Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.189. Sepasang Iblis Tak Genah (2)


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 189...


“Kakang ternyata anak muda itu benar-benar tampan. Dan yang perempuan juga benar-benar cantik. Sepertinya hari ini kita benar-benar beruntung.” Ucap wanita Sepasang Iblis Tak Genah.


“Hati-hati Nyi, sepertinya mereka berdua memang benar-benar tangguh. Ilmu auman serigala yang kita salurkan lewat tawa tadi dengan mudah ia patahkan bahkan melakukan serangan balik hanya dalam satu waktu.


Di tempatnya Bayu dan Intan menatap tajam ke arah empat orang yang baru datang. Di belakang pemuda itu berdiri Seruni dan kedua orang tuanya. Kali ini mereka tak takut sedikitpun dengan penjahat-penjahat yang datang itu.


Sementara para peronda dengan berani-berani takut menghunuskan pedang di tangan mereka.  Mereka yakin dengan adanya Bayu dan Intan kedua nya pasti melindungi mereka.


Wuussh..


Wuussh..


Tiba-tiba empat buah benda kecil melayang ke arah  para peronda. Tepat berjarak sejengkal dari mereka, semua benda itu tertahan di udara. Ternyata itu merupakan sebuah senjata rahasia berbentuk besi yang meliuk. Mereka menyebutnya senjata rahasia belut perak.


Si lelaki Sepasang Iblis Tak Genah terkejut senjata rahasia tertahan di udara dan tak mengenai sasaran. Ia tak melihat ada kekuatan yang menahan laju serangan senjata rahasia yang ia lontarkan. Saking terkejutnya lelaki tua itu melongongo.


“Apa yang terjadi Nyi?” tanya kakek tua si Iblis Tak Genah.


“Pasti pemuda itu yang menahan seranganmu. Apakah dia juga memiliki ilmu sihir? Sahut sang istri.


Bayu mengibaskan telapak tangan kanannya ke arah empat orang lawan. Seketika senjata rahasia yang menyerang para peronda membalik kearah pengirimnya. Bahkan kali ini tenaga luncur benda-benda itu berkali-kali lipat dari yang dilakukan oleh lelaki tua iblis tak genah.


“Awaasss!” seru lelaki tua Iblis tak Genah.


“Aaaa..”


Iblis Pemetik Bunga  yang ke dua berteriak kesakitan saat senjata milik gurunya berbalik dan menghantam tepat di dadanya. Sontak iapun roboh dan menggelepar seperti ikan yg berada di tempat kering. Sesaat kemudian seluruh tubuhnya menjadi biru kemudian tewas tak bergerak lagi.


Tiga orang yang lainnya terpaksa harus berlompatan menghindari senjata rahasia yang berbalik. Bahkan sang murid yang masih hidup harus bergulingan di tanah menghindarinya. Untungnya Bayu hanya mengembalikan senjata rahasia itu, tanpa mengirim pukulan yang lain.


Melihat apa yang terjadi pada diri Iblis Pemetik Bunga nomor dua itu, para peronda jadi ciut nyalinya. Mereka langsung berpindah masuk kepelataran rumah ki Jati Suro dan bersembunyi di belakang kepala desa itu. Seruni tersenyum geli melihat tingkah mereka.


“Bedebah kau anak muda. Sudah dua murid ku kau binasakan. Turun kau hadapi kami langsung.” Tantang Iblis Tak Genah lelaki geram.

__ADS_1


Mendengar tantangan Iblis Tak Genah Bayupun tersenyum. Perlahan dia maju kedepan. Namun belum langkah kedua kakinya terangkat, tangan halus menahannya.


“Kali ini biar aku saja kak yang menghadapinya.” Ucap intan.


Bayu mengangguk. “hati-hati..” ucap pemuda itu. Kemudian Intanpun melesat ke halaman.


“Rupanya yang lelaki tak punya nyali Ki.” Ejek perempuan tua Iblis Tak Genah.ayu.


“Jangan terlalu banyak omong nenek tua. Jangankan menghadapi dia, menghadapiku dalam sepuluh jurus saja belum tentu kau mampu.” Tegas Intan yang tak suka nenek tua itu mengejek Bayu.


“Bangsat.. jangankan sepuluh jurus. Seratus juruspun aku masih sanggup melayani mu.”


Perempuan tua Iblis Tak Genah menerjang ke arah Intan. Tangan nenek tua itu telah berubah menjadi kebiruan. Telapak tangan yang bersinar kebiruan itu mengarah ke batok kepala Intan. Namun disaat perempuan tua itu sudah berjarang setombak, Intan hanya mengibaskan lengan bajunya, perempuan tua itupun terjungkal beberapa tombak.


“Bedebah!”


Betapa malunya perempuan tua itu saat terjungkal hanya dikarenakan kibasan baju si gadis. Tidak tanggung-tanggung ia terjungkal sampai belasan tombak jauhnya. Ia pun tidak bisa langsung bangkit.


Iblis Tak Genah yang perempuan mulai mengerahkan tenaga saktinya. Seketika warna biru memancar dari sepasang telapak tangan  iblis   betina. Semakin lama tenaga yang dipancarkan semakin kuat, seingga terdengar bunyi berderapan.


“Hiyaaaa..” Pekik Betina Iblis Tak Genah mengerahkan tenaganya sampai puncak.


Iblis Tak Genah Betina menyerang Intan dengan sekuat tenaganya. Ia melesat cepat ke arah gadis itu. Tepat saat sudah sangat dekat dengan Intan, Iblis Tak Genah betina menyarangkan telapak tangannya ke tubuh Intan.


Blasss..


Intan menyambut kedua telapak tangan lawan dengan kedua telapak tangannya. Seketika kedua tenaga sakti beradu. Anehnya tidak ada ledakan yang terjadi. Hanya nampak tenaga sakti Iblis Tak Genah betina seperti tenggelam di dasar samudera.


Wanita tua itu terkejut tiba-tiba tenaga saktinya buyar saatkedua telapak tangannya beradu dengan kedua telapak tangan lawan. Bukan hanya itu, ia merasakan tenaga yang teramat dingin mulai masuk kedalam tubuhnya. Mukanya mulai pucat menyadari bahwa hal ini pernah terjadi pada kedua muridnya. Iapun sekuat tenaga berusaha menarik telapak tangannya yang menempel pada telapak tangan lawan.


Sekuat tenaga wanita tua itu berusaha menarik tenaga saktinya dari lawan, namun tak sedikitpun ia mampu melakukannya. Semakin lama hawa dingin yang masuk ke tubuhnya semakin deras. Bahkan kini tangannya mulai berubah menjadi es.


“Nyi awas!”


Melihat keadaan istrinya yang genting, Lelaki Iblis Tak Genah langsung melesat membantu istrinya. Lelaki tua itu mengerahkan  tenaga sakti kemudian menyerang samping Intan.


Intan sendiri tak sedikitpun takut atau gugup. Di sampingnya tiba-tiba terbentang perisai giok es. Sontak serangan Lelaki Iblis Tak Genah  menghantam perisai itu.

__ADS_1


Blamm..


Ledakan dahsyat terjadi. Sesaat bumi terasa bergetar. Tubuh lelaki iblis tak genah terlempar lima tombak lebih. Mulutnya menyemburkan darah segar. Sedangkan posisinya terduduk sesaat tak mampu berdiri.


Sementara itu Iblis Tak Genah Betina keadaanya sudah sangat kritis. Hampir  seluruh tubuhnya diliputi es. Matanya nampak melotot menahan rasa sakit yang tak terkira dari pembekuan darah secara paksa. Sesaat kemudian wanita tua itupun menghembuskan nafas terakhirnya. Sepasang Iblis tak genah kini hanya menyisakan satu diantara mereka.


“Nyi.. maafkan aku tak bisa menyelamatkanmu.” Keluh lelaki tua Iblis Tak Genah sambil masih memegangi dadanya yang terasa sesak akibat bentrokan tenaga tadi. “Wiraka! Bantu aku memanggil Raja Dedemit.” Serunya lagi kepada muridnya ya tersisa.


Mendengar perintah gurunya, Wiraka atau Iblis pemetik bunga yang tadi sempat terbengong-bengong langsung bangkit kesadarannya. Ia pun melesat menghampiri sang guru. Kemudian Wiraka membantu gurunya bangkit.


Iblis Tak Genah mengambil sebiji batu seukuran telur ayam dari balik Bajunya. Kemudian ia duduk bersila mulai membaca mantra. Tampak batu yang tadinya berwarna hitam itu kini memancarkan cahaya berwarna kuning.


“Wiraka duduklah, bantu aku!”


Wiraka pun duduk di samping gurunya.


Crakkkk..


“Aaaaa..”


Tanpa diduga sama sekali Iblis Tak Genah menyerang muridnya. Lelaki tua itu menyarangkan kuku-kukunya yang tajam tepat di dada si murid. Ia pun mengeluarkan jantung muridnya, lalu meletakkan jantung itu di samping batu yang menyala. Wirakapun tewas seketika.


“Maafkan aku Wiraka, terpaksa engkau yang kujadikan tumbal memanggil raja dedemit.” Gumamnya lirih.


Bersambung..


Sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :


1. memencet tombol like


2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.


Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2