Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Acara lelang


__ADS_3

Acara lelang di mulai oleh pembawa acara yang juga menggunakan topeng. Sebagai pembukaan, barang pertama yang akan di lelang adalah sebuah cermin rias abad Viktoria. Cermin itu berlapis emas 24 karat berhiaskan batu safir. Pembawa acara menjelaskan lebih rinci cermin rias itu begitu di tampilkan pada hadirin. Ia mulai membuka tawaran pertama yang segera di sambut salah satu penawar kemudian disusul yang lain secara bergantian.


"Apa kau tertarik dengan cermin itu?" tanya Lina.


"Tidak. Tidak sama sekali. Untuk apa cermin kecil itu jika aku bisa memilik cermin selebar dinding dengan harga jauh yang lebih murah."


"Tujuan orang membeli barang antik bukan untuk fungsinya tapi sebagai barang koleksi dan mungkin tujuan lainnya."


"Aku tahu itu, tapi aku tidak suka mengoleksi barang antik dan juga tidak berguna untukku."


Pelelangan terus berlanjut dengan kebanyakan adalah barang antik. Lina sedikit bosan menyaksikan pelelangan ini sambil menikmati buah-buahan yang disediakan pihak pelelangan khusus untuk tamu VIP, dengan Daniel sebagai tukang kupas buahnya. Ganoderma Darah yang diinginkan Lina belum muncul juga.


"Baiklah. Mari kita sambut barang ke-25 yaitu Racun Blue Lotus."


Pembawa acara itu mempersilakan orang wanita untuk membawa masuk barang yang dimaksud. Sebuah tabung kecil seukuran telunjuk berisi cairan berwarna biru kristal begitu cantik memantulkan cahaya lampu dalam sebuah kotak kaca.


"Daniel lihat. Itu racun yang aku buat," tunjuk Lina sambil berbisik. Ia kembali semangat disaat racunnya mulai dijelaskan pembawa acara.


"Oh, benarkah?"


"Racun ini dibuat oleh seorang master ahli racun dengan nama samaran Oleander."


"Master ahli racun? Pembawa acara ini terlalu berlebihan."


"Tidak juga. Itu cocok untukmu," kata Daniel sambil menyodorkan buah apel yang sudah di potong.


"Terima kasih," Lina menerima apel itu dan langsung memakannya.


"...ini merupakan jenis racun mematikan yang dapat melumpuhkan saraf dalam hitungan detik dan akhirnya tewas. Tidak ada bau, tidak ada rasa dan tak berwarna. Sangat bersih untuk melakukan tindak pembunuhan," jelas pembawa acara itu dengan nada menggoda agar para peserta lelang tertarik menawarnya. "Dibuka dengan tawaran terendah 50.000 dolar."


"60.000!" tawar seseorang sambil mengangkat papan penawaran.


"80.000!" sambung yang lain.


"90.000!"


Penawaran terus meningkat dari para peserta lelang. Mereka terlihat antusian ingin mendapatkan racun tersebut. Karna jarang-jarang ada racun dalam pelelangan setiap tahunnya.


"Wah. Aku tidak menyangka mereka begitu tertarik dengan racun buatan ku. Itu baru racun biasa dari koleksiku. Bagaimana jadinya jika aku melelang racun lainnya?" tanya Lina pada diri sendiri.


"Aku bisa membantumu meningkatkan harga penjualan racunmu."


"Oh... Bagaimana caranya?" tanya Lina penasaran.


"300.000!" kata Daniel sambil mengangkat papan penawarannya.


Lina tersentak mendengar itu. "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menawarnya begitu tinggi? Jika kau mendapatkannya, itu sama saja dengan percuma."


"Jangan khawatir."

__ADS_1


"Baiklah, ada yang mau menawar lagi?" senyap dalam 30 detik. "300.000 satu, 300.000 dua..."


"320.000!" ujar seorang wanita yang duduk di kursi VIP di sebrang Lina dan Daniel.


"350.000!" timpal Daniel.


"Kau, kau masih menawar? Bagaimana kalau ia tidak mau lagi nantinya?"


"Aku tahu apa yang aku lakukan. Ini sering terjadi."


"360.000!"


"380.000!"


"385.000!"


"390.000!"


"400.000!"


"Daniel sudah cukup. Ini sudah sangat tinggi." cegat Lina agar Daniel tidak menawar lagi.


"Jangan takut. Aku tahu wanita itu sangat menginginkan racunmu. Ia akan menawar sampai berapapun harganya," Daniel berusaha meyakinkan Lina. "410.000!"


"Siapa si orang ini? Membuat aku geram saja," batin wanita itu yang mulai kesal. "420.000!"


"Hm! Sepertinya pria ini sudah kehabisan dana. Kita lihat apa kau bisa menawar lebih tinggi dariku. 450.000!"


"Wow, sepertinya ia mau mengakhiri ini. Mari kita tambah sedikit lagi," batin Daniel. "451.000!"


"Apa?! Berani sekali ia masih menawar. Tidak ada yang bisa merebut apapun dariku. Jika aku menginginkannya, maka aku akan mendapatkannya," batin wanita itu semakin kesal. "500.000!"


"500.000 ya... Em... Sepertinya aku tidak sanggup lagi bersaing denganmu nona."


"Rasakan itu. Kau pikir bisa merebut apa yang aku mau?" batin wanita itu. Senyum puas terukir di wajahnya.


"Ada yang mau menawar lebih tinggil lagi? 500.000 satu, 500.000 dua, 500.000 tiga," palu diketuk. "Selamat nona yang ada di kursi VIP no 6 berhasil mendapatkan racun Blue Lotus."


"Wanita yang malang. Dia tidak tahu kalau sudah di tipu olehmu," ujar Lina sambil melirik Daniel. "Darimana kau tahu kalau dia sangat menginginkan racun itu?"


"Dari gerak-geriknya memperhatikan setiap penawar yang ada di bawah sana. Ia sedang menunggu para penawar menipis, lalu disaat itu lah dia muncul untuk melakukan penawaran."


"Pandangan mu bagus juga ya," sambil tersenyum tiba-tiba Lina menutup kedua mata Daniel menggunakan sebelah tangannya. "Sudah berapa lama kau memperhatikan dia?"


"Hah, apa?! Tunggu, tunggu. Aku tidak bermaksud begitu."


"Ooh... Tidak apa-apa. Aku cuman teringat ada satu ramuan racun yang belum aku uji coba. Mau membantuku?"


"Tamat sudah riwayaku. Aku lupa kalau cara kucing ini cemburu begitu mengerikan," kata Daniel dalam hati. "Eh... Sayangku, tidak perlu sampai seperti ini, kan? Tidak kah kau mau memujiku karna membuat wanita itu membeli dengan harga tinggi?"

__ADS_1


"Kali ini. Aku harap tidak ada kedua kalinya."


"Iya, baiklah."


Perlelanggan kembali berlanjut ke barang selanjutnya sampai yang Lina tunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Ganoderma Darah menjadi barang yang di lelang pada urutan ke-29. Pembawa acara mulai menjelaskan tenang Ganoderma Darah ini.


"...dengan harga terendah 100.000 dolar."


"110.000!"


"120.000!"


"140.000!'


"..." para peserta lelang terus kejar-kejaran menawar Ganoderma Darah tersebut.


"Peminat dari Ganoderma Darah banyak juga. Apa yang mau mereka lakukan pada Ganoderma Darah ini?" pikir Lina.


"Apa kau mau menawarnya sendiri?" tanya Daniel sambil memberikan papan penawaran pada Lina.


"Entahlah, sepertinya Ganoderma Darah sangat mahal. Terlihat semua orang terus meningkat harga nya."


"Tidak perlu takut dengar harga yang tinggi. Bukankah aku sudah janji padamu untuk memberikan Ganoderma Darah sebagai pertukaran racun mu dulu," Daniel mengangkat tangan Lina yang telah memengang papan penawaran. "450.000!"


"Kau menaikkan harga sampai 50.000 dolar."


"Agar mereka semakin sedikit yang manawar."


"470.000!" teriak salah satu perserta lelang yang masih ingin menawar.


"480.000!"


"500.000"


Daniel terus membantu Lina menawar. Dia tidak akan membiarkan Ganoderma Darah tersebut jatuh ke tangan orang lain. Sampai Ganoderma Darah bernilai 700.000 dan tentu saja Daniel yang berhasil mendapatkannya. Lina hanya diam. Ia tidak akan mengira kalau harga Ganoderma Darah bisa setinggi itu. Uang dari hasil penjualan racun saja tidak mencukupi untuk membeli Ganoderma Darah tersebut.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2