Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Kau tidak bisa memohon


__ADS_3

"Aww!" rintih Lina (Violet).


Bukannya bertanya keadaan Lina (Violet), Daniel mala menimpalinya. Ia memengangi pinggul Lina (Violet) lalu memaju-mundurkan tubuhnya dengan tempo yang langsung cepat.


"AH! Daniel. AAH...... Apa yang kau lakukan? Sakit." rintih Lina (Violet) sambil mencengkram kuat pinggiran sofa disaat menerima hantaman itu.


"Menurutmu?"


"AH! Tapi tadi kau bilang... Ah... Hanya berjalan-jalan."


"Iya berjalan-jalan, bukan berarti aku tidak akan melakukan ini padamu. Oooh... Kau membuatku tidak bisa menahan diri," Daniel mala mempercepat gerakannya dan semakin kasar.


"Lebih lembut lah. AAAHH ! ! ! Kau menyakitiku. Hmmmph...."


Pintak Lina (Violet) memohon, namun dihiraukan Daniel. Dia tidak peduli dengan rintihan kesakitan yang dirasakan Lina (Violet). Ia terus melanjutkan permainannya yang brutal. Lina (Violet) hanya bisa mencengkram kuat pinggiran sofa dengan satu tangan menahan perut palsu nya yang bergerak naik sangking kuat dorongan yang Daniel berikan.


"Cukup Daniel. Kumohon... AAH! Berhenti. Sakit... Hiks... Hiks..." Lina (Violet) tidak bisa menahan air matanya lagi. Rasa kenikmatan yang sebelumnya kini berubah menyakitkan di area bawahnya.


"Tidak ada kata berhenti, sayang. Akan kubuat kau lemas malam ini."


"Stop! Aku tidak kuat lagi. AAH! Oohooo... Sakit."


"Aku akan keluar. Bersiaplah!"


"AAAAHHH ! ! !"


Pekik Lina (Violet) disaat semburan panas kembali mengisi perutnya.


"Haa... Haa... Haa..." ia mengatur mengatur nafasnya yang sesak.


Lina (Violet) terkulai lemas terbaring di lantai setelah Daniel menarik diri darinya. Ia tidak sanggup lagi berdiri, bahkan mengangkat kelingkingnya saja tidak bisa. Perlahan pandangannya menghilang. Daniel segera mengangkat tubuh Lina (Violet) dan kemudian membaringkannya di tempat tidur dengan lembut. Baru setelah itu menarikan selimut untuk menutupi tubuh Lina (Violet) sampai menyisakan kepalanya saja. Daniel mengenakan pakaiannya kembali setelah membersikan diri. Ia keluar dari kamar tersebut dan masih sempat melirik Lina (Violet) sebelum menutup pintu. Ia berjalan turun ke bawah.


"Bagaimana? Apa kau menikmatinya?" tanya seseorang yang duduk santai di sofa ruang tamu sambil menikmati teh jahe.

__ADS_1


"Luar biasa. Ia begitu sempit. Seperti instruksi tuan muda, saya telah membuat dia lemas. Dia sudah tertidur sekarang," kata...


Et... Tunggu, tunggu. Apa maksudnya ini? Jadi selama ini yang ada di dalam dan bermain bersama Violet tadi ternyata orang lain. Kenapa kalian tidak memberitahu ku? Kalian membuat para pembaca menjadi salah paham! Hah... Begitulah. Ternyata Daniel sudah mengetahui dari awal rencana licik Violet. Jadi ketika ia mematikan lampu, itu adalah kesempatan ia bertukar tempat dengan orang yang ia sewa sebelumnya untuk bermain bersama Violet. Seorang pria berotot kekar dengan tubuh tinggi yang melebihi Daniel, Violet pasti teperangak jika tahu siapa yang telah menggagahinya.


"Bagus. Aku sudah mengirim uang tambahannya ke rekening mu sesuai dengan yang aku janjikan. Kau boleh pergi sekarang."


"Terima kasih, tuan muda. Seharusnya anda tidak perlu memberikan uang tambahan itu. Sayalah yang sebenarnya paling diuntungkan disini."


"Oh, kau mencoba menolak kebaikanku?"


"Tidak. Bukan, bukan itu maksud saya."


"Sudahlah. Jangan banyak basa basi."


"Baik. Saya akan pergi sekarang."


Pria itu melangkah pergi ke luar setelah memberi hormat pada Daniel.


"Dasar gadis bodoh. Bagaimana rasanya? Kau pasti menikmatinya, bukan? Haha... Violet, Violet. Kau pikir aku akan dengan mudah masuk ke perangkap kecilmu itu? Secangkir anggur itu tidak akan bisa membuat aku mabuk. Walaupun aku mabuk juga sih, aku masih bisa mengendalikan diriku. Di dunia ini cuman ada satu wanita yang membuatku tidak bisa menahan diri. Dia adalah kucing kecilku, yang sampai sekarang aku masih belum bisa menemukannya. Dimana kah dirimu, sayang? Kami merindukanmu."


"Teryata sudah jam segini. Aaww.... Tidak aku sangka Daniel sangat kasar disaat mabuk. Aku sedikit kapok membuat dia mabuk lagi. He, Lina pasti perna dalam kondisiku saat ini begitu Daniel bermain dengannya. Aku cukup kagum pada Lina. Dengan tubuh kecilnya itu dapat bertahan dalam permainan Daniel yang kasar. Tapi..." sambil tersenyum Violet meletakan tangannya di perutnya. "Aku juga sangat senang semalam. Kini Daniel menjadi milikku seutuhnya. Benihnya akan tumbuh dalam diriku."


"Kau sudah bangun, Lina?" sapa Daniel yang melangkah masuk dan mengambil tempat dudu di tepi ranjang.


"Daniel," Violet mencoba bangkit namun segera di cegat Daniel.


"Tidak. Tetaplah berbaring. Aku tahu kau pasti lelah semalam. Maafkan aku ya."


"Tidak apa-apa. Sebagai istrimu sudah kewajibanku melayanimu."


"Istirahatlah. Aku sudah meminta pelayan membawakan makan untuk menambah staminamu ke sini. Kau harus menghabiskannya."


"Iya."

__ADS_1


"Aku berangkat ke kantor dulu," Daniel bangkit lalu melangkah pergi.


"Hati-hati di jalan," kata Violet membuat Daniel menoleh.


Daniel cuman memberi senyum tipis setelah itu menutup pintu. Tak berselang lama, dua pelayan masuk ke kamar Violet sambil membawakan makan yang Daniel pinta. Violet dengan cepat menghabiskan makanan tersebut karna memang ia cukup lapar. Setelah menghabiskan sarapan itu, kini tubuhnya sedikit ada tenaga untuk nya turun dari tempat tidur dan mandi.


Seharian ini Violet cuman berbaring di tempat tidur, memainkan hpnya, menonton tv atau membaca buku. Ia malas melakukan kegiatan lainnya seperti melancarkan aksinya menyikirkan dua anak Lina tersebut. Biarlah esok saja dia melakukannya. Untuk hari ini ia ingin bersantai. Rasa nyeri di area antara pahanya masih terasa sampai malam menjelang tiba.


Pagi esoknya kemudian. Setelah sarapan dan Daniel juga sudah berangkat ke kantor. Violet menghampiri Julius dan Julia yang bermain di ruang bermain.


"Julius, Julia. Apa kalian mau jalan-jalan hari ini?" tanya Violet begitu menghampiri.


"Jalan-jalan?" ulang Julia. Ia menatap Violet yang tersenyum pada mereka.


"Dia pasti merencanakan sesuatu," pikir Julius.


"Iya. Kita bisa ke taman hiburan, bioskop, kebun binatang atau cuman sekedar berjalan-jalan santai di taman. Hari ini mama ingin menghabiskan waktu bersama putra-putri mama, bagaimana?" bujuk rayu Violet.


Julia menoleh pada kakaknya yang mengganguk. "Okey. Aku mau makan es krim."


"Baiklah. Mama akan membelikan es krim untuk kalian."


Hampir 10 menit Violet menunggu Julius dan Julia bersiap-siap. Entah apa yang mereka persiapkan sampai memerlukan waktu selama itu. Tapi Violet tidak menghiraukannya. Yang terpenting rencananya hari ini tidak boleh gagal. Melihat mereka berdua turun dari tangan dengan pakaian yang telah berubah, tanpa basa basi Violet segera mengajak mereka keluar. Tepat di depan rumah sudah ada mobil yang siap mengantar kemanapun mereka pergi hari ini. Mobil melaju meninggalkan halaman rumah begitu mereka masuk.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2