
Tn. Rodgers mencoba menghentikan Death knell namun sudah terlambat. Gadis disebelahnya itu telah melompat turun ke bawah. Mau tidak mau ia juga harus ikut turun. Dengan mengandalkan belati milik Julius yang Death knell pungut sebelumnya, Death knell melakukan penyerangan secara tiba-tiba. Ia sama sekali tidak memberi ampun dan langsung berusaha menyerang titik vital lawannya. Tidak tinggal diam begitu mendapat serangan tak terduga, mereka yang ada diruangan tersebut membalas serangan yang dilakukan Death knell dan Tn. Rodgers. Terjadi pertarungan sengit di dalam ruangan dengan pencahayaan berkedip-kedip lalu meredup itu. Karna hal ini juga Julius tidak bisa menebak pasti siapa yang membantunya saat ini, yang jelas itu bukan Qazi.
"Biarpun aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya tapi dari ukuran tubuhmu aku menebak kalau mungkin itu kau, Death knell. Tidak aku sangka jejak yang aku tinggalkan malah ditemukan olehmu," kata Julius dalam hati.
"Jangan takut. Aku akan membantumu keluar dari tempat ini," ujar Tn. Rodgers sambil melepaskan ikatannya melilit pergelangan tangan Julius. "Kau bisa berdiri?"
"Iya. Tenagaku sudah mulai pulih."
"Walau wajahnya terlihat pucat dan tampak lemah karna racun itu tapi dia masih sanggup berdiri. Kemampuan tubuhnya sangat unik. Tidak heran mereka menginginkannya. Aku harap ia mau menerima tawaranku," batin Tn. Rodgers.
Tn. Rodgers mengajak Julius keluar dari ruangan itu bersama Death knell yang menyusul dari belakang. Tidak terima tahanannya dibawa pergi, Tn. Black turun tangan sendiri mengejar mereka bertiga, tidak deh, hanya mengejar Tn. Rodgers dan Julius saja. Untuk Death knell, ia mengambil jalur yang berlawananan dengan Tn. Rodgers dan Julius tanpa sepengetahuan mereka berdua.
"Hei, nak. Jika aku telah menyelamatkan mu dari mereka, apa kau bersedia ikut aku kembali ke markas intelejen negara?" tanya Tn. Rodgers pada Julius disela-sela mereka mencari jalan keluar dari bangunan itu. Ia baru menyadari kalau sekarang ini tinggal mereka berdua.
Mendengar itu membuat Julius menghentikan langkahnya. "Apa maksudmu, tuan? Kenapa aku mau ikut denganmu ke markas intelejen negara?"
Tn. Rodgers menarik tangan Julius untuk bersembunyi sebentar di salah satu ruang VIP sambil menjelaskan maksudnya. Julius sama sekali tidak mau bergerak sebelum mendengar penjelasan dari Tn. Rodgers berserta alasannya.
"Em... Begini, aku sedikit tertarik dengan kemampuan darahmu yang dapat menetralkan racun. Jika tidak keberatan, kami ingin mengkaji lebih jauh dan mempelajari kemampuan darahmu ini."
"Kalian pikir aku ini adalah barang kalian yang seenaknya kalian gunakan sesuka hati?"
"Bukan begitu. Aku cuman ingin melindungi mu dari orang-orang jahat yang menyalahgunakan kemampuan unik darahmu ini dan tujuan dari penelitian bisa sangat bermanfaat bagi negara."
"Ha! Melindungi ku? Kalian intelejen negara sama saja dengan mereka, mencari keuntungan untuk diri sendiri. Kenapa aku harus mau? Kau pikir dengan menyelamatkan aku sekali dari mereka, aku ini sekarang sudah menjadi milikmu dan dengan senang hati bersedia menjadi tawanan negara? Sungguh tidak sepadan sama sekali."
"Pikirkan baik-baik, nak. Sampel darahmu itu sangatlah berguna jika berada di tangan yang tepat dan akan menjadi berbahaya jika ada di tangan orang yang salah. Kau pasti tidak ingin hal itu sampai terjadi, bukan?" bujuk Tn. Rodgers berharap Julius bersedia ikut dengannya.
__ADS_1
"Ooh... Apa maksudmu kalian adalah orang yang tepat? Dengan berlandaskan untuk kepentingan negara dan orang banyak, kalian pikir bisa berbuat sesuka hati? Hahaha.... Lucu sekali."
"Kenapa kau tidak bersedia?"
"Kenapa? Memangnya apa yang akan negara berikan untukku? Paling juga cuman ucapan terima kasih."
"Tentu saja tidak. Kau akan mendapat tunjangan besar atas kesukarelaan mu ini dan jasamu akan dapat menyelamatkan orang banyak. Pembunuhan dengan menggunakan racun sering terjadi di negara ini dan mungkin dengan darahmu hal itu dapat dicegah."
"Orang banyak? Paling cuman orang-orang di pemerintahan dan orang kaya saja yang diuntungkan. Sudahlah! Mau semengiurkan apapun pemberian negara untukku, aku tetap tidak mau menyerahkan sampel darahku untuk kepentingan kalian. Dan satu hal yang perlu kau tahu, Intelejen... Aku bukan berada di pihak kalian."
Mendengar itu membuat Tn. Rodgers tersentak. "Tidak berada di pihak..."
"Sebaiknya kau lupakan saja tentang kemampuan unik darahku dan tentang menginginkan sampel darahku, lebih baik kau urus si pengkhianat dalam intelejen yang menurutmu itu sangat terpercaya."
"Pengkhianat?"
"Jangan pura-pura tidak mengenal. Akan aku beri kau kata kunci, Zero... Zero... Sampai jumpa," sambil melangkah mundur, Julius tiba-tiba melompat dari lantai dua menuju ruangan tempat dimana acara lelang sebelumnya berlangsung dengan meninggalkan Tn. Rodgers yang masih terdiam diri. "Dengan begini kita impas, intelejen," teriaknya dari bawah.
"Dimana kalian bersembunyi? Cepatlah keluar!! Kalian tidak akan bisa meninggalkan pulau ini dengan mudah!!" teriak Tn. Black dengan suara berat tepat dari luar pintu.
Tn. Rodgers tersadar dari lamunan begitu mendengar suara tersebut. Ia menguatkan hatinya sambil menarik nafas panjang lalu menghembuskanya dengan cepat. Dengan senjata yang telah disiapkan, Tn. Rodgers membuka pintu lalu mengacuhkannya tepat ke Tn. Black.
"Apa maksud semua ini, Tn. Black atau kupanggil agen 006?" tanya Tn. Rodgers dengan nada tinggi.
"Agen 005?!"
Tn. Black cukup terkejut mendapati partnernya ada di bangunan itu. Akibat penyerangan yang tiba-tiba di ruang pengintai dengan pencahayaan tidak beraturan membuat Tn. Black tidak menyadari kalau yang sebenarnya menerobos adalah partnernya sendiri dalam intelejen negara. Dan karna terlalu memfokuskan diri menyelamatkan seseorang, Tn. Rodgers juga tidak terlalu memperhatikan wajah dari balik nama Tn. Black yang ia dengar.
__ADS_1
"A, apa yang kau lakukan disini?"
"Tidak perlu pura-pura tidak tahu! Aku sudah melihat semuanya dengan mata kepala ku sendiri!"
"Oh, jadi kau orang yang menerobos masuk barusan dan merebut tawananku," Tn. Black kini menampakan wujud aslinya.
"Ternyata kau dibalik bisnis rumah lelang ini, dasar pengkhianat! Jangan katakan kalau kau sudah memulai bisnis gelap ini sejak misi penyamaran kita dulu, karna aku lah yang memberi julukan Tn. Black itu padamu..."
"Dan Tn. White adalah dirimu," potong Tn. Black. "Semua yang kau katakan itu benar."
"Apa maksudnya semua ini? Kenapa kau mengkhianati kami? Padahal kau partnerku dan juga... Temanku. Kita telah menjalankan misi selama bertahun-tahun. Aku percaya padamu walau memang sering ada keraguan dalam benakku namun aku tetap mempercayai mu! Tapi setelah melihat semua ini... Aku tidak akan segan-segan menyeretmu ke penjara sebagai seorang penjahat!"
"Benarkah? Kalau begitu coba saja menangkap ku. Apa aku yang berhasil kau tangkap atau kau yang akan mati di tangan ku?"
Dor!
Satu tembakan Tn. Rodgers lepaskan. Tn. Black berhasil menghindarinya. Tidak tinggal diam, dia juga menarik pelatuk pistol nya. Aksi tembak-tembakan terjadi dengan suara menghiasi rumah lelang tersebut.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
ξκύαε