
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 171...
“Apa maksudnya itu tuan?” tanya Jaka yang mendengar ucapan Malaikat Putih.
“Ahh.. ini rahasia semesta. Takdir yang sudah di tulis, tak mungkin di bocorkan. Biarlah kita jalani sebagaimana mestinya.” Jawab Malaikat Putih. “Maaf kalau aku tadi lari meninggalkan tempat ini. Pedang Penguasa Naga memang Pedang Pusaka yang memiliki kekuatan mistis membuat siluman kehilangan kekuatannya. Dalam tubuhku ada setengah jiwa siluman, dan setengah jiwa manusia.
Jaka mengangguk sebagai tanda memahami ucapan dan keadaan Malaikat Putih. Mereka yang berada di sana pun demikian. Lalu semuanya berpencar bahu membahu memberi tempat yang porak poranda akibat pertarungan dahsyat di tempat itu.
Di alam lelembut Bayu yang menahan kekuatan RpRaja Siluman Ular mulai kewalahan. Lalu dengan sekali hentakan iapun meningkatkan serangannya.
Blammm..
Terjadi ledakan yang sangat dahsyat akibat bentrokan tenaga keduanya. Bayu terlempar beberapa tombak, Sedangkan Raja Siluman Ular hanya terdorong beberapa langkah. Dapat dipastikan kekuatan Raja Siluman Ular berada di atas kekuatan Bayu.
“Anak muda, sebaiknya kau menyerah dan menjadi muridku. Dari caramu bertarung dan semangatmu aku tertarik untuk mewariskan semua kesaktianku padamu.” Ucap Raja Ular Siluman bersungguh-sungguh.
“Hmmm.. dari kecil aku tidak pernah berguru hingga apa yang aku miliki sekarangpun bukan dari hasil berguru. Dan belum tentu kau dapat mengalahkanku, atas dasar apa kau dengan yakin menginginkan aku menjadi muridmu.”
“Sombong Sekali kau anak muda, kau kira sekarang ini kau berhadapan dengan siapa? Akulah Raja Siluman di jagad semesta ini.” Geram Raja Siluman Ular. “Baiklah, sepertinya kau memang harus ku habisi di alam ini.”
“Bukan kah kau yang terlalu sombong orang tua.”
Bayu mengerahkan tenaga saktinya. Kini ia menggabung tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta dengan Ilmu Bianglala Melukis Langit. Tubuhnya melayang di udara, sedangkan di sekelilingnya di penuhi lima tenaga sakti yang berlainan. Embun, Api, Kilat, Angin, dan kekuatan gerak tanpa wujud.
Tenaga sakti energi gerak tanpa wujud inilah yang mengangkat benda-benda di sekitar Bayu. Selain itu tenaga gerak tanpa wujud ini mampu memindahkan kekuatan tenaga sakti orang lain dan menggunakannya sekehendak hati. Hanya saja Bayu belum benar-benar menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta dari sumbernya sehingga kekuatan gerbang satu sampai dengan gerbang kelima tidak maksimal ia kuasai.
Melihat Bayu sudah mengerahkan kekuatan penuhnya, Raja Siluman Ularpun tak mau kalah. Ia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mulai mengerahkan kekuatannya. Seketika langit di tempat itu menjadi gelap gulita. Sumber penerangan hanya terlihat dari tenaga sakti yang Bayu Pancarkan.
Asap hitam bercampur sinar keemasan mengelilingi tubuh Raja Siluman Ular. Semakin lama kekuatannya terasa semakin dahsyat. Tanah di tempat itu bergetar. Bahkan beberapa pohon sampai tercabut dari akarnya karena kekuatan yang sangat dahsyat itu.
__ADS_1
“Anak muda aku tahu ilmu yang kau gunakan adalah ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke lima. Tapi akupun tau ilmu itu belum sempurna kau kuasai. Jadi tak akan aku gentar menghadapimu. Seandainya ilmu itu sudah kau kuasai dengan sempurna, dengan tingkat pertama saja kau sudah mampu menghancur leburkan ku dan tempat ini.”
Bayu tidak memperdulikan ucapan Raja Siluman Ular. Ia terus mengerahkan tenaga saktinya sampai kepuncak. Hingga lima kekuatan menyatu tidak lagi memancar sendiri sendiri. Tanah yang berada di bawah Bayu bukan hanya bergetar tapi terbelah di beberapa bagiannya. Pohon-pohon bertumbangan sebagiannya roboh masuk ke dalam tanah yang terbelah.
Melihat kehebatan tenaga yang dipancarkan Bayu, Raja Siluman Ular nampak mulai gentar. Dengan tenaga yang ia miliki dapat Raja Siluman Ular menyimpulkan bahwa tenaganya masih di bawah lawan. Walaupun seperti yang ia katakan ilmu yang dimiliki Bayu masih belum sempurna.
“Hueeekk..”
Tiba-tiba Bayu memuntahkan darah segar. Tenaga sakti yang di kerahkan Bayupun buyar. Ia pun jatuh kembali ke tanah. Tangannya memegang dada yang terasa sesak bagai dipukul godam.
Ternyata saat itu dalam di dunia manusia tubuhnya mendapat serangan dari Raja Selatan. Hal itu bukan hanya membuat tubuhnya mengalami luka dalam. Ternyata sukmanya pun mengalami gangguan hebat.
“Hahaha.. ternyata pertarunganmu bukan hanya denganku di alam lelembut ini anak muda. Namun ragamu juga sedang diserang.” Ucap Raja Siluman Ular penuh kemenangan.
Raja Siluman membuyarkan tenaga yang sudah dikerahkannya. Ia pun melesat ke arah Bayu. Dengan senyum liciknya, Raja Siluman Ular menendang Bayu hingga terlempar ke udara. Tidak hanya sampai disitu, kembali Raja Siluman ular menyusul keatas lalu memberikan pukulan mengandung tenaga sakti di dada Bayu.
Buukk..
Kembali Bayu memuntahkan darah segar akibat hantaman telapak tangan Raja Siluman Ular. Tubuhnya meluncur deras ke arah puri yang hancur. Jelas tujuan Raja Siluman Ular ingin membuat Bayu membentur bebatuan Puri.
Braaakkk..
Bayu membentur bebatuan Puri. Tak cukup sampai di situ Raja Siluman Ular mengirimkan pukulan jarak jauhnya ke arah Bayu.
Blaammm..
Ledakan kembali terjadi. Kembali Bayu terlempar, padahal pemuda itu telah mengerahkan kesaktiannya. Rupanya konsentrasinya mulai terpecah dikarenakan luka fisik pada raganya, dan serangan di alam lelembut pada sukmanya.
“Ana kmuda menyerahlah! Menyatulah dengan ku. Dengan menyatu dengan tubuh silumanku kau akan memiliki dua kekuatan. Kekuatan manusia dan kekuatan lelembut. Hahaha”
Bukannya menjawab tawaran Raja Siluman Ular, Bayu malah kembali mengerahkan tenaga saktinya. Namun tenaga yang keluar dari tubuhnya tak sedahsyat tadi. Bahkan tak ada separunya.
__ADS_1
“Hahaha rupanya kau memang keras kepala anak muda. Baiklah akan ku hancur leburkan sukmamu di sini.”
Raja Ular siluman kembali mengerahkan tenaga saktinya. Kejadian dahsyat sebelumnya tadi kembali terulang. Langit mulai gelap, tanah di tempat itu berguncang. Tubuh Raja Siluman Ular mulai mengeluarkan asap hitam bercampur cahaya keemasan.
Sedangkan Bayu sendiri baru mampu mengerahkan tenaga sakti tingkat pertamanya. Kelelahan dan luka dalam yang di derita membuatnya sulit untuk berkonsentrasi.
“Haaaaa..”
Bayu memekik sambil mendorong tangannya ke depan ke arah Raja Siluman Ular. Segulungan tenaga sakti bercampur butiran embun menerjang Raja Siluman Ular. Orang tua itu tersenyum mengejek. Ia pun mengarahkan serangannya ke depan menghadang serangan Bayu.
Dua tenaga sakti beradu. Tenaga Sakti Raja Siluman Ular langsung menindih tenaga Bayu. Perlahan-lahan tenaga yang saling dorong itu mendekat ke arah Bayu. Sampai pada akhirnya tenaga yang beradu itu hanya berjarak lima tombak di depan Bayu, tiba-tiba..
Dua buah Cahaya berwarna putih kehijauan dan kuning kemerahan melayang ke arah Bayu, kemudian berhenti di belakangnya. Lalu Bayu merasakan dua tangan lembut menyentuh bahu kanan dan kirinya.
“Hancurkan dia kak.”
Terdengar suara lembut berbisik di telinga Bayu. Tiba-tiba tenaganya kembali pulih, bahkan terasa lebih kuat lagi. Seketika cahaya berwarna putih terang memancar di tubuhnya. Gerbang ke enam Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta kembali muncul.
“Aaaaaaa..”
Terdengar teriakan mengiris hati dari Raja Siluman Ular. Cahaya terang yang memancar dari tubuh Bayu menyebar cepat menerangi segala penjuru di tempat itu. Seketika Alam lelembut terang benderang bagaikan siang hari. Bukan hanya melenyapkan tenaga siluman itu, tapi tubuhnya pun perlahan sedikit demi sedikit lenyap bagaikan ditelan cahaya...
Bersambung..
Sebelumnya Author minta maaf kali ini agak telatbupdate, karena ada kesibukan yang tak bisa ditinggalkan.
Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :
1. memencet tombol like
2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.
__ADS_1