Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Membalaskan dendam suku api


__ADS_3

Episode 305


Raja pertama kerajaan selatan melihat kearah orang yang memapaki serangannya sehingga membuatnya terlempar. Betapa terkejutnya orang tua itu saat mengetahui orang yang memapaki serangannya tersebut hanyalah seorang anak muda. Raja Pertama Kerajaan Selatanpun kembali mengerahkan tenaga saktinya untuk berjaga-jaga.


Di tempat Raja Barat, Bayu yang mendapati kakeknya mengalami luka dalam yang sangat parah langsung memberi pengobatan kepada orang tua tersebut. Dengan tenaga sakti gerbang ke enam miliknya, hanya dalam waktu yang sangat singkat ia sudah berhasil menyembuhkan luka dalam Raja Barat sepenuhnya. Hanya saja Ilmu Pancasona yang dimiliki raja barat benar-benar telah musnah dari tubuhnya. Sehingga orang tua itu tidak memungkinkan lagi untuk menggunakan Ilmu semesta hitamnya.


Setelah selesai mengobati Raja Barat, Bayu berdiri dan memalingkan tubuhnya ke arah Raja pertama kerajaan selatan. Nampak orang tua itu menatap tajam ke arahnya. Tak ingin kalah perbawa, Bayu balas menatap tajam ke arah Raja pertama kerajaan selatan.


“Anak muda mengapa kau campuri urusan kami berdua. Ini adalah urusan pribadi aku dengan raja barat. Urusan kami di masa lalu,” ucap Raja pertama kerajaan selatan.


“Aku adalah cucunya, itu artinya ada hubungannya dengan masa lalu kalian. Terutama tentang kemusnahan suku api, yang juga bagian dari latar belakangku,” sahut Bayu dingin.


“Semua orang istana raja tau, kemusnahan suku api adalah ulah Chandra Darpa sendiri. Dialah yang telah membantai sukunya kala itu,” kilah Raja pertama raja selatan.


“Hmmm.. Aku sudah mengetahui bahwa kaulah yang melakukan pembantaian itu, dengan tujuan mendapatkan mustika jiwa api yang ada di tubuh masing-masing suku api. Dan sebelum tubuhmu menjadi merah seperti sekarang aku melihat batu delima yang isinya mustika jiwa api milik orang-orang suka api yang telah mati. Kini batu delima itu ada di dalam tubuhmu. Itu sudah cukup sebagai bukti kaulah pelaku pembantaian orang-orang suku api selama ini.”

__ADS_1


Dengan garang Bayu menampik semua alasan yang diberikan Raja Pertama suku api. Raja Pertama Kerajaan Selatan sendiri maklum, ia memperkirakan pemuda itu sudah berada lama di tempat itu dan mendengarkan cerita raja barat tadi. Ia pun sudah bertekad akan menghabisi juga pemuda itu. Apalagi ia dapat menduga bahwa ilmu terbang alam semesta tingkat enam yang dipergunakan Bayu masih belum sempurna.


“Hmmm.. rupanya kau memang mencari masalah denganku. Baiklah akan kuladeni, sampai dimana kau mampu mempertahankan ilmu yang kau gunakan itu.”


Raja Prawara mencoba menggertak Bayu dengan berbicara meingisyaratkan seolah-olah dia tahu bahwa pemuda itu tidak sempurna dalam menguasai ilmu tujuh gerbang alam semesta. Rajawali merah  mendengar ucapan raja pertama Kerajaan Selatan yang penuh dengan maksud dibalik kalimat yang ia lontarkan sedikit mengerutkan dahinya. Yang mencoba memahami maksud tersirat dari orang tua itu.


Bayu pun dapat menduga bahwa, raja pertama Kerajaan Selatan mengetahui bahwa ilmu yang yang ia gunakan saat ini masih belum sempurna. Namun sedikitpun pemuda itu tidak memperdulikannya. Ia sangat yakin dengan apa yang dimilikinya saat ini lebih dari cukup untuk merobohkan orang tua itu.


“Tak usah banyak mulut, hari ini kau harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu lakukan terhadap orang suku api di masa silam!” Tegas Bayu.


“Anak muda, jangan salahkan aku yang tua bertindak kejam padamu!”


Setelah memberi peringatan kepada Bayu, Raja Prawara langsung menyerang pemuda itu dengan kekuatan penuhnya. Tenaga inti Surya telah dikerahkannya hingga pada batas maksimal. Meski begitu, tenaga sakti Raja Pertama kerajaan Selatan itu telah banyak terkuras pada pertarungan sebelumnya melawan raja barat.


Raja Prawara yang melesat mendekati Bayu mengirimkan sebuah pukulan langsung dengan kepalan yang sudah dialiri kekuatan tenaga inti Surya berkekuatan penuh. Bayu yang melihat serangan lawan datang, hanya tersenyum sinis. Ia sudah dapat mengukur kekuatan serangan lawan  tak akan mampu menjebol pertahanannya. Bahkan dengan sekali kebebasan lengan bajunya pemuda itu mampu membuat raja selatan generasi pertama terpental beberapa tombak.

__ADS_1


Tak sampai di situ saja, Bayu yang melihat musuhnya terlempar deras langsung melesat mendahului arah jatuhnya lawan. Saat tubuh Raja Prawara sudah akan terjatuh, Bayu langsung mendahului menendangnya lambung orang tua itu. Kembali Raja Pertama kerajaan selatan terlempar beberpa tombak jauhnya hingga jatuh ke tanah. Ia pun memuntahkan darah segar dan hampir terjatuh.


“Hmmm.. benar-benar kuat pemuda ini. Ternyata aku masih tertinggal dengan jauh oleh Nirwasita itu. Entah setinggi apa ilmunya sekarang.”


Raja Selatan teringat akan pertandingannya dengan sahabatnya sewaktu muda yang telah mereka sepakati. Kala itu keduanya telah berlomba untuk menciptakan sebuah ilmu sakti yang merajai dunia persilatan. Beberapa kali Saka Prawara mencoba memecahkan inti sari sebuah Kanuragan tingkat tinggi selalu gagal. Ia pun tak berhasil menciptakan sebuah ilmu Kanuragan, sementara sahabatnya tersiar kabar telah menciptakan ilmu yang sangat dahsyat.


Karena malu akan kegagalannya, ia memutuskan menyepi, bahkan mengundurkan diri sebagai seorang raja di istananya. Hingga suatu ketika tanpa sengaja ia menemukan sebuah kitab ilmu Kanuragan yang tak pernah muncul di dunia persilatan yaitu ilmu tenaga sakti inti Surya. Ketika itu sang penulis asli kitab belum bisa menyempurnakan ilmu ya, sehingga ilmu itu tidak pernah ia ajarkan. Saat ilmu tenaga sakti inti Surya telah sempurna, dengan bantuan kitab pancasona yang dipelajarinya dan mengambil inti sari ilmu tersebut kemudian menggunakannya pada penyempurnaan ilmu tenaga inti Surya.


Goa tempat tinggal orang sakti itulah yang ditemukan oleh raja barat. Dengan petunjuk tata cara penyempurnaan ilmu tenaga inti Surya, dipraktekkan nya pada ilmu tujuh gerbang alam semesta yang ia pelajari secara sesat. Namun pada akhirnya keunggulan tetap pada Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.


“Eyang! Cobalah bertahan beberapa saat lagi. Pemuda itu menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam dengan bantuan pedang penguasa naga. Namun ada kekurangan dengan cara itu, ilmu itu hanya bisa bertahan selama kurang lebih dua kali sepenanakan nasi.”


Terdengar suara teriakan pangeran Mandaka yang memberitahukan Raja Prawara tentang kekurangan dari ilmu yang digunakan Bayu saat ini. Mendengar hal itu, Raja Prawarapun kembali bersemangat. Dengan sigap ia memasukan pil “penambah tenaga pemakan raga” untuk mempercepat proses pemulihan dirinya dan menjadikan tenaganya bertambah dua kali lipat. Walau dengan itu ia akan mengalami proses penuaan dua kali lipat.


Bersambung...

__ADS_1


 


__ADS_2