Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Peperangan Para Ahli Silat


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 268...


Jari Malaikat melesat menuju ke arah Pangeran Mandaka. Ia menggunakan ilmu meringankan tubuh yang sudah mencapai tingkat  tinggi. Apalagi semenjak tenaga saktinya dibantu berkembang oleh Bayu si Rajawali merah, kini Jari malaikat bukanlah lagi tokoh sembarangan di dunia persilatan.


“Siapa itu yang bergerak cepat menuju kemari. Bersiagalah, siapa tau ia suruhan musuh,” ucap pangeran mandaka.


Mendengar ucapan pangeran mandaka, beberapa tokoh persilatan mulai bersiaga. Bahkan Iblis Kalong merah sudah bersiap mengerahkan jurus kalong darahnya.


“Tahan jangan menyerang dulu. Lihat orang itu membawa bendera putih tanda ia datang bukan bertujuan menyerang kita,” cegat Dewa Tapak Putih mencegah temannya untuk menyerang.


Setelah sampai di depan Pangeran mandaka, Jari Malaikatpun berhenti. Kemudian ia menjura memberi hormat kepada pangeran Mandaka. Pangeran Mandaka membalasnya dengan anggukkan kepala.


“Pangeran, kami kumpulan pendekar-pendekar beraliran putih negeri Selatan, akan turut dalam peperangan ini. Terutama tujuan kami adalah mengambil kembali teman-teman kami yang diculik dan dipengaruhi ilmu sihir. Harap pangeran tidak menyerang kami, karena kita di pihak yang sama,” ucap Jari Malaikat.


“Bagus! Lanjutkanlah rencana kalian,” sahut pangeran Mandaka yang sangat senang mendengar ucapan dari jari malaikat.


Setelah menjura memberikan penghormatan kepada Pangeran Mandaka, Jari Malaikat kembali ke rombongan pertapa sakti tanpa nama. Ketua perguruan jari Sakti itu pun melaporkan hasil dari upayanya menghadap Pangeran Mandaka. Setelah  mendengar penjelasan dari jari malaikat, Mereka pun bersiap untuk melakukan serangan apabila sudah saatnya.


Sementara di Medan peperangan para prajurit pedang melawan para prajurit pedang, walaupun sekali mereka harus bentrok dengan para pendekar dunia persilatan. Yang lebih mengenaskan apabila pasukan pedang milik Raja Pasupata harus berhadapan dengan dedemit mayat hidup milik Gayatri.  Sementara pasukan kelabang hitam harus menghadapi musuhnya yang dua kali lipat jumlahnya dari mereka sendiri yaitu pasukan dedemit mayat hidup.


“Guru, sepertinya keadaan pasukan kita tidak menguntungkan. Jumlah pasukan musuh terutama pasukan mayat hidup itu dua kali lipat lebih banyak dari pasukan kelabang kita,” ucap Braja Pasupata cemas.

__ADS_1


“Kalau begitu kami yang akan maju,” sahut Jantar Geni.


Tak menunggu perintah dua kali semua para pendekar dan ahli silat yang berada di pihak Pasupata melesat menuju medan perang. Kini  di tempatnya hanya ada Braja Pasupata bersama pasukan-pasukan pemanah. Lelaki tua yang berada di dalam tubuh pemuda itu pun memandang ke depan memantau jalannya peperangan.


Melihat para pesilat tangguh lawan mulai turun tangan, Pangeran Mandaka pun memerintahkan para pesilat yang ada di pihaknya untuk menyerang termasuk gurunya sendiri. Serentak Mereka pun melesat ke arah medan perang menyambut pasukan tangguh yang berpihak pada Braja Pasupata.


Di sebelah kanan gelanggang peperangan, orang-orang pertapa sakti tanpa nama yang melihat para pesilat Braja Pasupata mulai turun, mereka pun siap untuk menyerang. Setelah mendapat perintah dari pertapa sakti tanpa nama, merekapun meluruk turun ke medan perang, termasuk orang tua itu sendiri. Mereka langsung menuju para pendekar yang sudah dipengaruhi sihir Braja Pasupata itu.


“Apakah sudah saatnya kita menyerang Dewi?” tanya Eka Wira kepada Dewi Api.


“Tunggu dulu, kita biarkan dulu orang-orang sibuk dengan musuhnya masing-masing. Setelah itu baru kita menyerang Raja Iblis Kelelawar,” sahut Dewi Api.


Eka Wira pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa rencana Dewi Api itu. Mereka tetap diam di tempatnya sambil mengawasi jalannya perang. Sementara perang semakin hebat berkecamuk. Korban dari kedua belah pihak mulai berjatuhan.


Melihat keadaan yang tidak menguntungkan di pihak pasukan kelabang, singa lembah  hitampun melesat kearah pertempuran dua pasukan khusus milik masing-masing kerajaan itu. Ia langsung menghajar para dedemit mayat hidup dengan pukulan saktinya. Sepertinya singa Lembah Hitam sudah mengetahui dimana kelemahan para dedemit mayat hidup. Ia langsung menghancurkan kepala mahluk-mahluk itu.


Pendekar Bayangan Setan tidak tinggal diam melihat pasukan pangeran Mandaka di hajar oleh lawan. Ia pun langsung melesat memapaki serangan singa lembah Hitam. Sambil menerjang, sambil dikerahkannya tenaga sakti yang ia miliki.


Blammmmm..


Ledakan dahsyat terjadi. Singa lembah hitam dan pendekar bayangan setan sama-sama terpental lima tombak. Keduanya mampu menginjak tanah lagi dengan mantap tanpa kurang suatu apapun. Keduanya saling menatap tajam. Sebenarnya dalam hal tenaga dalam Singa Lembah hitam lebih unggul dari lawannya, namun Pendekar Bayangan Setan memiliki ilmu kesaktian yang mampu memanipulasi tenaga lawan menjadi tenaganya sendiri lalu mengembalikannya.


“Bedebah.. mengapa orang ini bisa menggunakan  tenaga sakti yang kumiliki. Apakah orang ini memiliki kemampuan meniru tenaga sakti orang,” maki Singa Hitam dalam hatinya.

__ADS_1


Memang benar Pendekar Bayangan Setan memiliki tenaga sakti Ilmu Membalik langit yang telah lama punah. Suatu ketika pendekar Bayangan Setan mendapatkan sebuah penemuan yang membuatnya sangat beruntung. Yaitu sebuah kitab ilmu tenaga sakti yang sudah punah dan beraliran putih, Ilmu Membalik langit.


Ilmu ini memiliki keistimewaan mampu membalikkan serangan tenaga lawan yang bersifat keras. Semakin kuat lawan menyerang, semakin kuat juga daya tolak yang di hasilkan. Hanya saja ilmu ini tidak akan berfungsi melawan tenaga sakti bersifat lembut.


Singa Lembah Hitam meningkatkan tenaga saktinya hingga kepuncak. Begitu juga dengan Pendekar Bayangan Setan  meningkatkan tenaga sakti ilmu membalik langitnya hingga ketingkat tertinggi. Keduanya pun saling Serang.


Blammmmm..


Ledakan dahsyat kembali terjadi. Kedua orang tokoh Sakti itu sama-sama terpental sejauh delapan tombak. Hanya saja pendekar Bayangan Setan  masih mampu berdiri tegak tanpa kurang suatu apapun. Berbeda dengan singa Lembah Hitam yang harus merasakan naas, tubuhnya  terlempar dan terhempas ke tanah dengan keras. Mulutnya langsung mengeluarkan darah segar. Ia pun tak mampu Lagi berdiri karena luka yang dideritanya sangat parah.


Sementara tak jauh dari tempat itu, Dewa Obat sedang bertarung melawan Iblis Kalong Merah. Nampak keduanya memiliki tenaga yang seimbang. Sebenarnya Iblis Kalong Merah memiliki tenaga yang lebih unggul, hanya saja setiap serangannya mentah. Iblis kalong merah memiliki tenaga sakti mengandung racun mematikan, namun semuanya tidak berarti digunakan untuk melukai Dewa Obat.


Crakkk


“Aaaa..”


Terdengar pekik kematian dari Singa Lembah Hitam. Rupanya ia telah dihabisi lawannya pendekar Bayangan Setan dengan sebilah pedang yang didapatnya dari mayat salah satu prajurit. Pedang itu di lemparkannya ke arah jantung  Singa Lembah Hitam. Tak ayal lagi pedang itu menembus jantungnya karena tak dapat ia hindari.


Di tempat lain Dewa tapak putih dan Raja Peramal dari timur sedang berhadapan dengan Jantar Geni. Saat ini guru Raja Iblis Kelelawar itu yang berada di atas angin. Kedua lawannya dibuat kelimpungan melayani kehebatan ilmu yang dimiliki Jantar Geni. Tidak sekali dua Dewa Telapak Putih maupun Raja Peramal dari Timur harus bergulingan menghindari serangan lawan.


“Eka Wira, sudah saatnya kita menyerang Raja Iblis Kelelawar,” Ucap Dewi Api melihat semua orang sudah mulai sibuk dengan pertarungannya masing-masing.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2