
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 266...
Pagi-pagi sekali keesokan harinya malaikat putih bersiap memulai ritual pencarian tempat yang menjadi kediaman orang-orang suku api palsu. Setelah mempersiapkan segala peralatan dan perlengkapan Malaikat Putih pun memulai ritualnya. Orang tua sakti itu duduk bersila, kemudian memejamkan mata. Terlihat tubuh manusia setengah siluman naga itu memancarkan cahaya keperakan.
Ritual itu di lakukan di kamar khusus yang telah disiapkan oleh Bayu. Atas permintaan Malaikat Putih, ruangan itu di taburi bunga melati dan bunga kenanga. Di tambah sebuah tempat untuk menyalakan kemenyan.
Setelah sepeminuman teh akhirnya Malaikat Putih membuka matanya kembali. Nampak keringat membasahi baju dan wajah pendekar tua itu. Sesaat matanya yang putih semua itu berubah menjadi kemerahan kemudian kembali seperti semula. Malaikat Bagas pun keluar ruangan menemui Bayu yang berada diluar menungguinya.
“Tuan malaikat putih apakah kau tidak apa-apa?” Tanya Bayu ketika melihat orang tua itu nampak kelelahan.
“Aku tidak apa-apa tuan Rajawali Merah. Hanya sedikit kelelahan karena tenagaku yang terkuras. Setelah aku beristirahat selama dua pekan, akan kembali seperti semula. Sebelum aku bersemadi selama dua pekan, izinkan aku jelaskan apa saja yang aku temukan tadi.”
“Mari kita berbicara di ruang utama istana saja tuan Malaikat putih,” sahut Bayu seraya mengajak Malaikat putih untuk berbicara di ruang istana lembah neraka.
Bayu dan Malaikat putih beranjak dari tempat itu menuju ruang utama istana neraka. Di sana nampak sudah ada beberapa orang utama Istana Lembah neraka seperti Pranggala, Dewi Pedang Khayangan, dan juga beberapa orang anggota tingkat ke tiga. Di pihak lain Raden raga lawing juga duduk di kursi ruang utama itu. Sementara Intan duduk di samping kursi yang biasanya disediakan untuk Bayu.
Semua anggota istana Lembah neraka yang berada di situ langsung berlutut sebelah kaki ketika Bayu datang. Sementara Raden raga lawing dan juga Intan berdiri memberi hormat. Walaupun Intan pada dasarnya begitu dekat dengan Bayu, namun pada pertemuan-pertemuan resmi di istana lembah Neraka, gadis itu akan bersikap selayaknya.
__ADS_1
“Silakan tuan Malaikat Putih!” ucap Bayu mempersilahkan kepada malaikat putih untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
“Tuan Rajawali Merah, izinkan saya menyampaikan apa yang sudah saya temukan dalam pencarian tadi,” ucap Malaikat putih.
“Silakan tuan,” sahut Bayu mempersilahkan kepada malaikat putih.
“Entah mengapa dalam pencarian saya tadi, menemukan dua tempat menarik terkait keberadaan suku api. Tempat pertama berada di pedalaman kerajaan Barat, yang bernama hutan Kayu Luntas. Walaupun di sana sudah dirajah agar semua orang selain orang-orang suku api tidak bisa melihat tempat itu, namun aku sudah berhasil menghubungi orang di sana yang kelak akan membawa tuan Rajawali Merah masuk ke dalam,” ucap malaikat putih.
Semua orang yang berada di ruang utama istana lembah Neraka, Itu mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh malaikat putih. Mereka penasaran akan keberadaan suku api yang telah menyembunyikan Nalini.
“Apakah orang itu benar-benar bisa dipercaya Tuan malaikat putih?” tanya Bayu.
“Saya menjaminnya tuan. Dia merupakan orang satu-satunya yang masih memegang identitas asli dari suku api palsu itu. Ia merupakan saudara dari orang yang dianggap pemuka aliran yang mereka anut. Orang yang sama dengan kita bertujuan untuk meluruskan kembali pemikiran para suka api palsu. Asalkan Tuan sudah berada di depan hutan kayu luntas maka ia akan datang menemui tuan.”
Tempat kedua berada di negeri selatan ini. Saya merasakan ada kekuatan besar mirip sebuah kekuatan yang di miliki suku api. Saat saya coba menyelidiki ke sana, saya menemukan gadis yang tuan cari. Ia bersama dengan beberaoa orang suku api sedang berada di kota Sedaha.
“Apa? Kota Sedaha?” seru Bayu dan Intan bersamaan.
Keduanya tidak bisa menutupi rasa keterkejutan mereka saat mendengar Nalini berada di kota Sedaha. Kota Sedaha berada tidak terlalu jauh dari Lembah neraka. Hanya butuh perjalanan setengah hari menggunakan kuda.
“Akhh..” tiba-tiba saja Intan menjerit seperti kesakitan.
__ADS_1
“Ada apa Intan?” Tanya Bayu cemas.
“Kak Nalini berada dalam bahaya. Sepertinya ia tengah bertarung dengan orang yang kesaktiannya berada di atas kak Nalini. Ia benar-benar berada di kota Sedaha. Ayo kita kesana Kak! Biar aku yang membawamu dengan kekuatan berpindah tempat dalam sekejap.” jawab Intan.
Mendengar ucapan Intan , Bayu pun khawatir. Kemudian ia memerintahkan Pranggala mengambil alih tempat itu, dan mengatur segala sesuatunya sesuai dengan rencana dan perjanjian dengan malaikat putih. Sementara Bayu akan menuju kota Sedaha bersama Intan untuk menjemput Nalini.
Setelah mengatur semuanya, Bayu dan Intan berpamitan kemudian meninggalkan istana lembah neraka. Lalu dengan kekuatannya Intan membawa Bayu menuju kota Sedaha. Hanya dalam beberapa saat saja mereka sudah sampai tepat berada di mana nalini sedang bertarung melawan dua orang guru dan murid, Jantar Geni dan juga muridnya Raja Iblis Kelelawar. Nampak gadis itu sudah mulai kewalahan. Sementara di sisi lain kota itu sedang berkecamuk peperangan dahsyat.
Lalu apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa bisa Nalini seorang diri melawan Jantar Geni dan Raja Iblis Kelelawar bertarung? Kita akan kembali ke beberapa hari sebelum kejadian ini.
Dua hari setelah kedatangan gurunya di hutan tempat persembunyian pelarian perang di kota Sedaha, dua orang panglima kerajaan Selatan bersama lima ratus orang prajurit mendatangi tempat itu. Dari penampilan dan perbekalan yang mereka bawa, nam pak pasukan itu sudah siap untuk berperang. Bersama mereka Raja Kerajaan Selatan juga mengirimkan jago-jago silat kerajaan untuk membantu.
“Pangeran, sepertinya persiapan kita dan juga kesiapan pasukan kita sudah lebih daripada cukup untuk berperang merebut kembali kota Sedaha,” ucap Raja Peramal dari Timur.
“Kau benar sekali guru! Apalagi dengan kedatangan sahabat-sahabat guru dari dunia persilatan Timur sepertinya kemenangan kali ini akan berpihak pada kita. Besok kita akan menyerang kota Sedaha dan merebut lagi puasaan dari tangan kerajaan barat,” Ucap Pangeran Mandaka.
Pangeran mandaka bersama gurunya dan orang-orang dunia persilatan timur, sedang berdiskusi untuk merencanakan strategi dalam penyerangan ke kota Sedaha Besok. Diantara mereka terdapat laki-laki tua berpakaian serba putih yang waktu itu bertemu Jaka si Pendekar Halilintar di rumah makan. Ketika itu si orang tua menyentuh perut Cempaka. Orang tua itu merupakan tokoh ternama di dunia persilatan Timur yang bergelar Dewa Tapak Putih. Ia merupakan tokoh silat aliran putih di Negeri Timur sana.
Bersambung
__ADS_1