
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 128...
“Hmmm.. rupanya kau lebih memilih menyusul temanmu ke neraka.” Dengus Bayu.
Pemuda itu benar-benar marah. Semenjak orang tuanya diculik, Nalini menjadi sangat pemurung. Hal ini tentu saja sangat tidak mengenakkan bagi pemuda itu. Sehingga ia pun melampiaskan kepada orang-orang yang dianggap menjadi penyebab semua. Dan semua itu membangkitkan kembali sikap kejamnya yang selama ini sudah terkubur bersama ingatannya.
Bayu melempar tubuh Barda ke atas. Besarnya tenaga sakti yang dimiliki pemuda itu membuat tubuh Barda meluncur ke atas sejauh belasan tombak. Lelaki itupun berteriak sangat ketakutan.
Blam...
Tubuh Barda meledak tersambar halilintar yang di hasilkan tenaga listrik yang dimiliki Bayu. Potongan-potongan tubuh anak buah Raja Ular Hitam itu berhamburan. Bau daging terbakar seketika menyebar di tempat itu. Tentu saja pemandangan menerikan itu membuat perut siapa saja yang melihatnya menjadi mual. Tak terkecuali Nalini.
Kemudian Bayu beralih kepada orang berpakaian hitam yang satunya. Tangan kanan pemudak itu mencengkram leher orang itu dengan sangat kuat. Tentu saja itu membuatnya kesakitan.
“Apakah kau ingin menjadi orang keji seperti buruanmu itu anak muda. Cukup! Mereka memang benar-benar tidak tau. Biar aku yang menunjukkan di mana Raja Ular Hitam Berada.”
Tiba-tiba terdengar suara seseorang menegur perbuatan Bayu. Berkisar dua puluh tombak tampak seorang kakek memakai pakaian pengemis berdiri. Rupanya ia yang menegur perbuatan Bayu.
Wussh...
“Heehh..” jerit tertahan si Kakek Pengemis.
Sekedipan mata Bayu sudah berpindah ke depan kakek pengemis itu. Kecepatan gerak Bayu membuat orang tua itu terlonjak. Di hadapannya kini berdiri Bayu dengan wajah tampannya namun dengan aura yang angker.
“Ehh.. ternyata kau lagi, mimpi apa aku bertemu denganmu lagi.” Sungut orang tua yang tak lain si Raja Pengemis Selatan itu.
Bayu yang tadinya hendak marah terhadap orang yang telah menegurnya, tiba-tiba berubah suasana hatinya. Terlebih lagi melihat kekocakkan wajah orang tua itu saat melihat dirinya membuat pemuda itu sedikit geli.
“Orang tua apakah kau mengenaliku? Lalu apa benar kau mengetahui di mana keberadaan Raja Ular Hitam itu?” tanya Bayu sediki melunak.
“Tentu saja aku tak akan melupakan wajahmu anak muda. Orang yang membuatku hampir terkencing-kencing karena dibawa kabur dengan kecepatan seperti itu” jawab Raja Pengemis Selatan polos. “Sebenarnya apa persoalanmu dengan manusia jahanam itu?” tanyanya lagi seraya memaki Raja Ular Hitam.
Dari kejauhan nampak Nalini sedang beranjak menuju tempat Bayu dan Raja Pengemis Selatan.
__ADS_1
“Orang itu telah membunuh kakak dan menculik ayah serta gurunya.” Sahut Bayu seraya menunjuk Nalini dengan isyarat matanya.
“Siapa kakek ini kak Bayu?” tanya Nalini yang baru tiba di tempat itu.
“Entahlah, tiba-tiba saja dia muncul dan mengaku tahu di mana Raja Ular Hitam berada.” Sahut Bayu.
Mendengar ucapan Bayu, Raja Pengemis Bersungut-sungut mesem, sedangkan Nalini hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka bertiga kemudian duduk di tempat itu.
“Markas Raja Ular Hitam tidak jauh dari tempat ini. Hanya saja aku tidak tau apak dia berada di tempatnya atau tidak. Karena dari keterangan yang kudapat, manusia keji itu berniat menggabungkan diri ke perkumpulan Iblis Berkabut, atau yang sekang berganti nama menjadi perkumpulan Benteng Dewa.” Tutur Raja Pengemis Selatan.
“Maukah kau mengantar kami ke sana kek?” tanya Nalini lembut.
“Aku memang ingin ke sana. Hanya saja mencari waktu saat Iblis itu tidak ada di tempatnya. Agar dengan mudah aku bisa membebaskan anak buahku yang ditangkap manusia laknat itu.”
“Mengapa harus menunggu dia tak ada di tempatnya kek? Bukankah bila dia di tempat bisa sekalian menghentikan sepak terjangnya itu.”
“hmmm.. Mudah saja kau bicara cah ayu. Terus terang aku bukan tandingannya. Ilmu iblis itu sangat tinggi.”
“Berarti sekarang kau pun tak bisa mengantarkan kami ke snaa?”
“Sekarang keadaannya beda. Dengan adanya dia bersama, jangankan Raja Ular Hitam, bapaknya pun nongol tak akan aku takut.” Jawab Raja Pengemis Selatan sambil bersungut-sungut. Rupanya ia masih dongkol dengan perbuatan Bayu waktu lalu.
Ketiganya pun beranjak dari tempat itu. Mereka bergerak menggunakan ilmu meringankan tubuh. Nampak Nalini dan Bayu tidak menggunakan kekuatannya dengan sungguh-sungguh. Mereka hanya mengikuti Raja Pengemis Selatan.
“Kalian tunggu di sini, aku akan menyelidiki keadaan di dalam melalui mata-mata yang aku susupkan.”
Tiba-tiba Raja Pengemis Selatan berhenti di depan sebuah hutan. Ia meminta Bayu dan Nalini menunggu di tempat itu. Kemudian orang tua itu bergerak ke dalam dengan mengendap-endap.
“Kak Bayu.. terus terang tadi aku sempat sangat takut dan ngeri melihatmu.” Ucap Nalini sepeninggalnya Raja Pengemis Selatan.
“Heh.. memangnya kenapa?” tanya Bayu agak terkejut.
“Tadi kau begitu ganas dan kejam. Bahkan aku seperti melihat bukan dirimu tadi.” Jawab Nalini.
“Hmmm.. Baiklah aku berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi. Aku hanya sangat marah dan benci kepada mereka. Gara-gara mereka kau banyak melamun banyak merengut Nalini.” Ungkap Bayu.
__ADS_1
Nalini menganggukkan kepalanya. Ia sekarang tahu, pemuda yang sangat dicintainya ini juga sangat mencintainya. Hanya saja dalam hatinya terbesit perasaan khawatir.
“kak.. boleh aku meminta sesuatu?”
“Tentu boleh.. apakah itu?”
“Aku ingin kau berjanji akan memenuhi tiga permintaanku, dan tak boleh kau menolaknya.” Tegas Nalini.
“Jangankan tiga, sepuluh, seratus, atau seribu permintaan aku berikan.” Ucap Bayu bersungguh-sungguh.
“Cukup tiga saja. Tapi aku ingin kau bersumpah untuk mengabulkannya.”
“Baiklah.. Aku Bayu bersumpah di hadapan Yang Maha Kuasa akan menepati janjiku mengabulkan permintaan Nalini.” Ucap Bayu sambil mengangkat tangannya keatas.
“Cukup.. aku percaya dengan sumpahmu.” Ucap Nalini. “Pertama aku ingin kau berjanji menjadi pendekar pembela kebenaran dan bersikap belas kasih terhadap sesama.”
Sejenak Bayu terdiam. Sebenarnya ia tak mempunyai keinginan untuk terjun ke dunia persilatan dan menjadi salah satu pendekar di dalamnya. Keinginannya hanya ingin hidup tenang, menjalani hidup normal sebagaimana kehidupannya di desa Bojana dulu.
“Berjanjilah kak..” desak Nalini.
“Baiklah aku berjanji.” Jawab Bayu tegas walau dalam hatinya masih bimbang.
“Kedua, Apabila aku telah tiada kau akan baik-baik saja, dan tetap menjadi pendekar pembela kebenaran, membela yang lemah, menumpas keangkara murkaan.”
“Apa maksudnya ini Nalini. Janganlah berpikiran yang tidak-tidak.”
“Bukan seperti itu kak, siapa tau nanti kelak sedudah kits menikah aku yang pergi duluan, rahasia takdir tidak ada yang tau. Berjanjilah kak Bayu kau akan mengabulkan permintaan ku yang kedua.”
“Baiklah.. aku berjanji.” Sahut Bayu yang agak kurang suka dengan ucapan Nalini tadi.”
“Permintaan yang ketiga akan ku sampaikan nanti bila sudah waktunya.” Ucap Nalini.
Bayu hanya diam tak menyahut. Entah kenapa muncul perasaan tidak enak dalam hatinya. Ucapan Nalini sebelumnya tadi menimbulkan perasaan khawatir. Namun semua tidak diungkapkannya kepada Nalini.
Tak lama kemudian Raja Pengemis Selatan terlihat keluar dari hutan. Ia melangkah perlahan ke arah Bayu dan Nalini yang sedang duduk di bawah Pohon.
__ADS_1
Bersambung...
Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan silakan abaikan saja