Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.222. Pengembaraan Pangeran Mandaka.


__ADS_3

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta


Episode 222


“Kami yang meminta maaf tuan dan nyonya apabila kehadiran kami mengganggu kalian.” Ucap Bayu.


Kemudian sang saudagar kapal membawa Bayu dan Intan ke dalam kapal. Siapapun tak akan menyangka apa yang dalam kapal. Kapal itu memang besar namun kalau dilihat dari luar hanya biasa-biasa saja. Tetapi setelah dilihat di dalamnya maka akan terlihat pemandangan yang sungguh mewah.


“Boleh tahu nama kalian?” Tanya lelaki yang menjadi majikan kapal.


“Namaku Bayu Tuan, dan dia namanya Intan. Maaf sebelumnya bila pertanyaanku lancang. Tuan siapakah? dan hendak kemana dengan kapal ini? apakah kita searah?” tanya Bayu.


“Wah wah wah... sungguh anak muda yang penuh semangat. Sekali bicara pertanyaannya langsung banyak” canda majikan kapal. “Namaku Gardana dan ini istriku Wilarti kami memang orang dari negeri barat yang baru saja akan pulang dari pelesir di negeri Selatan.” Ucapnya lagi.


“Kalau begitu kami  ucapkan terima kasih atas tumpangan tuan.” sahut Bayu.


“Panggil saja aku dengan sebutan paman, dan istriku ini dengan panggilan bibi. Dan bila kalian tidak keberatan aku memanggil kalian dengan sebutan nak.” Ucap lelaki bernama Gardana itu.


“Baiklah kalau begitu, paman.” Sahut Bayu.


Mereka pun terlibat pembicaraan panjang selama perjalanan menuju kerajaan Barat.


Di lain tempat di kerajaan Negeri Selatan, sang raja dipusingkan oleh laporan dari beberapa telik sandi yang mengatakan pasukan kerajaan  barat mulai memasuki wilayah kerajaan Selatan.


“Apa-apaan ini mengapa sekarang kerajaan barat sudah berani memulai peperangan dengan kita.” Bentak bentak Raja kepada para menterinya yang terlibat dalam pertemuan penting kerajaan.


“Maafkan hamba Yang mulia, sepertinya kabar tentang pedang penguasa naga yang telah jatuh ke tangan Rajawali merah sudah sampai ke telinga raja di Kerajaan Barat. Itulah sebabnya mereka berani memulai peperangan terhadap kita.” Ucap salah satu menteri mengajukan pendapatnya.

__ADS_1


“Sepertinya bukan hanya itu yang mulia pasti kabarnya telah sampai juga ke telinga Raden Raga Lawing. Itu artinya kerajaan bukan hanya melawan serangan dari luar tapi juga pengkhianatan dari dalam.” Ucap Menteri yang lain.


“Bedebah..” bentak Raja Selatan. “Ini semua gara-gara naga hitam yang tidak becus itu. Kalau saja dia tidak kalah dalam pertandingan, tentu kadang kita tidak terpuruk ini.” Geram Raja Selatan.


Semua orang yang ada disitu terdiam mendengar bentakan raja selatan. Padahal mereka semua tahu rencana mengikuti perebutan ketua dunia persilatan adalah usul raja sendiri. Namun tak ada satupun dari mereka yang berani bersuara.


“Lalu apa yang harus kita lakukan yang mulia. Apakah kita akan merebut kembali pedang penguasa naga dari rajawali merah.” Tanya perdana Menteri yang berada di Samping Raja.


“Tidak mungkin kita bisa merebutnya. sekalipun itu dapat kita lakukan tetap saja pedang penguasa naga tidak dapat kembali dalam perintah kita. Sudah menjadi sumpah pedang pusaka tersebut apabila ada yang mampu menaklukkannya selain darah keturunan Raja maka sang naga akan mengabdi kepadanya.” Jawab Raja dengan nada marah.


“Kecuali kalian bisa mengajak Rajawali merah bekerja sama dengan kita. Tentu itu merupakan sebuah keberuntungan buat kita. Jangankan mengusir para pemberontak mengusir pasukan pasukan kerajaan lawan pun akan sangat mudah baginya. Apalagi bila pemuda itu mampu menemukan rahasia di balik pedang penguasa naga.” Ucap Raja.


“Bagaimana kalau kita kirim utusan untuk membujuknya yang mulia raja?” usul perdana menteri lagi.


“Tidak semudah itu perdana menteri. Orang-orang dunia persilatan sangat memegang prinsip. Sebagian besar mereka tidak ingin mencampuri urusan kerajaan. Biasanya mereka hanya akan membantu apabila memiliki hubungan persahabatan dengan pihak kerajaan.”


“Kalau begitu biar aku yang mencobanya ayahanda raja.”


“Menghadap yang mulia Raja. Semoga yang mulia Raja panjang umur dan kerajaan Selatan selalu jaya.” Ucap pangeran Mandaka seraya berlutut dengan satu kaki.


“Bangunlah anakku! Apa maksud ucapanmu tadi.”


“Ayahanda Raja, izinkan nanda menemui orang yang bergelar Rajawali merah itu. Nanda akan mencoba untuk bersahabat dengannya. Apabila berhasil maka akan nanda bujuk dia membantu kita dalam membasmi para pemberontak dan pasukan kerajaan Barat itu.”


“Apakah semua akan berhasil mandaka?” Tanya sang Raja.


nanda akan dengan sekuat tenaga dan pikiran yang mulia. Nanda pun mendekatinya bukan sebagai seorang pangeran tetapi hanya sebagai rakyat biasa atau sebagai orang-orang dunia persilatan. Apabila nanda sudah mendapatkan kepercayaannya maka akan nanda sampaikan maksudnya hati nanda.”

__ADS_1


“Kalau memang kau sudah punya rencana maka lakukanlah. Bisa jadi masa depan kerajaan ini bergantung pada berhasil tidaknya usahamu. Kelak kau juga yang nantinya akan menjadi raja menggantikan ku. Tapi bila keadaan ini runtuh maka jalan mau menjadi raja hanya akan menjadi mimpi belaka.” Ucap Raja Selatan.


“Baik ayahanda raja. Besok nanda kan berangkat mencari pemuda itu. Doakan semua berjalan lancar.” Ucap pangeran Mandaka.


Besoknya pangeran mandaka langsung memulai pengembaraannya. Atas petunjuk dari beberapa orang menteri kerajaan yang  berpengalaman dalam dunia persilatan, pangeran mandaka disarankan untuk mencari Rajawali merah di sekitaran perguruan tangan dewa. diangkatnya Rajawali merah sebagai ketua perguruan tangan dewa rupanya sudah sampai ke telinga kerajaan.


Pangeran mandaka terjun mengembara menyamar sebagai seorang pendekar dunia persilatan. Pada dasarnya putra mahkota kerajaan Selatan itu memang memiliki dasar-dasar ilmu kesaktian yang tinggi. Sejak kecil ia diajarkan ilmu kanuragan oleh pendekar-pendekar Sakti yang berada di istana. Bisa dikatakan semua tokoh persilatan nomor satu  di Istana merupakan gurunya.


Setelah melakukan perjalanan berkuda dua hari lamanya dari kerajaan Selatan, akhirnya pangeran mendekati buddy desa yang letaknya di bawah kaki bukit benteng Dewa. Pangeran mandaka memutuskan tidak langsung naik ke atas menuju pegunungan tangan dewa. Putra mahkota itu berencana untuk mempelajari keadaan desa sekitarnya dan juga perguruan tangan dewa.


Tepat di depan sebuah rumah makan sekaligus penginapan yang cukup mewah, pangeran Manda kapan menghentikan kudanya. Tak berapa lama setelah Ia turun dari kudanya, seorang pelayan menghampirinya.


“Silakan den.. biar kudanya Mamang yang membereskan.” Ucap si pelayan.


Pangeran menganggukan kepalanya. Kemudian pemuda itu masuk ke dalam rumah makan yang sekaligus penginapan itu. Ia memilih meja yang berada di pojok kiri ruangan. Tempat itu memang jauh dari keramaian.


“Mau pesan apa den?” Tanya seorang pelayan yang langsung menghampiri pangeran saat dia duduk di kursi yang ia pilih.


“Siapkan satu porsi makanan yang paling enak, mang! Dan siapkan teh terbaik yang ada di sini.” Ucap pangeran Mandaka.


Pelayan itu mengerutkan dahinya. Tidak biasanya orang yang datang ke tempat itu mencari teh yang istimewa. Rumah makan itu terkenal dengan araknya yang istimewa. Karena itulah pesanan dari pangeran Mandaka tadi sedikit mengherankan.


“Kami memiliki arak yang istimewa den. Apakah aden tidak ingin mencobanya?” tanya si pelayan.


“Tidak usah mang. Aku tidak suka minum arak. Kau siapkan saja apa yang aku pesan.” Sahut Pangeran Mandaka.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya. like dan komen kalian sangat berharga bagi author


Ditunggu juga dukungan kalian di karya saya yang lain Reinkarnasi Dewa Terkuat


__ADS_2