Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Kedatangan Malaikat Putih


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 265...


Keesokan harinya di hutan tempat persembunyian pelarian perang kota Sedaha, yang juga merupakan tempat dikumpulkannya ratusan pasukan mayat hidup oleh pangeran Mandaka, Raja Peramal dari Timurpun datang. Kedatangannya disambut oleh pangeran Mandaka langsung sebagai seorang murid. Ia hanya seorang diri, tanpa ditemani siapapun.


“Guru!” sapa Pangeran mendaka sambil menjura memberi hormat kepada sang guru.


Tidak seperti kebanyakan murid lain yang berlutut atau bersujud bila melakukan penghormatan terhadap gurunya. Mungkin karena ia merasa sebagai putra mahkota, sehingga merasa tidak pantas untuk berlutut atau bersujud kepada orang lain. Ditambah sifatnya yang memang agak congkak, tentu berlutut atau bersujud itu menjadi perbuatan yang tidak ia lakukan.


“Pangeran, sebentar lagi panglima Daran dan Panglima Jamar akan datang membawa sekitar lima ratus pasukan untuk membantu kita,” Ucap Raja Peramal dari Timur.


“Sebenarnya kita tak terlalu memerlukan itu guru. Gayatri sudah berhasil membangkitkan sekitar dua ratusan mayat hidup untuk menjadi tentara kita,” sahut pangeran Mandaka.


“Biarlah mereka datang, siapa tau kita memang membutuhkan,” balas Raja Peramal dari Timur.


Setelah berdiskusi sebentar untuk menentukan rencana berikutnya, akhirnya mereka sepakat untuk melakukan penyerangan dan merebut kembali kota sedaha tiga hari yang akan datang. Semua hal sudah dipersiapkan, termasuk rencana rencana cadangan apabila rencana awal tidak berhasil. Peperangan  nantinya akan langsung dipimpin oleh pangeran Mandaka. Raja peramal dari timur pun sudah menghubungi beberapa kenalannya untuk membantu. Tiba saatnya nanti peperangan besar memang benar-benar akan terjadi.


...***...


Di Istana Lembah Neraka setelah beristirahat beberapa hari akhirnya Cempaka akhirnya telah benar-benar sembuh dari luka dalamnya. Kemudian Ia bersama suaminya pendekar Halilintar memohon diri untuk pergi mencari keberadaan Danastri. Hari itu juga setelah meminta izin, keduanya pergi meninggalkan lembah Neraka.

__ADS_1


“Kakang, apa benar kak Danastri berada di Kota Raja seperti yang kau perkirakan?” tanya Cempaka kepada suaminya.


Saat ini mereka berada  di sebuah rumah makan sekaligus penginapan yang letaknya berada di tengah-tengah antara Lembah Neraka dan kota raja. Ada sekitar dua hari perjalanan menggunakan kuda untuk pergi ke keduanya. Mengapa bisa mereka sampai ke rumah makan itu dari Lembah neraka hanya membutuhkan waktu sekitar setengah hari saja? Itu semua dikarenakan Jaka dan Cempaka berpergian tidak menggunakan kuda, melainkan dengan cara berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh.


“Aku berpikiran Danastri memang dibawa ke Kotaraja. Selain Kotaraja merupakan kediamannya pangeran Mandaka, juga dikarenakan di Kotaraja banyak tabib-tabib Sakti tinggal di Istana. Mereka pasti membutuhkan keahlian para tabib itu untuk mempercepat proses penyembuhan Danastri,” jawab Jaka.


“Ahh.. kau benar sekali kakang, Kau memang pintar kakang, bisa berpikir sejauh itu,” puji Cempaka kepada suaminya. “Kakang sebaiknya kita menginap di sini saja dulu malam ini,” usul Cempaka.


Pendekar Halilintar mengangguk sambil tersenyum menjawab usulan istrinya. Keduanya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan besok pagi saja. Mereka pun memesan sebuah kamar untuk beristirahat malam ini.


Keesokan harinya saat akan meninggalkan penginapan, tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika seorang  yang sangat tua berpakaian serba putih menghalangi mereka berdiri. Orang tua itu berusia sekitar sembilan puluh tahunan. Ia begitu lekat memandangi Cempaka. Perlahan orang tua itu mendekati Istri pendekar Halilintar.


Tiba-tiba saja dengan gerakan tanpa di duga orang tua itu menyentuh perut Cempaka. Tentu saja ini membuat Cempaka dan pendekar Halilintar menjadi sangat terkejut. Apalagi Cempaka yang tak terima perutnya tiba-tiba disentuh orang, sampai-sampai ia hendak memukul orang tua tersebut. Namun Jaka mencegahnya, ia memberi isyarat kepada Cempaka untuk tidak melakukannya.


“Benar-benar luar biasa. Jabang Bayi yang sudah memiliki kekuatan sejati. Kelak kecilnya dianggap penghancur, namun besarnya akan menjadi pembela kebenaran sejati, setelah bertemu gurunya orang tersakti di zaman ini,” ucap orang tua itu. “Benar-benar kekuatan halilintar sejati,” ucap orang tua itu lagi sambil berbalik meninggalkan tempat itu.


Pendekar Halilintar dan Cempaka mengerutkan dahi mendengar ucapan orang tua itu. Sedikit yang ia tangkap, orang tua itu mengira Cempaka sedang mengandung. Namun mereka sendiri tidak mengetahui apakah benar Cempaka sedang mengandung atau tidak. Karena beberapa waktu yang lalu mereka sibuk dengan keadaan dunia persilatan.


“Nanti kita akan mencari tabib setelah sampai di kota Raja,” ucap Pendekar Halilintar kepada Cempaka.


“Untuk apa mencari tabib kakang? Aku merasa pengobatan yang di lakukan Bayu sudah cukup. Aku merasa sudah sehat sepenuhnya,” tanya Cempaka.

__ADS_1


“Bukan untuk mengobati sakitmu, istriku. Namun memastikan kebenaran ucapan kakek-kakek tadi, benar tidaknya kau sedang mengandung,” Sahut Jaka sembari tersenyum.


Wajah Cempaka memerah mendengar ucapan suaminya. Ia pun memukul kecil pundak suaminya itu. Kemudian melesat berlari meninggalkan tempat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Pendekar Halilintar mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya berlari menyusul kearah istrinya pergi.


Sementara itu tak lama setelah kepergian Jaka dan Cempaka, Lembah neraka kedatangan malaikat putih dan juga pangeran Raga lawing. Kedatangan mereka dikawal oleh sekitar empat orang lelaki berpenampilan pendekar dunia persilatan. Ke enam orang itupun langsung diantar oleh penjaga gerbang menemui Bayu si Rajawali Merah.


“Selamat datang tuan-tuan,” ucap Pranggala yang menyambut mereka di luar istana Lembah Neraka, kemudian membawa mereka masuk ke dalam gedung utama.


Sesampainya di dalam gedung utama para tamu itu pun dipersilahkan duduk di kursi yang telah tersedia. Tak berapa lama kemudian muncul Bayu didampingi oleh Intan. Serempak semua anggota Istana Lembah Neraka berlutut dengan satu kaki melihat kehadiran ketua mereka. Sementara para tamu berdiri menjura memberikan penghormatan kepada Bayu.


“Selamat datang tuan malaikat putih, maafkan apabila pelayanan kami istana Lembah neraka kurang baik kepada tuan. Silakan!” ucap Bayu berbasa-basi kemudian mempersilahkan para tamu untuk duduk kembali.


“Sambutan istana Lembah neraka kepada kami sudah sangat istimewa tuan Rajawali  merah. Mudah-mudahan kedatangan kami bisa membantu kesulitan tuan. Dan mudah-mudahan kelak kita bisa bekerja sama untuk kedamaian negeri ini,” ucap Malaikat putih memiliki maksud tertentu.


Rajawali merah yang paham akan maksud dari orang tua itu hanya tersenyum menanggapinya. Kemudian Ia pun duduk di tempat yang telah disediakan bersama Intan di sebelah kanannya. Begitu juga dengan beberapa anggota utama istana Lembah neraka mengambil tempat untuk duduk.


“Bagaimana perjalanan Tuan ke istana Lembah neraka? Mudah-mudahan tidak mendapatkan hambatan sedikitpun,” tanya Bayu berbasa-basi.


“Perjalanan kami ke istana Lembah neraka ini tidak mengalami hambatan sedikitpun. Hanya saja sepanjang perjalanan ke sini kami melihat pemandangan-pemandangan yang tidak mengenakkan terpampang dari penderitaan yang rakyat alami. Apalagi semenjak terjadinya perang dengan kerajaan barat ini, nasib rakyat semakin tidak menentu. Kami masih berharap bantuan istana Lembah neraka untuk memulihkan keadaan negeri ini dan menjatuhkan Raja zalim yang berkuasa sekarang,” ucap Malaikat Putih.


“Biarlah itu kita bicarakan nanti Tuan. Setelah ini tuan-tuan silakan beristirahat dulu. Apabila sudah dirasa cukup dan siap untuk melakukan pencarian suku api palsu itu, kita akan memulainya langsung,” sahut Bayu tanpa basa-basi lagi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2