Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
10. Kedatangan Musuh


__ADS_3

“Kalian boleh percaya boleh tidak, tapi sebaiknya dengarkan saja dulu penjelasanku, benar tidaknya bisa kalian buktikan sendiri besok.” Ada nada kurang puas atas kejadian tadi. Seandainya ia mau, sangat mudah untuk menghabisi murid ketua Perguruan Bangau Putih tadi.


“Sekali lagi dengarkan baik-baik, waktuku tak banyak,” Kembali orang bercaping menegaskan. “Di tingkat kedua, terdiri dari enam orang, dengan dua kedudukan. Yang pertama sebagai Hakim penindak, posisi ini ditempati dua bersaudara Iblis Pelebur Sukma. Yang kedua disebut Empat Naga Penjaga, yang terdiri dari Pendekar Tongkat Emas, Dewi Pedang Khayangan, Datuk Sesat Seribu Wisa, dan Iblis Kecapi. Merekalah anggota-anggota pada tingkat kedua.”


Kembali mereka yang mendengarkan tercengang. Nama-nama yang disebutkan sebagai orang tingkat kedua tadi bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka merupakan tokoh-tokoh sakti setingkat Malaikat Petir ataupun Ketua Perguruan Tangan Dewa ini.


“Pada tingkat ketiga, terdiri dari dua belas orang yang berkemampuan setingkat dengan Dewa Pedang Perak ataupun Padri Sesat dari Utara yang kemarin kau kalahkan Jaka,” kata orang bercaping seraya memandang Jaka. “Di tingkat keempat atau tingkat yang kemampuannya paling rendah di perkumpulan itu berjumlah sekitar lima puluhan. Kemampuan mereka rata-rata mungkin seperti murid utamamu di Perguruan Tangan Dewa.” Ucapnya menambahkan.


“Perlu kalian ketahui, yang menjadi ketua perkumpulan ini sulit diukur sampai dimana tingkat kesaktiannya. Bahkan Empat Sakti Dunia Persilatan hanya menjadi bulan-bulanan saat mencoba mengeroyok. Sang ketua telah mempelajari ilmu kuno yang telah lama menghilang dari dunia persilatan ini, yaitu ilmu tujuh gerbang Alam semesta.”


Kali ini semua terperanjat mendengar penjelasannya, bahkan Malaikat Bertangan Sakti yang sedari tadi masih mampu bersikap tenang kali ini tak bisa lagi menyembunyikan kecemasannya. Wajahnya menjadi pucat pasi. “Bila benar demikian, sudah tak ada lagi harapan kita mampu bertahan. Mungkin ini benar-benar kehancuran bagi dunia persilatan,” keluhnya.


“Besok akan ada utusan dari Istana Lembah Neraka datang ke sini. Aku harap kalian bisa menahan diri untuk tidak sampai membuat pertikaian. Bersabarlah! Nanti apabila memungkinkan aku akan menemui kalian kembali.” Setelah menyampaikan pesannya, orang bercaping itupun lenyap. Tidak jelas ke arah mana dia pergi, yang jelas kepergiannya sangat cepat dan sulit untuk diikuti oleh penglihatan mata biasa.

__ADS_1


“Seandainya orang ini ada di pihak Istana Lembah Neraka, melawan seorang sepertinya saja kita akan sangat mengalami kesulitan. Apalagi harus melawan Empat Sakti Dunia Persilatan bila memang benar mereka merupakan bagian Istana Lembah Neraka.” Gumam si Malaikat Petir. “Entah benar atau tidak, ketua perkumpulan itu telah menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Pembuka Semesta,” tambahnya lagi.


“Untuk sementara kita beristirahat dulu, selajutnya kita akan bertindak melihat keadaan,” ucap ketua Perguruan Tangan Dewa memecah keheningan.


Besoknya pagi-pagi sekali, Puncak Benteng Dewa sudah dilanda keributan. Pintu gerbang benteng hancur oleh kedatangan empat orang tamu yang tak diundang. Beberapa orang murid Perguruan Tangan Dewa yang coba menghalangi tewas terbunuh. Keadaan semakin kacau saat keempat tamu tersebut menghancurkan apa saja yang mereka lewati. Beberapa buah rumah porak poranda dihantam pukulan sakti orang-orang tersebut. Mereka tidak lain utusan Istana Lembah Neraka yang tadi malam dilihat Pendekar Halilintar di penginapan.


Keempat orang dari Istana Lembah Neraka itu kini berada di depan bangunan utama Perguruan Tangan Dewa. Di sana, ratusan anak murid dari perguruan itu sudah menghadang. Jaka dan juga tokoh-tokoh perguruan lain yang tadi malam mengadakan pertemuan juga ada di sana. Sementara itu, delapan belas orang Formasi Dewa Penakluk Naga sudah siap menghadang musuh. Terlihat orang berbaju hitam yang jadi pemimpin utusan Istana Lembah Neraka itu bersiap menghadapi lawan.


“Baik, akan kulihat, sehebat apa Formasi Dewa Penakluk Naga yang terkenal itu. Apakah hanya nama kosong yang digaung-gaungkan untuk menakut-nakuti cecurut-cecurut dunia persilatan saja. Hahaha...” Ejek orang berbaju hitam yang tak lain adalah salah satu dari dua bersaudara Iblis Pelebur Sukma.


Dengan lincah Iblis Pelebur Sukma berkelit dari serangan-serangan lawan. Walaupun dengan mudah ia menghindarinya, namun lelaki berpakaian hitam itupun tak mampu balas menyerang. Tak ada kesempatan baginya untuk membalas, karena rapatnya serangan musuh yang silih berganti. Pada satu kesempatan, dada iblis tua itu terhantam salah satu penyerangnya. Diapun terdorong sejauh tiga langkah. Matanya melotot penasaran.


“Rupanya hanya segitu kekuatan cecurut Pelebur Sukma” teriak Arya coba memprovokasi, disambut gelak tawa murid-murid yang lain.

__ADS_1


Iblis Pelebur Sukma yang diejek sedemikian rupa menjadi sangat marah. Diapun bersiap untuk mengeluarkan ilmu andalannya, pukulan iblis melebur sukma. Telapak tangannya disatukan di depan dada. Kakinya membentuk kuda-kuda dengan kaki kanan menekuk kedepan, kaki kiri ditarik kebelakang. Mulutnya komat kamit merapalkan mantra. Dari tangannya mengepul asap yang berbau busuk.


Melihat itu, Arya merubah formasi pasukannya. “Tangan Dewa Menggelar Perisai!” Seketika formasi menyerang tadi berubah menjadi bertahan. Kedelapan belas orang itu mulai memusatkan tenaga dalamnya. Cahaya putih mulai terpancar dari kedua telapak tangan orang yang berada paling depan.


“Tutup hidung kalian!” teriak malaikat Petir, namun agak terlambat. Bau busuk mulai menyebar kemana-mana, membuat beberapa orang murid dengan kemampuan rendah menggelepar tewas keracunan. Sedangkan mereka yang berkemampuan tinggi dan lumayan langsung mengerahkan tenaga dalam mereka menutupi saluran pernafasan.


“Hiyaaat!” teriak Iblis Pelebur Sukma. Serangkum asap berwarna kehitaman meluruk ke arah barisan formasi. Tiga orang yang berada paling depan di formasi itu pun mendorong kedua telapak tangannya seraya berteriak “Tapak Dewa Pembasmi Iblis, Haaa!!!”


Dua tenaga dahsyat saling beradu. Iblis Pelebur Sukma terlempar sejauh enam tombak, yang langsung disambut salah seorang dari tiga orang berpakaian serba putih dengan caping menutupi wajahnya. Wajah Iblis itu menjadi pucat, dengan darah menetes disela bibirnya. Sedangkan delapan belas orang Formasi Penakluk Naga keadaannya lebih unggul. Hanya kaki mereka yang amblas. Namun tak jauh berbeda dari mereka menyembur darah segar. Kedua belah pihak memang sama-sama terluka.


Tring... Tring...


Iblis Pelebur Sukma membunyikan lonceng yang diambil dari balik bajunya. Dengan cepat salah seorang pihaknya melesat ke depan. Sedangkan di pihak lawan kembali formasi barisan bersiap setelah menukar tempat. Orang berbaju putih yang tadi maju ke depan mulai bersiap mengeluarkan kesaktiannya, dari tubuhnya memancar seberkas sinar tipis berwarna putih. Sedangkan di telapak tangannya sinar itu lebih terang.

__ADS_1


“Tapak Suci...” Malaikat bertangan sakti berseru kaget melihat lawan. Betapa ia sangat mengenali pukulan tersebut. “Awass... menghindar kalian!!!” Ketua perguruan Tangan Sakti itupun langsung melesat ke depan formasi barisan. Dalam waktu bersamaan orang baju putih bercaping mengirimkan pukulan ke arah barisan murid Perguruan Tangan Dewa. Semua terjadi begitu cepat. Delapan belas Formasi Penakluk Naga dibantu Malaikat Bertangan Sakti mencoba menangkis serangan lawan.


__ADS_2