Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Prahara di desa Mala Jangkit


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 252...


 


“Terima kasih tetua sudah mengalah,” ucap Pranggala sambil membantu Malaikat Putih untuk bangkit.


Kali ini malaikat putih benar-benar dibuat takluk dan tak berdaya menghadapi wakil ketua istana Lembah neraka itu. Ia sama sekali tidak menduga ilmu kanuragan yang dimiliki oleh Pranggala yang menurutnya masih berusia muda itu sudah mencapai taraf pesilat nomor satu. Kali ini mau tidak mau pendekar legenda di masa lalu itu harus mengakui bahwa lawannya memang berada di atas kemampuannya sendiri.


“Ternyata kata-kata pepatah dahulu bahwa di bawah  Panglima yang kuat tidak ada prajurit yang lemah benar adanya. Rajawali merah sebagai panglima dari kekuatan istana Lembah neraka membuktikan bahwa tidak  ada bawahan-bawahannya yang lemah. Baiklah aku akan menyanggupi untuk membantunya mencari keberadaan suku api palsu itu. Dengan adanya Kau sebagai penjaga dari Raden Raga Lawing maka hatiku bisa tenang,” ucap Malaikat Putih.


Di sisi lain intan dan Putri Yassika sangat puas dengan kemenangan yang didapat oleh Pranggala.  Namun merekapun tidak mengungkit lagi kesombongan yang ditunjukkan oleh malaikat putih tadi sebelum mengalami kekalahan. Kedua orang gadis itu bersama orang-orang Istana Lembah Neraka beranjak bergabung dengan Pranggala dan Malaikat Putih.


“Terima kasih tetua. Namun ada hal yang ingin saya sampaikan juga, sesuai pesan ketua Rajawali merah mengatakan bahwa kewajiban saya hanya melindungi Raden Raga Lawing. Tidak untuk yang lainnya dan tidak untuk hal lainnya. Semisal terjadi peperangan maka tugas saya hanya melindungi Raden Raga Lawing Tapi tidak untuk membantu berperang,” ucap Pranggala menegaskan.


“Aku mengerti untuk hal itu. Aku sudah menduga bahwa sikap keras dari ketua mu itu tidak akan mau terlibat dalam urusan peperangan kerajaan,” jawab  malaikat putih. “Lalu kapan aku harus memulai pencarian tempat suku pedalaman itu berada,” tanya Malaikat putih lagi.


“Bila tuan tidak keberatan untuk datang ke lembah neraka maka kita bisa melakukannya di sana dengan ketua. Namun  apabila tuan sedang dalam kesibukan, biar ketua yang saya undang untuk datang kesini,” ucap Pranggala.


“Baiklah, biar aku dan Raden Raga Lawing yang ke istana Lembah neraka mengunjungi Rajawali Merah. Mungki bisa sekalian aku minta petunjuk untuk Raden Raga Lawing mengenai ilmu bela diri” ucap Malaikat Putih.


Bagi kebanyakan orang-orang dunia persilatan meminta pelajaran dapat diartikan sebuah tantangan untuk bertarung. Namun yang diucapkan oleh malaikat putih kali ini adalah benar-benar untuk meminta pelajaran kepada Bayu tentang ilmu kesaktian bagi Raden Raga Lawing.


Setelah sepakat untuk bertemu di Istana lembah neraka Pranggala dan yang lainnya pun mohon diri untuk kembali. Ketiganya meninggalkan tempat saat itu juga. Malaikat putih dan yang lainnya pun tak bisa menahan keinginan Pranggala dan yang lainnya.


...***...

__ADS_1


Malam itu di desa Mala Jangkit suasana mencekam melanda. Sudah dua malam ini terjadi pembunuhan sadis terhadap bayi di desa itu. Korban yang ditemukan tewas mengenaskan dengan keadaan jantungnya lenyap dan darahnya kering. Kejadian itu selalu terjadi pada malam hari disaat orang-orang terlelap tidur.


Aaauuuuuu.. Aaauuuuuu..


Terdengar lolongan serigala yang panjang saling bersahutan. Bunyi burung hantu terdengar samar-samar dari kejauhan. Sesosok bayangan melesat melompat dari atap rumah ke atap rumah lainnya. Kemudian bayangan itu singgah satu rumah warga yang mempunyai seorang bayi di dalamnya.


Terdengar suara bayi yang menangis dari dalam rumah. Seorang perempuan muda berusaha menenangkan bayi nya sambil menggendong dan membawanya berjalan-jalan di kamar. Sementara suaminya berada di sampingnya dengan pedang terhunus.


“Kakang apa malam ini rumah kita yang akan disantroni iblis itu. Seperti cerita-cerita mereka yang bayinya  menjadi korban iblis itu, malam bakalan terdengar lolongan serigala dan bayi di rumah menangis saja,” ucap perempuan yang sedang menggendong bayi itu cemas.


“Berdo’alah nyai semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan bayi kita malam ini,” sahut sang suami.


Bruaakkk..


Baru saja selesai berkata-kata untuk  menenangkan istrinya, tiba-tiba saja lelaki itu dikejutkan dengan jebolnya dinding rumah dan munculnya sesosok perempuan dengan penampilan sangat menyeramkan. Rambutnya terurai acak-acakan sedangkan baju yang dikenakannnya pun sudah lusuh. Dari sela-sela bibirnya muncul empat buah taring yang tajam. Sedangkan jari-jari tangannya dipenuhi dengan kuku kuku yang panjang dan tajam.


melihat perempuan menyeramkan itu muncul di rumahnya, lelaki itu pun langsung melesat ke depan istrinya untuk melindungi. Walau hatinya dipenuhi dengan rasa takut dan gentar kecintaannya terhadap istri dan anaknya membuat keberaniannya tumbuh untuk menjaga. Sementara perempuan menyeramkan itu memandangnya dengan tajam.


Sementara sang ibu bayi sudah berlindung di belakang suaminya. Suaminya pun merentangkan pedang di hadapannya dengan kuda-kuda mengancam. Namun seolah tak peduli perempuan menyeramkan itu maju selangkah demi selangkah mendekati lelaki itu.


“Hiyaatt..”


Traanggg..


Lelaki yang memegang pedang itu langsung melompat menebas perempuan menyeramkan itu. Namun ternyata perempuan menyeramkan itu memiliki kepandaian yang tinggi. Dengan mudah ia menghindari setiap serangan. Bahkan pada gerakan berikutnya mahluk menyeramkan itu  berhasil melukai lelaki itu.


“Akkkhh”

__ADS_1


Jerit lelaki itu terkena sebuah cakaran di lambungnya. Seketika darah mengucur deras dari luka yang di dapatnya. Tubuhnya tersungkur lemah tidak  berdaya karena banyak mengeluarkan darah. Beberapa saat kemudian ia pun terjengkang roboh, tewas seketika.


“Kakang..!”


Perempuan yang menggendong Bayi itupun berteriak histeris melihat apa yang terjadi pada suaminya. Iapun meluruk kearah suaminya yang sudah tak bernyawa itu. Namun di tengah perjalanan, perempuan itu mendapat serangan mahluk yang membunuh suaminya.


Crakkk...


“Aaaaaa..”


Jeritan melengking mengantarkan perempuan ibu bayi itu pada kematian. Punggungnya terluka robek oleh cakar mahluk menyeramkan itu. Bayi yang berada di gendongannya pun terlepas dan langsung disambut mahluk menyeramkan itu. Kemudian ia  meninggalkan rumah itu dengan membawa bayi itu di gendongannya.


Keesokan harinya Di desa mala jangkit saat terik siang,  di sebuah Rumah makan Bayu dan dua orang murid perguruan tangan dewa singgah untuk makan siang. Kebetulan sekali pemuda itu hendak menuju Istana Lembah Neraka melewati desa itu . Dia sengaja melakukan perjalanan sedikit lamban untuk mengetahui perkembangan dunia persilatan di negeri selatan.


“Silakan tuan-tuan! biar kudanya saya saja yang menambatkannya di sana,” ucap seorang pelayan menghampiri mereka saat singgah di depan rumah makan.


Bayu dan dua orang murid perguruan tangan Dewa itupun menyerahkan kuda mereka pada si pelayan. Sementara ketiganya langung memasuki rumah makan itu dan memilih tempat tepat berada di tengah-tengah rumah makan. Tak lama kemudian seorang pelayan lain datang menghampiri mereka.


“Mau pesan apa tuan?” ucap pelayan lelaki itu pada Bayu yang menyangka dialah tuan muda dari ketiga orang tersebut.


“Siapkan tiga porsi makanan. Tambahkan beberapa sayuran di tempat terpisah ya mang. Minumnya cukup teh saja,” sahut Bayu.


“Baiklah tuan!” sahut pelayan itu.


Kemudian pelayan itupun meninggalkan mereka masuk ke dalam untuk  menyiapkan pesanan. Tak sampai sepeminuman teh, pelayan itu kembali dengan membawa dua buah nampan berisi penuh hidangan. Kemudian lelaki tua itu menyusunnya di atas meja yang berada di depan ke tiga orang itu. Mereka pun menikmati hidangan yang disediakan itu.


**Bersambung..

__ADS_1


sebelumnya Author memohon maaf agak terlambay upnya hari ini dikarenakan ada sedikit kesibukan.


jangan lupa like dan komentarnya semoga berkah**.


__ADS_2