Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.129. Terjebak Muslihat Musuh


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 129...


“Raja Ular Hitam tidak ada di tempatnya.” Ucap Raja Pengemis Selatan sembari ikut duduk bersama Bayu dan Nalini.


“Lalu apa rencana selanjutnya?” tanya Bayu.


“Kita bebaskan para tahanan. Siapa tahu orang yang kau cari ada di antara mereka.” Jawab Raja Pengemis Selatan.


Setelah sepakat untuk membebaskan tahanan yang ditangkap oleh Raja Ular Hitam, ketiganya pun berangkat. Tak sampai sepeminuman teh lamanya mereka sampai di tempat yang dituju. Nampak di tempat itu penjagaan tidak begitu ketat. Hanya ada beberapa orang saja yang nampak lalu lalang berjaga.


Takk.. Takk..


Brukk..


Dua orang penjaga roboh oleh dua biji batu yang disentilkan Bayu. Kedua orang penjaga yang roboh langsung disembunyikan oleh Raja Pengemis Selatan dibalik semak-semak. Kemudian, ketiganya masuk ke sebuah bangunan besar.


Baru berjalan lima langkah ke dalam, tiba-tiba melesat puluhan anak panah ke arah Bayu dan kedua rekannya. Bayu merentangkan telapak tangannya ke arah panah yang melesat. Seketika puluhan anak panah itu berhenti di udara dan jatuh ke tanah. Di sekitar tubuh Bayu butiran-butiran embun mulai nampak.


Sesaat kemudian lima orang berpakaian serba hitam muncul dengan pedang ditangannya. Kelima orang itu langsung menyerang Bayu.


“Hemm…” dengus Bayu.


Belum sempat kelima orang itu menghampiri Bayu, tiba-tiba saja tubuh mereka tertahan tak bergerak. Butiran embun yang berasal dari tubuh Bayu bergerak cepat kearah kelima orang tersebut. Perlahan tubuh orang-orang berpakaian hitam itu membeku diliputi embun.


“Dimana tempat mereka menyembunyikan para tahanan itu kek?” tanya Bayu kepada Raja Pengemis Selatan.


“Bagaimana bisa tahu, mereka saja sudah kau buat menjadi seperti itu.” Tunjuk Raja  Pengemis Selatan ke arah lima orang penyerang mereka tadi.


Mendengar jawaban itu Bayu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Nalini hanya tersenyum mendengar percakapan mereka berdua.


Ketiganya kembali bergerak lebih ke dalam bangunan tersebut. Sekilas Bayu mendengar suara percakapan dua orang lelaki di salah satu ruangan. Bayu pun memberi isyarat agar Nalini dan Raja Pengemis Selatan melangkah perlahan.

__ADS_1


Ketiganya mulai berjalan mengendap-endap ke arah suara percakapan. Setelah agak dekat suara semakin terdengar jelas. Kemudian Bayu langsung mendobrak pintu ruangan.


Tanpa sempat mengetahui apa yang terjadi, kedua lelaki itu langsung mendapat totokan oleh Bayu. Kedua anak buah Raja Ular Hitam itu pun langsung terdiam kaku.


“Diam jangan berteriak atau kalian akan celaka.” Ancam Bayu. “Katakan dimana kalian menyembunyikan tahanan?” tanya Bayu dengan nada mengancam kepada salah seorang anak buah Raja Ular Hitam yang tertotok tadi.


Orang yang ditanya diam tak memberikan jawaban. Nampak dari raut wajahnya berusaha menyembunyikan. Melihat ia masih bungkam Bayu pun menekan pundak orang itu sambil mengerahkan tenaga saktinya. Sontak ia menjerit kesakitan.


Walau sudah mengalami siksaan dengan cara ditekan tulang bagian pundaknya, orang yang berada dicengkraman Bayu masih belum mau bicara. Bayu pun mulai kesal. Pemuda itu, mengerahkan tenaga panas Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semestanya.


Tubuh Bayu mulai diselimuti bias warna kemerahan. Tangannya mencengkram leher orang di hadapannya. Sekali lagi Bayu memberikan kesempatan orang itu menjawab.


“Ini kesempatan terakhir ku berikan untukmu. Kalau kau masih bungkam, akan kubuat kau menjadi debu.” Ancam Bayu lagi.


Tak takut ancaman Bayu, orang itu masih bungkam. Tentu saja hal itu semakin membuat Bayu bertambah berang. Ia mulai mengerahkan tenaga saktinya. Nampak tangan yang mencengkram orang berpakaian hitam mulai memancar warna merah. Perlahan kain baju anak buah Raja Ular Hitam itu mulai terbakar.


“Cepat katakan! Kalau tidak akan aku biarkan api ini membakarmu.”


Orang yang berada di cengkraman Bayu masih saja diam. Karena sangat jengkel, maka pemuda itu membiarkan api melahap habis tubuhnya.


“bab ba baik tuan pendekar.”


Kali ini ancaman Bayu membuahkan hasil. Anak buah Raja Ular Hitam itu menunjukan sebuah pintu rahasia yang berada di kamar itu juga. Letak Pintu itu tepat berada di bawah meja tempat  kedua orang anak buah Raja Ukar Hitam.


Dengan memencet sebuah tombol di bawah meja, pintupun terbuka. Nampak sebuah tangga terpampang menuju ke bawah. Rupanya bangunan itu memiliki sebuah ruangan rahasia di bawah tanah.


“Kakek dan Nalini masuk ke dalam melepaskan tahanan. Biar aku berjaga di sini kalau-kalau Raja Ular Hitam datang.” Ucap Bayu.


Raja Pengemis Selatan dan Nalini masuk kedalam dengan membawa serta anak buah Raja Ular Hitam. Perlahan ketiganya menuruni tangga. Ternyata di bawah terdapat ruangan yang cukup luas dengan dinding-dinding batu. Berjarak dua puluh  tombak dari tangga terdapat sebuah penjara.


Kali ini Nalini harus menelan kekecewaan. Dari sepuluh orang tahanan yang ada di sana, tak ada ayah maupun gurunya di situ. Walaupun begitu, gadis itu tetap membantu Raja Pengemis Selatan untuk membebaskan tahanan.


“Hei tunggu dulu! siapa sebenarnya kalian? Di mana anak buahku? Kenapa tak ada satupun di antara kalian?” bentak Raja Pengemis Selatan yang curiga dengan para tahanan karena tak satupun dari mereka ditemukan anak buahnya.

__ADS_1


“Hahaha.. kena kalian!”


Tiba-tiba terdengar suara tawa dari salah satu tahanan. Tak lama kemudian sebuah asap berwarna putih  menyebar di ruangan itu. Sebentar saja ruangan itu sudah penuh dengan asap yang menghalangi pandangan.


“Awas! asap beracun.” Seru Raja Pengemis Selatan.


Namun peringatan Raja Pengemis Selatan itu terlambat, mereka berdua  telah menghirup asap tersebut. Sesaat mereka merasakan pening di kepala. Tak lama kemudian Raja Pengemis Selatan roboh.


“Kak bay..”


Bukk..


Nalini yang masih mampu bertahan, mencoba memanggil Bayu dengan berteriak. Namun teriakannya terdengar sangat pelan. Selain karena dinding terbuat dari batu, di karenakan dia bersuara, asap dengan cepat masuk melalui nafasnya. Nalini pun ambruk. Rupanya asap itu merupakan asap pembius yang sangat cepat reaksinya.


“Cepat bawa mereka keluar dari sini melalui pintu di dekat danau itu. Jangan sampai pemuda di atas menyadarinya. Akan sangat bahaya bagi kita kalau ia mengetahui ke adaan di bawah.” Perintah orang yang tadi tertawa.


Sementara di atas Bayu belum menyadari akan bahaya yang menimpa teman-temannya di ruangan Bawah. Ia masih saja berjaga khawatir akan kedatangan Raja Ular Hitam secara mendadak. Cukup lama pemuda itu menunggu, tak juga Raja Pengemis Selatan dan  Nalini keluar.


Bayu mengengok ke arah pintu bawah tanah. Betapa terkejutnya pemuda itu melihat asap putih tertiup angin naik ke arahnya. Tiba-tiba pintu rahasia itupun tertutup.


“Nalini..” Teriak Bayu khawatir.


Bayu mencium ada sesuatu yang tidak beres terjadi di ruang bawah tanah. Apalagi pintu rahasia yang tiba-tiba tertutup itu membuat kekhawatirannya semakin kuat. Ia pun mencari tombol rahasia di bawah meja yang tadi di pencet anak buah Raja Ular Hitam. Namun betapa terkejutnya si pemuda  saat tau tombol itu tak lagi berfungsi.


Merasa mereka telah di jebak, Bayupun mencoba membuka pintu secara paksa dengan tenaganya. Pintu itu sangat kuat karena terbuat dari batu. Apalagi posisi Bayu berada di atas, hingga susah menggeser batu yang posisinya terjepit.


Bayu mundur beberapa langkah. Ia mulai mengerahkan tenaga sakti gerbang ke tiga Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semestanya. Seketika aliran listrik sambar menyambar meliputi tubuh pemuda itu. Lalu dengan sekali hentakan ia mengirimkan pukulan saktinya ke arah pintu rahasia.


Blarrrr...


Pintu rahasia yang terbuat dari batu itu hancur lebur. Sebuah lubang besar terbuka. Bayupun melompat lalu menuruni tangga. Betapa terkejutnya pemuda itu, saat tau  di bawah sudah diliputi asap putih yang sangat tebal. Untung saja Pemuda itu memiliki Ilmu Jagad Netra, sehingga pandangannya dapat melihat jelas di dalam sana.


“Siapa kalian? Mana Nalini dan Raja Pengemis Selatan?” bentak Bayu yang gusar karena di bawah bukan Nalini dan Raja Pengemis Selatan menyambut ya, tapi empat orang berpakaian serba hitam.

__ADS_1


Bersambung...


Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan silakan abaikan saja


__ADS_2