Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Misteri yang mulai terkuak


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ...


...Episode 285 ...


“Kakang, kita habisi Pemuda itu sebelum ia berhasil memulihkan tenaganya. Pemuda itulah satu-satunya orang yang kemungkinan akan jadi duri penghalang tujuan kita nanti,” ucap gadis yang di dahinya terdapat mutiara berwarna kemerahan itu.


Pemuda yang memiliki mutiara hitam di dahi mengangguk mendengar ucapan gadis yang berada di sampingnya. Ia pun kemudian mengalihkan pandangan kepada Bayu lalu berkata, “Rajawali Merah sepatutnya kami mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah membangkitkan kami sepasang dewa-dewi Burung api keramat. Tapi keberadaanmu akan menjadi ancaman untuk mencapai tujuan besar kami. Terpaksa kami harus melenyapkanmu.” Ucap pemuda yang mengaku sebagai Dewa Burung Api itu.


Bayu sendiri sudah tidak sadarkan diri. Ia tenggelam dalam semadi untuk mengaobati luka dalamnya sekalian memulihkan kembali tenaga saktinya. Pemuda itu tak sempat mengetahua apa yang telah terjadi. Ia yakin Nalini dan Pranggala dapat mengatasinya.


Dewa Burung Api Keramat melancarkan sebuah serangan jarak jauh melalui tangan kanannya. Serangkum kekuatan api hitam melesat ke arah Bayu. Dengan sigap Intan menggunakan perisai giok es miliknya menangkis serangan itu, hingga membuat serangan itu kandas. Semenjak kekuatan bidadari giok es mendapatkan bantuan dari ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat enam, kekuatan perisai giok es mampu menahan serangan api hitam.


“Kakang, kita hadapi bersama-sama bidadari giok es itu,” ucap Dewi burung Api.


Tanpa menunggu persetujuan dari Dewa Burung Api, gadis itu langsung  menyerang Intan dari jarak dekat. Keduanya pun langsung terlibat Pertarungan langsung yang sangat mendebarkan. Namun terlihat saat itu Intan masih unggul di banding Dewi Burung Api.


Melihat pasangannya berada di bawah angin, Dewa burung api membantunya dengan memberikan Intan serangan jarak jauh  Intan yang seorang diri melawan Dewi burung api yang menyerangnya dari jarak, dibantu oleh Dewa burung api yang memberikan serangan dari jarak jauh tak sedikitpun gentar. Malah terlihat gadis itu masih menguasai peetarungan.


“Kakang, sepertinya kekuatan kita masih kembali separuhnya saja, belum bangkit sepenuhnya. Kita masih perlu istirahat satu purnama untuk bisa pulih. Sebaiknya kita tunda dulu menghabisi pemuda itu. Bantuan musuh semakin berdatangan, pemuda itu sendiri sepertinya sudah akan selesai semadinya, salah-salah kita yang bakalan habis di sini,” ucap Dewi Burung api yang melihat musuh semakin banyak berdatangan.

__ADS_1


Saat itu memang hampir seluruh anggota-anggota utama perkumpulan Istana Lembah Neraka yang datang, termasuk Arya berada di antara mereka. Sadar akan keberuntungan belum berpihak pada mereka, Dewi burung apipun mengajak pasangannya untuk meninggalkan tempat itu. Kemudian dalam sekejap saja keduanya lenyap dari  tempat itu setelah sebelumnya berubah menjadi gumpalan api.


Tak lama setelah kepergian dua orang yang menamakan diri mereka dewa dan dewi burung api itu, Bayu pun selesai dalam semadinya. Nampak pemuda itu sudah lebih segar dari sebelumnya. Luka dalam yang ada di dalam tubuhnyapun sudah sembuh sepenuhnya. Melihat itu para anggota istana Lembah Neraka bersama dengan Arya serempak berlutut satu kaki sambil menjura member hormat.


“Apa sebenarnya yang terjadi? Bagaimana keadaan Nalini?” Tanya Bayu.


“Aku baik-baik saja Kak Bayu. Hanya saja kekuatan burung api keramat telah lenyap dari tubuhku,” sahut Nalini.


Semua pandangan langsung terarah kepada Nalini yang tadi masih dalam keadaan bersemadi. Gadis itu walau nampak terlihat pucat namun tak terlihat tanda-tanda ia telah terluka. Gadis itu hanya  terlihat seperti sangat lelah.


“Apa maksudnya kekuatan burung api keramat telah lenyap, Nalini?” tanya Bayu. Dari raut wajah pemuda itu ada terbesit perasaan senang, namun nampak juga kecemasan melanda.


Sementara Nalini mulai bercerita panjang lebar, anggota-anggota Istana Lembah Neraka mulai kembali ketempat mereka masing-masing. Sebagian membereskan ruangan yang porak-poranda, dan beberapa orang yang ikut nimbrung pembicaraan Bayu dan yang lainnya.


“Sebenarnya yang disiapkan sebagai tubuh Dewi burung Api adalah dik Intan. Itu   sebabnya pedang naga geni dan mutiara ular api berada padanya. Mereka menunggu Intan berumur tujuh belas tahun baru melakukan ritual pembangkitan Dewi Api,” ucap Nalini yang mengejutkan semua orang yang ada di sana.


Kemudian gadis itu melanjutkan ceritanya, “Namun ternyata terjadi perubahan besar pada Intan di Pulau es. Intan berubah menjadi bidadari giok es sehingga kesempatan untuk menjadikan dia sebagai tubuh Dewi Api pupus. Terlebih lagi mestika ular api sendiri telah keluar tubuh Intan.”


“Ahh.. apa maksudnya itu Kak Nalini? Darimana kakak mengetahui hal itu?” tanya Intan tak mengerti.

__ADS_1


Ada kecemasan dalam hatinya saat mendengar cerita Nalini itu. Gadis itu mulai berprasangka yang tidak-tidak. Namun di sisi lain ia belum bisa mempercayai kebenaran cerita itu seutuhnya.


“Di saat aku berada di pemukiman suku api, saat kesadaranku sedang pulih waktu itu, aku mendengar seorang kakek-kakek datang lalu menceritakan bahwa gadis yang disiapkannya untuk menjadi tubuh Dewi Api kehilangan batu mestika ular api dan pedang naga geninya. Lalu seorang tetua yang bernama empu Yudiba dari suku api menjawab bahwa orang yang kini memiliki kekuatan Roh keramat burung api ada di pemukiman suku api. Orang tua yang menjadi tamu itupun menjadi lega dengan kabar tersebut.”


Wajah Intan terlihat semakin cemas mendengar cerita Nalini. Jantungnya mulai berdetak dengan kencang. Dengan gelisah ia mendengarkan cerita Nalini.


“Dari cerita kedua orang yang sedang mengobrol itulah aku meyakini bahwa gadis yang dimaksud adalah dik Intan. Dari pembicaraan yang kudengar, mereka berencana untuk menyatukan dunia di bawah pimpinan suku api. Mereka berencana mendirikan sebuah kerajaan yang memimpin seluruh dunia dengan bantuan kekuatan Dewa dan Dewi api,” ucap Nalini.


Mendengar penjelasan itu,  Intan dengan gugup bertanya kepada Nalini, “Apakah Kak Nalini mengetahui siapa nama orang tua itu?”


“Kalau aku tidak salah dengar orang tua itu brrnama ki Ranubala.”


Bagaikan mendengar  suara petir disiang bolong kagetnya Intan mendengar nama kakeknya disebut Nalini. Bukan hanya Intan sama bahkan Bayupun tak kalah terkejutnya dengan gadis itu. Sementara Nalini sendiri tidak mengerti apa yang menyebabkan perubahan hebat pada wajah keduanya.


“Apakah kak Nalini yakin?” tanya Intan lagi memastikan.


Nalini hanya mengangguk menjawab pertanyaan Intan. Sedikit banyaknya ia dapat menduga ada sesuatu yang tak beres dibalik nama orang yang disebutnya tadi. Iya tidak ingin sampai menimbulkan salah paham. Nalini sendiri sebenarnya tidak mengetahui bahwa yang bernama Ki Ranubala itu adalah kakeknya Intan.


Terlihat air mata Intan mulai mengembang. Tentu saja hal itu sangat mengejutkan Nalini. Ia tidak mengerti apa yang membuat Intan bersedih. Namun ia sendiri tidak berani untuk menanyakannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2