Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
39. Iblis Muka Hitam Menyerang


__ADS_3

Jaka dan pendekar Kipas Maut langsung menyambut kedua orang tersebut. Terlihat Pertapa Sakti Tanpa Nama mengalami luka yang cukup serius. Beberapa bagian di tubuhnya terlihat memerah bagai terbakar.


"Apa yang terjadi?" tanya Pendekar Kipas Maut.


"Ini semua karena kecerobohan kakek cabul ini" Gerutu Iblis Muka hitam. Memang Iblis muka Hitam sering mengolok-olok Pertapa Sakti Tanpa Nama dengan sebutan Kakek Cabul karena sering bertelanjang dada." Kalau saja dia tak ceroboh main tantang ketua Istana Lembah Neraka itu" tambahnya lagi.


"Apa ki, menantang ketua Istana Lembah Neraka?" timpal Pendekar Tongkat Emas yang tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Malaikat Bertangan Sakti menghampiri kedua tokoh sakti itu. Dari balik baju dirogohnya sebuah botol. Dari botol itu dia keluarkan dua buah pil, satu dijejalkannya ke mulut Pertapa Tanpa Nama, satu diberikan kepada Iblis Muka Hitam. Lalu kedua orang itu bersemedi.


Tak menunggu waktu yang lama, keduanyapun menyudahi semedinya. Sungguh manjur pil buatan Dewa Obat itu. Dalam sekejap luka dalam dan tenaga mereka berdua sudah kembali seperti semula. Hanya luka fisik saja yang belum sembuh, sehingga terlihat di beberapa bagian wajah Petapa Sakti Tanpa Nama itu memerah dan benjol karena bengkak.


Melihat itu beberapa orang tertawa dalam hati. Bahkan Pendekar Kipas Maut tak dapat menahan gelianya hingga kelepasan tawa dan langsung menutup mulutnya sendiri.


"Eh kurang ajar, berani mentertawakan aku" ucap Pertapa Sakti Tanpa Nama kesal. Di ambilnya sebuah batu kerikil lalu dijentiknya ke arah pendekar muda itu.


Wusshh...


Kaget juga Pendekar Kipas Maut melihat serangan Pertapa Sakti Tanpa Nama. Dengan sigap dia buka kipas mautnya menyambut serangan orang. Namun belum sempat kerikil itu mengenainya tiba-tiba...


Trakkk


Sebuah kerikil lain memapak serangan Pertapa Sakti Tanpa Nama. Lalu muncul Dewa Obat di tempat itu.


"Hahaha... Yang tua mau menindas yang muda, masih saja kelakuanmu seperti anak-anak Suro Geti," Seloroh Dewa Obat. Rupanya ia yang menggunakan kerikil tadi untuk mematahkan serangan Pertapa Sakti Tanpa Nama.

__ADS_1


"Hahaha ternyata Dewa Obat mau juga mengurusi urusan dunia persilatan" balas Suro Geti.


"Eh kenapa mukamu Suro Geti" ledek Dewa Obat seraya tersenyum geli.


"Kurang ajar kau Dewa Obat" sungut nya sewot atas ledekan Dewa Obat.


Melihat kelakuan tokoh-tokoh sakti yang sudah senior itu, yang lain hanya tersenyum. Tapi sedikit banyaknya itu mengurai ketegangan yang dirasakan beberapa hari ini.


"Melihat orang-orang yang berada di pihak kita ini sepertinya kemenangan akan ada di pihak kita. walau Empat Sakti Dunia Persilatan bersama mereka, tapi masih bisa kita imbangi dengan Pendekar Halilintar, Iblis Muka Hitam, Petapa Sakti Tanpa Nama dan gabungan Jari Malaikat bersama Malaikat petir." Ucap Dewa Obat sambil melihat sekelilingnya.


"Ya memang seperti itu kalau tidak ada bocah baju merah itu." Sungut Pertapa Sakti Tanpa Nama yang masih kesal karena dikalahkan dengan mudah oleh Rajawali Merah.


"Siapa Bocah Baju Merah?" Tanya Dewa Obat serius.


"Siapa lagi kalo bukan Ketua Istana Lembah Neraka" Timpal Pendekar Kipas Maut seraya tersenyum geli sambil melirik Pertapa Sakti Tanpa Nama.


"Hmmm... Entah Bagaimana caranya anak itu mampu membalikkan semua pukulanku. Bahkan pukulan pamungkaskupun bukan hanya dia tahan, tapi menyerangku balik dengan pukulan yang sama namun kekuatan yang lebih dahsyat". tutur Pertapa Sakti Tanpa Nama.


"Itu karena dia telah menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke lima". sahut Pendekar Tongkat Emas


"Ilmu itu memang begitu dahsyat. Karena itulah sampai saat ini yang mampu menguasai ilmu itu hanya tiga orang, termasuk ketua Istana Lembah Neraka ini" balas Dewa obat.


"Baiklah, kembali kita kepokok pembicaraan, bagaimana rencana terbaik besok?" Potong Malaikat Petir yang melihat pembicaraan sudah agak jauh dari rencana.


"Seperti semula, kita akan tantang pihak Istana Lembah Neraka untuk bertanding, apabila mereka tidak menyetujui baru kita ikut perkembangan" Sahut Malaikat Bertangan Sakti.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pamit dulu, sudah terlalu lama aku meninggalkan rombongan. Mudah-mudahan kemenangan esok menjadi milik kita" Setelah merapikan pakaian dan memakai kembali capingnya, Pendekar Tongkat Emas pun pamit. Sesaat dia melihat kearah Ketua Perguruan Jari Sakti, kemudian menjura memberikan penghormatan, lalu melesat meninggalkan tempat itu.


Iblis Muka Hitam yang sempat memperhatikan gerak gerik Pendekar Tongkat Emas dan kerua Perguruan Jari Sakti mengerutkan keningnya. Entah apa alasannya ada perasaan curiga muncul dibenaknya.


"Untunglah di pihak kita masih banyak orang-orang sakti pilihan. Aku semakin yakin kemenangan ada pada kita esok hari" Ucap Ketua Perguruan Macan Putih yang sejak tadi hanya jadi penonton saja.


"Bagaimana? apakah kita lanjutkan atau tidak ujian ini?" sela Malaikat Petir.


"Sebaiknya tidak perlu. Seperti usulan Dewa Obat tadi, kita tentukan saja lima orang sebagai penantang besok adalah Petapa Sakti Tanpa Nama, Iblis Muka hitam, Pendekar Halilintar, Malaikat Petir, dan Pendekar Jari Malaikat." sahut Malaikat Bertangan Sakti.


"Hmmm..." terdengar gumaman kecil dari Iblis Muka Hitam. Lalu...


"Hiyaaatt..." Mendadak saja Iblis Muka hitam memekik nyaring seraya melesat menyerang Pendekar Jari Malaikat dengan tamparannya.


Untung saja Ketua Perguruan Jari Sakti itu sempat menghindar dengan memiringkan badannya ke kanan. Namun tak puas sampai di situ Iblis Muka hitam masih mengirimkan sebuah tendangan disertai tenaga sakti ke arah Pendekar Jari Malaikat.


Blammm... Tendangan itu meleset mengenai tanah kosong yang menimbulkan ledakan hebat.


"Heii Amok Seta, apa-apaan kau ini?" Tegur Pertapa Sakti Tanpa nama sedikit marah.


Tanpa Mempedulikan Teguran Suro Geti, Iblis Muka Hitam terus menyerang. Kali ini serangan yang dilancarkan lebih hebat dari sebelumnya. Namun anehnya Jari Malaikat selalu mampu mengatasinya. Walau tidak terlihat melakukan serangan balik, namun dia mampu menghindari setiap serangan dengan mudah. Padahal untuk tingkat kesaktian Ketua Perguruan Jari Sakti tersebut seharusnya masih di bawah Malaikat Petir, yang artinya juga di bawah Iblis Muka Hitam.


Kali ini Iblis Muka hitam mengerahkan tenaga saktinya. Tapak Iblis Beracun pun di lancarkannya. Telapak tangannya berubah menjadi hitam kelam, ada bau busuk menyebar dari jurus saktinya itu.


"Amok Seta hentikan!" teriak Pertapa Sakti Tanpa Nama.

__ADS_1


Pertapa Tangan Sakti berang melihat perbuatan Iblis Muka Hitam. Orang tua itu pun siap mengerahkan tenaga saktinya untuk menyambut serangan sahabatnya itu. Dengan wajah berubah menyeramkan, tenaga sakti inti bumi mulai memancar dari wajahnya.


Saat Tenaga Sakti Inti Bumi itu siap dilancarkan, tiba-tiba tangan Pertapa Sakti Tanpa Nama ada yang memegang. Dia pun menoleh ke samping. Ternyata yang memegang tangannya adalah Malaikat Petir. Keponakannya pun memberi isyarat untuk tidak mencampuri.


__ADS_2