"Ah... Si Oleander itu," George menjentikkan jarinya disaat ia mengingatnya. "Dia memang seorang Master ahli racun yang hebat dan misterius. Setiap tahunnya dia akan melelang satu racunnya di rumah lelang Red Krisan. Orang yang mencoba membunuhku pasti membeli racunmya di pelelangan."


"Bagaimana kalau kita cari tahu siapa sebenarnya Oleander ini?" saran Samuel.


"Untuk apa mencari tahu siapa dia?" tanya Lina.


"Tentu saja untuk meminta obat penawar, memangnya apa lagi? Aku rela membayar berapapun dan juga aku sedikit penasaran siapa Oleander ini."


"Percuma juga kau meminta obat penawar padanya."


"Kenapa?"


"Karna aku tidak ingat bahan-bahan dari obat penawar tersebut. Em... AAH! Terlalu banyak resep racun dan obat yang aku masih lupa apa kegunaannya!" Lina mengacak-acak rambutnya dengan kesal.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2