
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 206...
“Bedebah kau Pasupata! Ternyata apa yang dikatakan Guruku tentang kelicikanmu sedikitpun tidak salah. Sampai-sampai beliau mengatakan apabila Raja Iblis Kelelawar menunjukan sesuatu di tangannya dan mengatakan itu adalah emas, dan kau lihat itu memang benar-benar emas, maka percayalah dia telah berdusta.” Ucap Pertapa Sakti Tanpa Nama gusar.
“Terima kasih atas pujianmu Suro Geti, hahaha..” sahut Raja Iblis Kelelawar sambil tertawa bangga.
Kemudian raja iblis kelelawar naik melayang beberapa tombak dari tempat sebelumnya. Iya Pun mengawasi ke semua penjuru wilayah Benteng Dewa. Dilihatnya semua orang dalam keadaan keracunan. Lalu saat matanya tertuju pada Bayu dan Intan, raut wajahnya berubah.
“Hmm.. rupanya Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta memang benar-benar hebat. Ilmu Racun Kelelawar Hitamku yang sudah mencapai tarap sempurnapun tak bisa melukainya. Padahal seandainya yang terkena adalah Yang Mulia Raja barat sekalipun, tak akan ia mampu berdiri kokoh seperti itu. Dan siapakah gadis yang bersamanya itu? Mengapa racun kelelawarku pun tak mempan terhadapnya?”
Raja iblis kelelawar sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Iya memang tidak mengenali siapa Intan, karena sebelumnya raja iblis kelelawar belum sempat berhadapun langsung dengan gadis itu. Raja Barat sendiri tidak pernah sedikitpun menyinggung tentang dua mahluk keramat yang menitis pada dua orang gadis yang bersama Bayu.
“Anak muda, kau sudah berjanji kepada majikanku untuk tidak ikut campur masalah ini. Apa pendapatmu sekarang?” tanya Raja Iblis Kelelawar kepada Bayu.
Bayu menatap tajam ke arah raja iblis kelelawar. Ia memang masih ingat akan perjanjiannya dengan Raja Barat yang mengaku sebagai kakaknya itu. Tetapi pada dasarnya Bayu tidak menyetujui secara penuh akan permintaan raja barat itu. Namun pengakuan Raja Barat sebagai kakeknya, dan alasan orang tua itu melakuan semua ini untuk melakukan pembalasan dendam pada sukunya sedikit banyaknya mempengaruhi pikirannya.
“Aku tidak pernah menjanjikan apa-apa terhadap orang tua itu. Ia sendiri yang minta tapi aku tidak pernah menyiakan.” Jawab Bayu tegas.
“Kalau begitu kau akan berhadapan denganku anak muda!” jawab Raja Iblis kelelawar.
Wusshhh..
Raja Iblis Kelelawar menjadi berang dengan sikap yang ditunjukkan Bayu. Ia pun mengirimkan sebuah pukulan terhadap pemuda itu. Serangkum cahaya hitam berbau sangat busuk mengincar tubuh Bayu dengan sangat cepat.
__ADS_1
Blammm..
Belum sempat serangan yang dilakukan Raja Iblis Kelelawar mencapai sasarannya, tiba-tiba saja terjadi ledakan dahsyat yang membuat tubuhnya terdorong beberapa tombak. Sebuah perisai berwarna putih kehijauan menghadang serangan. Beruntung Raja Iblis Kelelawar tidak jatuh, keseimbangannya masih terjaga di udara karena.
“Biar aku yang menghajarnya kak. Kak bayu konsentrasi mengobati mereka saja dulu.”
Ternyata serangan tadi di hadang oleh Intan dengan Perisai giok esnya. Raja Iblis Kelelawar sangat terkejut mengetahui serangannya ternyata digagalkan oleh gadis yang sangat muda. Dia tak menyangka sama sekali ternyata selain Rajawali Merah ada satu lagi orang yang memiliki kesaktian yang sangat tinggi.
“Hai cah manis, kau kah yang ingin mengjajarku? Hahaha.. jangan mimpi. Lebih baik kau jadi istriku saja. Akan kubuat kau senang hingga tak mau keluar kamar selamanya. Hahaha.”
Intan yang mendengar perkataan orang yang tak genah, wajahnya merah padam menahan amarah. Ia pun langsung mengerahkan tenaga saktinya. Tiba-tiba saja salju turun di tempat itu, hawa dinginpun mulai menyebar. Tubuh Intan mulai melayang di udara, sejajar dengan Raja Iblis Kelelawar.
“Tidak kusangka gadis ini benar-benar hebat. Semuda itu ia mampu melayang di udara.” Gumam Raja Iblis Kelelawar pelan.
“Hiyaaat..”
Sementara Intanpun di buat kaget oleh lawan. Walaupun dari serangan tadi dapat disimpulkan tenaganya masih berada di atas musuh, tetap saja gadis itu merasa kakinya menghantam sebuah tembok baja. Sempat ia merasakan sedikit kesemutan pada ujung kakinya.
Raja Iblis Kelelawar mengerahkan tenaga saktinya sampai tingkat tertinggi. Sinar hitam yang memancar dari tubuhnya kian menebal. Ditambah asap hitam yang keluar dari tubuhnya kian banyak. Bau busuk kian tercium di tempat itu.
Sementara itu Bayu sudah selesai mengobati orang-orang yang berada di tenda rombongannya dan tenda rombongan Pertapa Sakti Tanpa Nama. Pemuda itu juga sudah selesai mengobati Pertapa Sakti tanpa nama yang dibawanya ke pinggir lapangan. Kini orang tua itu terlihat sudah pulih seperti sedia kala.
“Dua kali aku berhutang nyawa padamu anak muda. Pertama nyawa sahabatku, sekarang nyawaku sendiri. Mungkin dengan kesaktian yang kau miliki saat ini tidak akan kau mengalami kesulitan, sehingga tak punya kesempatan aku untuk membalas budi baikmu. Hanya do’a yang bisa kuberikan semoga kau tetap berada pada jalan yang lurus.” Ucap pertapa Sakti Tanpa Nama tulus kepada Bayu.
“Jangan berlebihan memujiku eyang, nanti bisa-bisa meledak kepalaku ini.” Sahut Bayu berkelakar.
__ADS_1
“Bayu, ada banyak sekali orang-orang keracunan. Tak mungkin kau mengobati semuanya. Bisa-bisa kau akan mati kehabisam tenaga.” Ucap Jaka seraya menghampiri Bayu.
Memang nampak terlihat Bayu mulai banyak mengeluarkan keringat. Racun yang disebarkan oleh Raja Iblis kelelawar memang bukan sembaranh racun. Selain mengandung unsur racun yang sangat kuat dan mematikan, didalamnya juga terdapat semacam kekuatan gaib yang membuat orang keracunan menjadi sangat lemah. Itu sebabnya pengobatan yang dilakukan banyak menggunakan pikiran dan tenaga.
“Tuan, apa tidak sebaiknya kau minta saja penawarnya kepada Raja Iblis Kelelawar, bila dia tidak mau paksa saja iblis itu.” Usul Bargawa.
Bayu mengalihkan pandangannya ke arah pertarungan intan dan Braja Pasupata. Dalam pertarungan Intan memang terlihat unggul, namun Peterongan itu nampaknya akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sedangkan orang-orang yang terkena racun di situ memerlukan pertolongan secepatnya.
Bayu pun langsung melesat ke samping Intan yang sedang melayang di atas udara kurang lebih delapan tombak dari tanah. Pemuda itu pun turut melayang di samping Intan. Braja Pasupata yang melihat keadaan itu menjadi sedikit gugup. Ia khawatir kalau-kalau Bayu ikut turut serta dalam pertarungan. Menghadapi satu orang saja dia kelimpungan apalagi harus dua orang sakti seperti mereka berdua.
“Intan, biar aku yang menghadapinya. Aku ingin memaksanya memberikan penawar racun kelelawar hitam.” Ucap Bayu kepada Intan.
Intan pun mengangguk, kemudian gadis itu turun ke bawah bergabung dengan Jaka dan yang lainnya. Di atas terlihat Bayu dan Braja Pasupata sedang saling menatap dengan tajam. Ada kegentaran dalam hati Raja Iblis Kelelawar. Bagaimana tidak, Raja barat yang menjadi majikan saja gentar terhadap Pemuda tersebut. Apalagi dirinya yang memang kemampuannya masih di bawah tingkat dari Raja barat.
Bersambung..
Ditunggu like dan komentarnya.
__ADS_1