Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.144. Surat Wasiat


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 144...


“Hmmm.. Ilmu apa sebenarnya yang digunakan orang ini? Mengapa bisa dia hidup lagi setelah tubuhnya terpotong sedemikian rupa,” gumam Bayu. “Saat ini aku belum tau cara menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam. Lembaran petunjuk yang pernah kubaca dulu hanya sampai tingkat ke lima. Untungnya tenaga sakti ini muncul saat aku dalam keadaan terdesak.”


Bayu berpikir keras bagaimana cara mengatasi musuh yang sangat sakti ini. Sedangkan lawan tak jauh berbeda, dia mencari cara agar tidak terlihat kalah di hadapan lawannya. Keduanya terlibat perang dengan pikirannya masing-masing. Sehingga dalam pengamatan orang, keduanya sedang adu pandang saling menekan mental lawan masing-masing.


“Anak muda, sebaiknya kita bekerja sama. Musuhmu dan musuhku adalah orang yang sama,” ucap Penguasa Jagad. "Ini adalah kali terakhir aku mengunjungi mu disini. Kalau kau tertarik dengan tawaranku, temui aku di kerajaan Barat.”


Tubuh Penguasa jagad kembali diselimuti cahaya hitam. Sebentar kemudian cahaya hitam itu meliputi seluruh tubuhnya. Lalu orang tua itu berubah wujud menjadi  cahaya yang diselimuti kabut hitam. Ia pun melesat meninggalkan tempat itu.


“Ketua.. Kau tidak apa-apa?” tanya Pranggala menghampiri pemuda itu.


Bayu menggelengkan kepalanya. “Sungguh mengerikan gabungan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta dan Panca Sona itu,” gumam Bayu.


Setelah mendapat perintah sang ketua, semua orang kembali ketempatnya masing-masing. Begitu juga Bayu, Nalini dan tiga orang utama Istana Lembah neraka, mereka kembali masuk kedalam Istana.


Di Istana kembali Pranggala menyerahkan sebuah gulungan surat yang disimpannya untuk Bayu. Pemuda itupun menerimanya. Kali ini Bayu membuka gulungan itu dan membacanya.


Anakku Bayu,


Seperti yang pernah ku kuceritakan padamu, aku dan kakekmu adalah dua orang tersisa dari suku api. Sedangkan Ayahmu adalah orang asli negeri selatan ini. Dia merupakan cucu dari pendekar sakti yang menciptakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.


Berhati hatilah dengan Raja Iblis Bukit Tengkorak. Dia memang suruhan ayahku yang juga kakekmu yang ditugaskan menyusun rencana menyiapkanmu untuk mempelajari Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta dan menyiapkan pasukan yang nantinya dikerahkan melawan kerajaan Selatan. Namun belakangan terjadi perubahan, kakekmu menghilang, sehingga saat ini Raja Iblis Bukit Tengkorak bekerja sesuai dengan kehendak hatinya.


Beberapa waktu sebelum kakekmu menghilang, aku lihat terjadi sesuatu padanya. Setelah aku selidiki, ternyata kakekmu telah salah mempelajari Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta, sehingga tenaga sakti itu menyerang balik tubuhnya. Ilmu ini tidak bisa sembarang orang mempelajarinya. Hanya ada tiga jenis orang yang mampu mempelajarinya.

__ADS_1


Pertama, ia haruslah orang yang memiliki hubungan darah dengan pemilik pertamanya. Yang kedua ia mendapat penyaluran tenaga langsung dari orang yang menguasainya lalu melatih ilmu tersebut. Dan yang ke tiga dia memiliki hati yang bersih.


Sedangkan kakekmu tidak memiliki kriteria salah satu dari tiga macam orang yang bisa mempelajarinya. Bahkan Kakekmu itu merupakan orang yang memiliki hati yang kejam dipenuhi dengan rasa ketamakan. Ia ingin sekali menjadi raja, karena ia menganggap keturunan Raja suku api. Itulah sebabnya kakekmu gagal mempelajari ilmu tersebut. Semenjak itu aku tak mengetahui lagi kabar beritanya.


Seperti yang aku katakan di surat sebelumnya, bahwa aku dan ayahmu bersembunyi di sini karena mendapat serangan orang tak di kenal, mendapatkan luka yang mengandung racun. Yang membuat kami penasaran ilmu dan ciri-ciri orang itu mirip dengan dia yang telah membantai orang-orang suku api di lembah Neraka.


 Orang itu menyerang kami karena menginginkan Kitab Asli Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang disangkanya berada di tangan ayahmu sebagai keturunan asli penciptanya. Ia pun mengaku bahwa yang telah membantai suku api adalah dirinya.


Anakku, selidikilah dan cari orang itu serta minta pertanggung jawabannya atas pembantaian seluruh suku kita. Satu hal yang kau ingat, pembunuh itu belum tentu utusan kerajaan. Karena saat ia menyerang kami, sempat orang itu menggunakan Tenaga Inti Api. Yang artinya dia merupakan orang dari suku api juga.


Saat kau membaca surat ini, kemungkinan besar kau telah menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat kelima. Karena salinan kitab yang dimiliki kakekmu hanya sampai tingkat ke lima. Carilah kitab aslinya di makam kakekmu dari ayahmu. Disamping makamnya terdapat sebuah makam lagi, yang sebenarnya itu adalah tempat kitab itu di simpan


Anak..


Surat itu terputus sampai di situ. Tampak bercak hitam mengotori beberapa bagian surat. Ada kemungkinan ibunya Bayu belum sempat menyelesaikan suratnya sudah keburu meninggal.


“Ketua, jasad ayah dan ibu ketua kami makamkan di taman belakang Istana. Sebagian taman kami rubah menjadi sebuah makam khusus,” ungkap Pranggala. Bayu hanya mengangguk menanggapi ucapan Pranggala.


“Paman, engkau siapkanlah sepuluh orang pilihan untuk pergi ke Benteng Dewa nantinya pada saat acara pemilihan Ketua Dunia Persilatan itu. Kau tetap berada di sini berjaga-jaga. Biar kakek Tongkat Emas dan nenek Dewi Pedang Khayangan yang memimpin mereka ke benteng Dewa Nantinya. Aku akan ke pulau Es, sesudah urusan di sana selesai akan segera bergabung ke Benteng Dewa.”


“Baik Ketua.” Sahut Pranggala sambil membungkuk menjawab perintah Bayu.


Setelah itu semuanya beranjak menuju kamarnya masing-masing. Kini tinggal Nalini dan Bayu yang berada di ruangan Tengah.


“Besok kita akan ke pulau Es. Mudah-mudahan masih ada cara menghilangkan racun bulu landak salju di tubuhmu itu Nalini,” ucap bayu.


Nalini mengangguk seraya tersenyum. “Beristirahatlah kak,” ucap nalini. Keduanya pun meninggalkan ruangan tengah menuju kamarnya masing-masing.

__ADS_1


Keesokan harinya setelah mengunjungi makam ayah dan ibunya, Bayu dan Nalini meninggalkan Lembah Neraka. Kali ini Bayu menggunakan pakaian merah serta jubah merah menggantung di punggung seperti yang biasa dulu dikenakannya. Nampak kegagahan dan wibawa memancar dari pemuda itu.


Sedangkan Nalini menggunakan pakaian serba putih dengan jubah biru muda menggantung di punggungnya. Gadis itu nampak sangat berbeda anggun dan terlihat semakin cantik. Siapa saja yang melihatnya pasti akan berdecak kagum.


“Nalini, kita berjalan kaki saja menuju pulau es agar bisa menikmati perjalanan,” usul Bayu.


“Iya Kak. Sebenarnya akupun inging mengusulkannya, tapi keduluan kakak,” sahut Nalini dengan senyum manis nya mengembang.


Tanpa keduanya sadari sebenarnya maksud hati mereka sama. Mereka tidak yakin di pulau es akan mendapatkan berita yang baik mengenai penawar racun di tubuh Nalini. Jadi segala kemungkinan buruk sudah siap di terima. Itulah sebabnya mereka ingin menikmati perjalanan berdua.


Saat melakukan perjalanan tadi terkadang mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh kadang berjalan kaki biasa. Selama perjalan Bayu juga beberala kali melatih ilmu kesaktian Nalini. Sehingga tanpa di sadari gadis itu ilmunya sudah mengalami kemajuan pesat, dan saat ini dia merupakan salah satu pendekar wanita pilih tanding. Bahkan Bayu mengajarkan gadis itu Ilmu Tenaga Inti Api khas ilmu anggota Istana Lembah Neraka.


Setelah setengah harian melakukan perjalanan kini mereka tiba di sebuah desa yang bernama Desa Sangga Bumi. Merekapun melangkah menuju rumah makan terdekat. Setelah bertanya dengan penduduk yang kebetulan berpapasan dengan mereka di jalan, akhirnya mereka mereka tahu di mana rumah makan yang paling enak di tempat itu.


Tanpa sepengetahuan Bayu dan Nalini, sebenarnya mereka telah memasuki desa tempat berkumpulnya pendekar-pendekar sakti yang telah mengasingkan diri. Tampak beberapa orang yang kebetulan di lewati atau berpapasan memandang mereka dengan pandangan penuh selidik.


Bersambung...


Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan abaikan saja. 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2