Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Selangkah lagi untuk mengetahui kebenarannya


__ADS_3

Di kediaman keluarga Cershom. Ducan melangkah masuk menunjuk ruang kerjanya yang ada di lantai tiga. Violet yang tiduran di sofa ruang tamu sambil menikmati camilannya seketika duduk begitu melihat ayahnya yang baru pulang. Sepertinya ia tidak merasakan sakit perut lagi.


"Ayah baru pulang? Apa ayah sudah tahu siapa Oleander ini?"


"Iya."


"Siapa?"


"Kau sudah bertemu dengannya hari ini. Ayah mau ke ruang kerja. Jangan menggagu," Ducan melanjutkan langkahnya menaiki tangga.


"Aku sudah bertemu dengannya? Siapa? Alah sudahlah, aku tidak peduli."


Sampai di ruang kerja, Ducan seketika langsung mengunci pintu. Ia ingin meluapkan rasa bahagia nya tanpa diketahui siapapun. Diambilnya foto keluarga kecilnya di dalam brankas. Didekapnya erat foto itu di pelukannya.


"Oh... Ariana. Akhirnya aku menemukan putri kandung kita. Ia sudah tubuh besar dan cantik seperti dirimu. Dia juga seorang Master ahli racun yang sangat hebat, dan juga dia sudah menemukan cintanya. Kau pasti senang mendengar semua ini, bukan? Tapi sayang, maafkan aku. Aku belum sanggup membawanya pulang malam ini. Sebagai ayahnya aku telah bersalah padanya. Kemana aku di tahun-tahunnya yang sangat membutuhkan seorang ayah. Hari-harinya semasa kecil, sekolah, ramaja aku tidak ada disana menemaninya melewati semua itu. Ia pasti sudah sangat menderita selama ini. Maafkan aku putri kecilku. Aku sudah gagal menjadi ayahmu. Izinkan aku menebusnya mulai dari hari ini, esok dan selanjutnya. Aku akan mengembalikan semua hak yang sudah seharusnya menjadi milikmu. Tidak akan kubiarkan orang-orang itu merebutnya."


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


"Qazi, laporanmu."


"Hasilnya sedikit kurang memuaskan tuan muda. Saya hanya mendapat informasi kalau nona Lina diselamatkan dari gubuk tua dalam kondisi sangat memprihatinkan. Ia mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kanan dan kehilangan banyak darah. Wanita yang menyelamatkannya segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Nona Lina kecil mengalami kondisi kritis dan dirawat lebih dari setengah bulan di rumah sakit tersebut. Saya tidak berhasil mendapatkan jenis peluru yang pernah bersarang ditubuh nona Lina kecil, dan juga gubuk tempat dimana ia perna ditemukan sudah hancur. Tidak ada bukti atau petunjuk yang dapat ditemukan lagi disana," jelas Qazi.


"Oh... Itu berarti sudah hampir mustahil untuk mengetahui masa lalu kucing kecil jika hanya mengandalkan informasi yang kau dapat."


"Maafkan saya tuan muda. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin."


"Sudahlah, aku tidak menyalahkan mu. Tadi sore Tn. Cershom bertamu ke rumah. Ia menanyakan nama serta liontin yang dimiliki kucing kecil. Aku berspekulasi ada hubungannya masa lalu kucing kecil dengan keluarga Cershom. Besok malam Tn. Cershom mengundang kucing kecil untuk makan malam serta memberitahu sebuah kenyataan. Aku akan menemani kucing kecil untuk menghadiri makan malam tersebut. Aku meminta mu untuk menyelidiki seluk-beluk keluarga Cershom. Cari tahu semuanya, saudara, musuh dan semua orang yang memiliki hubungan dengan keluarga Cershom tampa terkecuali."


"Baik tuan muda."


"Pergilah."

__ADS_1


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Keesokan harinya, pukul 16.20 Lina sedang bersiap untuk memenuhi undangan makan malam dari Tn. Cershom. Dalam balutan gaun longgar berwarna merah dengan bahu terbuka. Pada malam ini Lina akan mengetahui kebenaran dari masa lalunya, siapa orang tua kandungnya dan siapa musuh yang mengincar nyawanya. Ditemani Daniel, mereka berangkat ke tempat tujuan. Bukan di kediaman keluarga Cershom, namun alamat yang diberikan Ducan menujuh ke arah sebuah vila ditepi pantai yang cukup terpencil.


Kebingungan dan rasa penasaran semakin menyelimuti Lina. Mengapa Tn. Cershom mau bertemu di tempat terpincil seperti ini? Apa harus serahasia itukah untuk memberitahu jati dirinya? Penjagaan di vila ini juga sangat ketat. Hanya Lina dan Daniel saja yang di perbolehkan masuk ke vila. Di dalam vila mereka di sambut beberapa pelayan wanita. Ruang dalam vila ini berhiaskan nuansa klasik dengan prabotan antik. Lina cukup terpukau melihatnya.


"Wow... Vila ini sungguh mengangumkan."


"Kau benar. Hampir seluruh benda disini merupakan barang antik."


"Hei, lihat ini Daniel. Semua ornamen kucing ini begitu lucu," Lina mencoba untuk melihat lebih dekat semua ornamen yang tersimpan di balik lemari kaca.


"Itu bukan ornamen kucing biasa. Semuanya berasal dari peradaban mesir kuno. Nilai dari satu ornamen ini setidaknya bernilai jutaan di pasar lelang."


"Benarkah? Kalau itu saja baru satu, bagaimana dengan nilai keseluruhan semua ornamen ini? Belum lagi untuk barang yang lainnya. Astaga aku tak bisa membayangkannya. Pantas saja penjagaan di vila ini sangat ketat."


"Semua ini benar-benar tak ternilai harganya. Aku tidak mengira kalau keluarga Cershom memiliki aset tak ternilai seperti ini."


"Kau saja tidak tahu. Apa mungkin memang tidak ada yang tahu? Yang menjadi pertanyaan, kenapa Tn. Cershom mengundang kita kesini? Apa hubungannya dengan semuanya?"


"Iya, kita akan tahu semuanya. Masa lalu yang selalu menjadi bayang-bayang dalam hidupku. Dulu aku juga sempat berencana mencari tahu tentang keluargaku namun tidak ada petunjuk sama sekali. Peninggalan ibuku cuman liontin ini," Lina menatap sedih liontin yang melingkar di lehernya.


"Veliana!"


Lina dan Daniel dikejutkan dengan teriakan Ducan yang begitu riangnya disaat melihat Lina telah datang. Ia berlari dan hendak memeluk putrinya itu namun dengan cepat Daniel mencegatnya.


"Eh? Apa dia Tn. Cershom yang sama? Kenapa sikapnya berubah terbalik hari ini?" batin Lina


"Tn. Cershom bisa kan anda menjaga sikap anda?" ujar Daniel yang menahan kepala Ducan agar tidak mendekati Lina.


"Beginikah caramu memperlakukan ayah mertuamu?!!" kesal karna dicegat untuk memeluk putrinya, Ducan menepis tangan Daniel cukup kuat.

__ADS_1


"Aku tidak menikahi putrimu Tn. Cershom. Bagaimana bisa kau jadi ayah mertuaku?"


"Tapi kalian sudah bertunangan."


"Pertunangan itu selalu diundur dan sama sekali tidak perna terjadi."


"Apanya yang tidak perna terjadi? Pertunangan itu sudah ada sejak kalian masih kecil."


"Pertunangan itu hanya omongan sekilas diantara kalian para orang tua. Aku tidak mengakuinya sama sekali."


Lina hanya kebingungan melihat pertengkaran anak kecil itu. "Eh... Daniel, Tn. Cershom. Apakah pantas kalian sebagai orang besar dan terpandang bertengkar seperti anak kecil," ujar Lina mencoba melerai mereka berdua.


"Tidak. Ini harus diselesaikan!" kata mereka serempak.


"Oh. Kalau begitu lanjutkan pertengkaran kalian! Aku mau pulang," dengan kesal Lina berbalik pergi.


"Eh... Tunggu, tunggu. Sayang, jangan pergi," ujar mereka berdua yang bergegas menghalang Lina agar tidak pergi.


"Jika kalian masih bertengkar sebaiknya lupakan saja," dengan wajah cemberut Lina melipat kedua tangannya di atas perutnya.


"Maaf, maafkan kami sayang. Jangan cemberut begitu, tersenyumlah. Mari kita menikmati hidangan yang telah disiapkan koki ahli. Kita bisa berbincang sambil makan. Aku harap kau menyukai menu hari ini, atau kau bisa memberitahu ku makanan kegemaranmu. Aku bisa meminta koki langsung membuatkannya untuk mu," Kata Ducan membimbing Lina menuju tempat makan yang telah di sediahkan, meninggalkan Daniel disana.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2