
Episode 319
“Maafkan atas kelancanganku tetua, apakah tetua ini adalah manusia suci kuil Agung?” Tanya Intan.
Sejak pembicaraan mereka berlangsung tadi, Intan menduga-duga bahwa orang tua yang berada di depannya ini adalah manusia suci kuil Agung. Semua ia simpulkan dari sikap orang tua itu yang tenang, wajahnya yang teduh, dan ucapannya yang berwibawa. Ia juga mengaitkan informasi dari para prajurit yang belum menemukan manusia suci kuil Agung.
“Hahaha, terlalu berat nisanak, terlalu berat. Panggilan manusia suci untukku tak sepantasnya diberikan. Aku hanyalah manusia yang tak lepas dari dosa.”
“Ahhh.. kalau begitu maafkan kami yang tidak melihat tingginya gunung di hadapan.”
Intan memberikan penghormatan kepada manusia suci kuil agung dengan cara menjura, disusul Bayu yang melakukan hal yang sama. Manusia suci kuil agung pun membalasnya dengan menganggukkan kepala. Nampak keadaan orang tua itu masih lemah sehingga ia hanya duduk di pembaringan.
“Tetua, sepertinya kekuatan yang ku miliki saat ini hampir seluruhnya dikuasai oleh kekuatan semesta hitam. Aku takut kekuatan itu melenyapkan ilmu tujuh gerbang alam semesta sejati yang kumiliki. Mohon petunjuk tetua untuk memberikan masukan,” ucap Bayu yang terlihat sungkan.
“Anak muda, sesungguhnya kekuatan di dalam tubuhmu tidak sedikitpun tercemar oleh kekuatan semesta hitam itu. Pedang mulah yang sesungguhnya telah menyerap kekuatan ilmu semesta hitam namun tak bisa melepaskannya. Karena kekuatan pedang pusaka naga masih berada di bawah ilmu semesta hitam. Kalau kau ingin melepaskan kekuatan itu maka lepaskanlah pedang pusaka naga,” terang manusia suci kuil Agung.
Mendengar penjelasan dari manusia suci kuil agung, Bayu saat itu juga melakukan apa yang di sarankan oleh orang tua itu. Ia mengeluarkan pedang pusaka naga dari dalam tubuhnya. Baru saja pedang itu keluar dari tubuh Bayu, ia kembali masuk tidak atas kemauan Bayu. Seolah-olah pedang itu takut dengan keberadaan manusia suci kuil agung.
“Hmmm... Sepertinya pedang itu tau bahwa ia akan dipisahkan denganmu. Anakku coba sekali lagi kau lakukan!”
__ADS_1
Manusia suci kuil agung memerintah Bayu untuk sekali lagi mengeluarkan pedang pusaka naga. Bayupun sekali lagi melakukannya. Kali ini agak sulit. Beberapa kali ia mencoba, selalu tidak bisa. Hingga tepat pada hitungan kesekian kalinya, akhirnya pedang itu muncul di genggaman Bayu.
Namun kemunculan pedang itu bersamaan dengan memancarnya tenaga sakti semesta hitam di tubuh pemuda itu. Perlahan kesadaran Bayu menghilang. Tiba-tiba mata pemuda itu berubah hitam seluruhnya.
“Hati-hati anakku! Jiwa gelap pedang penguasa naga menguasai tubuh kekasihmu itu,” ucap Manusia suci kuil agung memperingati Intan.
“Hahaha.. hahaha..”
Bayu tertawa keras dan terdengar menyeramkan. Sepertinya di tubuh Bayu ini memang benar bukan lagi pemuda itu yang menguasai. Pancaran mata kehitaman yang menakutkan itu bagaikan pancaran mata iblis. Dan benar saja, kesadaran Bayu kini telah diambil pedang penguasa naga.
Bayu yang kesurupan pedang penguasa naga melesat tidak meninggalkan ruangan. Namun dengan cepat manusia suci kuil Agung menggerakan tangan dan seketika pintu ruangan itu tertutup. Nampak Bayu sangat besar dengan kekuatan orang tua itu. Namun sepertinya ia tidak berani menyerang nya, terbukti yang diserang kini malah Intan.
Intan yang tidak ingin mati konyol tentu saja melakukan perlawanan terhadap serangan Bayu. Pertarungan sepasang manusia sakti pun terjadi. Nampak kekuatan keduanya seimbang. Hal ini dikarenakan Bayu menggunakan ilmu semesta Hitam Bukan menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta. Sehingga kekuatannya yang seharusnya berada di atas Intan tidak terjadi.
Sebuah bentrokan tenaga terjadi. Tubuh Intan dan Bayu sama-sama terdorong beberapa langkah kebelakang. Kemudian nampak Manusia suci kuil agung membentangkan kedua tangannya kearah Bayu. Seketika tubuh pemuda itu seperti tertarik ke arah orang tua itu. Lalu dengan sigap manusia selalu memberikan beberapa totokan ke tubuh Bayu. Seketika pemuda itu tidak bisa bergerak lagi.
Manusia suci kelabang kemudian mengambil pedang penguasa naga dari genggaman tangan Bayu. Seketika Bayu sadar dan tidak lagi mengeluarkan cahaya kekuatan semesta hitam. Sementara pedang penguasa naga seperti meronta- dalam genggaman manusia Suci kuil agung.
Terlihat manusia suci kuil agung multi berkomat-kamit seperti merapalkan sesuatu. Nampak pedang penguasa naga mengeluarkan asap berwarna kehitaman. Perlahan-lahan pedang itu mulai memancarkan cahaya keemasannya. Kemudian sekitar sepeminuman teh berlalu, pedang itu berubah bentuk berwarna keemasan dan memancarkan cahaya yang sama.
__ADS_1
“Terima kasih kepada tetua yang sudah mau memurnikan kekuatan pedang penguasa naga agar seperti semula!” Ucap Bayu sambil menjura.
“Anak muda, keadaan pedang ini belum lagi kembali seperti semula. Kini kekuatan jiwa di dalam pedang menjadi dua jenis. Kekuatan kegelapan dan kekuatan cahaya. Untuk sementara waktu pedang ini tidak bisa kamu gunakan. Karena apabila pedang ini tersentuh oleh tubuhmu, jiwa kegelapan dalam pedang akan kembali bangkit.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan tetua. Atau kalau tetua tidak keberatan, tetua saja yang menyimpankannya untukku.”
“Tidak ada gunanya pedang ini bersamaku. Dengan kekuatan besar yang dimilikinya, seharusnya pedang ini bisa menggunakan untuk kemanusiaan. Ia seharusnya menjadi senjata untuk menegakkan keadilan dan memerangi keangkaramurkaan. Biarlah untuk sementara waktu pedang ini bersama kekasihmu,” ucap Manusia suci Kuil Agung seraya memberikan pedang penguasa Naga kepada Intan.
Dengan penuh rasa hormat Intan menerima pedang yang diserahkan oleh manusia suci kuil agung. Seketika pancaran pedang itu berubah menjadi warna keperakan dan memancarkan kekuatan dingin. Intan langsung menyimpan pedang itu dalam tubuhnya. Seketika hawa yang sangat dingin di tempat itu langsung menghilang.
“Setidaknya pedang itu harus berada ditangan anak ini enam bulan lamanya. Agar kekuatan kegelapan yang berada di dalam pedang tertidur. Kelak ia akan bangkit lagi pada keturunan kalian. Ahhhh.. karma memang tidak bisa dihindarkan. Pedang naga akan melawan bayangan dewa.”
Bayu dan Intan berusaha menangkap makna tersembunyi dari ucapan sang manusia suci, namun nampak kesulitan. Walaupun ada beberapa kata yang mereka pahami maksudnya, namun tidak dapat memahami keseluruhan ucapan orang tua suci itu. Meski rasa penasaran menggelayuti pikiran mereka, keduanya tidak berniat menanyakannya kepada manusia suci kuil Agung.
“Terima kasih atas Budi baik tetua. Semoga Langit membalas semua kebaikan tetua.” Ucap Intan sambil berlutut yang kemudian diikuti oleh Bayu.
“Bangunlah! Aku tidak melakukan apa-apa. Namun takdir yang menentukan demikian. Semua sudah menjadi kehendak Langit,” sahut Manusia suci kuil agung dengan penuh welas asih.
Bayu dan Intan kemudian bangkit dari berlututnya. Setelah meminta izin kepada Manusia suci Kuil Agung, Bayu menyalurkan tenaga saktinya ketubuh orang tua tersebut untuk menghilangkan racun di tubuhnya dan memulihkan kembali tenaga orang tua tersebut. Betapa Bayu dibuat sangat kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh orang tua tersebut. Meski kekuatannya tidak sedahsyat Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta, namun kemurnian tenaga sakti milik manusia suci kuil agung, berada diatasnya.
__ADS_1
Bersambung...