Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Hadiah kelulusan


__ADS_3

Jam 15.32. Dalam keadaan mata ditutup kain hitam, Lina dibimbing keluar dari mobil oleh Daniel. Lina masih kebingungan apa yang sedang mereka rencanakan. Ia cuman pasrah saja mengikuti semua kemauan mereka tanpa bisa bertanya, karna percuma juga. Daniel tidak akan memberitahukannya.


"Hati-hati melangkah," kata Daniel sambil membimbing Lina.


"Sebenarnya kemana kau mau membawaku?"


"Jika aku memberitahu mu, maka kejutannya akan gagal. Kita sampai. Kau siap?"


"Aku selalu siap untuk apapun."


Daniel membuka kain yang menutupi mata Lina. Begitu kain dibuka, butuh beberapa detik bagi Lina untuk menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya. Disaat pandangannya membaik, Lina dibingungkan dengan seutas pita di depan pintu sebuah gedung. Ia melirik ke yang lain dengan raut wajah bertanya.


"A, apa maksudnya ini? Pita apa ini?"


Ducan berjalan mendekati Lina dengan membawa sebuah gunting. "Ini adalah hadiah kelulusan untukmu dari kami semua karna kau telah berhasil meraih peringkat pertama."


"Hadiah kelulusan?"


"Iya, sayang. Sebuah rumah sakit atas nama diri mu," jelas Daniel.


"Rumah sakit?! Wow... Ini sungguh hadiah yang sangat tidak terduga. Terima kasih semuanya."


"Silakan potong pita nya sebagai dibukanya rumah sakit ini," ujar Ducan sambil menyerahkan sebuah gunting pada Lina.


Lina menerima gunting tersebut. "Aku persembahkan rumah sakit ini untuk Ramona, karna dukungan, kerja kerasnya dan berkat dia aku bisa mengenyam pendidikan untuk mengapai cita-cita ku. Maafkan aku Ramona. Aku belum bisa menjadi putri yang baik bagimu. Dimasa kejayaanku, kau tidak ada untuk menikmatinya. Ramona artinya Penyelamat. Dengan ini, hari ini. Rumah sakit Ramona secara resmi aku buka!"

__ADS_1


Lina menggunting pita tersebut, bersamaan dengan itu riuh tepuk tangan dan sorakan mengalun-alun dari semua orang hadir. Lina seketika memeluk ayahnya dalam tangis bahagia.


Tidak sampai disitu, setelah acara pembukaan rumah sakit dan berkenalan dengan seluruh stap pegawainya. Malam harinya, di pinggir pantai dekat vila yang berhiaskan bintang. Sebagai penutup, mereka mengadakan acara BBQ bersama.


"Ini malam yang indah," Daniel menghampiri Lina yang lagi duduk sambil menikmati bintang.


"Bintang-bintang di malam ini mengingatkanku sewaktu kecilku yang suka memandang langit malam. Hidup itu terkadang bisa berubah menjadi tidak terduga. Tidak perna terbayang olehku bisa sampai pada titik ini. Yang dulunya aku cuman seorang gadis kecil yang hidup di desa dan suka bermimpi memiliki segala, hidup mewah serta bisa makan enak setiap harinya. Tapi sekarang semua mimpi yang aku anggap tidak mungkin akan terwujud itu kini dapat aku rasakan."


"Seharusnya kau tidak menderita di masa kecilmu dulu. Kau adalah putri dari seorang bos Mafia terhebat yang perna aku kenal.


Tn. Cershom telah berjuang sangat keras untuk membawa kolompok Mafia Tasmanian devil miliknya masuk jajar kelompok mafia yang paling ditakuti di ibu kota."


"Eh? Apa kelompok mafia yang ayah pimpin baru memasuki jajaran memasuki peringkat teratas kelompok mafia?"


"Tidak," jawab Lina sambil menggeleng.


"Kakak!" panggil Via membuat Daniel dan Lina menoleh. "Ayok makan bersama! Dagingnya sudah matang!" teriaknya.


"Iya."


Daniel dan Lina beranjak dari tempat duduknya menghampiri yang lain untuk menikmati daging steak yang baru matang.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


4 tahun kemudian.

__ADS_1


Kehidupan keluarga kecil Daniel dan Lina diselimuti kebahagiaan. Kenakalan Julius dan Julia yang hampir setiap harinya menambah warna dan kecerian dalam kediaman. Mereka tubuh dengan sangat cepat sampai tidak terasa kalau mereka telah berumur 5 tahun sekarang. Julius mewarisi watak dingin ayahnya dan kepintaran serta tertarik pada racun sama seperti ibunya. Sedangkan Julia lebih suka mengutak-atik sistem komputer. Ia ingin menjadi Cracker handal seperti bibinya, Via. Ketertarikannya ini sudah tampak diusianya yang baru menginjak 3 tahun. Bukan hanya tertarik saja namun Julia memang sepertinya memiliki bakat untuk menjadi Cracker Ini terbukti diusianya sekarang ia sudah bisa menerobos sistem jaringan keamanan.



Keseharian Lina disibukkan dengan mengurus rumah sakit Ramona di siang hari, mengurus dokumen-dokumen rumah lelang Red Krisan, Casino serta hotel di sore sampai malam, dan diakhir pekan Lina habiskan waktunya bersama Julius dan Julia. Setiap waktu diatus sedemikian rupa agar tersusun rapi dan tidak ada jadwal yang bertabrakan. Judy dan Emma tidak lagi menjadi pelayan di rumah. Mereka diangkat menjadi tangan kanan Lina untuk membantunya mengurus pekerjaannya.


Judy telah menikah dengan Qazi namun mereka belum dikaruniai seorang anak. Ditahun kedua pernikahan mereka, Judy sempat mengandung. Disaat usia kandungannya baru menginjak tiga bulan, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia harus kehilangan anaknya. Di malam yang sedang turun hujan lebat. Mobil yang di kendarai Qazi kehilangan kendali di atas jalanan licin dan berakhir menabrak pagar pembatas. Mereka berdua selamat dalam kecelakaan na'as tersebut namun tidak untuk calon bayi mereka. Dan untuk Emma, ia sudah memiliki tambatan hati. Seorang dokter bedah yang berkerja di rumah sakit Ramona. Mereka sedang mejalin hubungan kurang lebih dari dua tahun ini dan berencana ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.


Sedangkan Ira, ia telah menyelesaikan study kedokterannya di luar negeri dan baru kembali tahun ini ke ibu kota. Tiga tahun lalu ia menikah dengan pengusaha kaya yang ia temui disana. Setelah menjalin hubungan selama delapan bulan, mereka mantap ingin menikah. Sekarang mereka telah dikaruniai seorang putri bernama Gina yang kini hendak memasuki umur dua tahun. Setiap ada waktu luang, bersama ibunya, Gina selalu mampir untuk bermain dengan Julia.


Dan terakhir Violet. Tidak ada kabar tentangnya sejak hari ia menculik Lina waktu itu. Ducan telah mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Violet namun masih tidak membuahkan hasil sampai sekarang. Ia seperti hilang dari muka bumi. Yang pasti Ducan memperkirakan kalau Violet tidak lagi berada di ibu kota. Ia pasti ada di suatu tempat di luar negeri dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali membalas dendam.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2