Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Siapa kau?


__ADS_3

Lina membuka matanya dan mendapati kepalanya masih dibungkus kain hitam. Ia merasa kaki dan tangannya terikat di kursi begitu ia menggerakkannya. Lina cukup tenang menghadapi situasi ini. Tapi siapa yang menculiknya? Itu yang menjadi pertanyaan. Sekelompok orang ini sepertinya bukan orang biasa. Mereka hampir sama seperti orang-orang yang Daniel kirim untuk menculiknya dulu. Namun kali ini kekuatan mana yang menyamai Daniel dan berani menculiknya. Perasaan ia tidak menyinggung orang-orang berpengaruh akhir-akhir ini.


Kain hitam yang menutupi kepalanya di buka paksa. Sinar terang dari cahaya lampu seketika menusuk mata Lina, membuat gadis itu memejamkan matanya kembali lalu berkedip berkali-kali. Serasa membaik, pandangan pertama kali yang Lina lihat adalah seorang wanita dengan cambuk di tangannya. Ia adalah Rylie.


"Siapa kau?" tanya Lina. Ia merasa tidak perna berurusan dengan wanita satu ini. Kenapa ia menculik dirinya?


"Kau tidak perlu tahu siapa aku," kata Rylie sambil berjalan mendekat. Suara dari sepatu hak tinggi berwarna hitam itu begitu terdengar ketika menyentuh lantai. "Tapi aku dengar kau adalah kekasih Daniel. Seorang CEO muda dari perusahaan Flors yang dikenal misterius. Ia memiliki identitas tersembunyi di dunia bawah tanah. Apa itu benar?" bisik Rylie di telinga Lina ketika ia mengitarinya.


"Jika kau mempunyai masalah dengan Daniel, kenapa tidak langsung saja menculiknya dari pada repot-repot menculikku," kata Lina dengan wajah masam.


"Aku cukup terkejut dengan reaksimu. Bukankah kau itu pacarnya?"


"Hah! Itu hanya sandiwara. Siapa yang mau dengan pria es batu itu!" Lina memalingkan mukanya yang kesal.


Rylie terdiam sebentar menatap Lina, tapi lalu tiba-tiba ia menarik belati yang tersemat di pahanya dan menyodorkan itu tepat ke tenggorokan Lina. "Aku tidak percaya itu. Jangan mencoba-coba membodohiku untuk dapat kabur dari sini."


"Apa?! Aku sudah berkata jujur tapi kau tetap tidak mau percaya padaku dan menganggap ku sebagai pembohong."


"Anggap saja kau gadis tersial karna kau bertemu denganku. Kita lihat. Apa benar kau itu cuman kekasih palsu Daniel atau bukan? Akankah ia bersedia datang menyelamatkan mu seperti seorang pangeran berkuda?"


"Kau gadis aneh! Sudah aku bilang kalau semua itu cuman sandiwara. Aku bukan kekasihnya. Mau ditunggu berapa lama pun dia tidak akan datang. Dia tidak akan memperdulikan hidup dan matiku. Kau sungguh sia-sia menculikku jika ingin mengancamnya!"


"Kau gadis kecil yang sangat berani ya. Kau orang pertama yang berani bicara seperti itu padaku."


"Memangnya siapa dirimu? Aku bahkan perna membentak pria brengsek itu! Menurutmu? Aku yakin kau bahkan tidak berani menyentuhnya sampai-sampai menculikku untuk membalas pria brengsek itu!"


"Kau jangan macam-macam!" Rylie menarik rambut Lina kebelakang dengan sangat kuat sambil melotot. "Aku bisa saja langsung membunuh saat ini juga!!"


"Lakukan," tatapan tajam Lina menatang.


"AAA!!" Rylie mendorong kepala Lina ke depan dengan geram. Ia berjalan beberapa langkah kemudian mengayunkan cambuknya sekali dan tepat mengenai lengan atas sebelah kanan Lina.

__ADS_1


"Argh...!" pekik Lina tertahan. Ia merasa lengannya memar akibat cambukan tersebut.


"Aku tidak akan membunuh mu. Tapi akan kubuat kau mengalami penderitaan yang paling berat dirasakan oleh setiap gadis seperti dirimu. Kau akan merasakan lebih baik mati dari pada bertahan hidup."


Rylie berbalik pergi meninggalkan Lina sendirian di ruangan itu. Tepat di depan pintu Rylie terlihat berbisik pada seseorang.


"Aku serahkan ia padamu."


"Tenang saja. Gadis manis ini akan menjadi permata di tempatku. Aku sudah mendapat penawar tertinggi. Ia adalah pengusaha kaya yang sangat suka bersenang-senang dengan wanita muda yang masih polos," senyum jahat terukir di wajah wanita gemuk dengan riasan tebal diwajahnya. Ia sepertinya seorang muncikari.


"Bagus. Jika tugas ini berhasil akan kuberi tambahan uang untukmu."


"Itu tidak perlu. Aku bahkan sudah mendapat keuntungan yang besar dari gadis ini. Anak-anak ayok berkerja. Kalian dandani gadis ini untuk dipersembahkan pada tuan besar," panggil sang muncikari pada bawahannya.


Dua pria masuk menghampiri Lina yang tertunduk dengan wajah sepenuhnya tertutup helaian rambutnya. Dua pria itu melepaskan ikatan yang pada tangan dan kaki Lina. Setelah ikatan terlepas Lina mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri. Tapi Lina kalah cepat dengan cengkraman dua pria tersebut. Lina mencoba memberontak namun tidak berhasil melepaskan diri. Efek dari obat bius itu masih tersisa sedikit.


"Jangan melawan gadis kecil. Kau akan mendapatkan pengalaman yang sangat indah bersama tuan besar," muncikari tersenyum sambil meletakan kipasnya tepat di dagu Lina.


Lina tidak berkata apa-apa. Ia hanya menatap benci pada muncikari itu.


Dua pria itu membawa Lina ke ruangan lain atau lebih tepatnya sebuah kamar. Sudah ada dua orang wanita di kamar itu yang akan membantu Lina berganti pakaian dan juga menghias diri. Beberapa menit kemudian, kostum kelinci yang sangat ketat dan minim kini telah melekat pada tubuh Lina. Penampilan Lina saat ini seperti gadis penggoda di klub malam. Setelah itu ia di tinggalkan begitu saja dalam kamar tersebut terkunci. Lina beberapa kali menggedur pintu dan berteriak minta dilepaskan namun percuma, tidak ada jawaban.


"Apa gadisnya sudah siap?" tanya seorang pria bertubuh gempal dengan rantai emas melingkar di lehernya. Wajah super mesum itu tidak bisa di sembunyikan lagi.


"Sudah siap tuan besar. Saya bisa pastikan anda akan sangat puas dengan barang satu ini. Ia adalah gadis muda yang sangat manis. Tubuh mungil nya sangat sesuai dengan selera anda," kata muncikari tersebut.


"Aku sudah tidak sabar. Dimana dia?" terlihat air liur sudah menetes di bibir pria itu.


"Ia sudah menunggu anda di kamar. Selamat bersenang-senang tuan besar."


"Gadis kecil datanglah ke pelukanku."

__ADS_1


Pria itu memutar knop pintu lalu melangkah masuk. Ia seketika menggunci pintu begitu melihat Lina terbaring di atas tempat sambil menutupi dirinya dengan selimut.


"Gadis kecil ini ternyata pemalu. Ayok sayang kita bersenang-senang."


Pria itu menari selimut yang tenyata di baliknya hanyalah susunan bantal. Pria itu tersentak dan menghempaskan selimut dengan kesal.


"Dimana kau bersembunyi gadis kecil! Apa kau mau bermain petak umpet denganku?"


"Tidak. Tapi aku mau menghajarmu."


Tiba-tiba Lina muncul tepat di belakang pria itu siap menghantam kepalanya yang sedikit rambut itu dengan meja kayu berukuran kecil sampai patah dan menyisakan kaki meja saja. Hantaman dari meja itu cukup membuat pria tersebut berteriak kesakitan.


"ARGHH ! ! Kau sungguh berani ya gadis kecil! Aku akan membuatmu menderita!"


"Kepalamu itu keras juga, tapi apa yang di bawah itu sama kerasnya?"


Tunjuk Lina menggunakan kaki meja yang sudah patah ke arah yang tersembunyi di balik celana pria itu. Dengan senyum jahat Lina melemparkan kaki meja itu dan tepat mengenai apa yang di tunjuk nya. Pria tersebut seketika meringkuk kesakitan. Lina mengambil kesempatan ini untuk mengikat kaki dan tangan pria tersebut menggunakan seprei, lalu menyandarkannya di tempat tidur.


"Apa yang mau kau lakukan padaku gadis kecil!!"


"Bermain. Akan ku tunjukan permainan yang sangat menyenangkan untukmu."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2