
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 114...
“Gawat ternyata penjagaan Manusia Salju sudah di bangkitkan.” Seru Pangeran Pulau Es yang bernama Tanaka itu.
Baru saja selesai Tanaka berbicara, di hadapan mereka telah berdiri puluhan Manusia Salju yang langsung menyerang. Seketika kelima orang itu dibikin repot menghadapi manusia-manusia salju yang semakin lama semakin banyak itu. Yang lebih nerepotkan, manusia salju ini memiliki tenaga yang besar dan kebal terhadap senjata tajam.
Blamm...
Raja Iblis kelabang menghantam puluhan manusia salju dengan tenaga saktinya. Seketika yang terkena serangan pecah menjadi bongkahan-bongkahan es. Namun tak berapa lama kemudian, manusia es yang hancur kembali pulih seperti semula dan kembali menyerang mereka.
“Gila! kalau seperti ini tak akan ada habisnya.yang ada tenaga kita semakin terkuras” Gerutu kakek Bargawa.
“Biar aku mencoba kek.” Ucap Bayu.
Bayu mulai mengerahkan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Ribuan butiran embun mulai muncul mengitari tubuh pemuda itu. Lalu dengan sekali hentakan pemuda itu mendorong kedua telapak tangannya ke arah depan. Seketika ribuan butiran embun melesat deras menyerang manusia salju di depan mereka.
Apa yang terjadi benar-benar tak pernah mereka pikirkan. Serangan butiran embun itu hanya membuat manusia-manusia salju itu terdorong kebelakang. Yang lebih celakanya, serangan Bayu itu malah membuat ukuran tubuh itu semakin membesar.
“Cukup tuanku! Sepertinya tenaga sakti tuanku malah membuat mereka semakin kuat.” Ucap Bargawa.
Benar saja sekarang ada sekitar dua puluhan lebih manusia salju yang ukurannya dua kalilipat. Bukan hanya ukuran, namun tenaga mereka juga bertambah dua kali lipat. Dua puluhan manusia salju besar dan ribuan yang kecil memenuhi gurun salju di depan mereka. Perlahan-lahan manusai-manusia salju itu merayap kearah mereka.
“Pangeran apakah tidak ada cara lain untuk menghentikan mereka?” tanya Bargawa.
Tanaka menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan kakek Bargawa. “Manusia salju itu dikendalikan menggunakan Pusaka Pulau Es. Hanya pusaka itu yang bisa menghentikannya”.
“Lalu adakah jalan lain menuju tempat ayahmu selain melalui jalan ini?” tanya kakek Bargawa lagi.
Lagi-lagi pangeran pulau es menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Kalau begitu biar kucoba lagi.” Ucap Bayu.
Bayu mulai mengerahkan tenaga saktinya. Kali ini ia menggunakan tenaga panas dari Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Seketika tubuhnya memancarkan cahaya kemerahan. Hawa panas pun mulai menyebar di tempat itu.
Kemudian Bayu menggunakan ilmu Bianglala Melukis Langingitnya melayang di udara. Dengan sekali hentakan pemuda itu melayangkan pukulannya ke arah manusia-manusia salju itu. Kali ini apa yang ia lakukan memang membuahkan hasil namun tetap saja kejadiannya mengejutkan mereka mereka berlima.
Satu persatu manusia salju meleleh. Hingga dalam waktu singgkat ratusan manusia salju meleleh. Anehnya setiap manusia salju yang meleleh keluar seekor binatang sebesar kunang-kunang berwarna putih, kemudian masuk lagi kedalam gurun es dan bangkit menjadi manusia salju.
“Benar-benar gila. Begini caranya benar-benar kehabisan tenaga kita di buatnya.”ucap Raja iblis Kelabang.
Benar saja, setelah lebih sepeminuman teh terus menerus mengeluarkan tenaga saktinya, nampak Bayu mulai kelelahan. Bahkan terlihat wajahnya mulai memucat.
“Cukup kak Bayu. Sebaiknya kita kembali saja. Jangan sampai karena aku membahayakan yang lain.” Ucap Nalini lirih.
“Kita Pasti Bisa” ucap Bayu dengan suara bergetar.
Bayu sudah menghentikan pengerahan tenaganya. Kini pemuda itu menggunakan ranting yang menerjang ke kumpulan manusia salju. Menggabung jurus Pedang Pembelah Jagat dengan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta pemuda itu mengamuk. Walaupun membuahkan hasil, beberapa mahluk kecil yang berada di dalam tubuh Manusia salju itu dapat di musnahkan, namun begitu banyak jumlah dan cepatnya gerakan mahluk kecil itu membuat pemuda itu sangat kerepotan.
“Sepertinya hanya pemuda itu yang mampu melakukan itu, kita hanya akan mempersulit ruang geraknya saja.” Sahut Tanaka.
“Benar kata kakakmu itu putri. Melakukan dua hal sekaligus dalam satu serangan itu hanya mampu dilakukan orang yang sudah memiliki kepandaian yang tinggi.” Ucap Bargawa menimpali.
Semakin lama nampak Bayu semakin kewalahan. Beberapa orang manusia salju bahkan lolos dari serangannya dan berjalan menuju ke arah yang lain. Semakin lama manusia salju yang menghampiri Bargawa dan tiga orang lainnya semakin banyak. Mau tidak mau mereka menggunakan tenaga untuk menghalau mereka.
Sama seperti sebelumnya mereka hanya bisa menebas sebagian tubuh manusia salju tanpa bisa menghancurkannya. Sehingga dengan cepat manusia salju itu pulih dan kembali menyerang. Tak ada satupun dari mereka mampu melakukan sepertihalnya yang Bayu lakukan.
Sementara Nalini yang hanya berdiam diri merasa tidak enak. Ia pun turut membantu menyerang manusia-manusia salju itu. Gadis itu mencabut pedangnya dan menyerang menggunakan ilmu pedang yang diajarkan gurunya. Hanya beberapa saat ia bertahan, tiba-tiba racun di dalam tubuhnya sudah bereaksi dan menyerang. Gadis itu pun ambruk terjatuh.
“Nisanak..” teriak putri Pulau Es melihat Nalini yang jatuh dan beberapa orang manusia salju mulai menghampiri ke arah gadis itu.
Bayu yang mendengar teriakan Manika langsung menoleh. Hal ini tentu saja membuat konsentrasi pemuda itu terpecah. Apalagi tenaganya yang sudah banyak berkurang, membuat pertahanannya semakin lemah.
__ADS_1
bukkk..
Sebuah hantaman keras bersarang ke arah Bayu. Sontak pemuda itu langsung terlempar sejauh belasan tombak. Untung pemuda itu memiliki ilmu kesaktian yang tinggi, tanpa harus terlempar ke tanah, pemuda itu berputaran di udara lalu melesat ke arah Nalini.
Bukkk..
Sekali lagi sebuah pukulan telak mendarat ke tubuh Bayu oleh Manusia salju yang ukurannya dua kali lipat dari yang lain itu. Anehnya manusia salju itu juga bisa melompat seperti Bayu dan melayang di udara. Menghadapi satu manusia salju raksasa saja sudah sangat merepotkan, namun sekarang yang tersisa masih ada delapan manusia salju.
Bayu meningkatkan tenaga saktinya. Bias cahaya kemerahan semakin melebar memancar dari tubuh pemuda itu. Tubuhnyapun melayang ke atas bersiap menghajar manusia-manusia salju itu. Namun betapa terkejutnya Bayu melihat apa yang terjadi pada lawannya. Dari tubuh enam manusia salju memancar butiran-butiran embun seperti yang biasanya terjadi pada tubuh Bayu.
“Apa-apaan ini?” bentak Bayu Gusar.
Sementara itu Nalini yang sudah jatuh di tanah hanya bisa mundur sedikit demi sedikit dalam keadaan berduduk menjauh dari Manusia salju yang mendekatinya. Namun semakin lama puluhan manusia salju semakin mendekatinya. Sampai akhirnya sebuah teriakan memperingatkan Nalini.
“Awas bunga salju!! Teriak manika.
Benar saja, Nalini yang bergerak mundur secara perlahan itu semakin mendekati taman bunga salju yang beracun. Gadis itu berbalik, iapun sadar telah sangat dekat dengan taman bunga salju. Di depannya manusia salju sudah sangat dekat. Dua orang manusia salju siap mencengkram Nalini, lalu tiba-tiba...
Bllarrrr..
Sebuah bola api menyambar dua manusia salju yang mendekati Nalini. Tak lama kemudian muncul seoarang gadis berbaju jingga kemerahan dengan pedang menyala di tangannya. Dengan sekali tebas lima orang manusia salju meleleh lalu hewan kecil di dalamnya terbang kebelakang masuk ke gurun salju dan kembali menjadi manusia salju.
Gadis yang tak lain intan itu segera memapah Nalini menjauh dari Taman Bunga Salju. Sambil mendekati yang lainnya ia menebas semua manusia salju yang coba menyerang mereka. Kehadiran gadis itu tentu saja sangat membantu keadaa, namun tetap saja sangat sulit memusnahkan manusia salju yang selalu bangkit itu.
Manusia salju hanya akan musnah bila bisa membunuh mahluk kecil yang berada di dalamnya. Bila itu terjadi manusia salju tak bisa bangkit lagi. Sedangkan gerakan mahluk kecil itu sangat cepat, dan hanya Bayu yang mampu mengimbanginya.
Semakin lama keadaan mereka semakin buruk. Hanya Bayu dan Intan yang mampu mengimbangi kekuatan manusia-manusia salju. Namun tenaga mereka tentu berbatas. Lama kelamaan keadaan mereka semakin payah. Apalagi Bayu, Pemuda itu harus menghadapi enam manusia salju dengan kekuatan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat Pertama.
Bersambung...
__ADS_1