Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Mengulur waktu


__ADS_3

Begitulah mereka saling mencurigai namun mereka tetap sepakat untuk berkerja sama. Dengan hati-hati mereka berdua masuk ke rumah lelang melalui pintu belakang. Tapi sebelum itu, Tn. Rodgers terlebih dahulu membuka kunci sandi yang ada di pintu belakan dengan menggunakan tabel miliknya. Memang benar kalau di pulau ini tidak bisa menggunakan peralatan teknologi namun Tn. Rodgers mengetahui kalau sebenarnya hanya di sekitaran pulau itu saja semua alat komunikasi dan teknologi tidak berfungsi tapi di dalam rumah lelang tidak. Ia menyadari itu saat tanpa sengaja ia mengecek hpnya sewaktu mengikuti acara lelang. Death knell sangat takjub melihat kehebatan Tn. Rodgers. Setelah kuncinya berhasil dibuka, mereka berdua bergerak masuk. Mereka pergi menuju lantai tiga tempat dimana Julius di bawa. Melalui ruang ventilasi, mereka mengintip situasi yang ada sebelum melakukan pergerakan selanjutnya. Terlihat Julius dengan tangan terikat kebelakang digiring masuk ke ruang pengintaian.


"Ternyata ini isi dari lantai ketiga bangunan ini," ujar Julius sambil melirik setiap layar yang ada. "Sepertinya akan cukup sulit bagiku untuk dapat keluar dari tempat ini."


"Tepat. Disinilah kami mengawasi setiap gerakan yang ada di pulau ini," jelas pria itu.


"Sir, sepertinya rekan dari anak ini sedang mencarinya. Pergerakannya sesekali tertangkap kamera," jelas salah satu wanita di ruangan tersebut.


"Itu pasti paman Qazi. Aku harap ia menemukan tanda yang aku tinggalkan," batin Julius.


"Biarkan saja. Pulau ini cukup luas baginya untuk bermain-main sebentar."


"Jadi kau yang mengaktifkan sistem keamanan itu?" kata Julius mencoba mengulur waktu.


"Benar. Aku sangat menyukai aksimu tadi tapi sayangnya kau malah terkena panah beracun dari salah satu jebakan yang diaktifkan. Racun paling mematikan yang perna aku dapatkan. Semua orang yang terkena ganasnya racun ini tidak ada satupun yang berhasil selamat, tapi kau tidak. Kau manusia pertama yang masih bertahan sampai sejauh ini dari racun itu. Kira-kira apa rahasiamu?"


"Apa boleh aku duduk? Kau sudah tahu sendiri kondisiku. Setelah memintaku berjalan sejauh ini dengan tubuh yang lemah. Ayok lah, yang benar saja," pinta Julius dengan santai nya.


"Kenapa aku malah merasa tidak perlu menyelamatkannya," kata Death knell pelan. Ia sedikit geram melihat tingkah Julius yang ada di bawah sana.


"Jangan berkata seperti itu. Kemungkinan saat ini ia sedang mengulur waktu," bisik Tn. Rodgers. "Tapi jika apa yang dikatakan pria itu benar, aku juga malah ikut penasaran dengan rahasia anak laki-laki ini."


"Oh, maafkan aku. Kau pasti lelah," pria itu meminta satu kursi pada bawahannya dan mempersilakan Julius duduk.


Julius menyandarkan tubuhnya di kursi tersebut. "Ini lebih baik."


"Kau memang tidak mati anak muda namun kau terlihat lemah sekali. Racun itu pasti telah menyebar ke seluruh tubuhmu. Apa kau merasakan efek samping yang menyiksa seperti rasa sakit, pusing, mual atau sesak nafas?" tanya salah satu pria begitu menatap wajah Julius yang tampak pucat.


"Hehe... Kau rupanya memiliki bawahan yang bodoh, tuan. Tubuhku saat ini terkena racun bukannya menderita demam," ejek Julius.


Plak!


Satu tamparan dari bos pria itu mendarat di kepalanya. Tamparan yang sangat kuat sampai membuat pria itu jatuh dari kursinya.

__ADS_1


"Sungguh keterlaluan! Kau mempermalukan aku dihadapan seorang bocah. Keluar dari sini! Aku tidak mau melihat wajahmu lagi!"


"Anak yang pintar. Cuman satu kalimat saja sudah bisa membuat satu orang sengsara," batin Tn. Rodgers saat melihat kejadian tersebut.


Pria yang mendapat tamparan itu lekas berdiri lalu melangkah keluar dan yang lain hanya mematung dan terdiam seketika.


"Oh, iya. Sampai dimana kita tadi?"


"Siapa kau?" tanya Julius memotong.


"Kau bisa memanggilku Tn. Black."


"Tn. Black? Hm.... Aku seperti perna mendengar nama itu."


"Benarkah?"


"Aku rasa tidak."


"Kau... Aku anggap tidak mendengar itu," ujar Tn. Black masih berusaha sabar.


Tn. Black tersentak kaget mendengarnya. "Apa katamu tadi?"


"Memang aku ada bilang apa? Adakah orang disini yang mendengar aku berkata sesuatu?" tanya Julius pada yang lain namun semuanya diam.


"Apa-apaan ini? Aku jelas tadi kalau bocah ini barusan berkata... Tidak. Apa yang aku pikirkan? Mana mungkin juga dia tahu identitas ku. Dia sengaja menggunakan kata acak untuk mempermaikan ku," batin Tn. Black.


"Walau yang lain tidak mendengarnya tapi aku samar-samar mendengar kalau anak itu mengatakan 'Zero'. Tunggu dulu... Zero... Tn. Black... Kenapa aku juga merasa perna mendengar nama ini?" pikir Tn. Rodgers mengingat-ingat.


"Sudah! Cukup basa-basinya! Sekarang cepat beritahu aku rahasia keunikan dari tubuhmu? Kenapa kau tidak mati oleh racun itu?" kesabaran Tn. Black sudah hampir sampai batasnya.


"Aku juga tidak tahu. Sejak lahir tubuhku ini memang sudah kebal terhadap semua jenis racun. Tanpa obat penawar apapun tubuhku akan menetralkan sendiri semua jenis racun yang masuk ke aliran darah. Tapi karna telah terlalu sering darahku ini terpapar racun, perlahan-lahan darahku ini malah berubah menjadi racun itu sendiri. Jadi berhati-hati saja. Setetes darahku cukup membunuh kalian semua di ruangan ini," jelas Julius dengan tatapan dingin.


"Oh... Menarik. Sepertinya aku harus..."

__ADS_1


"Biar aku tebak," potong Julius. "Kau pasti berencana mengambil sampel darahku, membawanya ke laboratorium untuk diteliti lalu berencana apa kau bisa membuat suatu ramuan yang dapat kau gunakan agar tubuhmu juga kebal terhadap racun. Benar, bukan?"


"Kau bocah yang pintar. Dalam sekejap saja kau sudah bisa membaca pikiranku."


"Memang ada alasan lain selain itu?"


"Aku mengakui kalau dia lumayan pandai mengulur dalam waktu," batin Death knell.


..."Peringatan! Penyusup terdeteksi!"...


..."Peringatan! Penyusup terdeteksi!"...


Mereka semua dikagetkan dengan suara peringatan yang tiba-tiba muncul berulang-ulang kali. Bersamaan dengan itu, kemudian listrik di ruangan tersebut mengalami gangguan. Lampu tampak berkedip-kedip beberapa kali dan semua layar komputer terus menampilkan tanda peringatan berwarna merah.


"Apa-apaan ini? Siapa yang berani menyusup ke tempatku? Kalian semua, tangkap orang itu!!" perintah Tn. Black pada anak buahnya.


Sebagian dari orang diruangan itu keluar untuk menangkap si pelaku penyusupan dan sebagian lagi membereskan sedikit kekacauan yang terjadi di jaringan komputer. Masalah yang diperbuat orang itu adalah mengganggu sistem kelistrikan di bangunan tersebut. Entah apa yang telah dilakukannya dan bagaimana caranya tapi yang pasti tegangan listrik di bangunan tersebut menjadi tidak beraturan. Lama-kelamaan hal itu menyebabkan kerusakan pada sistem komputer.


"Ini kesempatan kita!" ujar Death knell sambil melompat turun dari ruang ventelasi.


"Nanti dulu..." cegat Tn. Rodgers namun sudah terlambat.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ξκύαε


__ADS_2