Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
40. Pesan Terakhir


__ADS_3

"Kita lihat saja dulu guru, apa maksud dari Iblis Muka Hitam. Sepertinya si Jari Malaikat masih mampu menandingi" Cegah Malaikat Petir. Walau pada dasarnya orang ini adalah paman gurunya, tapi Malaikat Petir memang sering memanggil Pertapa Sakti Tanpa Nama dengan sebutan guru.


Iblis Muka hitam melancarkan pukulan jarak jauhnya. Serangkum asap hitam meluncur dari kedua telapak tangannya ke arah Pendekar Jari Malaikat. Terlihat Ketua perguruan Jari Sakti itu sangat tenang tidak menjadi gugup.


"Blammm..."


Pendekar jari sakti memutar pergelangan tangan kanannya, kemudian mengarahkan jari tengah dan telunjuknya kearah serangan Iblis Muka Hitam. dari kedua jari itu meluncur kekuatan semacam butiran embun yang membentuk garus lurus.


Terjadi ledakan hebat saat kedua tenaga sakti itu bentrok. Iblis hitampun terdorong tiga langkah kebelakang. Ia mearasakan sedikit sesak pada dadanya. Sedangkan Pendekar Jari Malaikat hanya terdiam di tempatnya. Setelah Iblis hitam terpukul mundur ia pun terjajar lima langkah kebelakang.


"Hahaha bagus... bagus... tidak salah dipilih untuk mewakili menjadi penantang Istana Lembah Neraka." Pujinya.


"Hahaha dasar edan kau Suro Geti, hampir saja ku hajar kau dengan Tinju Inti Bumiku hahaha" seloroh Pertapa Sakti Tanpa Nama


"Sebenarnya dia tak berada di bawahku, bahkan sepertinya dia tidak betul-betul menggunakan tenaganya, dan diapun sengaja mengalah, bukan kalah. Sejak kapan ketua Perguruan Jari Sakti ini memiliki kesaktian seperti ini?" Bisik Iblis Muka Hitam dalam hatinya.


...***...


"Paman Pranggala, aku ada satu permintaan padamu, harap kau mau melakukannya." Ucap Bayu bersungguh-sungguh.


Mendengar sang Ketua memohon kepadanya, Pranggala langsung tak enak hati. Dia sangat merasa berhutang budi pada pemuda yang satu ini. Bukan hanya telah menyelamatkannya, namun juga telah memberikannya pelajaran ilmu tingkat tinggi. Sehingga saat ini menjadi orang yang bisa disejajarkan kemampuannya dengan tokoh-tokoh nomor satu dunia persilatan.

__ADS_1


Pengawal pribadi Bayu itupun langsung berlutut dan berkata


"Budi baik Ketua aku belum bisa membalas. Bahkan kehidupanku sekarang ini adalah hadiah dari ketua. Apapun yang kau ingin perintahkan saja padaku, jangan kau memohon, tak pantas rasanya aku yang rendah ini mendapat permohonanmu" Jawab Pranggala tulus.


"Dengarlah paman! Aku tidak tau apakah penyerangan nantinya akan berhasil atau tidak. Aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada tubuhku. Setiap kali aku menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta, kesudahannya kepala ini berasa sangat sakit seperti mau pecah." ungkap Bayu. Sejenak dia terdiam. Pandangannya menerawang ke langit.


"Ketua, menurut sepengetahuanku, dan yang sering kudengar dari cerita-cerita orang, ilmu tertinggi dalam dunia persilatan adalah Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta. Cukup menguasai tingkat pertamanya saja, tiada ilmu apapun di dunia ini mampu menandingi. Apalagi ketua telah menguasai tingkat ke lima. Bahkan dua puluh orang seperti tiga Dewa Dunia Persilatan tak akan mampu mengalahkan ketua" Puji Pranggala tulus.


"Yang aku takutkan bukan kekuatan lawan. Tapi kekuatan yang ada padaku sendiri. Beberapa waktu ini aku menyadari bahwa terkadang aku kehilangan kontrol terhadap diri sendiri. Bukan hanya melukai lawan, bahkan tidak sekali melukai orang sendiri. Bukan tidak mungkin kelak aku akan melukai diri sendiri."


"Apakah ada yang salah dari yang ketua pelajari, ataukah ada cara yang salah yang ketua lakukan?"


"Entahlah paman. Semua yang ku lakukan sesuai tuntunan kitab Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Bahkan latihanku di bantu oleh Empat Sakti dunia persilatan."


"Paman, apabila kelak pertarungan di bukit kosong telah dimulai, maka secepatnya kau pulang ke Istana Lembah Neraka dan temukan rahasia ini." pinta Bayu sambil mengeluarkan sebuah kunci dari balik sakunya. Kemudian ia menyerahkan kunci itu kepada Pranggala.


"Maaf ketua, setelah kau menyelamatkanku ditambah kebaikanmu mengajarkan ilmu kesaktian padaku, aku telah berjanji akan mengabdi pada ketua, selalu bersama ketua hidup atau mati." Jawabnya dengan nada bergetar.


"Turutilah paman kata-kataku kalau kau memang setia padaku."


Pranggala tertunduk sedih mendengar kata-kata Bayu. Ia pun mengangguk tanda setuju akan perintah ketuanya.

__ADS_1


"Dua hari yang lalu aku menemukan sebuah kertas yang pesan kecil di kalung ini." ungkap Bayu sambil menunjukkan kalungnya. "Pesannya meminta aku mengambil sebuah benda yang berada di ujung lembah Neraka. Di sana kudapatkan kitab ilmu Tenaga Inti Api dan surat ini" tambah Jaka seraya menyerahkan gulungan selembar surat dari kulit hewan.


Pranggala pun menyambut gulungan surat itu dan membukanya.


Anakku Bayu, bila kau membaca surat ini itu tandanya aku dan ayahmu sudah tak ada lagi di dunia ini. Istana Lembah Neraka merupakan warisan kami untukmu. Saat ini kau berada di tangan orang yang sangat berbahaya, maka bertindaklah menurut keadaan. Saat menulis surat ini kami berdua telah terkena racun mematikan.


Dalam kotak bersama surat ini terdapat kitab Ilmu Tenaga Inti Api kepunyaan Istana Lembah Neraka. Ilmu ini terdiri dari empat tingkat. Kalau kau sudah mampu mempelajari sampai ke tingkat empat, maka kau sudah mampu menghadapi musuh-musuh kami. Pergilah keruang rahasia yang ada di peta dibalik surat ini. Di sana kau akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Pada gulungan surat yang satunya terdapat petunjuk senjata-senjata rahasia dan jebakan-jebakan di Istana Lembah Neraka. Bila kelak kau mampu mengusir semua orang yang ada di lembah ini, aktifkan kembali semua jebakan dan senjata rahasia agar tidak ada lagi yang bisa memasuki kecuali yang mengetahui rahasianya.


Anakku, sekali lagi kami mengingatkan bertindaklah sesuai keadaan. Jangan terburu-buru membuat semua rencana gagal. Hidupkan kembali kejayaan Istana Lembah Neraka.


dari ibumu.


"Paman, aku ingin kau mewakiliku melaksanakan pesan orang tuaku itu."


"Ketua, Apakah ketua tidak bisa melakukannya, dengan kemampuan ketua yang sekarang tentu dengan mudah mengusir semua orang yangbada di lembah, dan menemukan tempat rahasia itu" sela Pranggala.


"Paman, bukankah telah aku katakan sebelumnya, bahwa belakangan aku menyadari setiap aku menggunakan tenaga saktiku, ada rasa sakit di kepalaku yang teramat sangat kambuh. Saat aku menemukan surat dan kotak kitab ilmu ini terjadi lagi hal itu. Bahkan aku sempat pingsan"


"Ahh.. maafkan aku ketua" sesal Pranggala.

__ADS_1


"Nama besar Istana Lembah Neraka menjadi tanggung jawabku. Aku tak ingin dikarenakan urusan ini, dan sakit ini kembali kambuh, sehingga aku tak dapat datang ke bukit kosong, maka selamanya orang akan mencemooh Istana Lembah Neraka. Biarlah urusan ini aku serahkan padamu. Bila terjadi hal yang tak diinginkan denganku nanti, aku mohon kau bangun kembali Istana Lembah Neraka paman". pinta Jaka.


Pranggala hanya mengangguk sambil berlutut. Ada perasaan haru di dadanya. Orang nomor satu di lembah Neraka ini mempercayakan urusan penting kepadanya. Tak terasa air matanya mengembang.


__ADS_2