Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Bayu Akhirnya Mengetahui kisah masalalunya


__ADS_3

Episode 300


“Itulah cerita kekejaman seorang raja yang kalian agung-agungkan. Hari ini aku berdiri di sini sebagai orang yang meminta keadilan, dan meminta  atas semua yang memang menjadi hakku. Bagi kalian yang memang merasa pantas berperang dipihak kerajaan yang telah berkhianat atas sebuah kehormatan, maka tetaplah di sisi mereka dan berperang denganku. Namun bagi kalian yang merasa ini semua salah, kalian tidak harus berbalik membantuku, cukup tinggalkan Medan peperangan ini.”


Raja Barat atau orang yang bernama Chandra Darpa itu berseru dengan penuh emosi. Ia pun tak kuasa menahan air matanya menceritakan panjang lebar apa yang sudah terjadi. Di sisi lain Bayu yang sudah berada di tempat itu di dampingi oleh Arya dan bersembunyi di atas pohon yang rindang, mendengar semua kisah hidup kakeknya itu. Seketika pemuda itu dilanda kebimbangan, memposisikan diri berada dipihak siapa. Namun sedikit banyaknya cerita itu mempengaruhinya, semua itu nampak dari air yang mengembang di kelopak matanya.


 


Mendengar semua penuturan Raja Barat tentang kejadian masalalu yang ia alami dan tentu saja yang menjadi sebuah sejarah kerajaan Selatan, ada bermacam-macam tanggapan dari pihak kerajaan selatan. Hampir semua yang ada di pihak kerajaan selatan terkejut mendengar cerita itu. Bahkan raja Selatan dan putranya pangeran Mandaka sendiri sangat terkejut. Walau cerita itu sekilas pernah di dengar mereka dari beberpa pejabat senior ataupun raja terdahulu, namun apa yang mereka ketahui tidak serinci yang dijelaskan oleh raja barat tadi.


Ada yang percaya ada yang tidak mempercayai cerita tersebut. Mereka yang mempercayainya kebanyakan orang-orang yang kurang menyukai pemerintahan kerajaan selatan. Dari cerita tersebut hampir seperempat pasukan kerajaan selatan yang meninggalkan tempat itu. Bahkan  ada beberapa perwira dan juga pejabat kerajaan  melakukan hal yang sama.


Melihat keadaan itu raja selatan memerintahkan anak buahnya membunuh siapa saja yang meninggalkan tempat itu. Ia akan dicap sebagai penghianat kerajaan. Tentu saja hal ini mendapatkan perlawanan dari mereka. Hal itupun menambah kebencian para prajurit itu kepada pemerintahan kerajaan barat. Peperangan saudara pun tak bisa terelakkan.


Raja Barat yang melihat pihak raja selatan yang mulai menyerangi prajurit-prajuritnya sendiri yang dianggap membelot, memanfaatkan keadaan itu untuk menyerang. Serentak prajurit-prajurit kerajaan barat maju menyerang. Untuk mengenali prajurit yang telah membelot Raja barat berteriak agar para prajurit itu mengikat kepala mereka dengan kain untuk mencegah serangan salah sasaran.


Akhirnya peperangan besarpun tak terelakkan. Pasukan-pasukan pilihan pun sudah mulai dikerahkan. Kerajaan selatan dengan pasukan mayat hidupnya yang dipimpin oleh Gayatri mengamuk menyerang prajurit-prajurit lawan. Sementara kerajaan barat sendiri sudah mengerahkan pasukan-pasukan Pancasonanya. Pasukan yang bisa bangkit kembali setelah mengalami kematian.

__ADS_1


Peperangan terus berkecamuk, dalam waktu singkat sudah banyak korban yang berjatuhan dari kedua belah pihak. Terutama dari pihak kerajaan selatan. Bahkan kini para ahli-ahli silat mulai terjun kemedan perah dan bertarung dengan lawan yang seimbang. Sementara Raja barat sesekali membantu anak buahnya dengan menyerang musuh dari jarak jauh.


Raja selatan dan pangeran Mandaka sendiri tidak tinggal diam. Mereka juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh raja barat. Sesekali ayah dan anak itu melakukan serangan kepada prajurit-prajurit lawan yang melintas dihadapan ataupun yang coba menyerang mereka.


Peperangan berjalan cukup lama, sementara Raden Raga Lawing dan yang lainnya masih memantau menunggu kesempatan. Menunggu kedua belah pihak selesai berperang dan keadaan mereka yang sudah mulai lemah baru mereka bergerak. Begitu juga dengan Bayu si Rajawali Merah nampak belum bertindak, hanya mengawasi peperangan.


“Kak Bayu!”


Tiba-tiba terdengar suara panggilan dari seorang gadis kepada Bayu. Pemuda itu pun menoleh, nampak dua orang gadis berjalan ke arahnya. Kedua gadis itu tak lain Intan dan Nalini yang sebelumnya menyertai Pranggala membantu pergerakan Raden Raga Lawing. Setelah mendapat kabar bahwa Bayu sudah berada di tempat itu, merekapun langsung menghampirinya.


“Sejak kapan kak Bayu  sudah berada di sini? Apakah kak Bayu mendengar semua cerita yang di dituturkan oleh raja Barat?” Tanya Intan.


“Lalu apa yang akan kau lakukan kak Bayu?” tanya Nalini. Gadis itu tau apa yang dirasakan oleh Bayu. Sedikit banyaknya tentu Bayu akan berpihak pada sang kakek.


“Entahlah, biarlah kita lihat keadaan. Apa kak Jaka dan kak Cempaka juga datang ke sini?” tanya Bayu.


Intan dan Nalini menggelengkan kepalanya secara bersamaan. Melihat secara tidak sengaja mereka melakukan gerakan yang kompak, keduanya menjadi geli sendiri sambil tertawa cekikikan.

__ADS_1


“Tiba-tiba saja kak Cempaka sedang tidak enak badan. Mungkin pengaruh bawaan si jabang bayi. Kak Jaka, kak Cempaka dan Kak Danastri memutuskan untuk kembali ke kediaman gurunya kak Jaka di bukit batu hitam,” ucap Intan kemudian menjelaskan kepada Bayu.


“Keadaan mu sendiri bagaimana Nalini?”


“Aku tidak apa-apa kak Bayu. Walau Roh burung api keramat tidak lagi berada di dalam tubuh ku, namun sebagian kekuatannya  menyatu denganku. Sehingga saat ini aku masih memiliki kekuatan api. Apa lagi di perjalanan paman Pranggala mengajarkanku ilmu tenaga Inti Api milik perkumpulan Istana lembah neraka, dan sepertinya ia cocok dengan dasar-dasar tenaga yang kumiliki. Dan kini aku sudah menguasai ilmu itu sampai ketingkat akhir.”


Mendengar ucapan Nalini  itu, Bayu pun gembira. Memang benar yang diucapkan Nalini, saat ini gadis itu telah menguasai ilmu tenaga inti api milik Istana Lembah Neraka. Dengan bekal kekuatan dari burung api ia mampu dalam waktu singkat menguasai  ilmu tersebut sampai tingkat akhir. Bahkan kemampuan yang dimilikinya kini berada di atas Pranggala.


Sementara itu peperangan masih berkecamuk hebat. Di pihak Raja Selatan lebih dari separuh pasukannya tewas. Bahkan Gayatri sendiri bersama pasukan mayat hidupnya telah tewas menghadapi pasukan pancasona yang memiliki pukulan beracun. Kini Kerajaan Selatan hanya memiliki dua jagoan utama sahabatnya pangeran Mandaka.


Di pihak kerajaan barat walau juga mengami kerugian, namun tidak sebanyak yang dialami kerajaan selatan. Bahkan pasukan pancasona yang dibentuk oleh Raja Barat tak satupun yang tewas dalam peperangan itu. Padahal beberapa kali mereka bentrok dengan  orang-orang yang kemampuannya diatas mereka. Namun karena ilmu pancasona yang mereka miliki, mereka selalu bangkit sesudah kematian. Sementara lawan mereka terus bertarung dan kelelahan, sehingga mudah untuk  dibinasakan.


“Kau kira Panca Sona itu tidak ada yang bisa mengalahkannya Chandra Darpa?”


Tiba-tiba terdengar sebuah bentakan keras disusul sebuah sinar lurus berwarna kuning yang meluncur mengenai salah satu pasukan Pancasona. Seketika orang yang terkena sinar itu terbakar. Api itu membakar cepat dan membuat korbannya menjadi abu dan lenyap ditiup angin. Hebatnya  lagi orang yang telah menjadi abu itu tidak lagi bangkit, walaupun dia memiliki ilmu pancasona.


Sementara itu di arah kerajaan selatan seorang lelaki tua berpakaian serba putih sedang melayang di udara tepat di depan Raja Selatan dan Pangeran Mandaka berdiri. Ada sekitar sepuluh tombak jarak nya mengambang di udara dari tanah. Tubuh orang tua itu memancarkan sinar berwarna kuning. Hampir semua orang terkejut melihat kedatangannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2