
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 123...
Setelah beberapa hari menguasai Benteng Dewa, Dewa Iblis Kegelapan banyak melakukan perubahan pada tatanan bangunan dan taman-taman di tempat itu. Diatas pintu gerbang yang tadinya terdapat patung sepasang tangan yang merangkapkan tangannya berganti menjadi patung mahluk menyeramkan yang memiliki taring dan kuku-kukunya yang panjang mirip Genderuwo. Begitu juga bagian taman, banyak patung-patung di buat menggantikan tanaman-tanaman sebelumnya.
“Jari Pedang apakah seluruh undangan sudah di sebar ke perkumpulan-perkumpulan maupun tokoh-tokoh sakti dunia persilatan di selatan ini?” Tanya Dewa Iblis Kegelapan yang sedang duduk di sebuah kursi mirip singgasana kerajaan.
“Sudah ketua. Hampir seluruh tokoh beraliran hitam dan putih sudah dikirimi undangan untuk pemilihan ketua dunia persilatan.” Jawab jari pedang.
“Orang-orang kita di pulau es bagaimana keadaan mereka, kalau sudah bisa mendapatkan kembali pusaka pulau es sesegranya bergabung di sini.”
“Maaf ketua, sampai sekarang kita belum mendapatkan berita dari pulau es. Apabila sampai sore nanti belum ada kabar, akan saya kirim orang kita ke sana.”
“Kakang Braja Pasupata!”
Tiba-tiba terdengar suara orang memanggil nama asli Dewa Iblis Kegelapan. Ketua Partai Iblis Berkabut yang kini berganti dengan nama Partai Benteng Dewa itu menoleh ke arah suara pemanggil. Di sana nampak Dewa Obat bersama seorang kakek-kakek berpakaian serba hitam. Rambutnya yang panjang terurai riapan, kumis dan jambangnya panjang menyentuh dada. Alisnya pun panjang terurai ke bawah hampir sedagu.
“Dewa Obat, Singa Lembah Hitam!” seru Dewa Iblis Kegelapan seraya bangkit menyambut keduanya yang datang menghampiri. “Selamat datang.. selamat datang, apa gerangan yang menyebabkan seorang singa lembah hitam yang lama menyepi muncul kembali kedunia persilatan.”
“Hahaha apa kabarmu Pasupata, lama sekali tidak berjumpa. Sejak Empu Adhiyak Sona mempecundangi kita dulu, aku menyepi memperdalam ilmu kesaktianku. Sayang sungguh sayang orang tua itu telah mati, sehingga tak bisa aku membalas dendam.”
“Ya.. ya.. aku yakin saat ini kemampuan kita sudah mampu mengalahkan orang tua itu. Bagaimana dengan adikmu? Apakah tidak ikut kemari” Tanya Dewa Iblis kegelapan seraya mempersilakan tamunya duduk.
“Adik ku pergi ke pulau es. Kabar tentang keberadaanmu simpang siur kami dapatkan. Ada yang mengatakan sudah berada di Benteng Dewa ada juga yang mengatakan masih di Pulau Es. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk berpencar.” Sahut Singa Lembah Hitam.
“Lalu apa yang membuatmu jauh-jauh datang mencariku. Tidak mungkin sekedar hendak bertemu bukan hahaha..” tanya Dewa Iblis Kegelapan lagi.
“Beberapa hari yang lalu Yang Mulia datang ketempatku dan memberi tugas untuk membantumu di sini. Beliau berpesan agar kau jangan melenceng dari rencana semula. Tujuan kita bukan dunia persilatan, tapi jauh lebih besar dari itu.” Sahut Singa Lembah Hitam.
__ADS_1
“Hmmm.. rupa-rupanya Yang Mulia masih meragukanku, hingga mengutusmu datang ke sini untuk mengawasiku.” Ucap Dewa Iblis Kegelapan.
“Entahlah, aku hanya menyampaikan pesan beliau.”
“Baiklah mumpung kalian sudah ada di sini, nanti akan ku jamu kalian dan kuajak berkeliling di Bukit Dewa yang sudah kurubah sedemikian rupa ini.” Ucap Dewa Iblis kegelapan bangga. “Jari Pedang, suruh pelayan mengantarkan tamu spesial kita ini untuk beristirahat dan layani mereka dengan baik.” Perintahnya kepada Jari Pedang.
Tak berapa lama kemudian datang pelayan bersama dengan wanita cantik berpakaian tipis. Lalu para wanita itu mengajak tamu-tamu Dewa Iblis Kegelapan beristirahat di kamarnya. Sedangkan ia sendiri meninggalkan aula pertemuan itu menuju ke pintu keluar bangunan.
Dewa Iblis kegelapan melesat bagaikan terbang ke atas bangunan. Dilihatnya sekeliling tempat itu. Dia pun tersenyum bangga atas perubahan yang telah dilakukan anak buahnya.
Sementara itu di pulau es di gelar acara jamuan untuk merayakan kemenangan mereka atas musuh yang selama ini menguasai tempat itu. Beberapa penghianat yang masih hidup langsung dijatuhi hukuman mati oleh Raja Pulau Es. Sementara seluruh tahanan yang di penjarakan oleh musuh akibat kesetiaan mereka kepada raja pulau es di lepas dan diberikan penghargaan.
Di sebuah taman yang tak jauh jaraknya dari istana pulau es, nampak Bayu dan Nalini sedang duduk berduaan di bawah sebuah pohon yang rindang. Berkali-kali si pemuda menghela nafas berat. Ia merasa kedatangannya ke pulau es tak membuahkan hasil sama sekali untuk Nalini.
Memang pemuda itu telah diberi penjelasan oleh Raja Pulau Es tentang racun yang di derita Nalini dan bagaimana cara mengobati racunnya. Dari penjelasan itu Bayu pun maklum sudah tidak mungkin menemukan cara mengobati racun tersebut. Obat satu-satunya mestika jantung ular api hanya orang-orang suku api yang mengetahuinya. Sedangkan suku api yang masih hidup sendiri tidak diketahui di mana keberadaanya.
“Kak Bayu, kak Nalini..”
“Eh.. Intan, kemarilah duduk di sini bersama kami.” Ajak Nalini seraya menggeser duduknya sedikit menjauh dari Bayu.
Intanpun menghampiri mereka berdua. Kemudian gadis cantik itu menghampiri keduanya, dan duduk di dekat mereka.
“Kak Bayu, kak Nalini, aku ke sini ingin berpamitan.”
“Pamitan? Mau kemana Intan?” tanya Nalini terkejut. Bayu sendiri tak menyangka Intan akan secepat itu berpamitan.
“Aku akan ketempat kakek di Bukit Batu Geni untuk menanyakan tentang mestika jantung Raja Ular Api. Siapa tau kakek mengetahui keberadaannya.”
Mendengar itu Bayu yang tadinya sudah putus asa kembali timbul harapan. Wajahnya nampak lebih cerah dari sebelumnya. Halini tak luput dari perhatian Intan. Ia pun tersenyum ke arah Bayu. Senyum yang penuh arti.
__ADS_1
“Apakah tidak merepotkanmu Intan?” tanya Nalini yang merasa tidak enak.
“Tidak apa-apa kak” sahut Intan dengan senyum manisnya.
Sebenarnya Nalini sangat merasa tidak enak kepada Intan karena turut serta mencari obat untuk kesembuhan dirinya. Apalagi gadis itu tahu persis bahwa Intan mencintai Bayu. Bahkan ia menduga bahwa ada hubungan kasih antara mereka berdua di masa lalu.
Setelah berpamitan dengan keduanya, Intan beranjak dari tempat itu. Bukan pergi kearah keluar pulau melainkan menuju gua pusaka pulau es. Sesampainya di sana telah menunggu pamannya, Raja Pulau Es.
“Ada apa gerangan nak Intan sehingga kau mengajakku bertemu secara rahasia di sini.” Tanya Raja Pulau Es.
“Paman, bukan kah kau katakan bahwa sekalipun mestika jantung raja ular api sudah ditelan dan menyatu dengan seseorang, mestika itu masih bisa di gunakan untuk mengobati racun bulu landak salju.”
“Benar anakku. Hanya saja orang itu harus mengorbankan nyawanya karena mestika itu telah menyatu dengan jantung, jadi jantung itulah yang akan di gunakan untuk menggantikan jantung si penderita racun bulu landak salju.”
“Paman lakukanlah pengobatan itu. Mestika Raja Ular api berada dalam tubuhku. Kakek yang memberikan kepadaku untuk mempercepat latihan tenaga sakti naga api di tubuhku.”
“Apa! Jangan berpikiran aneh-aneh Intan. Tak mungkin aku mengorbankan keponakan ku sendiri untuk orang yang tidak begitu aku kenal. Apalagi tidak ada hubungan keluarga sama sekali.” Jawab Raja Pulau Es.
“Aku mohon paman!” ucap Intan lirih seraya berlutut memohon kepada pamannya. “Sedikit banyaknya kak Bayu telah menyelamatkan pulau es dari kehancuran. Sudah selayaknya kita membalas jasanya dengan cara menyelamatkan nyawa kekasihnya.”
“Tapi...” ucapan Raja Pulau Es tertahan. Ia sendiri bingung, kata-kata Intan memang banyak benarnya. Mungkin jika bukan karena kehadiran Bayu di pulau es dan menyelamatkan mereka, saat ini pulau es masih dikuasai musuh. Bahkan tidak menutup kemungkinan ia dan keluarganya saat ini telah binasa.
“Keadaan dunia persilatan saat ini akan menghadapi bencana besar. Mungkin akan banyak korban yang berjatuhan. Peran Rajawali Merah untuk menyelamatkan dunia persilatan dari kehancuran sangat dibutuhkan. Namun kita tak tahu apa jadinya bila dia mengalami cobaan kehilangan orang yang disayanginya.” Tutur intan dengan airmata yang terus mengalir dipipi gadis itu.
Raja Pulau Es diam sejenak. Ia sangat sadar apa yang dikatakan oleh Intan itu benar semuanya. Ia sendiri menyaksikan bagaimana sepak terjang Dewa Iblis kegelapan.
“Baiklah anakku.. kita lakukan ini demi keselamatan orang-orang dunia persilatan.” Ucap Raja Pulau Es dengan mata berkaca-kaca.
Bersambung...
__ADS_1
**Jangan lupa like dan kasih komentar, biar novel ini mendapat apresiasi dari pihak Noveltoon**