
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 295...
Setelah kemenangan Raja Selatan generasi kedua dalam merebut kembali istana raja, hubungan Kerajaan Selatan dan Lembah Neraka semakin dekat. Terlebih bagi suku api, mereka mengetahui bahwa kelak yang akan menjadi penerus Raja yang sekarang bertahta adalah pemimpin suku mereka saat ini. Yaitu Chandra Darpa si Pendekar Tangan Api.
Kedekatan kerajaan dan lembah neraka semakin terlihat di saat dilangsungkannya pernikahan Chandra Darpa dengan seorang gadis bernama Watika putri raja dari salah satu selirnya. Pernikahan mereka yang diadakan di lembah neraka berlangsung sangat meriah. Walau hanya dihadiri kalangan suku api dan beberapa pejabat istana saja, perayaan pernikahan itu terlihat sangat mewah.
Di lembah neraka sendiri kini dibangun sebuah bangunan yang besar dan kemewahannya tidak kalah dengan bangunan kerajaan di kota raja. Semuanya merupakan hadiah pernikahan sekaligus ucapan terima kasih sang raja kepada suku api. Di samping itu raja pun berjanji akan sesegeranya mengangkat Chandra Darpa untuk menjadi seorang putra mahkota yang kelak akan menggantikan dirinya.
Hingga berjalan sepuluh tahun pernikahan, Chandra Darpa pun sudah memiliki seorang putri bernama Kartika yang kini sudah berusia enam tahun. Keluarga ini terlihat sangat harmonis dan bahagia. Apalagi perhatian raja selatan pun begitu besar pada mereka. Hingga suatu ketika terdengar kabar bahwa Raja Selatan kini sering sakit-sakitan.
Chandra Darpa bersama anak dan istrinya pergi ke kota raja untuk menengok keadaan sang Raja. Pendekar tangan api sendiri memiliki tujuan lain, yaitu menagih janji sang raja untuk menobatkannya sebagai putra mahkota penggantinya kelak. Hal itu memang atas desakan orang-orang suku api yang menjadi bawahannya. Apalagi istrinya sendiri yang merupakan putri sang raja, juga mendukungnya menagih janji itu.
Tiba di kota raja mereka di sambut dengan hormat oleh pejabat-pejabat yang berada di istana. Yang mengejutkan Chandra Darpa dan istrinya, di istana ia bertemu Cata Ararya putra selir yang berhianat. Putra raja dari selir yang berhianat itu kembali tinggal di istana, bahkan hak-haknya sebagai putra raja dikembalikan. Meski menurut informasi sang selir yang berhianat masih berada di dalam penjara istana.
Saat ini ketiganya sedang berada di dalam kamar peristirahatan raja. Raja sendiri saat itu sedang ditemani selir mudanya beristirahat. Sebelumnya seorang pengawal memberitahukan bahwa Chandra Darpa dengan istri dan anaknya datang. Terjadi sedikit perubahan pada wajah raja. Lelaki yang sudah memasuki masa tua itupun bergegas bangkit.
“Suruh mereka masuk,” perintah raja kepada prajurit yang menghadap.
“Baik yang mulia,” jawab prajurit seraya membungkuk.
__ADS_1
Prajurit yang melapor itupun meninggalkan kamar raja untuk menemui Chandra Darpa yng berada di aula istana. Sesampainya di sana prajurit itu menyampaikan pesan raja kepada menantunya itu. Chandra Darpa, istri dan anaknyapun langsung menuju kamar peristirahatan raja.
“Menghadap yang mulia raja!” seru Chandra Darpa beserta istri dan anaknya sambil berlutut di hadapan raja saat mereka berada di dalam kamar.
“Bangunlah, ada apakah gerangan kalian sampai jauh-jauh ke kota raja?” tanya Raja.
Chandra Darpa dan Watika pun bangkit setelah mendapat perintah Raja.
“Mohon ampun yang mulia, ananda mendapat kabar tentang kesehatan baginda yang menurun, lalu meminta kanda chandra menemani ke kota raja untuk menjenguk yang mulia,” jawab Watika istri Chandra Darpa.
“Hahaha benar-benar anak yang berbakti. Ayahmu ini baik-baik saja Watika. Tak kurang satu apapun,” sahut Raja.”Bagaimana ke adaan kalian? Siapa gadis kecil ini tanya raja lagi? apakah dia anak kalian yang masih kecil waktu terakhir aku mengunjungi kalian dulu?” ucapnya lagi.
“Ini anakku dan kakang Chandra, yang mulia!” jawab Watika.
“Baginda, bolehkah hamba ingin berbicara secara pribadi kepada baginda?”
Raja Selatan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Chandra Darpa. Sebenarnya Raja sudah mengetahui apa yang akan ia bicarakan. Hanya saja orang tua itu berpura-pura tidak memahami arah pembicaraan menantunya itu.
“Apakah sangat penting sehingga pembiacaraan itu tidak boleh ada yang mendengarnya? Bahkan anakku yang juga istrimu sendiri?” Tanya Raja menanggapi ucapan Chandra Darpa.
“Bukan begitu yang mulia, apa bila memang baginda menghendaki hamba berbicara secara langsung di sini hamba tidak keberatan. Karena tentu saja istri hamba bukan lah orang lain,” jawab Chandra Darpa.
“Kalau begitu katakanlah!”
__ADS_1
“I.. ini mengenai janji baginda kepada suku kami. Beberapa bulan ini suku api terus mendesak hamba untuk membicarakan ini dengan baginda?”
“Hmmm.. ada permaslahan apa suku api dengan kerajaan?”
Kali ini raja bukan saja berpura-pura tidak tau akan arah pembicaraan Chandra Darpa. Ia pun mulai berbicara sedikit keras seolah-olah ingin menantunya itu tidak meneruskan pembicaraannya lagi. Namun Chandra Darpa pas sudah bertekad untuk menyampaikan maksudnya dan juga keinginan dari sukunya.
“Yang mulia, bukankah kau pernah menjanjikan sesuatu pada kami suku api, apabila kami berhasil membantu merebut kembali kekuasaan di tangan selir yang berhianat. Kau telah menjanjikan kedudukan putra mahkota pada hamba, dab kehidupan yang lebih baik pada kami suku api,” ucap Chandra berapa yang kini sudah mulai berani berterus terang.
“Hmmm.. tentu aku masih ingat akan janjiku itu kepada kalian. Tapi belum saatnya aku wujudkan janjiku itu. Bukankah kau lihat aku masih segar bugar dalam memerintah kerajaan ini. Apa kau pikir aku sangat renta untuk menjalankan pemerintahan di kerajaan selatan ini?” ucap Raja yang mulai mengeluarakan dengusan ketidak sukaan.
“Bukan itu maksud kami yang mulia. Kami hanya ingin kau melakukan upacara pengangkatan putra mahkota, sehingga apabila terjadi sesuatu hal, tidak akan ada orang lain yang memanfaatkan keadaan ini,” sahut Chandra Darpa.
Pembicaraan sudah mulai memanas. Kartika anak Chandra Darpa yang berada disisi raja sampai-sampai ketakutan dan berlari kearah ibunya. Jika saja keadaan ini tidak di posisi Chandra Darpa yang benar, dan dia bukan menantunya, tentu raja Selatan akan memberi hukumab kepada suami Watika itu.
“Hmmmm.. baiklah kalau kau keras kepala. Aku akan membicarakan ini dengan pejabat-pejabat senior utama. Kalian tunggulah di kamar kalian!” ucap Raja sedikit gusar.
Chandra Darpa, istri dan anaknya meninggalkan kamar raja dan beristirahat ke kamarnya yang telah disiapkan. Sementara Raja memanggil para pejabat senior menuju ruangan pembicaraan rahasia. Ia berencana meminta pendapat para pejabat kepercayaannya.
Tak berselang sepeminuman teh, semua pejabat kepercayaan Raja telah berkumpul di ruangan rapat rahasia. Tak berapa lama kemudian Raja pun tiba di tempat itu. Semua pejabat yang tadinya duduk, serempak berdiri dan berlutut memberi hormat.
Bersambung...
__ADS_1
Sebelumnya Author meminta maaf apabila seminggu terakhir ini up ceritanya satu bab paling banyak. Ini terkait kebijakan NT mengenai peraturan penilaian Level Karya. Supaya tidak diturunkan pihak NT level karya novel ini, terpaksa setiap akhir bulan upnya semakin sedikit. Agak sulit kaulau dijelaskan, tapi Insya Allah mulai bulan depan normal lagi.