Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
64. Gerbang Pertama Bangkit


__ADS_3

Bayu berkelit ke samping menghindari terjangan Genderuwo Pemakan Jiwa. Serangan Mahluk aneh itu lewat begitu saja di samping Bayu. Bayu sendiri merasa bingung, kenapa badannya terasa begitu ringan untuk bergerak. Bukan hanya ringan, tapi bergerak cepat. Dia tidak sadar sesungguhnya telah mengerahkan ilmu "Bianglala Melukis Langit"


Genderuwo Pemakan Jiwa sendiri merasa bingung. Walaupun tubuhnya besar, Ia dikenal memiliki kecepatan yang luar biasa. Tapi kali ini sedikitpun ia tak bisa menyentuh lawannya.


"Siapa kau sebenarnya anak muda?" tanya Genderuwo Pemakan Jiwa seraya menghentikan serangannya


"Kenapa? takut? aku ini adalah nenek moyangmu!" ledek Bayu melihat musuhnya mulai gentar.


"Grrrrr... dengan bocah ingusan sepertimu buat apa aku takut!"


Kembali Genderuwo Pemakan Jiwa menyerang. Kali ini dia menggunakan ilmu pamungkasnya. Bau busuk mulai menyebar. Lendir berwarna kehijauan meleleh di ujung kuku-kukunya yang runcing. Setiap cairan itu mengenai sesuatu, maka benda apapun itu akan meleleh.


Genderuwo Pemakan Jiwa membentangkan ke lima jari tangan kanannya ke arah Bayu. Cairan berwarna hijau itu melesat menyerang ke arah pemuda itu dengan kecepatan kilat. Namun tetap saja dapat dengan mudah di hindari bayu.


Melihat serangannya selalu mampu di hindari, Genderuwo Pemakan Jiwa bertambah gusar. Mahluk itu melirik ke arah Nalini yanh sedang tertidur. Genderuwo Pemakan Jiwa itu kemudan mengalihkan serangannya pada Nalini.


Blammmmm....


Ledakan terjadi. lima tetes cairan berwarna kehijauan melesat kearah Nalini gagal menemukan sasarannya. Bayu yang melihat gelagat licik Genedruwo Pemakan Jiwa tadi langsung melesat kearah Nalini. Dengan nekat ia pun menyilangkan kedua tangannya di depan wajah menangkis serangan. Namun yang terjadi betul-betul membuatnya keheranan.


Bukan dirinya yang mendapat celaka, namun Bayu melihat malah Genderuwo Pemakan Jiwa yang terdorong mundur sejauh lima langkah. Bukan saja Bayu yang merasa heran, bahkan Genderuwo Pemakan Jiwa lebih terkejut lagi. Ia tak menyangka lawan mampu menangkis serangannya, bahkan sampai membuatnya terpukul mundur.


Genderuwo Pemakan Jiwa yang kini sangat marah, mulai mengerahkan seluruh tenaga dan kesaktiannya. Kini bau busuk yang menyebar malah semakin kuat. Mata mahluk setengah manusia setengah siluman itupun mulai berubah menjadi merah menyala. Bulu-bulu di seluruh tubuhnya mulai memanjang dan berlendir.


Kuatnya aroma busuk yang ditimbulkan oleh ilmu kesaktian Genderuwo Pemakan Jiwa itu membuat kepala Bayu mulai pening. Hawa beracun yang banyak dihirupnya itu mulai mempengaruhi kesadarannya. Beberapa kali ia oleng hendak roboh. Namun kekuatan hatinya memaksa ia bertahan.

__ADS_1


Namun bukannya mendapatkan kerugian besar dari aroma beracun itu, malah tenaga yang terpendam di tubuh Bayu mulai bereaksi. Tenaga yang tak bisa Pemuda itu gunakan karena kehilangan ingatannya secara otomatis memancar karena tubuhnya terancam. Secara tak sadar Pemuda itu membangkitkan kembali Gerbang Pertama yang tertidur. Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta mulai bangkit lagi.


Perlahan butiran embun memancar dari tubuh Bayu. Tempat itu pun perlahan-lahan berubah menjadi sejuk. Bau busuk yang melanda di tempat itu perlahan-lahan mulai surut. Hawa dingin yang ditimbulkan oleh Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta milik Bayu, membuat tumbuhan di sekitarnya mengeluarkan aroma harum khas hutan itu. Hutan Kayu Arum.


Melihat sedikit demi sedikit Ilmu kesaktian yang dipancarkannya mulai ditekan tenaga lawan, Genderuwo Pemakan Jiwa semakin marah. Dikerahkannya seluruh tenaga sakti miliknya sampai ke puncak. Lalu ia pun melancarkan serangan pamungkas yang mematikan dengan kekuatan penuh.


Haaaaa..


Serangkum asap hijau dan cairan hijau yang menjadi satu gumpalan melesat dari kedua telapak tangan Genderuwo Pemakan Jiwa kearah Bayu. Melihat itu, sadar dirinya terancam, dengan sembarangan mengikuti nalurinya pemuda itu mengangkan kedua telapak tangannya ke arah serangan. Hebatnya oleh gerakan sembarang itu butiran-butiran embun di tubuhnya melesat kearah lawan.


Wusshh....


"Aaaaaaaa..."


Brakkkk...


Kini Bayu menyadari ada sesuatu yang hebat dalam dirinya. Namun dia masih belum mengetahui itu apa. Bahkan kini ia menjadi semakin penasaran dengan masalalunya. Ada sedikit ke khawatiran yang ia rasakan.


Bayu pun melangkah kearah Nalini. Kemudian pemuda itu membangunkan gadis cantik itu dengan memanggil-manggil namanya. Kali ini apa yang dilakukannya membuahkan hasil, ada reaksi dari Nalini. Kemudian Gadis itupun membuka mata, lalu meregangkan seluruh badannya.


Nalini terkejut saat membuka mata keadaan di sekitarnya menjadi tak karuan. Dilihatnya di samping Bayu sedang duduk melamun seperti orang kebingungan. Gadis itu mengira ia juga terkejut melihat keadaan di sekitarnya. Lalu Nalini membangunkan ki Farja dengan memanggilnya.


"Guru... Guru... Bangun." Teriak Nalini.


Ki Farja membuka matanya. Lelaki tua itu langsung melompat ke arah Nalini dan Bayu. Melihat keadaan yang tak karuan, ia khawatir terjadi apa-apa atas muridnya dan Bayu.

__ADS_1


"Kalian tidak apa-apa?" tanya ki Farja.


Hanya Nalini yang menjawab dengan gelengan kepala. Sedangkan Bayu masih tenggelam dalam lamunannya. Sehingga tak mendengar pertanyaan dari ki Farja.


"Nak Bayu, kau tidak apa apa?" tanya ki Farja lagi sambil menepuk bahu Pemuda itu.


"Eh.. tidak apa-apa ki." jawab Bayu Gelagapan.


Ki Farja pun mengedarkan pandangannya ke sekitar. Kaget juga dia melihat terjadi kerusakan hebat di tempat itu. Beberapa pohon tumbang. Ada juga pohon dan tumbuhan seolah-olah meleleh karena lendir berwarna hijau. Lalu matanya tertuju pada satu sosok yang terbaring tak jauh dari sana.


"Apa itu?" serunya sambil menunjuk kearah sosok yang terbaring itu.


Kemudian ki Farja melompat ke arah sesosok tubuh terbaring itu. Lelaki tua itu sangan terkejut setelah melihat bentuk dan rupa yang ia lihat. Bahkan sampai merinding bulu kuduknya. Sesosok mahluk tinggi besar seperti manusia, dengan bulu-bulu menutupi seluruh tubuhnya.


"Nalini... Bayu... kesini, coba liat ini!" seru ki Farja.


"Ayo kak Bayu, guru memanggil." ajak Nalini. Melihat Bayu tak memberikan reaksi, gadis cantik itupun menarik tangan Bayu lalu berjalan ke arah gurunya.


"Ihh... apa itu?" pekik Nalini yang kaget melihat bentuk rupa mahluk yang terbaring dihadapannya. Secara refleks gadisi itu memeluk Bayu saking kagetnya. Bayu yang tidak pernah di peluk seorang perempuan kontan jadi gelagapan.


"Ehh.. maaf kak." ucap Nalini sambil melepas pelukannya. Wajah gadis itu berubah menjadi memerah seperti kepiting rebus. Apalagi melihat gurunya yang senyum-senyum membuatnya terpaksa menutup mukanya "Aku tak sengaja" tambahnya lagi.


"Coba lihat ini" ucap ki Farja sambil membungkukkan badan. "Kalau aku tidak salah dia adalah Genderuwo Pemakan Jiwa, tokoh sakti dari aliran sesat yang mempelajari ilmu iblis sehingga membuat dirinya seperti siluman. Konon dari kabar yang ku dengar, Ilmunya sangat sakti, bahkan sulut di cari tandingannya. Jangankan untuk bertarung, untuk berpapasan saja tokoh-tokoh dunia persilatan enggan." tambahnya lagi.


"Tapi kenapa dia seperti ini guru?" tanya Nalini.

__ADS_1


"Dia telah tewas. Tak di sangka dia telah tewas. Sepertinya tadi malam telah terjadi pertarungan hebat di sini. Entah Tokoh mana yang telah membuatnya binasa." sahut ki Farja.


__ADS_2