
"Keluarga tersembunyi memang memiliki banyak aset tak ternilai, tapi untuk rumah lelang Red Krisan hanya diwariskan dari anak perempuan ke anak perempuannya. Tidak ada yang bisa membantah hal itu. Namun karna keserakahan dalam keluarga, mereka mala ingin merebut kepemilikan dari rumah lelang tersebut dari ibumu. Dengan membunuh ibumu sebelum ia memiliki bayi perempuan, mereka bisa mengambil Token yang sebagai tanda bukti kepemilikan rumah lelang tersebut."
"Betapa kejamnya itu. Mereka satu keluarga tapi kenapa saling membunuh hanya untuk mendapatkan kekayaan?"
"Masih hal yang wajar semua itu terjadi di kalangan keluarga atas apalagi dalam di keluarga tersembunyi. Keserakahan membuat mereka buta betapa pentingnya sebuah keluarga dari segalanya," kata Daniel.
"Tapi tidak sampai membunuh juga. Bukankah keluarga tersembunyi banyak aset tak ternilai lainnya, kenapa mereka begitu mengincar rumah lelang Red Krisan?"
"Karna rumah lelang Red Krisan memiliki pendapatan paling tinggi dari semua aset kepemilikan keluarga tersembunyi. Pendapatannya bisa mencapai milyaran setiap kali mengadakan pelelangan. Itupun belum termasuk hasil dari Casino dan hotelnya. Sangat wajar mereka begitu mengincar tanda kepemilikan dari rumah lelang ini. Apa lagi bagi anak laki-laki yang tidak berkesempatan mewarisinya. Merekalah yang selalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan Token kepemilikan tersebut. Untuk mencegah hal itu, identitas dari perwaris rumah lelang tersebut selalu dirahasiakan dari keluarga dan publik. Penggunaan Token kepemilikan merupakan sebagai bukti sah sebagai pewaris dari rumah lelang tersebut. Hanya kepala keluarga, yang mewarisi dan diwarisi serta kepala pengurus rumah lelang tersebut yang tahu."
"Jika seperti itu bukankah seharusnya nyawa ibuku akan aman. Darimana mereka tahu kalau ibuku merupakan pewaris dari rumah lelang tersebut?"
"Sudah aku katakan yang mewarisi rumah lelang ini hanyalah anak perempuan dari keluarga tersembunyi utama. Siapa menduga ibumu sebagai putri satu-satunya dari empat bersaudara itu. Otomatis dirinyalah yang mewarisi rumah lelang tersebut. Nyawa ibumu memang sangat rentan dalam bahaya sejak lama. Ia harus senantiasa waspada dan memperkuat dirinya agar tidak dengan mudah di jatuhkan."
"Lalu, apa kepala keluarga tersembunyi membiarkan hal itu terjadi? Sebagai pewaris dari sesuatu yang rentan diincar, tidak mungkin kepala keluarga diam begitu saja, bukan?"
"Dalam lingkungan keluarga utama, Ariana memang dilindungi namun tidak menetup kemungkinan berbagai rencana licik dilakukan untuk membunuhnya tampa sepengetahuan dari kepala keluarga. Setelah menikah nyawanya semakin terancam. Para bajingan itu semakin leluasa mengincar nyawanya. Aku sudah menempatkan semua anggota terhebat ku untuk melindunginya namun itu masih belum cukup. 17 tahun lalu mereka benar-benar melakukan serangan besar-besaran. Aku mencoba menghadang mereka agar Ariana dan dirimu bisa kabur melalui jalur rahasia. Tapi aku telah gagal melindungi keluarga kecilku. Mereka berhasil mengetahui lokasi mobil istriku. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Aku mengalami tiga luka tembakan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sampai tiga hari kemudian disaat aku siuman, aku mendapat kabar kalau Ariana telah meninggal akibat kecelakaan," air mata kembali mengalir dan segera disekat Ducan dari pipinya. "Hidupku benar-benar hancur saat itu. Aku sengguh pernah jadi gila begitu mengetahui istriku meninggal dunia."
"Itu berarti mereka berhasil membunuh ibuku dan mendapatkan apa yang mereka inginkan."
"Tidak. Mereka tidak berhasil melakukan keduanya. Menurut hasil penyelidikan, Ariana sengaja bunuh diri dengan cara menjatuhkan mobilnya ke jurang."
"Apa?! Tapi kenapa ibu melakukan itu?" Lina sedikit terkejut mendengarnya.
"Untuk melindungi mu. Aku mengetahuinya karna hanya tubuh Ariana saja yang ditemukan dalam mobil yang jatuh ke jurang tersebut."
"Dimana kecelakaan tersebut terjadi?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Di rute pegunungan yang berada jauh di luar kota, 12 Km dari pemukiman terdekat."
"Apa nama permukimannya?" tanya Daniel memastikan.
"Desa C-A27."
"Desa C-A27 itu sangat jauh dari desa tempat tinggal ku," kata Lina yang membuat Ducan menoleh padanya.
"Di desa mana kau tinggal?"
"Desa X-31I," jawab Lina.
"Desa X-31I. Desa itu setidaknya berjarak 23 Km dari desa C-A27. Ariana sungguh memacing mereka sangat jauh darimu. Sebaliknya aku... Aku tidak dapat menemukan mu dan telah membuatmu menderita selama 17 tahun ini."
"Tn. Cershom, bukankah anda tadi mengatakan kalau mereka tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Dengan meninggalnya Ny. Ariana dan hilangnya putrinya, itu berarti kepemilikan dari rumah lelang menjadi kosong. Mereka bisa saja mengajukan pengantinan kepemilikan. Bukankah itu tujuan mereka mengincar nyawa Ny. Ariana dan kucing kecil?" kata Daniel mengutarakan pikirannya.
"Dimana Token itu?" tanya Lina.
"Ada padaku."
"Eh?!" Daniel dan Lina tersentak kaget mendengarnya. Tapi belum sempat mereka mempertanyakan ini Ducan segera menjelaskan.
"Cuman Tokennya saja. Token itu tersimpan dalam sebuah kotak khusus dengan kuncinya yang melingkar di lehermu itu," tunjuk Ducan pada liontin Lina. "Liontin itulah yang mereka incar sebenarnya."
"Kalau begitu nyawa kucing kecil akan terancam."
"Ada yang yang aneh disini. Jika mereka mengincar liontin ini, bukankah mereka seharusnya mencari keberadaanku sejak lama? Dengan jumlah mereka, mereka pasti dapat menemukan ku."
__ADS_1
"Ada dua alasan. Yang pertama mereka tidak tahu kalau Ariana telah memberikan liontin kunci itu padamu, dan yang kedua, Violet. Aku mengadopsi Violet untuk berpura-pura menjadi dirimu selama 17 tahun ini. Aku membuat sandiwara telah berhasil menemukan putriku kembali dalam keadaan hidup. Semua ini agar aku bisa memancing mereka keluar untuk membalaskan dendam ini. Namun yang membuatku bingung, mereka sama sekali belum menunjukan tanda-tanda pergerakan. Apa yang sebenarnya mereka tunggu?"
"Mungkin mereka sudah tahu kalau Violet bukanlah putri kandungmu."
"Aku pikir tidak. Hanya aku dan ketiga bawahan setia ku yang tahu rahasia ini. Mereka bertiga tidak mungkin berkhianat karna mereka telah mengikutiku selama bertahun-tahun dan tidak memiliki alasan untuk berkhianat. Serta mereka jugalah yang kuperintahkan untuk mencarimu selama ini."
"Aku rasa mereka sedang menunggu Token itu muncul. Akan sia-sia bagi mereka jika menyerang Violet yang tidak memiliki Token tersebut. Mereka tidak mau mengulang kejadian 17 tahun yang lalu," tebak Daniel.
"Em... Mungkin yang kau katakan ada benarnya," Ducan menyentuh dahinya sambil berpikir.
"Apa boleh aku melihat Token tersebut?" tanya Lina.
"Tentu, tentu saja boleh. Itu memang sudah menjadi milikmu."
.
.
.
.
.
.
ξκύαε
__ADS_1