Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Semua orang tercengang


__ADS_3

"Selamat bagi kelompok Evely. Dengan pertunjukan dari miniatur roket antariksa yang memukau telah membawa mereka menuju kemenangan. Baiklah, untuk juara kedua diraih oleh... Kelompok Chris!"


Sama seperti sebelumnya, tepuk tangan juga diberikan dengan sangat merianya, bahkan sampai ada yang memberi siulan yang saling bersahut-sahutan. Siulan tersebut dilakukan oleh teman-teman mereka sendiri. Tidak mau kalah, salah satu dari anggota kelompok yang dipimpin Chris melakukan salto kebelakang. Aksinya itu menjadi hiburan tersendiri bagi semua.


"Wow... Aksi yang luar biasa. Okey, mari kita lanjutkan. Yang sudah lama kita nanti-nantikan. Kelompok manakah yang akan menempati juara pertama? Mari kita sambut dengan meria, juara pertama diraih oleh.... Kelompok... Ju-li-a!" teriak Via mengumumkan bersamaan dengan confetti di tembakan ke udara.


Potongan kertas warna-warni berterbangan di udara. Sangking senangnya mengetahui kalau tim mereka menang, Julia sampai melompat-lompat kegirangan kemudian memeluk memeluk Nisa dan kakaknya. Biarpun Julia terlihat sangat bahagia karna telah memenangkan perlombaan namun ada saja rasa sedih menghampirinya. Hal ini karna papa, mama berserta kedua adiknya tidak bisa hadir dan melihat momen ini secara langsung. Ingin sekali ia melihat keluarganya itu memberi tepuk tanga dan ucapan selamat padanya dari kursi penonton. Walau ini bukan pertama kalinya Julia mengikuti perlombaan dan memenangkannya, tapi tetap saja terasa ada yang kurang.


Tok! Tok! Tok!


Daniel dan Lina yang masih bersorak karna putra-putri mereka memenangkan lomba dan mendapatkan juara pertama dibuat menoleh begitu mendengar suara ketukan di pintu.


"Siapa?" tanya Daniel.


"I, ini saya, Tn. Vincent," jawab Tn. Vincent.


"Masuklah."


Daniel mempersilakan Tn. Vincent masuk. Dengan tubuh gemetar karna gugup, Tn. Vincent memutar knop pintu tersebut lalu membukanya. Ia melangkah masuk perlahan dengan senyum diwajahnya.


"Ada apa?"


"Maaf mengganggu Tn Flors berserta keluarga. Saya disini ingin menyampaikan kalau... Em... Sebagai bos utama dari perusahaan teknologi dan robotik yang sangat dikenal di ibu kota. Berkenanan 'kah anda bersedia naik ke atas panggung untuk menyerahkan piala pada para pemenang?" kata Tn. Vincent berhati-hati.

__ADS_1


Daniel dan Lina saling bertatapan. Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk memberi kejutan pada Julia. Lina memberi senyuman dan angukan sebagai jawaban pada suaminya.


"Eh, kalau Tn. Flors tidak bersedia juga tidak apa-apa. Saya tidak akan mungkin memaksa anda."


"Kami terima. Itung-itung memberi selamat bagi para pemenang. Mereka merupakan pelajar yang berbakat."


"Sungguh? Terima kasih Tn. Flors. Anak-anak itu pasti sangat senang bisa bertemu dengan orang besar seperti anda," Tn. Vincent sampai membungkuk pada Daniel. "Mari silakan."


Tn. Vincent merasa tidak percaya atas yang didengarnya. Tn. Flors setuju dengan permintaannya. Dengan hati diselimuti rasa bangga, Tn. Vincent menuntun satu keluarga tersebut menuju panggung pertunjukan. Terlihat ketiga kelompok yang menang telah berbaris sesuai urutan kemenangan mereka.


"Selamat bagi para pemenang. Kita persilakan untuk kepalah sekolah Anthony, Tn. Vincent menyerahkan pialanya," kata Via mempersilakan Tn. Vincent naik ke atas panggung.


"Terima kasih atas sambutannya. Untuk kehormatan menyerahkan piala ini saya akan serahkan pada tamu terhormat. Dia merupakan bos besar dari perusahaan yang sudah sangat terkenal dalam bidang teknologi dan robotik. Mari kita sambut dengan meria, Tn dan Ny, Flors berserta putra putrinya."


"Tn dan Ny. Flors?!"


"Huaaah........aah... Papa...! Mama...!"


Identitas julia yang selama ini memang ia sembunyikan dari teman-teman dan bahkan kepalah sekolah sendiri tidak mengetahui hal ini telah membuat keget semua orang. Mereka tak percaya ternyata putri dari keluarga Flors bersekolah dan mengikuti perlombaan sains dan teknologi ini. Yang paling mencolok kaget nya adalah orang-orang yang mengenal Julia atau yang sering menghinanya. Seperti Rica saat ini. Dengan mulut mengangah, ia tidak mau percaya pada apa yang dilihatnya di bawah sana.


"Tidak. Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa gadis rendahan itu merupakan putri dari keluarga Flors. Aku tidak mau mempercayai ini. Semua ini pasti cuman kebohongan belakang. Dia, dia hanyalah gadis rendahan. Aku akan buktikan itu!," batin Rica. Ia tiba-tiba bangkit dari kursinya lalu berlari keluar.


Ny. Pinkston yang bingung melihat putrinya tiba-tiba pergi membuat ia bergegas menyusul sambil memanggil nama putrinya itu. Sebenarnya ia juga dibuat terkejut menyaksikan apa yang terjadi karna mengingat dulu saat di pesta, ia perna berencana buruk pada Julia berserta teman-temannya. Tn. Pinkston yang juga ikut kebingungan melihat istri dan putrinya pergi malah bangkit dari kursinya dan segera menyusul mereka.

__ADS_1


"Ternyata ini identitas aslimu, Julia. Kau adalah putri dari keluarga Flors. Pantas saja semua tawaranku yang kuberikan untuk meminta rancangan robot tersebut kau tolak mentah-mentah. Sebagai putri dari keluarga terhormat, kau memang sama sekali tidak akan tergiur dengan semua itu. Aku sungguh salah menilaimu," pikir Yusra begitu mengetahuinya.


"Astaga?! Ga, gadis rendahan itu ternyata putri dari keluarga Flors, salah satu keluarga paling berpengaruh di ibu kota. A, aku sempat menghina dia barusan. Seharusnya aku percaya pada pilihan putra ku sendiri. Andai kau berhasil menaklukan hatinya, Yusra. Keluarga kita pasti semakin dikenal masyarakat luas," kata Ny. Arlo mulai menghayal.


"Maafkan ayah nak karna sempat meragukan pilihanmu. Kalau dengan dia, menikah sekarang pun ayah akan restui."


"Itu tidak akan terjadi."


"Spa maksudmu? Bukankah kau menyukai gadis itu?" tanya Ny. Arlo.


"Apa kalian lupa? Mereka itu bertentangan dengan Lady Blue! Itu berarti mereka sebenarnya merupakan musuh kita," tekan Yusra pada kedua orang tuanya yang gila harta itu. "Yang menjadi pertanyaan disini, bagaimana bisa keluarga Flors memiliki hubungan buruk dengan Lady Blue? Sepertinya ada rahasia lain yang dimiliki keluarga paling berpengaruh di ibu kota ini."


Yusra berserta keluarganya tidak mengetahui perihal tentang Tn. Flors yang merupakan ketua dari anggota mafia Black Mamba. Dan sejujurnya Lady Blue sendiri juga tidak mengetahui hal ini. Sebab itu dulunya ia perna berencana ingin melakukan kerja sama dengan ketua Black Mamba untuk menyertai bergabung menyerang keluarga tersembunyi. Namun pengurus Hans mencegat hal itu karna setelah ditelusuri kalau sebenarnya mafia Black Mamba ternyata memiliki hubungan baik dengan keluarga tersembunyi. Alasan ini juga yang membuat Lady Blue terpaksa harus mengundur penyerangan ke ibu kota dan memilih menambah kekuatan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2