Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Alasan yang sebenarnya


__ADS_3

Mereka pergi menuju taman belakang tepat dimana Sara berada. George sudah meminum obatnya sebelum kesana. Sampai di taman belakang terlihat Sara dalam kondisi lemah terikat di tiang besi. Ia mengangkat wajahnya disaat melihat George datang.


"George, apa itu kau?" tanya Sara dengan lemah tapi matanya tertuju pada Lina. "Velia?"


"Tidak perlu basa-basi lagi Sara. Aku sudah tahu semuanya."


"Semuanya? Apa yang kau bicarakan? Kenapa aku terikat disini? Apa sebenarnya salahku padamu?" tanya Sara masih berpura-pura tidak tahu.


"Julius, Julia, kalian main dulu di taman disebelah sana, ya," kata Lina pada putra-putrinya sambil menunjuk taman disebelah kiri yang tidak terjauh. Itu memungkinkan Lina masih tetap dapat mengawasi anak-anaknya bermain.


"Iya," jawab Julius dan Julia dengan anggukan. Mereka berlari menuju taman tersebut.


"Aku akan menemani mereka," kata Daniel. Ia mengecup dahi istrinya sebelum menyusul anak-anaknya.


"Setelah semua yang terjadi kau masih mau berpura-pura tidak tahu. Kau pikir aku akan meragukan kesalahanmu?" kata George pada Sara.


George bangkit dari kursi rodanya melangkah pelan mendekati Sara. Walau cuman beberapa langka sudah membuat George harus duduk kembali. Tapi tetap saja hal itu membuat Sara terkejut.


"Kau, kau dapat berjalan?!"


"Kau tampak sangat terkejut mengetahuinya."


"Wa, wajar saja, bukan? Lagi pula kenapa kau tidak memberitahuku?"


"Jika aku memberitahumu, kau tidak akan terikat disana. Kau pasti menggunakan segala cara untuk menyangkal semua tindak kejahatanmu."


"Aku tidak perna berbuat jahat padamu. Semua itu adalah tuduhan palsu. Kau tahu sendiri putramu itu tidak perna menyukaiku. Ia pasti..."


Bugk!


Satu cambukan mendarat di wajah Sara yang menyebabkan luka dipipinya. Cambukan itu berasal dari salah satu bawahan George yang diperintahkan mencambuk Sara melalui isyarat tangan dari George.


"AAH!!!" teriak Sara kesakitan.


"Kau mau mengatakan kalau putraku seorang pembohong? Asal kau tahu saja dia tidak perna berbohong padaku sekalipun. Ini salahku yang terlalu percaya padamu," tunjuk George ke Sara.

__ADS_1


"Aku sangat heran denganmu, Sara. Kau sudah tertangkap basa tapi kau masih berusaha membela diri. Kenapa tidak kau katakan yang sebenarnya, apa tujuanmu?" ujar Lina.


"Apa yang dikatakan Velia benar. Kau tidak perlu berbelit-belit lagi karna percuma," George setuju pada apa yang Lina katakan.


"Cih! Sepetinya memang tidak ada gunanya lagi aku memohon. Iya, benar! Aku memang melakukan semua itu! Aku meracunimu dengan racun yang aku beli dipelelangan Red Krisan. Selama tiga tahun ini aku terus bersandiwara menjadi istri yang baik dimatamu agar disaat kau mati aku bisa mewarisi seluru kekayaan yang kau miliki! Aku sudah menceritakan semuanya. Apa lagi yang kau tunggu, bunuhlah aku!!!" bentak Sara dengan nada tinggi.


"Sudah sampai pada tahap ini, kau masih mencoba menyembunyikan sesuatu dariku," George sepertinya tidak puas atas jawaban Sara.


"Apa lagi yang kau mau? Aku sudah mengatakan semuanya!"


"Apa hubunganmu dengan Deisy?" tanya George membuat Sara tersentak. "Aku memeriksa isi hpmu dan mendapatkan kupulan foto keakrabanmu bersama Daisy. Aku memang tidak terlalu dekat dengan adikku, Stevan. Tapi aku tahu betul yang berfoto bersamamu itu adalah Daisy, istrinya Stevan."


"Apa kau sungguh ingin tahu? Daisy itu adalah kakak kandungku!" kata Sara akhirnya terus terang.


"Aku perna dengar kalau Daisy memiliki seorang adik. Ternyata itu kau."


"Apa hubungannya kau sebagai adik dari istri Stevan dengan rencanamu membunuh Tn. George?" tanya Lina sedikit ingin tahu.


"Kau tidak tahu apa-apa tidak perlu ikut campur!! Kau itu hanya orang luar yang menghancurkan semua rencanaku!" bentak Sara pada Lina.


Bugk


"Argh!" pekik Sara tertahan.


"Jaga omongan mu, Sara!!" George balik membentak. "Siapa bilang dia orang luar? Dia adalah keponakanku. Putri kandung dari Ariana. Kau pasti tidak menyangka hal ini, bukan?"


"Putri dari Ariana. Dunia ini sempit sekali."


"Jawab pertanyaan Velia tadi. Apa alasanmu yang sebenarnya ingin membunuhku? Aku yakin kau bukan cuman ingin sekedar mengincar harta kekayaanku saja, iya kan?"


"He... Kau bertanya alasan yang sebenarnya. Aku ingin membunuhmu untuk membalas dendam atas kematian dari kakak ku, Deisy!!"


George sedikit bingung mendengarnya. "Balas dendam? Aku tidak ada hubungannya dengan kematian Deisy."


"Tentu saja ada! Aku tahu perselisihan mu dengan Stevan. Kalian bersaing untuk merebutkan kursi kepalah keluarga tersembunyi. Kau membunuh Stevan karna iri hati ia menjadi kandidat terkuat merebut posisi tersebut!"

__ADS_1


"Bukan aku yang membunuh Stevan!" sangkal George karna ia memang bukan pelakunya. "Sampai sekarang kematian Stevan masih menjadi misteri, bahkan tubuhnya sekalipun tidak perna ditemukan."


"Jangan berbohong! Cuman kau yang kemungkinan besar membunuh Stevan dan memiliki alasan kuat untuk melakukannya! Karna mendapat kabar kematian suaminya kakak ku jadi bunuh diri!! Ini semua ini salahmu! Salahmu!"


"Ffptt.... Hahaha...... Aduduuh...... Perutku jadi sakit mendengarnya," tawa Lina yang sendari tadi memperhatikan awal masalah yang sebenarnya terjadi. "Ternyata semua ini cuman kesalahpahaman yang terjadi 5 tahun yang lalu."


"Apa maksudmu hal ini cuman kesalahpahaman?" kali ini Sara yang dibuat bingung.


"Kau yang salah paham. Kau mengira Tn. George yang membunuh Stevan, tapi nyatanya tidak."


"Kalau bukan George siapa lagi?!!"


"Siapa lagi? Tentu saja aku," lirikan tajam membunuh Lina arahkan pada Sara.


Entah mengapa tubuh Sara dibuat merinding dibuatnya. "Kau? Jangan membual!! Tidak mungkin Stevan dapat dibunuh oleh wanita sepertimu!!"


"Velia, aku hargai jika kau mau membelaku tapi bukan saatnya untuk bercanda," George juga sama meragukan Lina. Dalam hatinya berkata. "Mana mungkin wanita semanis Lina dapat membunuh seseorang?"


"Aku bisa memaklumi itu. Kalian pasti tidak akan mudah percaya. Tapi jujur saja itulah kenyataannya. Dan tentunya aku tidak sendirian. Dua kelompok Mafia terkejam di ibu kota ikut membantuku. Apa kalian lupa identitas dari ayah dan suamiku? Ducan Cershom, sang ketua dari kelompok Mafia Tasmanian devil dan Daniel Alcander Flors, calon ketua utama masa depan dari kelompok Mafia Black Mamba. Menurutmu kurang pantas apa lagi untuk ku memusnakan markas rahasia milik Stevan dan melenyapkan dia dari muka bumi ini?"


"Maaf karna telah meragukanmu Velia. Tapi kenapa kau membunuh Stevan? Dia kan pamanmu sendiri, keluargamu," tanya George penasaran.


"Dia tidak pantas disebut sebagai keluarga! Aku melakukan semua ini demi membalaskan dendam ibuku! Dialah yang menyerang rumah kami 22 tahun yang lalu," air mata mulai menggenang di pelupuk mata Lina disaat ia mengingatnya.


"Stevan yang melakukan penyerang itu?!" George sangat terkejut mendengarnya dan tidak perna menyaka kalau ternyata yang membunuh Ariana adalah adiknya sendiri, Stevan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2