Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Arti dunia bawah tanah


__ADS_3

"Oh, aku tahu. Kau itu masih berangan-angan menjadi seorang agen rahasia, bukan seorang agen sungguhan."


"Tidak. Aku sungguh telah menjadi seorang agen rahasia. Aku telah dilatih sejak kecil oleh papaku dan telah masuk ke pelatihan agen rahasia junior secara resmi serta datang kesini juga merupakan misi lapangan pertamaku."


"Jika kau sungguh telah menjadi seorang agen rahasia, berarti kau agen terburuk sejahat raya! Apa di tempat pelatihanmu, kau sama sekali tidak diajari bagaimana cara berinteraksi dengan siapapun saat menjalankan misi?"


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" Carl malah menunjukan ekspresi bingung.


"AAH!! Apa kau sungguh bodoh? Aku tak habis pikir papa mu mengajak orang amatiran sepertimu datang ke tempat berbahaya ini! Kau masih beruntung bertemu denganku. Jika itu orang lain, dapat dipastikan kau sudah mati!!" tegas Julius sambil menunjuk wajah Carl dengan geram.


"Kau kejam sekali."


"Kau pikir dunia bawah tanah itu adalah taman bermain? Kau tak bisa mengungkap identitasmu sebagian agen selama menjalankan misi. Sekali orang di dunia bawah tanah tahu, kau pasti langsung dibunuh atau disiksa sampai mati!!"


"Tapi aku cuman memberitahu identitasku padamu. Kau bukan bagian dari mereka, kan?"


Julius mengacungkan senjatanya tepat menempel di pelipis Carl. "Bagaimana kalau aku memang bagian dari mereka? Apa yang bisa kau lakukan sekarang disaat aku menarik pelatuk dari senjataku ini?"


"Kau tidak akan melakukan itu."


"Kenapa kau berpikir demikian? Aku bisa saja melakukannya."


"Karna... Aku juga tidak tahu. Aku cuman percaya saja kalau kau tidak akan mungkin melakukannya. Kau tidak terlihat memiliki maksud jahat padaku dan bahkan kau tadi baru saja menyelamatkan ku."

__ADS_1


Julius menarik pelatuk pistol nya. Terlihat Carl telah memejamkan matanya, pasrah begitu saja tanpa bergerak melawan atau menghindari. Namun cukup lama Carl menunggu masih tidak terjadi apa-apa. Ia membuka matanya perlahan dan menatap wajah yang telah memalingkan muka itu.


"Kau beruntung saat ini aku sudah kehabisan peluru," kata Julius tanpa melirik Carl sama sekali. Ia menurunkan senjatanya.


"Aku tahu kau tidak akan melakukannya."


Julius menatap wajah Carl sebentar lalu melangkah melaluinya. "Sebaiknya kau kembali dan buang saja impianmu untuk menjadi seorang agen jika kau tidak tahu apa arti dari dunia bawah tanah itu yang sebenarnya."


"Yang aku tahu dunia bawah tanah merupakan istilah yang digunakan untuk ruang lingkup penjahat kelas dunia."


Julius menghentikan langkahnya. "Salah. Dunia bawah tanah adalah istilah yang digunakan untuk neraka."


"Neraka?!" ulang Carl tampak kaget.


"Benar. Neraka, tempatnya para iblis. Manusia-manusia yang tidak memiliki rasa belas kasihan, berdarah dingin dan kejam. Mereka akan membunuh siapapun yang berani menghalangi jalan mereka, tidak peduli yang ada dihadapan mereka adalah pria atau wanita, anak-anak atau sudah lanjut usia. Bukankah mereka tidak pantas disebut sebagai manusia lagi? Di dunia bawah tanah tidak mengenal rasa saling mengasihani, yang ada hanya 'Yang kuatlah, yang berkuasa!' Jika kau masih bertekat menjadi seorang agen, maka jadilah lebih kuat dan jangan tunjukan rasa belas kasihan mu itu pada siapapun. Bocah 5 tahun dari dunia bawah tanah saja sudah bisa membunuh orang."


Julius tersenyum sambil melirik Carl. "Mungkin kita akan bertemu lagi suatu hari nanti. Sampai saat itu tiba, kau jangan membuatku tertawa."


"Aku jamin tidak akan mengecewakanmu."


"Satu hal lagi yang perlu kau ingat, jangan perna mempercayai siapapun. Dunia ini penuh kebohongan, bahkan teman yang paling terpercaya sekalipun bisa jadi orang yang paling tidak dapat dipercaya sama sekali. Satu-satunya orang yang boleh kau percaya hanyalah dirimu sendiri."


Julius melanjukan langkahnya. Perlahan bayangannya pun hilang diantara gelapnya malam. Hari ini menjadi hari yang cukup berkesan untuk semua, baik itu untuk Julius, Marjorie dan Carl. Kapal yang mereka tumpangi masing-masing telah meninggalkan pulau tersebut secara bergantian. Kapal pertama yang berangkat adalah kapal dari kepemilikan Tn. Almero, orang yang paling mengalami kerugian besar. Tak lama disusul kapal yang ditupangi Julius dan terakhir kapal intelejen negara. Tn. Rodgers berhasil melumpuhkan Tn. Black walau harus mendapat luka tembakan di betisnya. Sebuah luka yang tidak terlalu parah namun tetap saja perih. Ia segera mendapat perawatan pertama terhadap luka tembak. Dari keseluruhan bawahan Tn. Black, cuman tiga yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup. Sedangkan sisanya ditemukan sudah tidak benyawa.

__ADS_1


"Apa masih sakit?" tanya Carl yang menatap luka papanya. Ia berhasil lebih dulu kembali ke kapal sebelum Tn. Rodgers dan beberapa orang yang dipanggil untuk membantunya membereskan apa yang terjadi di rumah lelang.


"Tidak lagi. Ini cuman luka kecil. Bagaimana pendapatmu soal misi lapangan pertamamu ini? Sedikit tidak terkendali. Apa kau masih bertekat mau menjadi seorang intelejen negara?"


"Tekatku semakin bulat. Aku ingin menjadi seorang agen yang hebat suatu hari nanti. Perjalanan ini benar-benar memberi ku banyak pelajaran berharga. Aku jadi tahu apa arti dari dunia bawah tanah yang sebenarnya. Aku harus bertambah kuat untuk bisa menjadi seorang agen rahasia."


"Aku senang jika kau memiliki tekat seperti ini. Berlatihlah yang giat agar kau bisa menjadi agen rahasia yang lebih hebat dariku. Tapi satu yang perlu kau ingat untuk tidak mempercayai siapapun..."


"Karna satu-satunya orang yang boleh aku percaya hanyalah diriku sendiri," potong Carl.


"Dari mana kau mendengar itu?"


"Dari seseorang teman."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2