
"Kenapa kau bertanya? Apa kau tidak mengerti lagi Gerda? Kau bukanlah nona ku yang harus aku turuti semua kemauan nya. Kau itu cuman bagian dari rencana besar ku," pengurus Hans kini menunjukkan watak aslinya. Ia melepaskan dasi kupu-kupu yang melingkar di lehernya dan menanggalkan jasnya. "Aku benar-benar telah muak mengenakan pakaian pelayan ini dan terus berpura-pura di depanmu. Sekarang sudah saatnya kau tahu siapa aku sebenarnya. Aku adalah pangeran luar dari kerajaan Denmark, bukannya kau putri Gerda."
"Jadi, kau lah yang memiliki darah bangsawan itu. Selama ini ternyata kau menipuku!!" bentak Gerda pada Hans.
"Itu benar. Aku menggunakan kisah ku untuk dapat menjebakmu dan menggunakan darahku untuk membuat hasil tes DNA itu. Hahaha... Apa kau sungguh percaya kalau dirimu itu seorang tuan putri? Lucu sekali. Kau benar-benar mudah ditipu."
"Kau rupanya akar dari semua masalah ini. Tapi, apa yang membuat pangeran Denmark jauh-jauh datang ke kota kecil kami? Aku sangat penasaran."
"Aku datang untuk mu, sayang," tunjuk Hans pada Julia.
"Hah? Apa yang kau inginkan dariku? Kita saja tidak saling kenal," ujar Juliadengan bingungnya.
"Sebagai pagerang yang tidak akan dianggap dalam keluarga kerajaan membuatku harus membangun kekuatan sendiri di luar agar bisa bertahan dari kejamnya kehidupan di dunia ini, yang mana yang kuatlah yang berkuasa. Beberapa tahun lalu aku sudah mencari setiap informasi tentang keluarga tersembunyi yang begitu misterius. Sampailah aku menemukan kalau mereka memiliki satu aset paling berhaga yang ternyata tidak terikat pada keluarga tersembunyi itu sendiri. Aset tersebut adalah rumah lelang Red Krisan."
"Cikh! Ternyata itu yang kau incar."
"Rumah lelang Red Krisan. Aku perna mendengarnya. Itu merupakan rumah lelang ilegal terbesar di ibu kota yang melelang berbagai jenis barang-barang langkah dari seluruh dunia. Tidak ada yang tahu siapa pemilik dari rumah lelang tersebut," kata Rica.
"Benar sekali nona Pinkston. Namun aku menemukan fakta menarik. Rumah lelang ini hanya diwariskan dari anak perempuan ke anak perempuan saja dari keturunan utama dalam kediaman keluarga tersembunyi. Tapi orang luar juga bisa mewarisinya jika mereka memiliki batu giok Red Krisan sebagai simbol perwaris rumah lelang."
"Da, dari mana kau tahu semua ini? Kerahasiaan tentang kepewarisan rumah lelang sangat dijaga, bahkan dari keluarga cabangpun tidak mengetahuinya."
"Jika kau bilang begitu, lantas kenapa kau tahu seolah-olah dirimu berasal dari keluarga tersembunyi saja. Oh iya, aku lupa. Kau kan merupakan perwaris selanjutnya dari rumah lelang Red Krisan. Benarkan putri pertama dari Veliana Cershom, pemilik dari rumah lelang saat ini."
Sontak semuanya terdiam dengan ekspresi sangat terkejut. Pewaris rumah lelang Red Krisan yang paling misterius kini ada dihadapan mereka dan merupakan orang yang mereka kenal. Julia hanya menatap tajam pada Hans yang telah membongkar salah satu rahasianya yang lain dihadapan teman-temannya
__ADS_1
"A, apa itu benar, Julia?" tanya Rica yang dibuat tak percaya atas apa yang ia dengar.
"Kau perwaris selanjutnya dari rumah lelang terbesar yang sangat misterius itu," sambung Gerda sama kaget nya.
"Jika sistem kepewarisan rumah lelang dari anak perempuan ke anak perempuan dan Ny. Flors memang pemiliknya saat ini, sudah dipastikan kalau pewaris rumah lelang Red Krisan selanjutnya akan jatuh pada Julia," ujar Nisa yang paling tenang begitu mendengar kabar ini tapi ia juga tidak perna menyangkah.
"Apa ini alasannya kau memilihku agar kau bisa membuatku menjebak temanku sendiri masuk perangkapmu?!!" tanya Gerda pada Hans yang mulai mengerti posisinya.
"Kau baru menyadarinya? Kau benar-benar pilihan yang tepat untuk tugas ini. Awalnya aku cuman menginginkan batu giok rumah lelang tapi siapa sangkah ternyata kau memilik tekat yang kuat untuk menguasai dunia bawah tanah. Kenapa aku tidak memanfaatkannya sekalian. Berkat dirimu aku mendapatkan lebih dari apa yang aku harapkan. Terima kasih Yang mulia."
"Kebetulan sekali ibunya Gerda meninggal disaat kau datang dan mengatakan kalau ia merupakan putri dari kerajaan Denmark. Memanfaatkan hati yang berduka dan tidak memiliki penganggan untuk hidup, jelas Gerda akan langsung percaya padamu," kata Rica mengutarakan isi pikirannya.
"Kau percaya pada kebetulan, kalau aku tidak."
"Apa maksudmu?" lagi-lagi Gerda dibuat kaget dengan apa yang keluar dari mulut Hans. "Kamatian ibuku memang tidak wajar. Ia tiba-tiba jatuh sakit lalu dua hari kemudian ia meninggal dan keesokannya kau datang."
"Rencana yang sempurna dan sangat nyata."
Gerda terduduk lemas di lantai. Ia masih tidak mau mempercayai semua ini. Ia mencengkram rambutnya dengan sangat kuat dan berharap terbangun dari mimpi buruk yang menghantuinya.
"Hampir dua tahun aku hidup dengan orang yang telah membunuh ibuku dan aku tidak tahu itu. Aku malah membantunya mencapai keinginannya. Aku menjebak satu-satunya temanku yang selalu baik padaku. Aku sungguh payah! Orang tidak berguna yang dimanfaatkan orang lain. Kenapa nasibku menjadi seperti ini. Hiks... Hiks... Aku membuat semua orang-orang ku sayang menderita. Apa salahku sampai harus diberikan hukuman seperti ini?!!"
"Kalian pasti tidak bisa menebak sudah berapa lama aku merencanakan ini. Butuh bertahun-tahun bagiku untuk sampai pada titik terakhir dari rencanaku. Satu langkah lagi maka aku akan berhasil. Serahkan batu giok itu, kalau tidak aku akan menembak mati ketiga temanmu ini," ancam Hans pada Julia.
"Token rumah lelang itu tidak ada padaku," jawab Julia tanpa mengubah ekspresinya.
__ADS_1
"Jangan menipuku! Tidak ada gunanya kau berbohong! Sebagai pewaris rumah lelang, kau pasti memiliki batu giok itu. Serahkan gioknya sekarang juga!!"
"Sudah aku bilang kalau token rumah lelang itu tidak ada padaku. Itu hanya diserahkan pada pewaris sah rumah lelang selanjutnya dan itu bukan aku, atau lebih tepatnya aku menolak menjadi pewaris sah dari rumah lelang tersebut. Aku sama sekali tidak tertarik dengan bisnis di dunia bawah tanah."
"Apa kau kira aku bodoh! Berhentilah berputar-putar atau aku..."
"Batalkan semua misi! Tarik kembali seluruh kelompok yang telah berangkat ke ibu kota. Ini perintah!"
Kalimat Hans seketika terputus begitu mendengar Gerda menurunkan perintah pembatalan seluruh penyerangan ke ibu kota melalui hpnya.
"A, apa yang kau lakukan?!! Kau merusak semua rencanaku!" bentak Hans dengan amarah yang meluap-luap.
"Tidak akan kubiarkan rencanamu berhasil! Kau memang pangerannya, tapi kendali dari seluruh anggota masih ada padaku. Mereka semua tunduk dalam perintah ku!" Gerda menoleh pada Julia. "Setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku pada temanku," ia lalu membanting hpnya ke lantai sampai seluruh layarnya retak.
"Dasar berdebah!!!"
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
ξκύαε