
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 168...
“Hmmm.. tidak ada istilah guru bagi penghianat seperti kau.” Tegas Raja Selatan.
Raja Selatan melesat ke arah Malaikat Putih. Ia langsung mengerahkan tenaga saktinya. Pancaran sinar pelangipun membias dari tubuhnya. Terutama pada telapak tangan Raja Kerajaan Selatan itu. Rupanya ia telah menggunakan tenaga sakti andalan melawan bekas bawahan ayahnya itu.
Malaikat Putih sendiri telah mengerahkan tenaga sakti andalannya. Ajian Siluman Naga Putih. Kini tubuhnya diliputi sinar berwarna putih keperakan. Keduanya pun terlibat dalam pertarungan hebat.
Di sisi kanan Nalini nampak berada di atas angin. Lawannya kali ini lebih banyak menghindar ketimbang melawan. Gadis itu telang menggunakan jurus ke tiga Ilmu Pedang Pembelah Jagad. Walaupun ia tau resikonya, namun untuk bisa memenangkan pertarungan, jurus itulah yang ia andalkan.
Tiba pada jurus ke ke lima puluh. Tusukan pedang penuh tenaga sakti dari Nalini tak mampu di bendung lawan. Akhirnya anak buah Raja Selatan yang belum sempat melepas topengnya itupun tewas dengan tubuh terbelah dua. Nalini pun Terduduk lemas hampir kehabisan tenaga. Sejenak ia bersemadi untuk memulihkan tenaga saktinya kembali.
Sementara itu di alam lelembut, Bayu mulai serius menghadapi Dedemit Sukma Ular. Beberapa kali murid utama Raja Siluman Ular itu harus terlempar dan menyemburkan darah akibat serangan Bayu. Beruntung ia berada di alam dedemit, sehingga pemulihan luka siluman yang satu ini sangat cepat.
“Bayu..! Semuanya sudah berkumpul.”
Tiba-tiba terdengar teriakan Cempaka dari arah puri. Benar saja saat itu Cempaka sudah bersama orang-orang dunia persilatan yang telah di sesatkan ke alam siluman. Melihat itu Bayu tersenyum. Memang dari tadi ia menyerang tida sampai mengambil nyawa lawannya. Namun kali ini dibalik senyum yang ia tunjukkan ada hawa pembunuhan yang tebal terpancar.
Kini kekuatan Embun, Api Merah, Kilat Merah dan pusaran angin telah berkumpul mengitari tubuh Bayu. Bukan hanya itu, kekuatan-kekuatan tersembunyi alam lelembut yang berada di sekitar Bayu ikut mengitarinya. Beberapa benda kecil pun terlihat mengambang di sekitarnya.
“Akan kukirim kau ke neraka Siluman.” Ucap Bayu dingin penuh dengan perbawa kejam. Matanya memancarkan kilat berwarna kemerahan.
“Haaa..”
Seluruh kekuatan yang memancar dari tubuh bayu bersama kekuatan-kekuatan lain yang mengelilinginya menyeruak menyerang Dedemit Sukma Ular. Siluman itu sendiri telah mengerahkan seluruh kekuatannya, bahkan menggabungnya dengan ilmu terlarang yang dimiliki para siluman. Ilmu Malih Buto Raga.
Tubuh Dedemit Sukma Ular berubah membesar menjadi ular raksasa. Iapun membentangkan tenaga sakti dengan tubuh besarnya menghadang serangan dahsyat Bayu. Sinar berwarna hijau bercampur asap hitam menjadi benteng tebal pelindung siluman itu.
“Perisai Raja Siluman.” ucap Raksutama yang menghentikan sesaat pertarungannya dengan Jaka.
Jaka sendiri tak ingin menyerang lebih lanjut. Ia pun sebenarnya tak ingin melewatkan pertarungan dahsyat kedua mahluk berlainan ras itu. Di sisi lain Cempaka dan tokoh-tokoh dunia persilatan lainnya pun tak kalah tegang menyaksikan pertarungan bayu.
Deeeassh..
__ADS_1
Tenaga serangan yang Bayu lancarkan bentrok dengan perisai Raja Siluman yang di kerahkan lawannya. Sesaat tenaga sakti keduanya tertahan saling menindih. Namun rupanya Bayu masih menahan serangannya, belum menggunakan seluruh kekuatannya. Bayu tersenyum dingin, kemudian ia pun mendorong kedua telapak tangannya ke depan.
Seketika tenaga sakti yang menyerang menyeruak bagai air bah. Sampai-sampai seluruh sisi di tempat itu bergetar. Hewan-hewan berlarian muncul dari persembunyiannya. Bahkan puri Raja Siluman ular yang sudah mulai rusak itu akibat pertarungan tiga orang sakti yang datang dari alam manusia, tak mampu bertahan. Puri itu roboh mengakibatkan bebatuan berhamburan, sehingga orang yang berada di dekatnya harus berlarian menghindari.
Praang...
Perisai raksasa yang dibentangkan Dedemit Sukma Ular Pecah dan buyar. Tak pelak tenaga raksasa yang dilancarkan Bayu menghantam telak tubuh Dedemit Sukma Ular. Terdengar teriakan mengiris dari siluman itu. Sementara tenaga sakti terus menyerang membuat tubuh siluman itu sedikit demi sedikit terpotong terbakar sehingga benar-benar lenyap tanpa bekas di telan lenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke lima.
“luar Biasa sungguh luar biasa, harapan besar dan cerah bagi dunia persilatan jika pemuda itu berada di pihak aliran putih.” Puji Jari Malaikat tak henti hentinya berdecak kagum.
“Grrrrrhhh.. Grrrrrhhh..”
Tiba-tiba terdengar suara desisan mirif auman yang sangat keras.
“Gawat, guruku telah datang. Cepatlah kalian tinggalkan tempat ini. Kalau dia di sini susah untuk kalian akan kembali ke dunia kalian.” Seru Raksutama.
Mendengar itu semua orang terlihat kebingungan dan fanik. Raja Siluman Ular memang terkenal sakti dan ganas di dunia lelembut maupun dunia manusia. Tak ada satupun yang pernah menang melawan dedengkot para siluman itu.
Braakkkk...
“Penghianat kau Raksutama!”
“Siapa yang menghancurkan puriku dan membunuh dua orang muridku.” Bentak orang tua yang tak lain Raja Siluman Ular itu.
Suara yang dikeluarkan Raja siluman ular benar-benar terdengar keras dan menusuk telinga. Bahkan suara itu membuat dada orang-orang di sana bergetar kecuali Bayu, Jaka, dan Cempaka. Ketiganya masih diselimuti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.
“Aku yang melakukannya kau mau apa?” Jawab Bayu Kasar.
Raja Siluman Ular berbalik arah kebelakang dimana posisi Bayu berada saat itu. Matanya yang berbentuk mata ular itu menatap tajam ke arah si pemuda. Nampak di dahi Raja siluman ular ada sebiji mata yang masih terpejam. Rupanya Raja Siluman Ular memiliki mata tiga.
Blaaammm..!
Braakk..
Raja Siluman Ular menyerang Bayu secara tiba-tiba. Tubuh Pemuda itu terlempar menimpa sebatang pohon sehingga roboh. Semua orang tak menyangka pemuda itu dapat dilemparkannya hanya dalam satu gebrakan.
__ADS_1
Bayu sendiri sangat terkejut dengan kekuatan yang di miliki oleh Raja Siluman Ular. Walaupun sebenarnya dia dalam keadaan tidak siap, tetap saja tenaga saktinya sempat bereaksi menahan tenaga lawan. Kalau tidak dapat dipastikan pemuda itu tewas, atau paling tidak terluka parah. Bayu pun bangkit lalu melihat ke arah Jaka.
“Kak Jaka, cepat bawa pergi yang lainnya meninggalkan tempat ini. Kembalilah ke alam manusia lebih dahulu. Nanti aku menyusul. Biar aku menghadapi Raja Siluman Ular untuk mengulur waktu.” Bisik Bayu menggunakan Ilmu mengirimkan Suara.
Mendengar itu Jaka langsung memberi isyarat kepada Cempaka dan yang lainnya untuk bersiap meninggalkan tempat itu.
“Kau kira ilmu seperti itu dapat mengelabuiku di alamku sendiri. Setelah menghancurkan puriku dan menewaskan dua orang muridku. Jangan harap kalian bisa meninggal kan tempat ini.” Ketus Raja Siluman Ular.
Tentu saja Bayu dan Jaka terkejut mendengar ucapan Raja Siluman Ular. Mereka tak menyangka kesaktian Raja Siluman Ular sangat mengerikan. Bahkan mampu mendengarkan suara yang dikirimkan melaui ilmu mengirimkan suara.
Raja Siluman Ular membentangkan tangannya ke arah Cempaka dan kumpulan orang-orang dunia persilatan. Nampak sinar keemasan keluar dari kelima jari Raja Siluman ular melesat. Sinar itu kian membesar dan siap menelan orang yang di tujunya. Jaka nampak mengkhawatirkan cempaka dan melesat kearah istrinya itu
Blasssh...
Saat keadaan yang sangat menentukan sinar emas yang memancar siap menemui sasarannya Bayu melesat kemudian mengerahkan tenaga angin gerbang ke empatnya untuk menjadi perisai dan membuyarkan serangan lawan.
“Cepat kalian pergi!”
Mendengar bentakan Bayu Semuanya pun melesat pergi meninggalkan tempat itu. Namun rupanya Raja Ular tak ingin melepaskan begitu saja. Ia pun kembali menyerang dengan kekuatan lebih dahsyat. Sinar keemasan bercampur asap hitam menyerang.
Bayupun mengerahkan tenaga sakti tingkat ke limanya menangkis serangan lawan. Dua tenaga sakti bertemu di tengah-tengan posisi mereka yang saling berlawanan. Nampak dua tenaga sakti raksasa saling dorong. Untuk sementara Bayu dapat memberi kesempatan orang-orang persilatan bersama Jaka dan Cempaka meninggalkan tempat itu.
“Rajawali Merah terimakasih atas pertolonganmu. Salam hormat dari hati kami kepadamu. Kami tunggu kehadiranmu di alam manusia.”
Terdengar ucapan Jari Malaikat yang penuh haru mengucapkan terima kasih kepada Bayu. Bayu sendiri hanya samar-samar mendengar ucapan itu. Saat ini ia sedang berjuang menahan tenaga sakti yang di lancarkan lawan. Nampak pemuda itu mulai berada di bawah angin. Perlahan tubuhnya terdorong mundur.
Bersambung..
mohon kesediannya :
1. memencet tombol like
2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.
sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini.
__ADS_1
Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.