
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 120...
Orang yang dipanggil Darba itu membungkuk memberikan penghormatan kepada Singa Langit. Kemudian ia melesat meninggalkan tempat itu. Nampak dari kelopak matanya mengembang air.
Singa Langit merupakan majikan sekaligus guru bagi Darba. Selama ini orang tua itu lah yang mengajarkan ilmu silat kepada lelaki berumur empat puluh tahunan itu. Belakangan ia tak mengerti, guru sekaligus majikannya itu melakukan kerjasama dengan orang yang menamakan dirinya Dewa Iblis Kegelapan.
Singa langit melesat ke arah Bayu. Orang tua itu melancarkan cakar mautnya ke arah lambung Bayu. Dengan sedikit menarik badannya ke belakang Bayu menghindari serangan lawan.
Semua terjadi sangat singkat. Karena keduanya melakukan gerakan dengan sangat cepat. Sampai-sampai Setan Beruang bersaudara yang sudah berada di sana tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi.
Tempo pertarungan menjadi sangat cepat. Kini yang bisa di lihat hanya sekelebatan bayangan yang saling menyerang. Dentuman-dentuman tenaga sakti yang beradu terdengar sangat keras bagai bunyi geledek. Mereka yang memiliki tingkat kemampuan yang rendah, menjadi korban pancaran tenaga sakti sampai ada yang tewas.
Keduanya terlihat masih seimbang. Bayangan merah dan bayangan putih saling serang. Hawa panas dan hawa dingin saling tindih menindih. Sebuah keadaan yang sangat menyiksa bagi mereka yang berada di tempat itu. Bahkan Dewa Pedang Sejagat pun tak terhindar dari sengatan hawa panas dan dingin yang silih berganti.
“Tak di sangka kemampuan anak itu sedemikian hebat. Entah apa jadinya bila dia berada di pihak orang-orang jahat.” Gumam Dewa Pedang Sejagat yang bersandar di bawah pohon beristirahat.
Blaammmmm!!
Ledakan dahsyat terjadi. Tanah di tempat itu bergetar hebat bagai di landa gempa. Beberapa bagian dinding istana menjadi retak. Sebagian besar tanaman di tempat itu berterbangan. Beberapa buah pohon menjadi tumbang.
Singa langit terlempar beberap tombak dari tempatnya. Orang tua itu langsung jatuh terduduk. Mulutnya menyemburkan darah segar. Sementara Bayu yang terlempar ke udara telah mendarat manis ke tanah. Walaupun tidak mengalamiluka dalam, namun pemuda itu merasakan sesak di dadanya.
Singa langit kembali mengambil botol di balik bajunya. Sekali lagi orang tua itu menelan pil buatan Dewa Obat itu. Seketika tubuhnya bergetar hebat. Pada tubuhnya keluar asap berhawa yang sangat dingin.
“Anak muda kau benar-benar sangat hebat. Kau sudah membuat aku menelan pil terlarang ini. Tapi aku senang bisa bertarung dengan lawan hebat sepertimu. Hahaha”
Singa Langit tertawa keras. Tawanya mengandung pengerahan tenaga dalam yang amat kuat. Kini tenaga saktinya meningkat sampai dua puluh kali lipat. Walaupun ia sadar umurnya akan bersisa setengah hari saja, tetap saja pil itu di telannya.
__ADS_1
Bayu melihat kekuatan lawan yang meingkat berkali-kali lipat muncul juga perasaan gentar. Namun sifat keras di dirinya membuatnya terlihat sangat tenang. Tak sedikitpun tampak rasa takut dari raut wajahnya.
Wusss...
Singa Langit melontarkan pukulan jarak jauh berhawa dingin ke arah Bayu. Serangkum tenaga dingin melesat cepat ke arah pemuda itu. Menggunakan tenaga panas Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta pemuda itu menghadang serangan lawan. Cahaya merah semakin lebar menyelimuti tubuh pemuda itu.
Blaaammm..
Singa langit terjajar dua langkah kebelakang akibat bentrokan tenaga sakti miliknya dengan tenaga sakti milik Bayu. Sementara Bayu terlempar beberapa tombak kebelakang. Kali ini pemuda itu yang mengalami kerugian. Di sela-sela bibirnya mengeluarkan cairan berwarna merah.
Sementara itu, di sebuah gua es tempat persembunyian Raja Pulau Es, Nalini dan Intan nampak sangat khawatir dengan keadaan Bayu. Sudah beberapa waktu lamanya pemuda itu tak muncul. Mereka khawatir terjadi apa-apa pada diri Bayu.
“Saya pamit ke luar dulu menyusul kak Bayu.” Ucap Intan ke pada raja Pulau Es.
“Sebaiknya kita tunggu saja di sini nona. Takutnya keberadaan kita di sana hanya akan menjadi beban.” Cegah Raja Pulau Es. “Nona kalau boleh saya tau, apa gerangan tujuan kalian datang ketempat kami. Tentu ini bukan suatu kebetulan.”
“Ayah, sebenarnya mereka kemari untuk meminta pertolongan ayah.” Sahut Manika mendahului.
Kemudian Manika menceritakan secara singkat keadaan Nalini kepada ayahnya berdasarkan cerita yang ia dapat dari Bayu dan Raja Iblis Kelabang. Beberapa kali Raja Pulau Es mengerutkan dahi nya mendengar penuturan putrinya itu.
“Sudah berapa lama nona ini terserang racun bulu landak Salju?” tanya Raja Pulau Es.
“Sudah lebih sepekan.” Jawab Bargawa singkat.
“Ahhh.. sayang sekali. Kalau begitu semua sudah terlambat.” Ucap Raja Pulau Es.
Tentu saja ucapan penguasa Pulau Es itu mengejutkan semua yang ada di situ. Bahkan Intan sendiri nampak pucat dan cemas mendengarnya. Berbeda dengan yang lain, Nalini yang mengalami keracunan nampak begitu tenang dan tabah. Gadis itu tersenyum manis seolah-olah yang mengalami itu bukan dirinya.
“Kenapa terlambat tuan Raja?” tanya Intan yang jadi tak sabaran. Bahkan ia telah lupa keinginannya tadi untuk menyusul Bayu.
__ADS_1
Racun bulu landak salju dapat di obati dengan cara memakan empedu ular api yang berada di kawah gunung api. Gunung api itu terdapat di pulau api yang berada berdampingan dengan pulau ini. Namun empedu ular api hanya mampu mengobati orang yang keracungan kurang dari sepekan. Lebih dari itu, ia hanya berfungsi membuat si penderita bisa menggunakan tenaga saktinya tanpa beresiko racun menjadi kambuh.
“Bagiku itu sudah lebih dari cukup tuan raja.” Timpal Nalini dari pembaringannya.
“Apakah tidak ada cara lain untuk bisa menyembuhkan racun itu tuan Raja?” tanya Bargawa yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan.
“Ada, tapi mustahil bisa di lakukan.”
“Bagaimana caranya?”
“Dengan cara menelan mustika Raja Ular Api. Apa bila itu dapat di lakukan, bukan saja akan mendapat kesembuhan, tapiorang itu juga akan memiliki tenaga sakti yang berasal dari mustika itu. Tenaga Sakti Naga Geni.”
“Tenaga Sakti Naga Geni?” gumam Intan. Namun gumaman itu terdengar jelas di telinga yang lain, sehingga perhatian mereka semua tertuju pada gadis itu.
“Ya Tenaga Sakti Naga Geni. Kalau aku tidak salah Pedang yang kau punya itu merupakan Pusaka Pedang Naga Geni. Entah ada hubungan apa kau dengan pendekar Seruling Sakti?” tanya Raja Pulau Es.
“Dia Ayahku.” Jawab Intan singkat.
“Apa? Pendekar Seruling Sakti adalah ayahmu?” seru Raja Pulau Es tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Intan mengangguk. Keningnya berkerut tak mengerti mengapa Raja Pulau es terkejut sampai-sampai mengulangi pertanyaan dua kali.
“Ahh.. sungguh ini kemurahan Yang Maha Kuasa. Ketahuilah nak Intan, ayahmu itu adalah adikku. Yang termuda dari kami tiga bersaudara. Aku yang nomor dua, sedangkan kakak pertama kami telah lama menghilang tanpa ada kabar beritanya.”
Betapa terkejutnya Intan mendengar penuturan Raja Pulau Es. Memang semasa hidupnya sang ayah pernah bercerita bahwa ia berasal dari pulau seberang, bukan dari daratan selatan tempat ia tinggal. Namun Intan tak menyangka sama sekali bahwa ayahnya adalah penghuni pulau es.
Bersambung...
**Jangan lupa like dan kasih komentar, biar novel ini mendapat apresiasi dari pihak Noveltoon**
__ADS_1