Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.188. Sepasang Iblis Tak Genah (1)


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 188...


“Ampuni kami dewa dan dewi, tidak menyambut kedatangan dewa dan dewi dengan baik” ucap Ki Jati Suryo sambil bersujud diikuti istri dan putrinya.


“Eh.. apa-apaan kalian ini. Kami bukan dewa dan dewi, bangunlah, kalau tidak kami tinggalkan tempat ini biar kalian di ajar iblis-iblis itu.” Ucap Intan setengah membentak.


Bayu hanya tersenyum melihat keadaan di depan matanya. Ia membiarkan Intan mengatasi kejadian yang dianggapnya lucu itu. Mendengar ancaman Intan, akhirnya ketiga orang anak dan orang tua itupun bangun dari posisi mereka.


“Sudahlah paman, kami hanyalah manusia biasa yang di anugerahkan sang pencipta sebuah kesaktian. Bukan dewa seperti yang kau kira.” Ucap Bayu tersenyum.


“Ahhh kami benar-benar bingung. Mari masuk kedalam, dua buah kamar untuk kalian sudah disiapkan. Maaf bila pelayanan kami kurang memuaskan.” Ucap ki Jati Suro merasa apa boleh buat.


“Kak apakah kakek dan nenek tadi ada hubungannya dengan ketiga Iblis Pemetik Bunga Itu?” Tanya Intan sambil berjalan di samping Bayu menuju ke dalam rumah Ki Jati Suro.


“Sepertinya memang berhubungan, apalagi melihat kesiagaan mereka melindungi  Iblis Pemetik Bunga yang menyelamatkan rekannya itu. Setelah berhasil di selamatkan, keduanya pun ikut kabur.” Jawab Bayu singkat.


Lalu siapakah sebenarnya dua orang tua yang dimaksud Bayu itu?  Sebenarnya mereka adalah sepasang suami istri ahli silat beraliran hitam yang bergelar Sepasang Iblis Tak Genah. Mereka mendapat gelar seperti itu karena kelakuan mereka yang seperti binatang dalam urusan memuaskan nafsu birahi. Tidak sekali sang istri menyuruh murid-murid mereka melayani kemauannya, dan hal itu tidak pernah dipermasalahkan oleh suaminya.


Kedatangan sepasang suami istri yang menjadi guru Iblis Pemetik Bunga itu memang bukan sebuah kesengajaan. Saat mereka mengunjungi kediaman ketiga murid, mereka mendapati sang murid bungsu baru selesai disembuhkan. Keduanya pun bertanya akan perihal yang menimpa murid termudanya itu.


Setelah mendapat keterangan dari ketiga murid, mereka bersama-sama menyantroni rumah ko Jati Suro untuk mencari pemuda yang melukai Iblis Pemetik Bunga termuda. Namun setelah meneliti keadaan mereka tak menemukan keberadaan Bayu. Hanya melihat Intan sedang duduk sendiri di pelataran rumah ki Jati Suro. Melihat kecantikan si gadis, akhirnya orang termuda dari Iblis Pemetik Bunga itupun melakukan upaya penangkapan yang akhirnya membawa kematian untuk dirinya sendiri.


“Aku tak menyangka lawan yang kalian hadapi itu benar-benar sakti. Baru yang perempuan saja memiliki kesaktian seperti itu, entah bagaimana sebenarnya kesaktian si pemudanya.” Ucap si lelaki dari Sepasang Iblis Tak Genah.

__ADS_1


“Mengapa harus ditakutkan kakang? Seharusnya kita tidak lari tadi, hajar saja si perempuannya, bila lelakinya muncul langsung sikat saja. Kita malah lari, sampai-sampai harus kehilangan si Janura murid bungsu kita itu.” Protes si wanita Sepasang Iblis Tak Genah.


“Kau itu bukan marah kehilangan karena sayang dengan murid. Tapi karena telah kehilangan satu dari pelampiasan nafsumu itu. Bertindak itu harus juga dengan perhitungan.” Ketus Lelaki Sepasang Iblis Tak Genah.


“Hihihi  itu juga salah satunya.”


Wanita dari sepasang Iblis Tak Genah tertawa cekikikan karena maksud hatinya dibaca oleh sang suami. Memang pada dasarnya mereka tak begitu peduli dengan kematian sang murid. Yang membuat mereka mendatangi kediaman ki Jati Suro itupun di karenakan rasa penasaran mereka terhadap  ketampanan pemuda yang mengalahkan sang murid yang di ceritakan murid-murid itu.


Keesokan harinya di desa Ampar Batuan telah ramai pembicaraan tentang datangnya seorang dewa dan dewi di rumah ki Jati Suro. Ini semua karena pembicaraan pembantunya kepala desa itu saat membeli bahan-bahan makanan tentang kehebatan sang dewa dan dewi itu. Beberapa warga yang penasaran dengan kebenaran berita itu ada yang sengaja datang ke rumah ki Jati Suro berpura-pura mengurus sebuah urusan kepada si kepala desa. Setelah melihat langsung tampang dari yang diberitakan sebagai dewa dan dewi itu sebagian besar mempercayainya, walau beberapa ada yg brpndapat bahwa mereka hanya manusia biasa.


Malam harinya kembali keadaan mencekam melanda desa Ampar Batuan. Suara lolong anjing menggema  saling sahut-sahutan. Atas usulan warga semua gadis di desa itu diinapkan di rumah kepala desa. Mereka takut kalau-kalau para penjahat itu tidak berani datang ke rumah kepala desa, malah mencari target baru.


“Bedebah.. rupanya mereka sudah bisa membaca  maksud hati kita. Semua gadis di kumpulkan di rumah kepala desa itu.” Geram orang tertua dari Iblis Pemetik Bunga.


“Kau benar nyi. Lagipula kita masih memegang pusaka batu demit. Dengan begitu kalau kita tak sanggup melawan mereka, kita panggil raja dedemit rubah merah dari alam siluman itu.”


“Kau benar sekali suamiku. Malam ini kita akan menghajar orang-orang yang berani bertentangan dengan kita, Sepasang Iblis Tak Genah... Hihhi”


Tawa keempat guru dan murid itupun pecah. Mereka yakin sekali dapat mengalahkan musuh mereka. Keempat orang itupun beranjak menuju kediaman ki Jati Suro.


Di kediaman ki Jati Suro nampak beberapa warga sedang meronda di sana. Walaupun hati mereka masih kebat-kebit khawatir para iblis itu datang, rasa penasaran mereka ingin melihat pertarungan dua orang muda mudi yang mereka anggap titisan dewa dan dewi itulah membuat mereka mantap ikut meronda. Sedikitnya ada enam orang warga yang meronda. Bahkan beberapa rumah yang jaraknya berdekatan dengan rumah kepala desa juga melakukan penjagaan hanya untuk melihat keramaian malam ini.


“Hihihi..”


“Hahaha..”

__ADS_1


Terdengar suara tawa lelaki perempuan bergantian. Tawa itu bukan tawa biasa tapi mengandung tawa yang mengandung sihir dan tenaga dalam. Tentu saja hal ini membuat para peronda yang terdiri dari warga biasa itu kesakitan dada dan telinga mereka.


“Hhhmmm..”


Bayu mendehem kecil. Hebatnya deheman itu langsung menghentikan serangan melalui tawa yang dikerahkan lawan. Tidak hanya itu, apa yang dilakukan  Bayu ternyata sekaligus mengobati para warga yang terkena serangan sihir dan tenaga dalam lawan tadi. Pemuda itu dengan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke limanya mengalirkan tenaga sakti melalui suara.


“Ukhh..”


Terdengar keluhan di susul munculnya Sepasang Iblis Tak Genah bersama muridnya. Nampak kedua murid mereka memegangi dada dan terlihat masih meringis menahan sakit. Rupanya dengan suaranya Bayu juga melakukan serangan terhadap musuh.


“Telan ini untuk mengobati guncangan pada dada kalian.” Ucap wanita dari sepasang Iblis Tak Genah sambil menyerahkan dua biji pil kepada muridnya.


Keempat orang itu menatap tajam kearah Bayu dan Intan yang berdiri di tengah-tengah pelataran rumah. Kaget juga Sepasang Iblis Tak Genah dengan kemampuan si pemuda hanya melalui suara deheman mampu mngirimkan serangan sekaligus pengobatan kepada orang. Namun keduanya tak bisa lagi berpikir jernih saat melihat ketampanan Bayu dan kecantikan Paras Intan.


Bersambung..


Sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :


1. memencet tombol like


2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.


Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.


 

__ADS_1


__ADS_2