Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Rebutan


__ADS_3

Semua orang terdiam dan melirik ke atas begitu mendengar tawaran yang naik sampai 1 juta itu. Tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk ikut menawar. Bukannya tidak teringin dengan hiasan tersebut tapi mereka merasa percuma saja menaikkan harga. Mereka takut jika melakukan penawaran malah akan terjebak. Sudah sering terjadi orang-orang dari ruang VIP biasanya menjebak mereka dengan terus menaikan harga barang, kemudian tiba-tiba tidak tertarik lagi dengan barang tersebut. Hal hasil mereka terpaksa membayar barang yang mereka menangkan dengan harga tinggi. Orang-orang yang sering menghadiri pelelangan pasti sudah tidak asing lagi dengan trik ini. Namun ada-ada saja orang yang masih mudah tertipu. Mereka ini biasanya adalah orang yang tidak perna ikut pelelangan atau orang sombong yang sok kaya.


"3.700.000,00 dolar!" teriak seorang pria dari ruang VIP di sebrang mereka.


"Apa?!" Julius sedikit terkejut mendegarnya. Ia melirik pria gemuk dihadapannya itu namun matanya lebih tertuju pada gadis di sebelah pria tersebut. "Rupanya dia. Tawar terus."


Qazi mengangguk lalu kembali mengangkat papa penawarannya. "3.800.000,00 dolar!"


"Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan permata itu. 4.000.000,00 dolar!"


"4.100.000,00 dolar!"


"4.200.000,00 dolar!"


"4.250.000,00 dolar!"


"4.300.000,00 dolar!"


Persaingan terus terjadi dan belum ada diantara keduanya yang mau mengalah. Aksi ini malah menjadi pertunjukan menarik bagi para peserta lelang yang duduk di kursi lantai dasar.


"Wah... Mereka terus menaikan harga demi hiasan berbentuk kura-kura itu," ujar Carl yang menyamar diantara para peserta lelang lainnya.


"Hal yang wajar karna sendari tadi keduanya cuman menginginkan hiasan kura-kura emas tersebut. Dari awal dimulainya pelelangan ini mereka sama sekali tidak tertarik dengan barang lainnya tapi begitu hiasan tersebut ditampilkan, mereka berdua malah berlomba-lomba untuk mendapatkannya," kata Tn. Rodgers pada putranya.


"Sepertinya papa benar. Pasti ada sesuatu di hiasan kura-kura sampai mereka saling berebutan untuk mendapatkannya."


"Kau sudah berpikir seperti seorang agen rahasia," Tn. Rodgers mengacak-acak rambut Carl. "Tapi itu mungkin saja atau hanya kebetulan mereka menginginkan barang yang sama. Dari semua barang yang dilelang disini merupakan barang-barang yang sempat hilang atau dicuri dari museum-museum yang terkenal di dunia, namun sebagian lagi bahkan tidak perna tercatat keberadaannya seperti hiasan kura-kura itu. Sebaiknya aku selidiki lagi tempat ini setelah mengantar Carl kembali ke kapal. Kami sama sekali tidak membeli apapun, kecil kemungkinan kami akan diserang saat keluar dari tempat ini," batin Tn. Rodgers sambil sekilas melirik putranya.

__ADS_1


"Sepertinya dia sangat menginginkan permata itu. Pria itu terus menaikan harganya," ujar Qazi.


"Aku punya ide. Naikan terus harganya."


"4.350.000,00 dolar!"


"Sial! Dia masih tidak mau menyerah juga rupanya! Bagaimana kalau dengan yang ini? Apa kau masih bisa menawar lebih tinggi dariku?" batin pria gemuk itu mulai geram. "4.500.000,00 dolar!"


"4.550.000,00 dolar!"


"Apa?!" mendengar itu membuat pria tersebut kaget. Tidak mau kehilangan barang yang diinginkannya, ia masih melakukan penawaran walau cuman bertambah sedikit saja. "4.570.000,00 dolar!"


"Sepertinya dia sudah hampir sampai batas dananya. Kita bisa menaikan harga lebih tinggi lagi agar permata itu berhasil kita dapatkan," kata Qazi memberi saran.


"Tidak perlu. Genapkan saja."


"Kurang ajar! Dia masih terus menawar. Aku cuman memiliki dana sekitar 5.000.000,00 untuk sekarang. Kalau seperti ini terus aku bisa kalah," kata pria tersebut dalam hati dengan kesal. Namun kekesalannya itu hilang begitu satu ide terlintas dipikirannya saat melirik gadis di sebelahnya. "Atau, apa sebaiknya aku rebut saja permata itu setelah acara pelelangan ini? Aku memiliki gadis Death knell yang mendampingiku. Dengan mengandalkannya mungkin aku bisa merebut permata itu."


"Sepertinya bocah menggemaskan di sebrang sana ingin mempermainkan pria jelek disebelahku ini. Ternyata kepintaranya tidak sepolos sifatnya itu. Baiklah, mari aku bantu," batin Death knell. Tanpa bertanya lagi, Ia seketika merebut papan penawaran milik pria disebelahnya lalu mengangkatnya. "5.000.000,00 dolar!"


Semua orang sontak kaget begitu mendengar tawaran yang melonjak naik secara tiba-tiba. Tidak hanya para peserta lelang yang lain saja, tapi si pria disebelah Death knell juga malah lebih terkejut lagi. Dia tidak menyangkah kalau dirinya harus merogoh kocek begitu dalam. Harapan satu-satunya yang ia miliki adalah lawan disebrang mau menaikan tawaran agar ia tidak harus kehilangan uangnya.


"Dia malah membantuku? Dari sikapnya ini sepertinya hubungan dia dan pria itu bukanlah hubungan antara ayah dan anak. Tapi jika diperhatikan, pria inilah yang sepertinya tuannya dan dia... Tunggu dulu. Kalau tidak salah Julia bilang... Death knell adalah seorang gadis muda. Apa gadis di depanku ini Death knell?" Julius memberi senyuman pada gadis disebrangnya.


"Bagaimana tuan Julius? Apa masih mau menawar lagi," tanya Qazi.


"Sudah cukup. Kita rebut saja nanti permatanya."

__ADS_1


"Tapi dana yang berikan papamu masih cukup untuk memenangkan permata itu."


"Dilihat dari kegigihannya, pria itu sepertinya sangat menginginkan permata ini. Kemungkinan besar dia akan merebut permata itu dari kita saat kembali nanti. Dari pada dia yang merebut, kenapa tidak kita saja yang merebutnya? Kita bisa mendapatkan permata itu secara gratis."


"Aku tak habis pikir dengan apa yang Julius katakan. Pemikirannya sedikit berbanding terbalik dengan papanya. Jika papanya yang ikut acara lelang ini sudah dipastikan dia akan membelinya mau berapapun harganya tapi Julius malah tidak mau rugi sama sekali," batin Qazi sambil menghela nafas.


"Apa Blue eyes masih mau menawar lagi?" tanya pembawa acara tersebut.


"Maaf tapi kami tidak memiliki dana lebih lagi," jawab Qazi.


"Dasar berengsek! Orang miskin itu ternyata sengaja mempermainkan ku! Dia membuatku menghabiskan seluruh dana ku. Awas saja nanti jika mereka ingin merebut permata ini! Aku akan menghabisi mereka!!" geram pria gemuk itu bertambah kesal.


"Atau ada dari peserta lain yang muu menawar?" tanya pembawa acara tersebut pada peserta yang lain namun tidak ada jawaban. "5.000.000,00 satu... 5.000.000,00 dua... 5.000.000,00 tiga..." palu seketika diketuk oleh nya. "Selamat. Macan kumbang berhasil memenangkan hiasan kura-kura emas."


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2