
Episode 306
Tubuh Saka Prawara raja pertama kerajaan selatan mulai melayang naik ke udara. Pancaran cahaya berwarna kuning semakin menebal. Hawa panas pun semakin kuat menyebar di sekitar tempatnya berada. Bahkan hawa panas ini mulai membakar beberapa orang yang dekat dengan raja pertama kerajaan selatan itu.
Walau kekuatan yang ditunjukkan raja Prawara semakin hebat, namun terjadi perubahan mengerikan pada tubuh raja pertama kerajaan selatan itu. Berangsur-angsur kulit tubuh Saka Prawara menjadi semakin keriput. Seluruh rambutnya pun berubah memutih termasuk janggutnya. Matanya berubah kemerahan selaras dengan kulitnya yang memerah.
Raja pertama kerajaan Selatan melesat menyerang ke arah Bayu. Rajawali Merah yang memang sudah siap tidak sedikitpun gentar. Terjadi bentrokan tenaga sakti yang menimbulkan suara menggelegar saat tangan atau kaki mereka berbenturan dengan lawan. Kali ini Saka Prawara memang mampu mengimbangi Bayu, walaupun kekuatannya masih di bawah Rajawali merah itu. Saat telapak tangan mereka berbentrokkan, Saka Prawara hanya merasa sedikit sakit dilengannya, tidak seperti sebelumnya membuat dirinya terlempar.
Sementara di pihak Bayu, pemuda itu menjadi sedikit cemas. Ia khawatir tenaga sakti gerbang keenam ilmu tujuh gerbang alam semesta yang saat ini digunakan akan terhenti. Karena memang gerbang ke enam yang digunakan dengan bantuan tenaga lain memiliki batas waktu tertentu. Sementara apabila ia tidak lagi dalam keadaan gerbang ke enam, ia tidak yakin mampu mengalahkan Raja Pertama kerajaan Selatan itu.
Pertarungan semakin sengit. Memang beberapa kali Bayu mampu memukul mundur Saka prawara. Namun dikarenakan kekuatan raja pertama kerajaan Selatan itu hampir seimbang dengan keadaannya sekarang, maka pukulan yang ia lancarkan hanya menimbulkan luka ringan terhadap sang raja. Apalagi sekarang Bayu sudah mulai merasakan penurunan kekuatan dari gerbang ke enamnya. Hal ini menandakan bahwa ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat keenam yang ia gunakan sebentar lagi akan terhenti.
Dengan segala upaya Bayu mengumpulkan tenaga saktinya untuk melakukan satu kali pukulan maut yang langsung merobohkan lawan. Namun rupanya keadaan Bayu saat ini juga disadari oleh Saka prawara. Ia pun terus menyerang Bayu dengan gencar. Hingga pada saatnya Bayu kembali ke keadaannya semula tidak lagi menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam.
Dengan cepat Bayu melompat ke belakang kemudian mengerahkan lagi tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam Semestanya sampai tingkat ke lima. Dengan pedang pusaka naga di tangannya ia langsung mengerahkan tenaga sakti untuk menangkis serangan Saka Prawara yang datang dengan kekuatan penuh. Ternyata ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat kelima masih berada di bawah ilmu tenaga sakti inti surya yang sudah ditingkatkan menjadi dua kali lipat.
Blaaammm..
Ledakan dahsyat pun tak dapat dihindarkan ketika Bayu menangkis serangan Raja Pertama Kerajaan selatan dengan pedang penguasa naga. Bayu terlempar sejauh delapan tombak. Pedang penguasa naga di tangannya pun terlepas. Langsung saja Saka Prawara merebut pedang itu. Kini keadaan Bayu benar-benar sangat tidak menguntungkan. Musuh yang memiliki kekuatan di atasnya juga telah memegang pedang penguasa naga.
__ADS_1
Di tempatnya Intan sangat khawatir dengan keadaan Bayu. Saat Gadis itu hendak membantu Bayu, Nalini dan Pranggala yang kebetulan juga berada disitu mencegahnya. Mereka mengingatkan Intan atas pesan Bayu yang sangat mewanti-wanti untuk tidak mencampuri urusannya dengan raja pertama Kerajaan Selatan itu. Karena hal ini bukan sebuah pertarungan antara Kerajaan melainkan penyelesaian dendam pribadi yang hendak ia tuntaskan.
Karena tekanan dan desakan dari Nalini dan Pranggala, Intanpun mengurungkan niatnya. Ia terpaksa hanya bisa berdoa dan berharap Bayu akan memenangkan pertarungannya. Namun Ia pun sudah bertekad apabila pemuda itu dalam keadaan yang sangat kritis, apapun resikonya ia akan membantu. Tak peduli ke depannya Bayu atau yang lainnya akan membencinya.
Pertarungan antara Bayu dan raja pertama Kerajaan Selatan kembali terjadi. Bayu yang sudah memahami bahwa tenaga yang berada di bawah lawan berusaha menghindari bentrokan langsung. Namun dikarenakan ia tidak memiliki jurus-jurus silat andalan, tetap saja keadaannya tidak menguntungkan. Segala serangannya mudah dibaca oleh lawan.
Plakkkk..
Sebuah Pukulan telak mengenai dada Rajawali Merah. Ia pun terlempar dan langsung jatuh ketanah. Mulutnya langsung memuntahkan darah segar kehitaman. Hal ini menandakan bahwa kali ini luka dalam yang didapat oleh Bayu tidaklah ringan. Tentu saja itu dikarenakan tenaga sakti yang dikerahkan lawan tenaga yang lebih kuat dari gerbang ke lima ilmu tujuh gerbang alam semesta. Bahkan pukulan telak kita membuat tubuh Bayu susah digerakkan.
Sementara serangan Saka Prawara tidak hanya sampai disitu. Setelah melukai Bayu sedemikian rupa dengan kekuatan tenaga surya yang dimilikinya, ia pun melesat kan pedang pusaka naga untuk menyerang pemuda itu. Nampaknya raja pertama Kerajaan Selatan itu benar-benar ingin menghabisi Bayu.
Craakkkkk...
“Akkhhhh..”
Tepat disaat yang sangat genting, ketika pedang penguasa naga sedikit lagi akan mengenai tubuh Bayu, sebuah bayangan hitam menghalanginya. Sontak pedang penguasa naga itu langsung menghunjam dada orang yang menjadikan dirinya sebagai tameng Bayu itu. Orang itu pun menjerit kesakitan karena pedang penguasa naga tepat menembus jantung nya.
“Kakek!” Pekik Bayu.
__ADS_1
Ternyata orang yang menghalangi pedang penguasa naga menyerang Bayu itu adalah kakeknya sendiri yaitu Raja Barat. Pedang itu langsung menghunjam jantung orang tua yang bernama Chandra Darpa itu. Beruntung ia masih memiliki tenaga sakti yang sangat kuat sehingga tidak membuatnya langsung tewas. Namun meski begitu tetap saja keadaannya sangat kritis, iapun langsung tergeletak lemah di tanah.
Tiba-tiba saja pedang penguasa naga yang menancap di dada Raja Barat keluar dengan sendirinya. Ia melayang-layang di sekitar Bayu. Hanya saja yang terlihat aneh adalah tubuh pedang dan cahaya yang dipancarkan oleh pedang itu berubah berwarna kehitaman mirip dengan cahaya ilmu semesta hitam. Rupa-rupanya tenaga ilmu semesta hitam Raja Barat telah berpindah ke tubuh pedang penguasa naga.
Intan dan Nalini beserta Pranggala langsung melesat kedepan Bayu untuk menghindari serangan Raja Pertama kerajaan selatan selanjutnya kepada pemuda itu. Bayu sendiri dengan sekuat tenaga mendekati kakeknya yang sudah sekarat. Iapun memangku kepala Raja Barat.
“Balaskan dendam suku api!” Kata-kata itulah yang terakhir diucapkan oleh Raja Barat terhadap Bayu. Raja Barat yang bernama Chandra Darpa itupun tewas dipangkuan cucunya. Ia tak akan bisa bangkit lagi karena semua kesaktiannya termasuk ilmu pancasona sudah lenyap dan sebagian pindah ketubuh pedang penguasa naga.
“Kakeeekkk!”
Melihat kakeknya yang tewas dipangkuannya, Bayu pun menjadi sangat murka. Ia meraung hebat bagai singa yang terluka. Bersamaan dengan itu tiba-tiba saja pedang penguasa naga masuk ke dalam tubuhnya. Tubuh Bayu langsung melesat keangkasa. Perlahan-lahan tubuh pemuda itu memancarkan cahaya hitam yang sangat tebal dan semakin melebar hingga membuat gelap sekitaran tempat itu.
“Gerbang ke enam sejati, Ilmu sesat tujuh gerbang alam semesta.”
Seorang pemuda dari kejauhan memandang keadaan pertempuran. Matanya terlihat basah. Ia adalah putra dari Raja Barat, Eka Wirendra. Karena janjinya terhadap sang ayah membuatnya tidak bisa menghampiri ayahnya yang kini tewas. Eka Wirendra hanya bisa melihat dari kejauhan dengan kesaktian yang ia miliki.
__ADS_1